Menu

Mode Gelap
Ansar Ahmad Pimpin Rapat Evaluasi Kegiatan Pembangunan di Lingkungan Pemprov Kepri Hasan Pimpin Rapat Persiapan Jambore PKK ke-8 Tahun 2024 Bangkitkan Ekonomi, Dewi Kumalasari Buka Dekra Fest Kepri 2023 Technology Awards: 6 Reasons Why They Don’t Work & What You Can Do About It

Nasional · 19 May 2023 12:56 WIB ·

Ansar Ahmad Dampingi Mendagri Pimpin Rakor Pengendalian Inflasi dan Evaluasi APBD Provinsi Kepri


					Gubernur Provinsi Kepri Ansar Ahmad, mendampingi Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, pada acara Rakor Pengendalian Inflasi, Evaluasi Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2022 Sekaligus Evaluasi APBD Triwulan I Tahun Anggaran 2023 Provinsi Kepri, bertempat di Grand Ballroom, Hotel Marriot, Harbour Bay, Kota Batam, Jum’at (19/5/2023).
Perbesar

Gubernur Provinsi Kepri Ansar Ahmad, mendampingi Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, pada acara Rakor Pengendalian Inflasi, Evaluasi Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2022 Sekaligus Evaluasi APBD Triwulan I Tahun Anggaran 2023 Provinsi Kepri, bertempat di Grand Ballroom, Hotel Marriot, Harbour Bay, Kota Batam, Jum’at (19/5/2023).

Batam, jurnalkota.online

Gubernur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad mendampingi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, pada acara Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi, Evaluasi Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2022 Sekaligus Evaluasi APBD Triwulan I Tahun Anggaran 2023 Provinsi Kepri, bertempat di Grand Ballroom, Hotel Marriot, Harbour Bay, Kota Batam, Jum’at (19/5/2023).

Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan melantunkan sholawat busyro, untuk kemudian dilanjutkan dengan pemutaran video singkat 2 tahun kepemimpinan Ansar Ahmad dan Marlin Agustina di Kepri, sekaligus laporan singkat capaian hasil pembangunan kepada Tito.

Ansar Ahmad, mengawali pemaparannya dengan melaporkan capaian strategis pembangunan yang telah dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Kepri dengan bersinergi bersama Pemerintah Kabupaten/Kota dan Stakeholder lainnya, di mana capaiannya yang terus membaik.

Mulai dari pertumbuhan ekonomi yang pada Tahun 2021 berada pada kisaran 1,66 persen karena pandemi Covid-19 dan kemudian tumbuh menjadi 5,09 persen pada Tahun 2022. Berikutnya, Indeks Kerukunan Umat Beragama sebagai yang terbaik ke-2 se-Sumatera dengan nilai 74,78.

“Selanjutnya, ada indeks kemiskinan Kepri yang terus turun di angka 6,03 persen dan jauh berada di bawah angka kemiskinan nasional yang ada di kisaran angka 9,54 persen. Ada indeks pendidikan di Kepri yang menempati posisi terbaik ke-4 secara nasional. Pun dengan kualitas kesehatan yang juga terus membaik,” jelas Ansar ahmad.

Begitupun, masih kata Ansar Ahmad, terkait dengan pengangguran terbuka yang terus berkurang dan mengalami penurunan, serta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang masuk ke Kepri yang terus meningkat. Di mana, sepanjang Tahun 2022 wisman yang masuk sebesar 785.155 wisatawan, dan naik dari saat masa pandemi Covid 2021 yang hanya sebesar 24.332 wisman.

Ansar Ahmad juga berkesempatan melaporkan kepada Tito Karnavian, terkait Visa on Arrival (VoA) khusus kunjungan wisman selama satu bulan yang angkanya sebesar Rp500 ribu, dan menurut. Ansar Ahmad, masih terlalu tinggi, karena angka tersebut masih bisa untuk diturunkan, mengingat kunjungan wisman ke Kepri yang rata-rata hanya 3-4 hari saja.

Kemudian, terkait dengan Evaluasi pelaksanaan APBD Provinsi Kepri Tahun Anggaran 2022 yang nilainya sebesar Rp3,9 triliun, secara umum Ansar Ahmad melaporkan, bahwa realisasi keuangannya mencapai 98 persen. Baik untuk belanja operasi, belanja modal, belanja tidak terduga dan belanja transfer.

Adapun Tito Karnavian, dalam pemaparannya mengapresiasi capaian pertumbuhan ekonomi Kepri yang diakuinya tumbuh dengan baik. Hal ini tidak lepas dari peran besar sektor swasta, yang ikut mendorong perekonomian dan tertarik dengan baik.

“Saya akui, tidak semua daerah bisa tumbuh perekonomiannya secara bagus, karena peran pemerintah dan juga swasta” ujar Tito Karnavian.

Tito Karnavian juga menekankan tentang permasalahan  inflasi yang terjadi di tanah air. Di mana banyak faktor yang mempengaruhinya. Mulai dari adanya kenaikan harga kebutuhan pokok dalam waktu yang lama, begitupun dengan peredaran uang yang sangat banyak, kenaikan suku bunga, suplai barang yang kurang, distribusi barang yang mengalami gangguan serta mahalnya harga subsidi pupuk.

Tak lupa, Tito Karnavian juga mendorong setiap Pemerintah Daerah termasuk di Kepri, untuk terus secara kreatif, bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah-nya, guna membangun kemandirian fiskal.

“Sehingga, berbagai program pembangunan yang dilaksanakan daerah dapat berjalan secara maksimal, dan muaranya bisa meningkatkan kemajuan dan kesejahteraan daerah itu sendiri,” tegas Tito Karnavian.

Turut hadir dalam Rakor tersebut, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Kepri, Ketua DPRD Provinsi Kepri, Bupati/Walikota Se-Kepri, Sekretaris Daerah Provinsi Kepri dan Sekretaris Kabupaten/Kota dan para peserta serta hadirin dan undangan lainnya. (Antoni)

Sumber: Diskominfo Kepri

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Jalan Rusak Parah, Masyarakat Tambak Mengeluh

28 February 2024 - 01:55 WIB

Mahasiswa Lebak Menyoroti Maraknya Tambang Diduga Ilegal

27 February 2024 - 16:16 WIB

Rangkaian HPN 2024, Puluhan Wartawan Deklarasikan Forum Wartawan Solid

25 February 2024 - 13:06 WIB

Temui Menaker, Ansar Ahmad Minta Bantuan Peralatan untuk BLK Karimun

22 February 2024 - 14:49 WIB

Ansar Ahmad Hadiri Pembukaan Rakernas PHRI ke- IV Tahun 2024

22 February 2024 - 13:09 WIB

Adi Prihantara Hadiri Pisah Sambut Kepala Kanwil BPN Provinsi Kepri

21 February 2024 - 13:42 WIB

Trending di Nasional