Dugaan  KKN atas Proyek 4 Tempat di Kep. Seribu, LSM Laporkan  ke Polda Metro Jaya

Dugaan KKN atas Proyek 4 Tempat di Kep. Seribu, LSM Laporkan ke Polda Metro Jaya

Jakarta, jurnalkota.online

Adanya dugaan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) atas pengerjaan proyek pemeliharaan di empat tempat Kepulauan Seribu, Ketua LSM- PKN laporkan ke Polda Metro Jaya.

Empat proyek tersebut dimenangkan oleh satu perusahaan PT. Dwimas Bahtera (DB). kegiatan tersebut adalah pemeliharaan jalan di 4 Pulau, dengan kode Rencana Umum Pengadaan (RUP) yang berbeda.

1.Kode RUP 28261977, P. Pari,  Rp. 2.995.480.686. 2.Kode RUP 28263508, P. Panggang Rp. 6.046.590.000. 3.Kode RUP 28264984, P. Harapan    Rp. 2.552.032.689. 4.Kode RUP 28268027, P. Tidung       Rp. 6.808.998.128.

Penelusuran wartawan di lapangan, alamat PT Dwimas Bahtera (DB). yang tertera pada Goggle Maps beralamat Jl. Inspeksi  Kali Item  Jl. Berlian  IV  No 872, RT 10 RW 04, Sumur Batu, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, ternyata kos-kosan atau kontrakan.

“Benar ini  tempat PT. DB, No.1, tapi tidak ada plang  PT,  di bawah untuk kantor dan atas kos-kosan. Tidak ada karyawan serta aktifitas apa-apa,” ujar salah seorang warga yang ditemui wartawan beberapa waktu lalu.

Dengan adanya dugaan monopoli dan alamat kantor tersebut, ternyata kontrakan atau kos-kosan, selanjutnya, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Pemantau Keadilan dan Negara (LSM PKN), Monang Benda Roasi.SH, menegaskan,  dengan adanya 4 paket kegiatan E-Katalog yang dimenangkan oleh 1 PT tersebut, terindikasi melanggar syarat-syarat penyedia E-Katalok  pada poin 8.

“Yakni memiliki alamat tetap/domisili jelas, serta dapat dijangkau dengan jasa pengiriman. Sesuai UU nomor 5, tahun 1999 tentang larangan praktek monopoli,” terangnya.

Monang mengatakan, bahwa pihaknya juga telah berkirim surat ke Polda Metro Jaya (Krimsus) Sabtu (9/10/21), ke pejabat Kepulauan Seribu, terkait dugaan terjadinya persekongkolan antara pihak SKPD dan rekanan (kontraktor pekerja) dalam sistem E-katalog.

“Rencananya akan dikirim tembusannya, ke Bupati Pulau Seribu, UKT 2, Inspektorat DKI, dan KPK. Kami harap agar yang bersangkutan secepatnya dipanggil untuk diperiksa secara hukum,” pungkas Monang.(11/10/21).

Penulis: Awal

Polres Tangsel Berhasil Ungkap Penipuan dan Penggelapan Mobil

Polres Tangsel Berhasil Ungkap Penipuan dan Penggelapan Mobil

­Polres Tangsel Berhasil Ungkap Penipuan dan Penggelapan Mobil

Tangsel, jurnalkota.online

Polres Tangerang Selatan melalui Satuan Reskrim ( Satreskrim) Polres Tangerang Selatan berhasil mengungkap tindak pidana penipuan dan penggelapan sepesial mobil.

Kapolres Tangerang, AKBP Dr. Iman Imanuddin, S.H, S.I.K, M.H didampingi,
AKP Angga Surya Saputra, S.H., S.I.K., M.Si. AKP Tarmui, S.H (Kasubag Humas). Ipda Winarno, S.H. (Kanit Ranmor) mengatakan, berawal dari tersangka A.I.P membeli beberapa unit mobil di showroom RM Jl. Pajajaran pacuan kuda no.6 pamulang kota Tangerang Selatan.

Dibeberapa kali pembelian tersangka A.I.P melakukan pembayaran, namun pada pembelian 4 unit mobil di bulan Pebruari 2021 tersangka A.I.P tidak melakukan pembayaran dan ke 4 mobil tersebut telah dijual oleh tersangka A.I.P kepada saudara S. Uang hasil penjualan mobil tersebut, telah digunakan untuk kepentingan pribadinya.

“Tersangka A.I.P kelahiran Blora melakukan pembelian di Showroom RM Jl. Pajajaran pacuan kuda no.6 Pamulang Kota Tangerang Selatan. Dalam beberapa pembelian 4 unit mobil, Setelah tersangka tidak melakukan pembayaran atas 4 unit mobil semenjak bulan Pebruari, kemudian tersangka menghilang,” ungkap Kapolres Tangerang Selatan AKBP Dr. Iman Imanuddin, S.H, S.I.K, M.H, Rabu ( 6/10/21) di Aula lantai 4 Polres Tangerang Selatan.

Masih dengan Kapolres Tangsel, pada bulan Juli 2021 Tersangka A.I.P diketahui berada di tempat wisata Guci Tegal Jawa Tengah. Kemudian tim opsnal melakukan penangkapan di lokasi tersebut dan saat tersangka A.I.P di tangkap bersama dengan 4 orang perempuan dan 6 orang laki-laki sebagai sopir dengan 3 unit Mobil jenis Toyota Alphard sehingga tersangka A.I.P dan 3 unit mobil tersebut diamankan di Polres Tangerang Selatan.

“Tersangka melarikan diri ke tempat wisata Guci Tegal Jawa Tengah, disana mereka ditangkap, bersama 4 orang perempuan dan 6 laki laki sebagai sopir dan 3 unit mobil Alphard. Untuk mobil Alphard tersebut,diserahkan kepada pemiliknya atas nama Monang Siregar,” ungkap Kapolres.

Kapolres menambahkan, mobil yang digelapkan tersangka 1 (satu) unit mobil merk Daihatsu B401RS-GMZFJ 12R MT, Nopol B-1129-WZF, warna putih tahun 2018. 1 (satu) unit mobil Daihatsu Xenia Nopol. B-2930-KKT warna silver metalik tahun 2018. 1 (satu) unit mobil merk Daihatsu Xenia Nopol. B-1153-FZD warna silver metalik tahun 2016. 1 (satu) unit mobil merk Mitsubishi XPander 1.5L Nopol. B-2793-SZR warna putih mutiara tahin 2018

” 3 Unit mobil merek Daihatsu dan 1
Unit mobil merek Mitsubishi XPander,” ungkapnya

Untuk tersangka dikenakan Pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama 4 (empat) tahun dan atau Pasal 372 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama 4 (empat) tahun.

Penulis : Rifqi DRS /Djoko

 

 

Dua Tersangka Diamankan,  Polda Kepri   Ungkap Kasus Pembunuhan

Dua Tersangka Diamankan, Polda Kepri Ungkap Kasus Pembunuhan

Batam, jurnalkota.online

Tim dari gabungan Polda Kepri yang terdiri dari Dit Reskrimum Polda Kepri dan Polres Tanjungpinang berhasil mengamankan dua orang tersangka tindak pidana pembunuhan berinisial AR alias AK dan ZU alias J.

Hal tersebut disampaikan oleh Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., didampingi Dir Reskrimum Polda Kepri Kombes. Pol. Jefri Ronald Parulian Siagian, dan Kapolres Tanjung Pinang AKBP Fernando, pada saat Konferensi Pers di Mapolda Kepulauan Riau, Kota Batam, Rabu (29/9/2021).

Kabid Humas Polda Kepri menyampaikan, kasus ini berawal pada hari Minggu, tanggal 5 September 2021 pukul 09.00 WIB di mana kedua tersangka merencanakan perampokan dan pembunuhan terhadap korban inisial Z yang merupakan bos tersangka ZU alias J karena motif sakit hati dan keinginan menguasai harta benda milik korban.

“Dalam rencananya kedua tersangka AR alias AK dan ZU alias J akan merampok dan membunuh korban,” tutur Kabid Humas Polda Kepri.

Selanjutnya pada Minggu, tanggal 5 September 2021 sekira pukul 11.00 WIB kedua tersangka mendatangi rumah korban guna mendampingi korban untuk bersama-sama membeli barang.

Kemudian korban dan tersangka pergi menggunakan mobil merek toyota avanza veloz berwarna putih milik korban ke wilayah Kijang, Kabupaten Bintan.

Saat berada di kilometer 20 Kijang, kedua tersangka ini menjalankan aksinya, tersangka ZU alias J meminta korban berhenti dan saat kendaraan berhenti tersangka AR alias AK langsung menjerat leher korban dengan tali yang telah disiapkan.

“Saat itu juga tersangka ZU alias J memegang korban dan mematikan mesin kendaraan serta ikut membantu menarik tali yang terjerat dileher korban.

“Setelah korban lemas dan tidak bernyawa kedua tersangka memindahkan korban pada bagian belakang mobil,” ujar Kabid Humas Polda Kepri.

Kemudian pada pukul 16.00 Wib kedua tersangka membawa korban ke wilayah Tanjung Uban, Batu 58.

“Tepatnya di belakang klenteng di dekat sebuah tower sutet para tersangka ini menguburkan korbannya,” tambahnya.

Tersangka AR alias AK bertugas menggali tanah dan tersangka ZU alias J menunggu di dalam mobil.

“Setelah kedua tersangka selesai menguburkan korban, kedua tersangka membawa mobil milik korban ke Danau Biru Galang Batang, Kecamata Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, untuk ditenggelamkan di dalam danau tersebut guna menghilangkan barang bukti.

“Sebelum menenggelamkan mobil korban, kedua tersangka ini mengeluarkan surat-surat dan uang dari dashboard mobil sebesar Rp. 200.000.000,- serta 1 unit handphone milik korban,” jelas Kabid Humas Polda Kepri.

Lanjut Kabid Humas Polda Kepri menjelaskan, kronologis penangkapan terhadap kedua tersangka, yang mana pada tanggal 8 September 2021 Penyidik Sat Reskrim Polres Tanjungpinang melakukan penyelidikan atas laporan dari masyarakat tentang hilangnya seorang laki-laki berinisial Z (korban) sejak tanggal 5 September 2021 tidak kembali ke rumah.

Kemudian dari hasil penyelidikan pada tanggal 23 September 2021 mobil milik korban ditemukan tenggelam di Danau Biru, Jalan Korindo, Kabupaten Bintan.

Atas penemuan mobil milik korban tersebut penyidik melakukan penyelidikan lebih dalam dan diketahui tersangka inisial AR alias AK dan ZU alias J adalah orang terakhir yang bertemu dan pergi bersama korban.

Dari hasil penyelidikan diketahui bahwa para tersangka tidak berada di Tanjungpinang, namun telah berada di wilayah Teluk Bunia, Kecamatan Pelangiran, Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau.

Di wilayah tersebut tim berhasil mengamankan tersangka inisial AR alias AK.

Dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka inisial AR alias AK didapatkan informasi bahwa tersangka ZU alias J berada di wilayah Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau.

Selanjutnya tim bergerak dan berhasil mengamankan tersangka inisial ZU alias J yang sedang melakukan perjalanan di sekitar Jalan Lintas Selatan Desa Aurcina, Kecamatan Batang Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau.

“Total uang yang berhasil diambil oleh para tersangka dari korban yaitu sejumlah Rp. 260.000.000, dan telah dibelikan beberapa aset oleh para tersangka yaitu rumah serta beberapa kendaraan roda dua yang sampai saat ini masih ditelusuri keberadaanya oleh penyidik,” ungkap Kabid Humas Polda Kepri.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan 1 unit rumah di Indragiri Hilir, 1 unit mobil toyota avanza veloz warna putih, 1 buah kunci mobil toyota avanza veloz, 1 utas tali nilon panjang sekitar 2 meter, 1 buah cangkul, 1 unit handphone oppo f7, 1 unit handphone oppo reno 4, 2 buah buku tabungan bank, 1 kartu NPWP, 2 kartu atm dan uang tunai sejumlah Rp. 5.000.000.

“Sementara itu pasal yang dipersangkakan adalah pasal 340 KUHP dan pasal 338 KUHP dengan ancaman pidana mati atau pidana penjara seumur hidup,” tutup Kabid Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S.

Editor : Antoni

Mapolres Tangsel Selamat 6000 Jiwa dari Narkotika

Mapolres Tangsel Selamat 6000 Jiwa dari Narkotika

Tangsel, jurnalkota.online

Mapolres Kota Tangerang Selatan, berhasil menyelamatkan 6000 jiwa dari pemakaian Narkotika. Dari kedua tersangka AG dan AF polisi berhasil menyita, 1 Bungkus Plastik Klip yang berisikan Narkotika jenis extacy berwarna abu abu sebanyak 500 butir, 5 bungkus besar dan 2 di dalam toples berisi Narkotika Jenis Ganja dengan berat brutto 5.382 gram. 5 plastik klip bening berisi Narkotika jenis Sabu dengan berat brutto 77,37 gram.

Kapolres Tangsel melalui Wakapolres Kompol Lalu Hedwin Hanggara SH. S.I.K dan didampingi oleh, AKP Amantha Wijaya Kusuma, S.I.K. (Kasat Narkoba), AKP Tarmui, S.H (Kasubag Humas), Iptu Pardiman, S.H., M.H. (Kanit 1 Sat Narkoba), Iptu Eko Nopendi, S.H. (Katimsus Sat Narkoba).

Ipda M. Rosid Gozali, S.H. (KBO Sat Resnarkoba) mengatakan, penangkapan di wilayah Harapan Indah Kota Bekasi, Unit I Sat Narkoba Polres Tangerang Selatan di bawah pimpinan Kasat Narkoba beserta Kanit I telah mengamankan tersangka AG, yang berperan sebagai penerima ektasi (inex) atas perintah AF , dan dari penguasaannya disita barang bukti berupa 500 (lima ratus) butir ekstasi (inex).

” Dari pengakuan AG baru satu kali telah menerima 500 (lima ratus) butir ekstasi (inex) atas arahan seseorang yang bernama AF,” ungkap Hanggara di lobby Mapolres Tangsel Rabu (22/9/21)

Hanggara menambahkan, AF berhasil di amankan pada hari Kamis tanggal 09 September 2021 sekira 17.30 wib di Tegal Guntil Bogor dengan barang bukti narkotika jenis ganja sebanyak kurang lebih 5.382 gram dan narkotika jenis sabu dengan berat bruto 77,37 gram.
AF mengaku bahwa narkotika jenis ganja di dapat dari SV (DPO) sedangkan narkotika jenis Sabu didapat dari AS (DPO).

Kalau diakumulasikan dalam rupiah barang bukti Ekstasi sebanyak 500 butir Rp.150.000.000,- , ganja sebanyak 5.382 gram Sebesar Rp.40.000.000,- dan sabu sebanyak 77 gram sebesar Rp.100.000.000,- dengan total seharga Rp. 290.000.000

” Dari kedua tersangka mengaku barang bukti narkotika jenis ekstasi, ganja dan sabu tersebut diatas dapat di konsumsi oleh kurang lebih 6.000 orang orang pemakai narkotika. Dalam kata lain polisi berhasil menyelamatkan 6.000 jiwa pemakai narkotika,” ungkapnya.

Kedua tersangka dijatuhkan 3. Pasal 114 (2) subsider 112 (2) subsider 111 ayat (2) subsider UURI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan acaman pidana mati, seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun.

Penulis : Rifqi/Joko

 

Tim Gabungan Ungkap  Jaringan Internasional Peredaran Gelap  Sabu di Kepri

Tim Gabungan Ungkap Jaringan Internasional Peredaran Gelap Sabu di Kepri

Batam, jurnalkota.online

Penyeludupan 107,258 sabu narkotika jenis sabu asal Malaysia tujuan Kalimantan digagalkan di perairan Pulau Putri, Nongsa pada Kamis (9/9/2021) lalu. Modusnya baru, sabu diangkut menggunakan kapal pesiar mewah untuk mengelabui petugas.

Namun begitu, penyeludupan itu tetap dapat diendus dan digagalkan Tim Gabungan Satnarkoba Polresta Barelang, Bea Cukai Batam dan Kanwil Ditjen Bea Cukai Kepri .

Pengungkapan penyeludupan ini setelah melewati proses analisa selama 1-2 minggu. Kamis (9/9) dengan mengerahkan 8 kapal patroli dilakukan penindakan dan penangkapan.

Dalam penindakan itu, turut diamankan 5 pelaku yakni RH (26) asal Jakarta, A (23) asal Jawa Timur, EAH (25) asal Bitung Sulawesi Utara, FOS (26) asal Batam dan H (33) asal Jawa Barat.

Untuk 107,258 kg sabu yang hendak diseludupkan itu, dibungkus dalam 104 bungkus kemasan teh China.

Modus yang digunakan terbilang baru. Kali ini untuk mengelabui petugas, penyelundup menggunakan kapal pesiar (yacht) mewah yang ditaksir senilai Rp 4 miliar untuk membawa ratusan kilo sabu itu. Biasanya mereka hanya menggunakan kapal nelayan.

Penggagalan penyeludupan 107 kg sabu ini diungkapkan tim gabungan lewat konferensi pers di Polresta Barelang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Senin (20/9/2021).

Wakapolda Kepri Brigjen. Pol. Drs. Darmawan, M.Hum mengatakan, bahwa penangkapan itu sudah cukup lama terjadi dan baru diumumkan hari ini karena masih dilakukan pengembangan.

“Kemudian kita juga sedang memprofiling jaringan dalam rangka pengembangan sehingga kita bisa mendapatkan hasil yang lebih besar, karena pada prinsipnya persoalan narkoba ini tidak dilakukan oleh perorangan ini selalu dilakukan oleh sindikasi,” ujarnya, Senin (20/09).

Dengan penangkapan ini, Darmawan katakan telah menyelamatkan ratusan ribu jiwa dengan asumsi 1 gramnya dikonsumsi 3-4 orang.

“Kita concern persoalan narkoba ini, tidak ada alasan. Hanya satu kata ‘berantas,” tegasnya.

Mengenai modus baru dengan menggunakan kapal mewah, Darmawan mengatakan, karena selama ini menggunakan kapal nelayan selalu terendus kini mereka menggunakan kapal yacht.

Dalam konpers itu, Kepala Kanwil Ditjen Bea Cukai Kepri Akhmad Rofiq mengapresiasi sinergi aparat penegak hukum dalam penggagalan penyeludupan ratusan kilogram sabu itu.

“Untuk tahun ini adalah tangkapan terbesar. Mudah-mudahan kita bisa melakukan penindakan lebih lanjut karena kegiatan tentang narkotika ini masih belum tuntas sehingga kita perlu kebersamaan,” ujar Rofiq.

Ia jelaskan, rentang waktu analisa hingga penangkapan itu menghabiskan waktu 1-2 minggu dan mengerahkan 8 unit kapal patroli.

“Dari Kepri 1 unit, KPU Batam 1 unit dan dari Tanjungpinang 1 kapal patroli. Kita melakukan gelar patroli bersama kepolisian Kepri dan melakukan penangkapan,” jelasnya.

Barang bukti yang diamankan adalah 1 unit kapal SV GT 16 no 2255/LLA warna putih serta 6 tas ransel berisi 104 bungkus teh China berisi sabu.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 114 ayat 2 jo Pasal 112 ayat 2 jo Pasal 115 ayat 2 Undang-undang RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Dengan ancaman pidana penjara paling lama 20 tahun, seumur hidup atau hukuman mati. Kami akan koordinasi dengan kejaksaan dan pengadilan agar mereka ini dituntut maksimal,” pungkas Wakapolda Kepri.

Editor : Antoni

Terungkap, Ayah  Gagahi Anak Kandungnya  Selama Empat Tahun

Terungkap, Ayah Gagahi Anak Kandungnya Selama Empat Tahun

Bintan, jurnalkota.online

Seorang ayah inisial HM, tega setubuhi anak kandungnya dari SMP hingga tamat SMK. Demikian ditegaskan, Kapolres Bintan, AKBP Tidar Wulung Dahono, melalui Kasi Humas, Ipda M Aslon.

Menurut Alson, sang ayah melakukan perbuatan tak bermoral berulang-ulang kali terhadap anak kandung sendiri, mulai usia 15 tahun hingga umur 19 tahun.

“Tindakan bejat yang dilakukan pria berinisial HM tersebut, sudah berulang kali dilakukan sejak kurun waktu tahun 2016-2020,” ucap Alson, Sabtu (4/9/2021).

Peristiwa ayah gagahi anaknya itu, kata Alson, terjadi di rumah mereka di wilayah Kecamatan Bintan Timur (Bintim). HM lakukan itu, ketika istri tidak ada di rumah.

“Kasus tersebut, terungkap saat korban menceritakan kejadian yang dialami kepada ibunya. Kemudian Ibu korban melaporkannya ke Polsek Bintan Timur pada 19 Agustus 2021,” terang Alson.

Atas laporan itu, jajaran Unit Reskrim Polsek Bintan Timur mengamankan pelaku HM, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Atas perbuatannya, HM dijerat Undang-Undang RI nomor 35 tahun 2014, tentang perlindungan anak.

“Dengan ancaman pidana penjara minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun,” pungkasnya.

Editor : Antoni

Resnarkoba Polres Tanjungpinang  Ringkus  Tersangka Pria Miliki Sabu

Resnarkoba Polres Tanjungpinang Ringkus Tersangka Pria Miliki Sabu

Tanjungpinang, jurnalkota.online

Satuan Reserse Narkoba Polres Tanjungpinang meringkus seorang pria inisial JH di depan ruko Jalan WR. Supratman Kilometer 8 Atas, Kelurahan Air Raja, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepukauan Riau (Kepri), Selasa (31/8/2021) kemarin.

Kasat Resnarkoba Polres Tanjungpinang AKP Ronny Burungudju menyampaikan, penangkapan pelaku berawal pihaknya mendapatkan informasi bahwa ada seorang pria diduga memiliki dan menyimpan narkoba jenis sabu.

Mendapatkan informasi tersebut, pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan sekira pukul 14.00 Wib ditemukan seorang pria yang dicurigai sedang berada di depan Ruko di Jalan WR. Supratman.

“Pelaku langsung kita lakukan penangkapan,” ujarnya kepada awak media, Kamis (2/9/2021).

Selanjutnya, disaksikan warga setempat dilakukan penggeledahan terhadap pelaku. Pihaknya berhasil menemukan satu buah kotak rokok di saku Jaket di dalamnya berisikan dua paket sabu yang dibungkus dengan plastik bening.

Kemudian di saku celana sebelah kanan ditemukan satu paket diduga sabu yang diakui adalah miliknya.

“Total berat bersih tiga paket diduga Narkotika jenis sabu tersebut adalah 0,53 gram,” ucapnya.

Selain itu, diamankan barang bukti lain satu unit handphone dan satu Unit sepeda motor Merk Honda Megapro yang digunakan pelaku.

Kasat Resnarkoba menambahkan, pelaku beserta barang bukti yang ditemukan dibawa ke Polres Tanjungpinang untuk proses hukum lebih lanjut.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 114 ayat 1 dan atau Pasal 112 ayat 1 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara paling singkat lima tahun.

 

Editor: Antoni

 

Satreskrim Polres Cilegon Tanggapi Cepat Laporan  Masyarakat

Satreskrim Polres Cilegon Tanggapi Cepat Laporan Masyarakat

Cilegon, jurnalkota.id

Satreskrim Polres Cilegon Polda Banten melaksanakan aksi Cepat menanggapi Laporan Masyarakat atas adanya seseorang yang akan membuang Janin, Cilegon, Sabtu (28/8/2021).

Kapolres Cilegon Polda Banten, AKBP Sigit Haryono, S.ik, SH diwakili Kasat Reskrim Polres Cilegon Polda Banten AKP Arief Nazaruddin Yusuf, SH, S.Ik membenarkan bahwa Satreskrim Polres Cilegon Polda Banten mendapat informasi dari masyarakat, tentang seseorang yang akan membuang mayat ataupun janin di Kelurahan Sukmajaya Kranggot.

Kemudian pihak kepolisian sudah melakukan olah TKP kemudian menginventarisir untuk peristiwa dan Kami Polres Cilegon Polda Banten akan mencari siapa terduga yang akan dipersangkakan. Ujar AKP Arief

Kami pun sudah melakukan upaya permintaan keterangan dari beberapa saksi di seputaran TKP, kemudian untuk jasad sudah dibawa ke rumah sakit umum daerah (RSUD) panggung rawi untuk di lakukan identifikasi. Tambah Kasat Reskrim

Mungkin hanya sejauh itu yang akan kami perjelas kami dari pihak penyidik Satreskrim Polres Cilegon Polda Banten akan berupaya untuk secepatnya melakukan pengungkapan terhadap peristiwa yang terjadi pada kemarin Jumat. Ujar AKP Arief Nazaruddin

Dari keterangan saksi yang memang memberikan informasi kepada pihak kepolisian, khususnya Polsek Cilegon Polres Cilegon Polda Banten bahwa ada seseorang yang akan membuang sampah yang itu setelah diinventarisir adalah janin setelah itu pihak kepolisian langsung segera turun ke TKP dan melaksanakan olah TKP secara intensif untuk bisa mengungkap peristiwa terduga pada hari ini. Tambah Kasat Reskrim

Dari pihak dokter forensik bersama identifikasi Polres Cilegon untuk bisa mengidentifikasi dari janin tersebut untuk berapa bulan jenis kelaminnya.

“Kami sedang berupaya secara maksimal untuk segera mengungkap. Untuk terduga kita sedang melakukan pemeriksaan dan diperkuat oleh beberapa saksi yang ada di TKP, untuk peristiwa tersebut kita harus bisa memastikan dimana pelaku tersebut melakukan,” ujar AKP Arief Nazaruddin.

Penulis : Agi

 

Prostitusi Online Berhasil Diungkap Unit Reskrim Polsek Panongan

Prostitusi Online Berhasil Diungkap Unit Reskrim Polsek Panongan

Tangerang, jurnalkota.id

Dijanjikan bekerja di sebuah toko, AS (25) dan SR (22) malah menjadikan wanita yang mereka bawa dari sumatera sebagai pekerja seks komersial (PSK).

Dua sekawan di wilayah Kabupaten Tangerang ini merupakan sindikat prostitusi online. Mereka diduga sebagai mucikari.  Jajaran Unit Reskrim Polsek Panongan Polresta Tangerang berhasil membongkar sindikat prostitusi online tersebut.

Keduanya diringkus Unit Reskrim yang dipimpin Kanit Reskrim Ipda Surya Abdul Fitri di sebuah kontrakan Kampung Cipari, Desa Ciakar, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang.

“Kasus itu terungkap saat anggota melaksanakan observasi dan mendapatkan informasi mengenai praktik prostitusi online,” kata Kapolsek Panongan AKP Kresna Aji Perkasa melalui Kanit Reskrim Ipda Surya Abdul Fitri saat di konfirmasi Awak media Jumat (27/8/2021).

Dikatakan, hal tersebut merupakan tindakan perdagangan manusia juga.
Dan menurut keterangan tersangka AS, awalnya mencari perempuan yang tinggal di wilayah Lampung untuk ditawari pekerjaan sebagai penjaga toko.

Ternyata tawaran tersangka AS menjadi penjaga toko hanyalah akal-akalan tersangka AS. Sebab saat tiba di Tangerang, perempuan yang berhasil dibawanya dipaksa menjalani praktik prostitusi.

“Tersangka mempekerjakan wanita yang dibawanya dengan iming-iming bekerja di toko, justru menjadi prostitusi dengan ancaman kekerasan,” katanya.

Tersangka AS juga membatasi akses komunikasi perempuan yang dipaksanya menjalani prostitusi. Tersangka AS kemudian membuka booking online dan menjadikan perempuan yang dibawanya untuk melayani pria hidung belang.

“Praktik prostitusi online yang dijalankan tersangka AS melalui aplikasi Michat,” ujarnya.

Petugas kemudian melakukan penyamaran guna mengungkap kasus itu. Dalam menjalankan aksinya, tersangka AS dibantu tersangka SR.

Tersangka SR yang menyediakan tempat kontrakan bagi pria hidung belang. Saat melakukan penangkapan, polisi juga mendapati 3 orang perempuan. Ketiga perempuan itu mengaku dipaksa melayani pria hidung belang di bawah ancaman kekerasan.

“Salah satu perempuan mengalami memar lantaran dihantam gagang pisau oleh para tersangka. Bahkan uang milik korban diambil para tersangka,” paparnya.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 296 dan 506 KUHPidana dan atau Pasal 27 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016, tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 tahun 2018 tentang ITE.

Sementara itu, polisi juga mengamankan barang bukti berupa kondom bekas pakai, uang sebesar Rp 1,5 juta, dan 1 unit telepon genggam. Kasus ini masih terus didalami untuk mengungkap jaringan lainnya.

Penulis: Dawiri

Terkait Korupsi, Dit Reskrimsus Polda Kepri  Amankan Seorang ASN

Terkait Korupsi, Dit Reskrimsus Polda Kepri Amankan Seorang ASN

Batam, jurnalkota.id

Seorang tersangka oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di Stasiun Karantina Ikan Pengendali Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Batam (SKIPM) bernisial WD diamankan oleh Tim Subdit 3 Ditreskrimsus Polda Kepri, atas tindak pidana korupsi pada kegiatan ekspor hasil perikanan jenis udang, yang akan di kirim ke Singapura.

Hal tersebut disampaikan oleh Wadir Reskrimsus Polda Kepri, AKBP Nugroho Agus Setiawan, S.Ik, MH didampingi Kanit 2 Subdit 3 Ditreskrimsus Polda Kepri,  AKP Restia Octane Guchy, SE, S.Ik dan Ps. Paur Subbidpenmas Bid Humas Polda Kepri, Ipda Husnul Afkar SH, MH, Rabu (25/8/2021).

Penangkapan berdasarkan Laporan Polisi nomor LP-A / 43 / V / 2021 / SPKT-Kepri, Tanggal 21 Mei 2021 dengan waktu kejadian pada hari Jumat tanggal 21 Mei 2021 dengan tempat kejadian perkara di salah satu kedai kopi di Batam.

Modus operandi tersangka ini adalah, yang bersangkutan ini dengan jabatannya mempunyai kewenangan menandatangani surat perintah muat terhadap barang-barang komoditas yang akan diekspor ke luar negeri.

Dengan kewenangan yang dimilikinya yang bersangkutan meminta fee kepada eksportir sebesar Rp. 10.000,- per Box.

“Dikarenakan eksportir ini takut diperlama dalam perizinannya dan khawatir komoditas yang akan dikirim nanti semakin lama tertahan dan tidak layak untuk dikonsumsi atau bisa dikatakan basi makanya mau memberikan fee yang diminta oleh tersangka WD,” jelas AKBP Nugroho Agus Setiawan, S.Ik, MH.

Kemudian pada tanggal 21 Mei 2021 tim Sudit 3 melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) dan berhasil mengamankan DW di salah satu kedai kopi di Batam.

Saat dilakukan penangkapan ada beberapa barang bukti yang disita antara lain 1 buah amplop berwarna coklat, uang tunai sejumlah Rp. 12.450.000, uang tunai Dolar Singapura sejumlah SGD. 16.636,-, kemudian ada 10 Kartu ATM, 3 buku tabungan, 1 unit handphone, 2 buah tas dan bundel dokumen.

Atas perbuatannya tersangka dijerat dengan Pasal 12 huruf (e) dan Pasal 11 Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Pada pasal 12 huruf (e) yang berbunyi yaitu ″Pegawai Negeri atau penyelenggara negara yang dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, atau dengan menyalahgunakan kekuasaannya memaksa seseorang memberikan sesuatu, membayar, atau menerima pembayaran dengan potongan, atau untuk mengerjakan sesuatu bagi dirinya sendiri.

“Ancaman minimal 4 tahun penjara,” jelas Wadir Reskrimsus Polda Kepri AKBP Nugroho Agus Setiawan, S.Ik, MH.

Editor : Antoni

About Jurnal Kota Online

Portal berita yang menyajikan informasi aktual, fakta dan terpercaya. Lahir dengan moto “Bicara Sesuai Fakta”. Keseimbangan dalam menyajikan realita dengan Cover Both Side. Disajikan dengan cepat untuk memenuhi kebutuhan informasi bagi masyarakat dan referensi untuk para pengambil keputusan.

Media Jurnal Kota terbit dalam bentuk cetak dan media online. Untuk pemasangan iklan cetak dan online dapat menhubungi (021) 54331420

Penerbit : PT. Media Tiga Serangkai
Rukan Gading Kirana Blok D 6 No. 32 Kelapa Gading Jakarta Utara 14240
Telp. (021) 45874085 Fax. (021) 45878796
jurnalkota03@gmail.com / jurnalkota2020@gmail.com

Jurnal Kota Online
(021)45874085

Mobile : 081218881273 –
jurnalkota03@gmail.com – juralkota2020@gmail.com