WNA Asal Cina Diduga Jadi Korban Penganiayaan Teman Sendiri

WNA Asal Cina Diduga Jadi Korban Penganiayaan Teman Sendiri

Jakarta, jurnalkota.online

Warga Negara Asing (WNA) asal Cina berinisial XT (33) diduga menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh rekannya sendiri di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat pada Jumat (17/6/2022) malam.

Berdasarkan rekaman CCTV yang diterima, awalnya korban sedang duduk bermain ponsel di suatu ruangan tempat ia bekerja.

Tiba-tiba datang seorang pria mengenakan baju merah membawa sebilah pisau yang dibungkus plastik berwarna kuning.

Sontak, pria tersebut kemudian menusuk korban hingga mengalami luka-luka. Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif.

Terpisah, Kanit Kriminal Umum (Krimum) Polres Metro Jakarta Barat, AKP Avrilendy didampingi Kasubnit Jatanras Ipda M Rizky Ali Akbar saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa itu. Korban, kata dia, mengalami luka tusuk di bagian punggung sebelah kiri.

“Dia melaporkan (ke Polres Metro Jakbar) mengalami luka tusuk di bagian punggung bagian kiri belakang yang dilakukan oleh salah seorang rekannya,” tutur Avrilendy, Sabtu (18/6/2022).

Pihaknya mengaku telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dengan menyisir CCTV di dalam ruangan itu dan mengantongi identitas pelaku.

“Pelaku masih dilakukan pengejaran,” pungkasnya.

Penulis: Awal

Polda Banten Ungkap Prostitusi Online Berkedok Panti Pijat

Polda Banten Ungkap Prostitusi Online Berkedok Panti Pijat

Serang, jurnalkota.online

Polda Banten melalui Direskrimum, berhasil mengamankan pelaku tindak pidana prostitusi online, berkedok panti pijat di Ruko Mardigras Citra Raya, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, pada Selasa (31/05/22) sekitar pukul 02.00 Wib lalu.

Dirreskrimsus Polda Banten Kombes Pol Dedi Supriyadi mengatakan dari pengungkapan kasus ini petugas berhasil mengamankan dua orang pelaku.

“Di TKP petugas berhasil mengamankan dua pelaku yakni HM (42) sebagai pemilik ruko dan NA (22) sebagai operator admin media sosial (medsos). Kemudian petugas juga mengamankan 9 orang terapis,” kata Dedi, Rabu (15/6/2022).

Selanjutnya Dedi mengungkapkan awal mula pengungkapan kasus prostitusi online ini berawal dari patroli cyber yang dilakukan oleh personel Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Banten.

“Pada saat petugas melakukan patroli cyber di platform Michat terdapat satu akun yang menjajakan jasa prostitusi online. Kemudian petugas melakukan penyelidikan dengan melakukan percakapan dan ternyata benar akun tersebut menawarkan jasa prostitusi online. Dalam percakapan tersebut, NA mengajak melakukan transaksi prostitusi di sebuah ruko yang berada di Mardigras,” jelas Dedi.

Dedi menambahkan setelah mendapatkan informasi tersebut petugas langsung bergerak menuju ruko yang ada di Mardigras.

“Sesampainya di ruko tersebut NA menawarkan sembilan terapis yang bisa memberikan jasa plus-plus dengan harga Rp500.000 yang mana transaksi prostitusi akan dilakukan di kamar yang ada di dalam ruko tersebut,” tambah Dedi.

Berdasarkan keterangan tersebut petugas langsung mengamankan pelaku NA beserta sembilan terapis dan HM selaku pemilik ruko.

“Dari hasil pemeriksaan, didapat fakta hukum bahwa HM selaku pemilik tempat mempekerjakan pelaku NA untuk mengoperasionalkan akun Michat untuk menjajakan sembilan terapis dengan harga Rp500.000,- dengan pembagian hasil Rp100.000,- untuk pemilik tempat, Rp50.000,- jasa operator dan sisanya untuk para terapis,” ungkap Dedi.

Terkait dengan perkara tersebut, penyidik telah melakukan penyitaan berupa barang bukti 3 unit handphone dan uang hasil kejahatan sebesar Rp3.090.000,-.

“Atas perbuatan tersebut penyidik menjerat kedua tersangka dengan tindak pidana Prostitusi Online sebagaimana dalam Pasal 45 ayat (1) jo Pasal 27 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE dan/atau Pasal 296 KHUP jo Pasal 55 ayat (1) dengan ancaman hukuman penjara paling lama enam tahun atau denda paling banyak satu miliar rupiah,” tutup Dedi. (Rizal)

Polsek Tambora Ringkus Pelaku Penodongan Dalam Waktu 12 Jam

Polsek Tambora Ringkus Pelaku Penodongan Dalam Waktu 12 Jam

Jakarta, jurnalkota.online

Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Tambora Jakarta Barat dalam waktu 12 jam, berhasil meringkus pelaku penodongan terhadap seorang karyawan MRT warga negara Jepang, Senin (13/6/2022).

Korban Satomi Oki (34) menjadi korban aksi penodongan oleh pelaku di jalan Roa Malaka Tambora Jakarta Barat saat dirinya akan pulang kerja

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Pasma Royce di dampingi Kapolsek tambora Kompol Rosana Albertina Labobar mengatakan, kami berhasil mengamankan 2 orang pelaku berinisial NA als Tole (22) dan MFR (20)

“Pelaku melakukan aksi penodongan dengan menggunakan sajam jenis celurit terhadap seorang karyawan MRT warga negara Jepang,” ujar Kombes Pol Pasma Royce saat menggelar press conference di Mapolsek Tambora, Selasa (14/6/2022).

Pria berpangkat melati dipundaknya ini menjelaskan, para pelaku ini modus operandinya mencari sasaran korban ditempat yang sepi dengan berboncengan menggunakan sepeda motor. Kemudian menodongkan sajam, agar mau menyerahkan barang berharga yang dibawanya

“Mereka berkeliling mencari target, dan tak segan segan melukainya jika korban melawan,” terang Pasma.

Lanjut Pasma menjelaskan, pada hari senin, (13/6/2022) tersangka berdua berboncengan dengan menggunakan sepeda motor, Honda CBR 150 warna biru putih nopol B 3697 EHE, yang dikemudikan oleh tersangka NA als Tole (22) dan MFR (20) dibonceng dengan membawa celurit memutar mencari korban disekitar kota tua Jakarta.

Di Tempat kejadian tersangka menemukan korban yang baru keluar dari kantornya (kerja lembur) yang akan pulang ke apartemennya di daerah Golodok Jakarta Barat dengan berjalan kaki.

Kemudian tersangka MFR (20), setibanya di jalan Roa Malaka Tambora Jakarta Barat turun dari sepeda motor dengan mengunakan celurit dan menghampiri korban.

Pelaku langsung merampas tas milik korban namun korban melawan dan korban langsung dibacok oleh tersangka MFA dengan mengunakan celurit sebanyak 1 kali diarea kepala belakang.

“akibatnya korban mengalami luka bacokan dan harus mendapatkan luka jahitan akibat bacokan tersebut,” ucapnya.

Selanjutnya kedua pelaku meninggalkan korban di TKP dengan luka yang diderita korban.

Pelaku NA als Tole kemudian menyimpan barang bukti hasil kejahatan berupa handpone Iphone 12 di gerobak di lokasi parkiran kemukus Kelurahan Pinangsia. Kecamatan Tamansari.Jakarta Barat. hingga, ditemukan oleh tim Buser Tambora.

Setelah dilakukan penyelidikan oleh tim buser yang dipimpin oleh kanit reskrim polsek Tambora Akp Yugo Pambudi diketahui bahwa pelakunya adalah
sdr NA als Tole (22) dan MFR (20) yang berhasil ditangkap Tim Buser Polsek Tambora Jakarta Barat pada hari senin tanggal 13 Juni 2022 sekira pukul 19.00 wib di parkiran KAI Jl. Kemukus RT 04/06 Kelurahan Pinangsia Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat.

Salah satu pelaku berprofesi sebagai tukang juru parkir.

“Pelaku NA als Tole berprofesi sebagai juru parkir di daerah jalan Kali Besar Tambora Jakarta Barat,” katanya.

Guna mempertanggung jawabkan atas perbuatan nya pelaku dikenakan pasal 365 KUHP.

Penulis: Ahmad

PGI Bantah dikonfirmasi oleh Kasie Pidsus Kejaksaan Kab. Madiun soal Laporannya

PGI Bantah dikonfirmasi oleh Kasie Pidsus Kejaksaan Kab. Madiun soal Laporannya

Madiun, jurnalkota.online

Babak baru 3 laporan yang dilayangkan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat, Pentas Gugat Indonesia (LSM PGI) Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Madiun, Jawa Timur menggelar konfrensi pers di ruang kerjanya pada Kamis, (09/6/2022).

Pada kesempatan itu Kajari, Nanik Kushartanti, SH. MH. menyampaikan di depan media, atas laporan LSM PGI sudah turunkan Surat Perintah Tugas (Sprintug) kepada Kepala seksi pidana khusus (Kasie Pidsus) dan Kepala seksi intelejen (Kasie Intel).

“Ya, mengenai 3 laporan dari LSM PGI, Ruang Terbuka Hijau atau RTH sudah terbitkan Sprintug pada 7 Maret 2022. Namun demikian saya sampaikan, karena masih fokus di Pupuk bersubsidi. Kita smpaikan juga tenaga kita minim, kegiatan kita baru full bucket, belum signifikan. Untuk laporan ini, pak Kasie Intel juga sudah beberapa kali ke lokasi,”ungkap Kajari.

Menurutnya Kejaksaan Agung berpesan dalam penangannan hukum tidak boleh gaduh.

“Kemudian laporan yang dana desa berdasarkan Sprin tertanggal 24 Februari 2022 sudah diserahterimakan tugas ke Kasie Pidsus, 8 orang yang kita panggil. Namun demikian kenyataannya bahwa Surat Pertanggung Jawaban (SPJ) dari dana tersebut belum terkumpul. Kalau toh terkumpul, masih harus di verifikasi. Berdasarkan Permendagri No 72 tahun 2020 pasal 48 ayat 3 junto pasal 7 Perbub 38 tahun 2021penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) untuk Pemilihan kepala desa (Pilkades) diperbolehkan. Jadi sementara melawan hukumnya belum. Masalahnya ini menyangkut 143 desa, dan Jaksa Agung berpesan untuk penanganan hukum jangan gaduh,” detail Kajari.

Masih dikatakan, Kalau 143 desa kita panggil semuanya tentunya akan menimbulkan keributan. Laporan dari hasil surat tugas gubernur, kita serahkan ke Inspektorat tertanggal 17 Maret 2022. Harapan kami agar diperiksa atas kebenaran laporan itu dan apabila terjadi penyimpangan hasilnya dilaporkan ke Kejaksaan.

“Selanjutnya Untuk daerah irigari Singgahan kita juga sudah terbitkan Sprintug tanggal 14 Maret 2022, Sprintug itu kita berikan ke Kasie Intel. Kasie intel juga sudah memeriksa beberapa orang dan juga sudah cek ke lokasi, dan hasilnya ternyata proyek tersebut masih dalam masa perawatan. Etikanya Jaksa atau Aparat Penegak Hukum (APH) belum bisa masuk ke ranah itu. Jika memang terjadi kekurangan volume atau spesifikasinya kurang, maka kontraktor ini bisa dituntut oleh pemilik pekerjaan. Jadi kalau kita katakan ada kerugian negara belum bisa, perlu kita sampaikan didalam teori tentang tindak pidana, ada namanya Voltooid pekerjaan yang sudah selesai. Jadi kita belum bisa bertindak lebih jauh masuk ke Daerah Irigari (DI) Singgahan,” tegas Nanik Kushartanti, SH. MH.

Terkait laporan PGI yang dilimpahkan ke Kasie Pidsus, Kajari meminta Purning Dahono Putro memberikan keterangan,

“untuk pelapor kita sudah berusaha dimintai konfirmasi atau keterangnya dan kita sudah panggil 2 pejabat,” jawabanya singkat saat ditanya media apakah pelapor sudah dimintai keterangan.

Sementara ini dari PGI diwakili oleh divisi infokom Ir. Sudjono membantah, hingga saat ini belum ada pihak manapun yang menghubungi PGI untuk dikonfirmasi atas laporanya

“Sangat kita sayangkan, pihak Kejaksaan Negeri Kabupaten Madiun belum sama sekali menghubungi kita untuk dimintai keterangan terkait laporan itu. Sebenarnya dengan adanya laporan kita ini, Kejaksaan harusnya bertrima kasih karena terbantu. kita bantu, kita dukung untuk memgungkap dugaan-dugaan pelanggaran hukum di wilayah Kabupaten Madiun,” tegasnya singkat saat dikonfirmasi via telepon, (09/6/22).

Iwan Ht.

Polsek Metro Taman Sari Grebek Komplek Permata

Polsek Metro Taman Sari Grebek Komplek Permata

Jakarta, jurnalkota.online

Polres Metro Jakarta Barat, melalui Unit Narkoba Polsek Metro Tamansari, menggerebek Komplek Permata atau yang akrab dikenal dengan Kampung Ambon yang berlokasi di Cengkareng, Jakarta Barat.

Kanit Reskrim Polsek Metro Tamansari AKP Roland Olaf Ferdinand mengatakan, penggerebekan tersebut, dilakukan berdasarkan informasi dan hasil pengembangan.

“Sebanyak tiga orang diduga pengedar narkoba berinisial MNS, JK dan SN, diringkus polisi saat tengah nongkrong di sebuah warung di kawasan Komplek Kampung Ambon,” ucap Roland, Selasa (7/6/2022).

Ketiga orang tersebut kemudian dilakukan penggeledahan. Tidak ada barang bukti narkoba yang ditemukan. Namun petugas menemukan sabu di kotak kartu nama, di dekat tempat mereka nongkrong.

“Ada 11 paket sabu siap edar di dalam kotak berwarna merah tersebut dan sedotan plastik yang kita temukan di bawah pot bunga, persis tempat mereka duduk,” ujar Roland.

Roland menambahkan, Polisi kemudian melakukan penyisiran di kawasan tersebut. Penyisiran tertuju di tiga titik pada sebuah kos-kosan di kawasan Komplek Kampung Ambon.

Saat digeledah, polisi kembali menemukan 6 paket sabu yang disimpan di dalam bungkus rokok, tepatnya di salah satu kamar kos tak bertuan. Selain itu, petugas juga mengamankan barang bukti lain yakni alat hisap sabu dan dua 2 senjata tajam jenis belati

“Kita kembali geledah kamar kos sebelah dan ditemukan barang bukti dua senjata tajam, buku tabungan, timbangan, kartu ATM, serta uang tunai senilai Rp34,6 juta yang berada di atas plafon, Total barang bukti narkoba jenis sabu siap edar yang kita amankan yakni sebanyak 2,9 gram yang terbagi di beberapa plastik klip yang kami temukan,” tambah Roland.

Saat ditanya lebih jauh, Roland menjelaskan bahwa uang puluhan juta yang ditemukan tersebut diduga merupakan uang hasil transaksi ataupun uang hasil penjualan narkoba.

“Ketiga pelaku beserta barbuk kita bawa ke Mapolsek Metro Tamansari guna penyelidikan lebih jauh, dan dari hasil tes urine, MNS dan SN Positif sedangkan JK hasil tes Negatif,” pungkasnya. (Ahmad)

Penemuan Mayat Dekat Rumah Sendiri, Polres Madiun Masih Mendalami

Penemuan Mayat Dekat Rumah Sendiri, Polres Madiun Masih Mendalami

Madiun, jurnalkota.online

Warga Kelurahan Banjarejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun. Dihebohkan dengan penemuan mayat berjenis laki-laki yang tewas secara mengenaskan di Jalan Sentul gang 2, Kamis (2/6/2022).

Dari keterangan saksi, diketahui korban bernama AB (58), seorang pria pensiunan RRI Kota Madiun. Suwadji, tetangga yang menemukan korban terkejut melihat ada orang tergeletak.

“Taunya sehabis memberi pakan ayam, kemudian saya memberi tahu istri korban, Almarhum baru pensiun 1 Juni kemarin dari RRI,” tuturnya.

Kasatreskrim Polres Madiun Kota, AKP Tatar Hernawan yang berada di TKP menjelaskan, kronologi kejadiannya. Bahwa korban ditemukan dalam posisi telentang dan sudah meninggal.

“Terdapat luka yang diduga akibat senjata tajam, di beberapa bagian tubuhnya. Dari laporan warga, telah menemukan korban yang sudah tergeletak di TKP dan ada beberapa luka di sebelah kiri, leher dan tangan,” ungkapnya.

Polisi masih menggali keterangan dari saksi-saksi, untuk mengetahui penyebab kematian korban. Jenazah korban saat ini dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan autopsi.

“Dugaan sementara karena dibunuh menggunakan senjata tajam, kita masih minta keterangan saksi-saksi dan melakukan pendalaman,” tandasnya.

Hingga berita ini ditayangkan, kasus tersebut masih dalam penyelidikan Polres Kota Madiun.

Penulis: Iwan Ht

Kejari Kab. Madiun Sita Rp800 Juta dari 6 Perkara

Kejari Kab. Madiun Sita Rp800 Juta dari 6 Perkara

Madiun, jurnalkota.online

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Madiun Jawa Timur, melalui Kasi Pidana Khusus (Pidsus), menyita uang hasil dugaan korupsi sekitar Rp800 juta.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Purning Dahono Putro.

“Sejak 2021 hingga sekarang ini ada 6 perkara yang kita tangani, perkara Rumah sakit Dungus, Bapenda penyelewengan pajak, 2 kepala Desa Sawahan dan Desa Kaligunting. Jumlah sitaan dalam bentuk uang sekitar Rp800 jutaan,“ ungkapnya, Selasa (31/5/2022).

Dalam Minggu ini Kasi Pidsus akan membawa tersangka untuk dititipkan di Rumah tahanan (Rutan) Kejaksaan Tinggi Surabaya.

“Terkait perkara 2 Kades tadi akan kita bawa ke Rutan Kejati untuk dititipkan, karena Minggu depan mau di sidangkan. Karena memang untuk perkara Tindak pidana korupsi (Tipikor) sidangnya di Kejaksaan tinggi,“ ujarnya.

Penulis: Iwan Ht.

Maling Kotak Amal di Robatal Sampang Kepergok Warga Saat Menjalankan Aksinya

Maling Kotak Amal di Robatal Sampang Kepergok Warga Saat Menjalankan Aksinya

Sampang, jurnalkota.online

Viral di Media Sosial (Medsos) diduga maling ditangkap warga ketika menjalankan aksinya, berdasarkan Informasi yang di himpun, Pelaku tersebut, diduga mencuri Kotak amal di Masjid Al- Kodirun Dusun Probungan Desa Lepelle  Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang, Selasa (31/5/2022).

Dijelaskan, oleh Kyai Ali Rustam Takmir Masjid Al – Kodirun, peristiwa itu terjadi pada Pukul 10.00 Wib. pelaku saat melakukan aksinya dipergoki istri Rustam di sebuah Ruangan Masjid, dan sudah mengantongi sejumlah uang.

“Bermula ketika Pelaku pamit kepada istri saya ingin numpang Sholat di Masjid, istri saya mulai curiga, karena si pelaku memindah mindahkan suatu barang yang ada di dalam Masjid,” tuturnya.

“Karena curiga, lanjut Rustam, istri saya langsung mengecek kedalam masjid, ternyata pelaku sudah mengambil uang yang ada di dalam kotak amal, uang tersebut sudah di pindahkan ke kantong plastik milik pelaku,” ungkapnya.

Pelaku hampir di amuk warga namun beruntung Jajaran Polsek Robatal tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Untung Polisi datang, kalau tidak mungkin sudah di amuk warga,” tuturnya.

Ditanya soal Asal atau alamat si Pelaku, Rustam mengaku, masih belum mengetahui secara pasti, kalau itu saya tidak tau pasti.

“Kalau aslinya darimana saya tidak mengerti secara pasti,” tutupnya.

Sementara Kapolsek Robatal AKP Fatah Mielanah saat dikonfirmasi melalui WhatsApp pribadinya mengatakan, pelaku inisial M (19), berasal dari Pamekasan, sudah diamankan di Mapolsek robatal tadi.

“Kami sudah melakukan interogasi awal, kemudian telah kami limpahkan pelaku beserta barang bukti ke Mapolres Sampang untuk di dalami dan ditindaklanjuti oleh Satreskrim,” ungkap Kapolsek.

 

Penulis: Mat jusi

Polres Kota Serang Amankan AZ Mantan Napi Narkoba

Polres Kota Serang Amankan AZ Mantan Napi Narkoba

Serang Kota, jurnalkota.online

Baru 2 bulan berjalan, AZ yang diketahui sebagai mantan narapidana diamankan saat menunggu konsumen di depan sebuah rumah makan di jalan Ahmad Yani pada Sabtu (28/05) malam.

Kapolres Serang AKBP Yudha menjelaskan, bahwa tersangka ditangkap berdasarkan laporan masyarakat. Dari laporan itu, Tim Satresnarkoba yang dipimpin IPDA Rian Jaya Surana, langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pendalaman informasi.

Tersangka yang sedang menunggu konsumen, tersangka yang saat itu sedang berada di pinggir jalan depan warung makan dan menemukan 4 paket diduga sabu dari saku celana kanan.

“Saat diamankan tersangka tidak melakukan perlawanan. Dari saku celananya, ditemukan 4 plastik klip bening berisi serbuk kristal yang diduga sabu,” terang Kapolres didampingi Kasatresnarkoba IPTU Michael K Tandayu kepada media pada Senin (30/05/2022).

Kapolres menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan informasi para pengedar narkoba. Kapolres menegaskan bahwa dirinya akan menindaklanjuti setiap laporan yang diterima dari masyarakat.

“Ini komitmen dalam memberantas penyalahgunaan narkoba. Sesuai perintah dari Bapak Kapolda, jangan ada ruang bagi para pengedar narkoba. Oleh karena itu, saya berharap sinergitas kita harus terus ditingkatkan agar harapan dari masyarakat bersih dari narkoba bisa tercapai,” tandas Alumni Akpol 2002 ini.

Sementara Iptu Michael K Tandayu menambahkan, jika tersangka AZ merupakan residivis yang pernah mendekam di Lapas Serang dalam kasus yang sama.

“Tersangka, mantan warga binaan kasus narkoba. Sebelum ditangkap, tersangka bekerja sebagai juru parkir. Lantaran ingin mendapatkan penghasilan tambahan untuk biaya keluarga, tersangka menjual narkoba,” tambah Michael.

Menurut keterangan tersangka, kata Kasat, narkotika jenis sabu tersebut didapatkan J (DPO) yang mengaku warga Kota Serang. Oleh karenanya, tim Satresnarkoba masih mendalami kasus peredaran narkoba ini.

Atas perbuatannya, tersangka AZ dikenakan Pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 112 Ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

“Dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara. (Dawiri/Yuda)

Pasangan Suami Istri Cetak Uang Pakai Mesin Printer

Pasangan Suami Istri Cetak Uang Pakai Mesin Printer

Jakarta, jurnalkota.online

Polsek Kalideres, Polres Metro Jakarta Barat, mengamankan Pasangan suami istri (Pasutri) MHT dan MLH, yang mencetak uang palsu menggunakan mesin printer.

Pasutri pemalsu uang tersebut ditangkap polisi di rumah kontrakan jalan marga jaya RT. 03 RW. 11, Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat.

Dari kedua pelaku diamankan barang bukti berupa uang pecahan Rp. 20 ribu 93 Lembar, pecahan Rp. 50 ribu sebanyak 670 lembar, 850 lembar kertas minyak bahan pembuat uang rupiah, 3 helai benang sulam berlogo Bank Indonesia, 2 buah jarum, 1 lembar stiker bertulis BI Rp. 50 Ribu, 5 buah printer merek EPSON 6 Buah Lem, 4 pisau Carter, 1 unit Handphone.

Kapolsek Kalideres, AKP Syafri Wasdar, didampingi Kanit Reskrim IPTU Subartoyo dan Panit Reskrim IPDA Sutrisno menjelaskan bahwa pasutri ini sudah mengedarkan uang palsu sebanyak Rp. 300 juta rupiah selama 6 bulan.

“Uang sudah diedarkan sebesar 300 Juta Rupiah. Kedua tersangka melakukan pemalsuan uang tersebut sudah berjalan 6 bulan.” Ungkap Syafri. Rabu (25/5/2022)

Kapolsek menambahkan, kasus ini berhasil diungkap hasil dari laporan masyarakat bahwa adanya pemalsuan uang. Mendapat informasi tersebut, Kanit Reskrim Polsek Kalideres IPTU Subartoyo bersama anggotanya langsung melakukan penyelidikan ke Tempat kejadian Perkara (TKP)

“Di rumah kontrakan tersebut di temukan barang bukti 5 lembar uang pecahan 50 ribu 670 lembar pecahan 50 ribu dan 93 lembar 20ribu,” tambah Syafri.

Kedua tersangka memalsukan uang rupiah tersebut pecahan 50 ribu sebanyak 300 juta rupiah dan hasil pemalsuan tersebut di serahkan kepada seseorang yang bernama Sumantri alias Mancung yang saat ini masih DPO.

Kedua tersangka saat ini sudah di amankan Polsek kalideres untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Tindakan melanggar hukum bagi pelaku dapat diancam 10 tahun penjara.

Penulis : Haris

Portal berita yang menyajikan informasi aktual, fakta dan terpercaya. Lahir dengan moto “Bicara Sesuai Fakta”. Keseimbangan dalam menyajikan realita dengan Cover Both Side. Disajikan dengan cepat untuk memenuhi kebutuhan informasi bagi masyarakat dan referensi untuk para pengambil keputusan.

Media Jurnal Kota terbit dalam bentuk cetak dan media online. Untuk pemasangan iklan cetak dan online dapat menghubungi (021) 54337557

Penerbit : PT. Media Tiga Serangkai 

Jl. Gunung Pangrango Blok D 17 No. 3  Cengkareng Jakarta Barat 11730

Telp. (021) 54337557 Fax. (021) 54337557

  jurnalkota03@gmail.com 

About Jurnal Kota Online

Jurnal Kota Online
(021)54337557

Mobile : 081218881273 –
jurnalkota03@gmail.com