Menu

Mode Gelap
Ansar Ahmad: Pulau Penyengat Harus Jadi Triger Destinasi Wisata Religi dan Heritage How To Handle Every Movie Challenge With Ease Using These Tips The Most Influential People in the Green House Industry and Their Celebrity Dopplegangers Technology Awards: 6 Reasons Why They Don’t Work & What You Can Do About It

Tabodetabek · 5 Jul 2023 06:51 WIB ·

Bangunan Tower BTS Rajeg Diduga Rugikan Pendapat Daerah


					Foto : Surat Remendasi kampung Jungkel RT 02/RW 01 Desa Tanjakan Mekar Kecamatan Rajeg Perbesar

Foto : Surat Remendasi kampung Jungkel RT 02/RW 01 Desa Tanjakan Mekar Kecamatan Rajeg

Tangerang, jurnalkota.online

Miris, Pembangunan infrastruktur Tower Base Tranceiver Station (BTS) yang berada dikawasan permukiman warga diduga luput dari pengawasan dan merugikan Pendapatan Aset Daerah (PAD) Kokoh Berdiri, Rabu (5/7/2023).

Bangunan Tower provider XL, di Kampung Jungkel RT.02 RW.01 Desa Tanjakan Mekar, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, yang dikerjakan oleh PT. Menara Selaras Persada setinggi 50 meter tersebut, diduga belum miliki izin, lantaran adanya pengawasan yang terabaikan oleh Dinas Terkait.

Menurut pengakuan Ketua RT 02, Abidin, memaparkan, kurang lebih seminggu yang lalu, sudah datang Satpol PP Kabupaten Tangerang.

“Satpol PP dari Kabupaten Tangerang sudah berkunjung kurang lebih 1 Minggu yang lalu, pada saat itu juga memberikan 1 bandel surat yang berisi rekomendasi,” ungkapnya, Selasa (20/6/2023) lalu

Sementara, Kasie Trantib Rajeg, Jaenal Mustaqim mengatakan. Jika perizinan belum memenuhi syarat, pihaknya akan segera melakukan tindakan dan segera cek lokasi.

“Kita akan ke lokasi untuk menanyakan terkait kelengkapan perizinan tersebut, apakah sudah memenuhi syarat atau belum, kalo belum harus dilakukan tindakan untuk menyurati ke Satpol PP Kabupaten Tangerang. Lantaran kita hanya sebagai pengawasan bukan eksekutor,” tegasnya saat diwawancarai via WhatsApp, Selasa (4/7/2023) Kemarin.

Hal senada juga di ucapkan oleh
Camat Rajeg, Kholid. Ia mengakui bahwa surat keterangan dari Kecamatan, bukan bagian dari perizinan melainkan sebagai pengantar dan ini seringkali dijadikan tameng oleh pihak tak bertanggung jawab. Bahwa surat tersebut Bagian dari perizinan.

“Dari awal ketika proses pembangunan, tanpa sepengetahuan saya sudah berdiri, dan surat keterangan yang di keluarkan oleh pihak Kecamatan bukan tanda tangan saya, karena pada saat itu, saya belum menjabat sebagai Camat,” imbuhnya.

Kendati demikian, Dirinya sangat menyesal pembangunan BTS tidak pro aktif memberikan informasi kepada kita, sudah sejauh mana terkait perizinan.

“Kita akan cek kembali apakah sudah lengkap atau belum terkait Perizinannya dan apabila tidak ada maka Kecamatan Rajeg akan menyurati untuk diteruskan ke tingkat dinas terkait untuk melakukan tindakan tegas,” katanya.

Perlu di ketahui sesuai dengan Perbup Nomor 37 Tahun 2011 tentang penataan pembangunan telekomunikasi Kabupaten Tangerang dan Perda Nomor 3 Tahun 2022 tentang perubahan kedua atas peraturan Daerah nomor 6 tahun 2011 tentang retribusi perizinan tertentu, jika benar pihak owner BTS XL tidak miliki PBG (Izin,Red) makan Tower BTS tersebut harus dirobohkan.

Berita ini akan di konfirmasi terhadap pihak yang bersangkutan dan akan dimuat pada kolom berikutnya

Penulis : Bob .F
Sumber : KJK Kabupaten Tangerang

Artikel ini telah dibaca 16 kali

Baca Lainnya

Ormas JBB Apresiasi DPRD Lebak Terkait Pemanggilan PT SBJ dan PT MUK

17 September 2023 - 09:17 WIB

Pemdes Pasir Tanjung Salurkan Bantuan Cadangan Pangan

15 September 2023 - 08:53 WIB

Gabungan Aktivis Kota Tangerang Gelar Aksi Solidaritas di Depan Kantor DPRD

14 September 2023 - 04:48 WIB

Tim Penilai PKK Provinsi dan PKK Kota Tangerang Kunjungi Kecamatan Jatiuwung

14 September 2023 - 04:23 WIB

Dengan Sigap, Binamas Kunciran Jaya Angkat Jenazah Paru Bayah bersama Warga

13 September 2023 - 05:01 WIB

Ketua DPD Kota Tangerang Kunjungi Posko Kemenangan Dapil 5 Partai Perindo

10 September 2023 - 16:19 WIB

Trending di Tabodetabek