Menu

Mode Gelap
Ansar Ahmad: Pulau Penyengat Harus Jadi Triger Destinasi Wisata Religi dan Heritage How To Handle Every Movie Challenge With Ease Using These Tips The Most Influential People in the Green House Industry and Their Celebrity Dopplegangers Technology Awards: 6 Reasons Why They Don’t Work & What You Can Do About It

Hukum dan Kriminal · 28 Aug 2023 15:24 WIB ·

8 Santriwati Diduga jadi Korban Pelecahan Pimpinan Ponpes di Agara


					Pelaku perbuatan pelecehan terhadap 8 Santriwati berinisial AF (41). Pelaku merupakan salah satu Pimpinan Pondok Pesantren, warga Desa Katambaru Bencawan, Kecamatan Lawe Bulan, Aceh Tenggara. Perbesar

Pelaku perbuatan pelecehan terhadap 8 Santriwati berinisial AF (41). Pelaku merupakan salah satu Pimpinan Pondok Pesantren, warga Desa Katambaru Bencawan, Kecamatan Lawe Bulan, Aceh Tenggara.

Aceh Tenggara, Jurnalkota.online

Sebanyak delapan santriwati menjadi korban pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh salah satu pimpinan pondok pesantren di Aceh Tenggara, berinisial AF. (41). Pelaku merupakan warga Desa Katambaru Bencawan, Kecamatan Lawe Bulan, Aceh Tenggara.

Kejadian itu kini heboh dan menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat luas di Kabupaten Aceh Tenggara.

Kasus ini terungkap setelah dilaporkan oleh salah seorang keluarga korban insial J. 49, warga Aceh Tenggara kepada SPKT Polres Aceh Tenggara pada Minggu (27/8/2023).

Laporan itu atas kejadian pencabulan yang tertuang dalam laporan polisi LPB/153/VIII/2023/SPKT, dengan identitas terlapor, AF. 41, salah satu pimpinan Pondok Pesantren di Aceh Tenggara, korban yakni, SA. 13, SM. 13, FA. 12, ZK. 13, TN. 13, MA. 13, S. 13, JL. 12, semua korban warga Aceh Tenggara.

Kapolres Agara, AKBP R. Doni Sumarsono S. Ik melalui Kasat Reskrim, Iptu Bayu Pribadi kepada Awak media, membenarkan terkait 8 santriwati diduga korban pelecehan seksual, Senin (28/08/2023).

Lebih lanjut diterangkan Kapolres, kasus ini berdasarkan hasil pengakuan para korban, pelecehan seksual tersebut terjadi pada Agustus 2023, dengan modus pelaku memanggil para santriwati ke kantor pondok pesantren sebanyak 2 orang dan ada juga yang 5 orang.

Kemudian pelaku beralasan akan memberi pelajaran khusus tentang hati kepada para santriwati yang di panggil dengan mengatakan “kalian tau hati itu di mana? ” Lalu para santriwati yang ada di dalam kantor ponpes tersebut mengatakan “di sini, (sambil memegang arah dada)”, pelaku kemudian berkata lagi ” bukan itu, tapi di sini (membuka baju para santriwati sambil memegang dada para santriwati tersebut). Korban tidak berani melapor karena pelaku ada mengatakan ‘jangan bilang siapa-siapa’ dan juga pelaku merupakan Pimpinan Pesantren.

Tepatnya pada hari Sabtu, (26/8/2023), korban atas nama S. melaporkan kejadian yang dialaminya dan teman teman kepada orang tuanya dan pada Ahad, (27/08/2023). Keluarga korban yang merasa keberatan melaporkan kejadian pelecehan seksual tersebut ke Polres Aceh Tenggara.

Laporan tersebut ditindaklanjuti Satreskrim dengan menghubungi kepala sekolah Pesantren SN agar pelaku diamankan dan dibawa ke Polres Aceh Tenggara guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Selanjutnya sekira pukul 10.00 WIB. pelaku dibawa ke Mapolres Aceh Tenggara dan berdasarkan hasil pemeriksaan bahwa pelaku mengakui perbuatannya dan mengaku khilaf atas segala perbuatannya.

“Untuk menghindari kemarahan warga, saat ini pelaku telah diamankan di Mapolres Aceh Tenggara guna proses penyelidikan dan penyidikan,” tutup Kapolres. (Yuda)

Artikel ini telah dibaca 59 kali

Baca Lainnya

Kawasan Kuliner Kota Tangerang di Lalap Si Jago Merah

24 September 2023 - 08:56 WIB

Sat Resnarkoba Polres Lebak Berhasil Mengamankan Pengedar Ganja

22 September 2023 - 03:15 WIB

Di Madiun, Gadis Pengendara Motor Tewas Tertimpa Pohon Tumbang

21 September 2023 - 23:41 WIB

Diduga Ngantuk, Sopir Truk Logistik Tewas Seruduk Bokong Truk Parkir di Tol Ngawi

19 September 2023 - 15:41 WIB

Penganiayaan Anak Yatim Dibawah Umur, Laporan Ibu Korban Belum Direspon

19 September 2023 - 10:57 WIB

Komnas Perempuan Atensi Pekmab Lebak Sanksi ASN Brutal

16 September 2023 - 12:22 WIB

Trending di Hukum dan Kriminal