Pelaku Penjambretan Depan Rumah Sakit Islam Digiring Ke Kantor Polisi

Pelaku Penjambretan Depan Rumah Sakit Islam Digiring Ke Kantor Polisi

Jurnal Kota, Jakarta – Waspada dan agar selalu berhati-hati jika berjalan di malam hari dalam situasi keadaan sepi. Seperti kejadian yang dialami seorang Mahasiswi yang sedang berjalan di depan Rumah Sakit Islam Jalan Cempaka Putih Timur Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes (Pol) Heru Novianto, S.I.K, yang didampingi Kapolsek Cempaka Putih Kompol Sutrisno, SH, juga Kasubbag Humas Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Suwatno, SE, dan Kanit Reskrim Polsek Cempaka Putih Iptu Suprayoga, SH. Pada saat Press Conference Polsek Cempaka Putih mengungkap kasus tindak pidana pencurian yang didahului dan disertai kekerasan sebagaimana Pasal 365 KUHP, Rabu, (26/02/2020) di Polsek Cempaka Putih Polres Metro Jakarta Pusat.

“Korban Mahasiswi yang bernama Nurul Putri Cahyani (22) dari kantin depan Masjid Yarsi berjalan kaki menuju Indomart depan RS Islam pada hari Selasa 18 Februari 2020 sekitar pukul 23.10 WIB di jambret oleh dua orang pria berboncengan sepeda motor,” ucap Kombes (Pol) Heru. Rabu, (26/02/2020).

Selanjutnya korban Mahasiswi yang berdomisili di Tanjung Priok ini pada saat kejadian langsung meneriaki pelaku maling, sehingga warga sekitar TKP yang mendengar langsung mengejar dan berhasil menangkap keduanya.

kemudian pelaku diserahkan ke Kantor Polisi Sektor (Polsek) Cempaka Putih guna proses lebih lanjut.

“Kedua tersangka yang berinisial HPD dan MPL kini sudah diamankan berikut barang bukti 1 (satu) unit sepeda motor merk Beat warna hitam, 1 (satu) buah tas berisi 1 (satu) buah gelas emas, dan 2 (dua) botol minyak wangi dengan total kerugian sekitar Rp.3 juta rupiah,” ujar Kapolres.

Pencurian dengan Pemberatan (Jambret) Sebagaimana Pasal 365 KUHP. “Kepada masyarakat agar selalu berhati-hati dan waspada saat di jalan raya,” himbau Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Heru Novianto, S.I.K. (Nvd/Red)

Polsek Cempaka Putih Mengamankan Dua Orang Pria Yang Dicurigai Kurir Sabu

Polsek Cempaka Putih Mengamankan Dua Orang Pria Yang Dicurigai Kurir Sabu

urnal Kota, Jakarta – Pada saat anggota observasi melintas di Jalan Cempaka Putih Tengah II tepatnya di depan ATM BRI polisi mencurigai 2 (dua) orang pria yang berhenti di tepi jalan pada hari Selasa 18 Februari 2020 sekitar pukul 21.00 WIB.

DIduga tersangka yang berinisial RS dan AM akan melakukan transaksi di pinggir jalan depan ATM BRI yang berlokasi di Jalan Cempaka Putih II Kelurahan. Cempaka Putih Tengah, Kecamatan. Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes (Pol) Heru Novianto, S.I.K dalam jumpa pers mengatakan, “melihat gelagat mencurigai anggota yang sedang observasi di wilayah hukum Polsek Cempaka Putih Polres Metro Jakarta Pusat mengenali ciri tersangka yang berinisial RS dengan posisi berdiri di pinggir jalan dan pada saat itu tersangka AM ingin menyalahkan motor dengan sigap polisi langsung menangkap kedua terduga pelaku penyalahgunaan narkotika jenis sabu,” tutur Heru, Rabu, (26/02/2020).

Setelah dilakukan penggeledahan ditemukan 4 (empat) paket plastik klip sedang diduga berisi narkotika jenis sabu dengan berat brutto 30,52 gram berikut barang bukti berupa 1 (satu) unit sepeda motor, 1 (satu) unit telpon seluler merk IFONE warna hitam, dan 1 (satu) unit telpon seluler merk Xiomi Note 2 wama putih.

“Tersangka dikenakan Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) Jo 132 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana ponian paling singkat 6 (enam) tahun dan paling lama 20 (dua pulu) tahun dan pidana denda paling dan Rp. 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp 10.000. 000.000,00 (sepuluh miliar rupiah ).” Tutup Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes (Pol) Heru Novianto, S.I.K kepada awak media. (Nvd/Red)

Ratusan Kilogram Ganja Dalam Truk Box Diamankan BNN RI di Wilayah Lampung Tengah

Ratusan Kilogram Ganja Dalam Truk Box Diamankan BNN RI di Wilayah Lampung Tengah

Jurnal Kota, Jakarta – Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) kembali menunjukkan kredibilitas dan kinerjanya dengan berhasil mengamankan sebuah truk box berwarna kuning bermuatan ganja di depan sebuah bengkel mobil saat melintas di wilayah Lampung Tengah, Selasa, (25/02/2020).

Pada acara Press Release yang dilaksanakan di halaman BNN RI Jakarta, Rabu sore ini (26/02/2020), Kepala BNN RI Drs. Heru Winarko, SH menyatakan bahwa pengungkapan sindikat ganja beserta tiga orang pelaku dan barang buktinya tersebut merupakan hasil kerja keras setelah dilakukan pengintaian selama tiga hari oleh tim pemberantasan BNN RI kepada “target” yang disinyalir merupakan jaringan narkotika jenis ganja lintas Provinsi.

Dijelaskan Heru bahwa dari lokasi penangkapan, petugas BNN RI kemudian melakukan interograsi dan penyelidikan lebih lanjut terhadap kedua pelaku ER (38) dan RH (33). Akhirnya didapat informasi bahwa barang haram tersebut merupakan pesanan dari seorang pelaku yang berada di Tangerang.

Berdasarkan keterangan kedua pelaku tersebut, kemudian Tim BNN RI yang dipimpin langsung Deputi Pemberantasan Irjen Pol Arman Depari bergerak cepat menuju sasaran yang dituju dan berhasil lagi menangkap seorang pelaku laki-laki dengan inisial H (45) yang merupakan narapidana warga binaan Lapas Kelas I Tangerang.

Dari tangan pelaku H, Tim BNN RI mengamankan sebuah telepon seluler yang digunakan pelaku H tersebut untuk berkomunikasi dengan RH dan ER.
Dalam aksinya, pelaku H melalui telepon selulernya memerintahkan pelaku RH dan ER untuk mengirim ganja dari wilayah Aceh ke Jakarta melalui jalur darat.

Dihadapan para awak media, Kepala BNN RI yang didampingi Deputi Pemberantasan, Karo Humas dan Protokol serta para Direktur di jajaran Deputi Pemberantasan membuka box truk warna kuning tersebut dan mempersilahkan petugas Unit K-9 dan anjing pelacaknya untuk mencari ganja yang diduga disimpan dalam ruangan box truk tersebut.

Dari hasil penggeledahan, ditemukan barang bukti ganja yang disimpan di pojok ruangan box truk yang kemudian
dibuka petugas dengan menggunakan alat khusus berupa gunting baja yang digunakan untuk memotong lempengan besi baja tersebut.

Akhirnya petugas menemukan sekitar 574 paket ganja yang dibungkus dengan menggunakan lakban warna coklat dengan berat masing-masing bungkus sekitar 1.07 kilogram.

“Dari hasil penghitungan petugas, total ganja yang berhasil disita sekitar 617, 18 kilogram dan BNN RI berhasil mengamankan tiga orang pelaku semuanya laki-laki dengan inisial H, ER dan RH.” ungkap Heru Winarko kepada awak media.

Di akhir acara, Kepala BNN RI menyatakan bahwa saat ini Tim BNN RI masih melakukan pengembangan kasus untuk mengejar target lainnya yang masih buron. Saat ini ketiga pelaku dan barang bukti diamankan di Markas Besar BNN RI untuk dilakukan upaya penyidikan lebih lanjut.

Atas perbuatannya, ketiga pelaku dijerat pasal 114 ayat 2 Jo Pasal 111 ayat 2 Undang-undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati atau pidana penjara seumur hidup. (Nvd/Red)

Warga Bandara Soetta Kembali Melakukan Demo

Warga Bandara Soetta Kembali Melakukan Demo

Tangerang, jurnalkota.online

Warga yang bermukim di sekitar jalan Perimeter Utara Bandara Soetta, Tangerang yang terkena perluasan areal Badara Soetta yang dilaksakanan oleh Angkasapura 2 melakukan aksi demo pemutupan jalan pada Rabu, 27/02/2020.

Demo yang dilakukan warga tersebut, bertujuan menuntut dan meminta Kepastian untuk pembayaran bangunan yang sampai saat ini belum mendapat penggantian dari Angkasapura 2. Mereka juga miminta kepastian untuk segera ditentukan berapa besar biaya penggantian serta kapan waktu pembayarannya.

Sebagai langkah prfentif dari pihak keamanan dan juga untuk menjaga suasana demo warga tetp kondusif. Demo dihadiri oleh Kapolresta BSH (Bandara Soekarno-Hatta) Yaitu, Kombes Pol Adi Ferdinan Saputra, serta Kapolsek Teluk Naga, Akp Dodi Abdul Rohim S.Sos.

Pada Kesempatan itu Adi Ferdinan Saputra, menerangkan bahwa sudah berupaya mempertemukan perwakilan warga dengan pihak Angkasapura2. dan sebelumnya perwakilan warga sudah tiga Kali melakukan pertemuan dengan  pihak Angkasapura 2. Jadi saat meminta kepada warga yang berdemo agar tidak menutup jalan demi kepentingan umum.

“ Kita minta warga yang berdemo tidak menutup jalan umum, tapi apabila terjadi kembali penutupan jalan maka Polresta Bandara Soekarno-Hatta Akan melakukan tindakan tegas sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku”. ujar Adi Ferdinan.

Pada demo warga tersebut juga dihadiri oleh Anggota DPRD Kota Tangerang dari Fraksi PKS, Sapri. S.sos yang menjadi pembicara mewakili warga menginginkan diadakan kembali rapat dengan pihak Angkasapura 2.

” ini agar masyarakatt mendapatkan informasi perkembangan terbaru dan berharap setelah ini segera diberitahukan kepada Direktur Angkasapura 2″ ujar Sapri. (Dika)

Narkotika Gol I Jenis Carisoprodol Jaringan Jabar Diungkap BNN RI

Narkotika Gol I Jenis Carisoprodol Jaringan Jabar Diungkap BNN RI

Jurnal Kota, Bandung – Pada hari Minggu tanggal 23 Pebruari 2020 Badan Narkotika Nasional (BNN) RI bersama dengan Polda Jabar, dan BNNPJabar telah berhasil mengungkap Clandestine Lab Narkotika Golongan I Jenis Carisoprodol yang merupakan Jaringan Jawa Barat.

Deputi Bidang Pengawasan BNN RI Irjen Pol Drs. Arman Depari dalam keterangannya kepada wartawan mengatakan, sekitar pukul 13.40 WIB di sebuah rumah yang berada di wilayah RT.02/RW.14 Kel. Leuwi Gajah Kec. Cimahi Selatan, Kota Cimahi Jawa Barat, telah menangkap 1 (satu) orang laki-laki atas nama Chandra Rully Hidayat Als Rama Als Bram,” tutur Arman.

Setelah itu, sekitar pukul 14.20 WIB tim mengamankan 1 (satu) orang laki-laki atas nama Iwan Ridwan (Jafra) yang merupakan pengawas di cafe Loembong Kopi Jalan. Ciserenteng Indah, Komplek Pemda, Kelurahan Ciserenteng. Lanjut, sekitar pukul 14.30 WIB tim kembali mengamankan 1 (satu) orang laki-laki atas nama Sukaryo Als Nono (Pengendali) di Jln. Kenari Kiaracondong Kota Bandung dan mengamankan barang bukti diduga narkotika sebanyak 1 bungkus plastik ( berisi 79 butir).

Sekitar pukul 15.45 WIB tim juga mengamankan 1 (satu) orang laki-laki atas nama Suwarno Als Pak Haji di Jalan. Ciserenteng indah Komplek Pemda Kel. Ciserenteng. Pukul 15.57 WIB tim kembali mengamankan 1 (satu) orang laki-laki atas nama Marvin ARVIN Irwan Kurniady Als Vino yang telah disurvailance dari kedatangan di Bandara Kertajati Bandung dari penerbangan Solo-Bandung pukul 13.00 WIB. Vino diamankan dirumah yang terletak di Jalan.Mekar Makmur Bojongloa Kidul, Kota Bandung.

Adapun barang bukti yang berhasil diamanakan berupa, 25 (dua puluh lima) dus warna hitam berisi 100 (seratus) plastik masing-masing 1000 (seribu) butir dengan total 2.500.000 (Dua Juta lima ratus ribu) butir. 10 (sepuluh) dus warna hitam berisi 100 (seratus) plastik masing-masing 1000 (Seribu) butir dengan total 1000.000 (satu juta) butir.

Dan 90 plastik klip berisi pil warna putih merk LL sebanyak 800 (delapan) ratus butir dengan total 72.000 (tujuh puluh dua ribu) butir. 1 (satu) dus kecil berisi 5 (lima) bungkus pil warna putih merk LL masing – masing sebanyak 800 butir dengan total 4.000 (empat ribu) butir.

Juga 9 (sembilan) plastic klip berisi pil warna putih merk LL masing – masing sebanyak 800 butir dengan total 7.200 (tujuh ribu dua ratus) butir. 26 (dua puluh enam) toples warna putih berisi pil warna putih merk LL masing – masing sebanyak 800 butir dengan total 20.800 (dua puluh ribu delapan ratus) butir.

48 (empat puluh delapan) plastik berisi pil warna kuning masing – masing berisi 600 butir dengan total 28.800 (dua puluh delapan ribu delapan ratus) butir dengan
total sebanyak 3.050.000 butir.

Beberapa karung berisi bahan baku, mesin cetak obat, alat oven, alat press dan packing, timbangan, plastik, serta ayakan juga handphone, dan kendaraan roda 4.

Ke lima tersangka dikenakan Pasal yang dilanggar, tindak pidana Memproduksi dan Peredaran Gelap Narkotika Golongan I Jenis Carisoprodol (PCC) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 113 ayat (2), pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1), Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal pidana mati. (Nvd/Red)

Management Tidak Transparan Penghuni Apartemen TSI Resah

Management Tidak Transparan Penghuni Apartemen TSI Resah

Jurnal Kota, Jakarta Barat- Sejak kepengurusan managment dan pengelolaan P3SRS Apartemen TSI periode tahun 2019-2022 sampai saat ini menyisakan permasalahan yang mengakibatkan keresahan bagi penghuninya.

Dalam pengangkatan Ketua P3SRS Aparteman Semanan Indah (TSI) Thio Fenny, dari awal sudah menyalahi aturan karena diketahui ternyata pada alamat tempat tinggal yang bersangkutan berada di luar apartemen TSI.

Kemudian hal yang meresahkan adalah tidak transparansnya pengelolaan uang iuran dan simpanan penghuni yang perbulannya mencapai 300 jutaan. sementara setelah dikelola selama satu tahun sejak pengangkatan per 1 Maret 2019 tidak adanya laporan pengunaan dan pertanggung jawaban keuangan.

Hingga terakhir muncul surat pengunduran dari Thio Fenny per tanggal 2 Februari 2020 yang isinya hanya lepas tangan dari pertanggungjawaban pengelolaan uang iuran dan simpanan penghuni, seakan lepas tanggung jawab dan beban berpindah kepada managment building dan karyawan yang ditunjuknya untuk melanjutkan pengelolaan sampai masa akhir jabatan tahun 2022.

Dengan kejadian yang berlarut2 penghuni yang merasa resah telah melaporkan hal ini kepada Dinas Perumahan Provinis DKI Jakarta.

Dalam laporan nomor 006/Keluar/RW. 011 TSI/II/2020 tersebut diharapkan Suku Dinas dan Dinas Perumahan DKi Jakarta untuk menangani polemik di aparteman ini.

Karen seyoganya pelaksana kebijakan dan penegak peraturan pemerintah tentang Rumah Susun telah diatur dalam PP No. 4 Tahun 1988 dan Pergub No 132 tahun 2018 dibawah wewenang pemda DKI.

Dan sudah seharusnya Dinas Perumahan dibawah Pemda DKI untuk menindak pengelola yang tidak bertanggung jawab.

“Kami sebagai warga mempertanyakan uang iuran dan simpanan yang selama ini dikelola oleh P3SRS, kita minta pertanggung jawabannya, ini kita pertanyakan karna selama ini kita belum pernah lihat laporan pemakaian uang yang selama ini dikelola.” Ujar EN yang ditemui setelah melaporkan ke Dinas Perumahan, pada (12/2/2020)

“Kita juga minta semua karyawan yang ditunjuk oleh pengurus lama harus dibubarkan, mana bisa seenaknya dia angkat karyawan untuk bantu mengelola gedung, kemuadian karna tidak bisa mempertanggungjawabkan pemakaian keuangan, dia seeanaknya bilang mengundurkan diri” lanjut EN memberi keterangan.

Sebagai tindak lanjut laporan warga tersebut Dinas Perumahan akan memanggil semua pihak terkait, dengan nomor surat 884/-1.796.71 tanggal 14 Februari 2020 yang ditujukan kepada Camat Cengkareng, Lurah Duri Kosambi, Pengurus P3SRS lama dan perwakilan warga penghuni Aparteman TSI. (Hk)

Klinik Aborsi Paseban Digerebek Polisi

Klinik Aborsi Paseban Digerebek Polisi

Jurnal kota, Jakarta Pusat – Polri kembali mengungkap kasus adanya temuan oknum dokter berinisial MM melakukan tindak pidana aborsi secara ilegal atau pengguguran kandungan yang tidak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Kabid Humas PMJ Kombes Pol Yusri Yunus didampingi Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait dan Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes DKI Jakarta Dr Wening, menggelar konferensi Pers Jum’at siang di klinik aborsi Jalan Paseban Raya No.61 Senen, Jakarta Pusat.(14/2/2020).

Dalam keterangannya Yusri menjelaskan,” berawal informasi dari masyarakat bahwa terdapat sebuah rumah yang dijadikan klinik aborsi atau pengguguran kandungan (tanpa nama) yang lebih dikenal dengan nama Klinik Aborsi Paseban Senen Jakarta Pusat.

Kemudian Petugas melakukan penyelidikan ke lokasi Klinik Aborsi tersebut, ditemukan banyak pasien yang keluar masuk diklinik tersebut,” kata Yusri.

Dikatakannya kembali, dilakukan penindakan yang merangkap dokter MM alias A, RM dan SI.

Dan ditemukannya juga berikut dengan barang bukti jasad bayi, alat-alat kesehatan, obat-obatan untuk aborsi, 4 (empat) unit HP, catatan pasien dan alat-alat lainnya yang berkaitan dengan kegiatan aborsi.

Dengan pengungkapan dan penangkapan pelaku tindak pidana dibidang Kesehatan, Tenaga Kesehatan dan Praktek Kedokteran (dengan cara melakukan praktek kedokteran tanpa izin yang sah dan melakukan aborsi tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku) dan turut serta membantu perbuatan melawan hukum.

Menurut keterangan, tempat praktek aborsi di sewa oleh dr. MM alias A selama 3 tahun dan selama ini telah melakukan aborsi illegal kepada sekitar 900 pasien lebih tanpa prosedur pelayanan kesehatan yang diatur ataupun oleh Undang-undang lainnya.

Akibat dari perbuatannya para pelaku dikenakan Pasal berlapis sebagaimana UU Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan, UU Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran dan UU RI Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp.1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah). (Nvd/Red)

Waspada!!!, Petugas PLN Gadungan Spesialis Garong Terciduk Polisi

Waspada!!!, Petugas PLN Gadungan Spesialis Garong Terciduk Polisi

Jurnal kota, Jakarta Pusat – Waspada!!!, petugas PLN gadungan spesialis garong berpura-pura mengecek kabel warga 4 (empat) orang pelaku berinisial JF als PND, S.R als EN, R. A. als J, dan M. S. als DG, terciduk polisi pada saat mengecek diwilayah Kampung Bali 1 RT. 05/07 Tanah Abang, Jakarta Pusat pada hari Minggu, (9/2/2020).

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes  Pol Heru Novianto, S.I.K. membenarkan pada saat jumpa pers, selanjutnya modus operadi para tersangka berpura-pura sebagai petugas dari PLN yang akan mengecek kabel di salah satu rumah warga yang berlokasi di Jalan Kampung Bali 1 RT.05/07, Tanah Abang, Jakpus.

“Untuk melancarkan aksinya salah satu petugas PLN gadungan mengajak ngobrol korban yang sudah lansia (lanjut usia/red), lalu tersangka JF alias PND masuk ke dalam kamar rumah korban setelah itu membongkar lemari juga laci dengan menggunakan obeng sambung lalu mengambil barang berharga yang ada di dalam laci tersebut,” kata Heru kepada wartawan di Kampung Bali 1, Tanah Abang Jakarta Pusat, Kamis, (13/2/2020).

Para komplotan pelaku mengambil uang milik korban senilai Rp 10 juta dan 2000 Ringgit Malaysia yang berada di dalam kamar korban.

Menurut pengakuannya para pelaku, sudah enam kali melakukan aksi  kejahatannya dengan modus yang sama dibeberapa wilayah, tegas Heru

Kepada warga masyarakat agar selalu berhati-hati dan waspada terhadap tamu yang belum dikenal dan jangan mudah percaya begitu saja walau orang tersebut mengaku dan mengatas namakan PLN maupun Instansi manapun, himbaunya.

Atas perbuatannya, para pelaku terancam 7 (tujuh) tahun kurungan penjara sesuai dengan pasal 363 KUHP. (Nvd)

Ungkap Mafia Tanah Bermodus Sertifikasi dan e-KTP Ilegal Polisi Mengamankan Tujuh Pelaku

Ungkap Mafia Tanah Bermodus Sertifikasi dan e-KTP Ilegal Polisi Mengamankan Tujuh Pelaku

Jurnal kota, Jakarta – Subdit II Harda Ditreskrimum Polda Metro Jaya bersama Kementerian ATR/BPN Republik Indonesia menggelar jumpa pers terkait sindikat mafia tanah bermodus sertifikasi palsu dan e-KTP ilegal di Hotel Mercure, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 12 Februari 2020. Ungkap kasus mafia tanah polisi berhasil mengamankan tujuh pelaku, yakni RH, AY, HP, SD, BM, DOS, dan DE yang satu pelakunya seorang wanita.

Kapolda Metro Jaya Irjen Polisi Nana Sudjana yang di dampingi Dr. Sofyan A Djalil, SH, MA, MALD (Menteri ATR/BPN RI), menuturkan selain tujuh orang tersebut terdapat tiga tersangka lain. Dua diantaranya masih buron yakni N dan D alias Ayu. Sedangkan satu tersangka lainnya, yakni DR merupakan narapidana dengan kasus serupa yang masih mendekam di Lapas Cipinang.

Nana memaparkan kepada awak media kasus tersebut terungkap berawal atas adanya laporan dari salah satu korban bernama Indra Husein. Laporan pada tahun 2019 silam, Indra mengaku menjadi korban penipuan setelah mengetahui sertifikat rumahnya digadai kepada seorang rentenir.

Diketahui korban pernah berniat akan menjual rumahnya yang berada di kawasan Jakarta Selatan seharga Rp. 70 miliar kepada pelaku D alias Ayu yang masih buron. D lantas mengajak Indra untuk mengecek keaslian sertifikat rumahnya itu ke notaris palsu yakni kantor Notaris Idham.

“Di sana ada tersangka RH yang mengaku sebagai notaris Idham. Pada saat di kantor Notaris Idham, korban memberikan fotokopi (sertifikat) untuk dicek di Badan Pertahanan Nasional Jakarta Selatan,” terang Nana, Rabu, (12/2/2020).

Korban yang bernama Indra menyuruh rekannya Luthfi bersama-sama dengan pelaku D mendatangi Kantor BPN Jakarta Selatan untuk mengecek keaslian sertifikat rumah. Namun, tanpa sepengetahuan Luthfi sertifikat rumah milik Indra itu ditukar dengan sertifikat palsu oleh pelaku D. Pelaku D yang diduga pembuat sertifikat palsu itu pun mengaku menerima upah Rp 30 juta.

Berhasil memperoleh sertifikat asli rumah milik korban Indra, pelaku D pun menyerahkannya sertifikat asli milik Indra kepada pelaku Dms dan Dh. Sampai pada akhirnya Dms dan Dh menggadaikan sertifikat rumah milik korban senilai Rp 11 miliar kepada seorang rentenir.

“Untuk memuluskan aksinya, Dms dan A membawa seseorang untuk mengaku sebagai Indra dan istrinya. Uang senilai Rp 11 miliar ditransfer ke rekening bank Danamon dan ditarik tunai untuk diserahkan ke tersangka A dan N,” jelas Nana.

Korban Indra baru sadar ketika ada seseorang yang hendak membeli rumahnya, kalau sertifikat rumah yang dipegangnya itu ternyata palsu lantaran telah ditukar oleh pelaku D. Ketika ada seorang pembeli lalu mengecek keaslian sertifikat di Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Selatan ternyata dokumen tersebut palsu.

Para pelaku dijerat dengan pasal berlapis, yakni Pasal 263 KUHP dan atau Pasal 264 KUHP Juncto Pasal 55 Ayat 1 ke (1) KUHP dan atau Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 tahun 2010 Pasal 3, 4, 5 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang. (Nvd)

Ini Alasan Selebgram LL Konsumsi Narkoba

Ini Alasan Selebgram LL Konsumsi Narkoba

Jurnalkota, Jakarta Barat- Artis Selebgram LL (30) hanya bisa tertunduk lesu ketika dihadirkan di hadapan awak media yang menunggunya sejak pagi tadi.

Dalam press conferense yang digelar di halaman Mapolres Metro Jakarta Barat, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengungkapkan, tersangka LL diamankan di sebuah Apartemen bersama tiga orang berkat adanya informasi masyarakat sering ada penyalahguna narkoba di lokasi tersebut.

“Saat diperiksa, terdapat barang bukti 2 butir obat jenis G. Ada juga barang bukti yang ditemukan di dalam tong sampah yang diduga tiga butir ekstasi,” ungkap Yusri, Rabu, (12/02/2020).

Sementara itu, hasil tes urine LL diketahui positif benzo. Yusri juga mengatakan hasil pemeriksaan urine 3 orang yang diamankan bersamanya negatif.

“(Urine) LL nya positif mengandung benzo. Itu masuk dalam jenis psikotropika. Dia juga mengaku mengkonsumsi obat tersebut sudah 5 bulan untuk menghilangkan depresi,” tambahnya.

Yusri menerangkan, untuk memastikan barang bukti yang ditemukan di dalam tong sampah (ekstasi) pihaknya akan melakukan tes urine melalui darah ataupun rambut tersangka.

Dijelaskan Yusri, berdasarkan keterangan dari tersangka, Polisi juga mengamankan satu orang berinisial IF.

“Baru kita amankan (IF), sekarang masih dalam pemeriksaan petugas,” jelasnya.

Yusri menjelaskan bahwa Artis Selebgram LL menggunakan Narkoba sejak 5 bulan yang lalu dimana artis LL menggunakan narkoba karena Depresi

Bukan hanya kasus narkoba yang menjeratnya, saat Lucinta Luna ditangkap oleh Unit 2 Sat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat Akp Maulana Mukarom karena kasus narkoba, menjadi sebuah tanda tanya. Apakah ia akan ditempatkan di sel perempuan atau laki-laki. Kejelasan jenis kelamin LL pun menarik perhatian.

“Di KTP yang bersangkutan berjenis kelamin Perempuan tapi di paspor berjenis kelamin Laki-laki. Kita masih nunggu kuasa hukum tersangka yang katanya sudah ada penetapan dari Pengadilan terkait hal itu,” jelas Yusri.

Masih dikatakannya, barang bukti sementara yang diamankan antaranya 2 butil pil ekstasi warna biru berlogo lego, 7 butir pil Riklona dan 5 butir pil Tramadol.

“Tersangka kita jerat Pasal 112 ayat (1) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dan pasal 60 ayat (1) Sub 62 Juncto Pasal 71 ayat (1) UU RI Nomor 5 tahun 1997 tentang Psikotropika,” Imbuhnya. (Nvd)

 

Portal berita yang menyajikan informasi aktual, fakta dan terpercaya. Lahir dengan moto “Bicara Sesuai Fakta”. Keseimbangan dalam menyajikan realita dengan Cover Both Side. Disajikan dengan cepat untuk memenuhi kebutuhan informasi bagi masyarakat dan referensi untuk para pengambil keputusan.

Media Jurnal Kota terbit dalam bentuk cetak dan media online. Untuk pemasangan iklan cetak dan online dapat menghubungi (021) 54337557

Penerbit : PT. Media Tiga Serangkai 

Jl. Gunung Pangrango Blok D 17 No. 3  Cengkareng Jakarta Barat 11730

Telp. (021) 54337557 Fax. (021) 54337557

  jurnalkota03@gmail.com 

About Jurnal Kota Online

Jurnal Kota Online
(021)54337557

Mobile : 081218881273 –
jurnalkota03@gmail.com