Management Tidak Transparan Penghuni Apartemen TSI Resah

Management Tidak Transparan Penghuni Apartemen TSI Resah

Jurnal Kota, Jakarta Barat- Sejak kepengurusan managment dan pengelolaan P3SRS Apartemen TSI periode tahun 2019-2022 sampai saat ini menyisakan permasalahan yang mengakibatkan keresahan bagi penghuninya.

Dalam pengangkatan Ketua P3SRS Aparteman Semanan Indah (TSI) Thio Fenny, dari awal sudah menyalahi aturan karena diketahui ternyata pada alamat tempat tinggal yang bersangkutan berada di luar apartemen TSI.

Kemudian hal yang meresahkan adalah tidak transparansnya pengelolaan uang iuran dan simpanan penghuni yang perbulannya mencapai 300 jutaan. sementara setelah dikelola selama satu tahun sejak pengangkatan per 1 Maret 2019 tidak adanya laporan pengunaan dan pertanggung jawaban keuangan.

Hingga terakhir muncul surat pengunduran dari Thio Fenny per tanggal 2 Februari 2020 yang isinya hanya lepas tangan dari pertanggungjawaban pengelolaan uang iuran dan simpanan penghuni, seakan lepas tanggung jawab dan beban berpindah kepada managment building dan karyawan yang ditunjuknya untuk melanjutkan pengelolaan sampai masa akhir jabatan tahun 2022.

Dengan kejadian yang berlarut2 penghuni yang merasa resah telah melaporkan hal ini kepada Dinas Perumahan Provinis DKI Jakarta.

Dalam laporan nomor 006/Keluar/RW. 011 TSI/II/2020 tersebut diharapkan Suku Dinas dan Dinas Perumahan DKi Jakarta untuk menangani polemik di aparteman ini.

Karen seyoganya pelaksana kebijakan dan penegak peraturan pemerintah tentang Rumah Susun telah diatur dalam PP No. 4 Tahun 1988 dan Pergub No 132 tahun 2018 dibawah wewenang pemda DKI.

Dan sudah seharusnya Dinas Perumahan dibawah Pemda DKI untuk menindak pengelola yang tidak bertanggung jawab.

“Kami sebagai warga mempertanyakan uang iuran dan simpanan yang selama ini dikelola oleh P3SRS, kita minta pertanggung jawabannya, ini kita pertanyakan karna selama ini kita belum pernah lihat laporan pemakaian uang yang selama ini dikelola.” Ujar EN yang ditemui setelah melaporkan ke Dinas Perumahan, pada (12/2/2020)

“Kita juga minta semua karyawan yang ditunjuk oleh pengurus lama harus dibubarkan, mana bisa seenaknya dia angkat karyawan untuk bantu mengelola gedung, kemuadian karna tidak bisa mempertanggungjawabkan pemakaian keuangan, dia seeanaknya bilang mengundurkan diri” lanjut EN memberi keterangan.

Sebagai tindak lanjut laporan warga tersebut Dinas Perumahan akan memanggil semua pihak terkait, dengan nomor surat 884/-1.796.71 tanggal 14 Februari 2020 yang ditujukan kepada Camat Cengkareng, Lurah Duri Kosambi, Pengurus P3SRS lama dan perwakilan warga penghuni Aparteman TSI. (Hk)

Klinik Aborsi Paseban Digerebek Polisi

Klinik Aborsi Paseban Digerebek Polisi

Jurnal kota, Jakarta Pusat – Polri kembali mengungkap kasus adanya temuan oknum dokter berinisial MM melakukan tindak pidana aborsi secara ilegal atau pengguguran kandungan yang tidak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Kabid Humas PMJ Kombes Pol Yusri Yunus didampingi Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait dan Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes DKI Jakarta Dr Wening, menggelar konferensi Pers Jum’at siang di klinik aborsi Jalan Paseban Raya No.61 Senen, Jakarta Pusat.(14/2/2020).

Dalam keterangannya Yusri menjelaskan,” berawal informasi dari masyarakat bahwa terdapat sebuah rumah yang dijadikan klinik aborsi atau pengguguran kandungan (tanpa nama) yang lebih dikenal dengan nama Klinik Aborsi Paseban Senen Jakarta Pusat.

Kemudian Petugas melakukan penyelidikan ke lokasi Klinik Aborsi tersebut, ditemukan banyak pasien yang keluar masuk diklinik tersebut,” kata Yusri.

Dikatakannya kembali, dilakukan penindakan yang merangkap dokter MM alias A, RM dan SI.

Dan ditemukannya juga berikut dengan barang bukti jasad bayi, alat-alat kesehatan, obat-obatan untuk aborsi, 4 (empat) unit HP, catatan pasien dan alat-alat lainnya yang berkaitan dengan kegiatan aborsi.

Dengan pengungkapan dan penangkapan pelaku tindak pidana dibidang Kesehatan, Tenaga Kesehatan dan Praktek Kedokteran (dengan cara melakukan praktek kedokteran tanpa izin yang sah dan melakukan aborsi tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku) dan turut serta membantu perbuatan melawan hukum.

Menurut keterangan, tempat praktek aborsi di sewa oleh dr. MM alias A selama 3 tahun dan selama ini telah melakukan aborsi illegal kepada sekitar 900 pasien lebih tanpa prosedur pelayanan kesehatan yang diatur ataupun oleh Undang-undang lainnya.

Akibat dari perbuatannya para pelaku dikenakan Pasal berlapis sebagaimana UU Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan, UU Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran dan UU RI Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp.1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah). (Nvd/Red)

Waspada!!!, Petugas PLN Gadungan Spesialis Garong Terciduk Polisi

Waspada!!!, Petugas PLN Gadungan Spesialis Garong Terciduk Polisi

Jurnal kota, Jakarta Pusat – Waspada!!!, petugas PLN gadungan spesialis garong berpura-pura mengecek kabel warga 4 (empat) orang pelaku berinisial JF als PND, S.R als EN, R. A. als J, dan M. S. als DG, terciduk polisi pada saat mengecek diwilayah Kampung Bali 1 RT. 05/07 Tanah Abang, Jakarta Pusat pada hari Minggu, (9/2/2020).

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes  Pol Heru Novianto, S.I.K. membenarkan pada saat jumpa pers, selanjutnya modus operadi para tersangka berpura-pura sebagai petugas dari PLN yang akan mengecek kabel di salah satu rumah warga yang berlokasi di Jalan Kampung Bali 1 RT.05/07, Tanah Abang, Jakpus.

“Untuk melancarkan aksinya salah satu petugas PLN gadungan mengajak ngobrol korban yang sudah lansia (lanjut usia/red), lalu tersangka JF alias PND masuk ke dalam kamar rumah korban setelah itu membongkar lemari juga laci dengan menggunakan obeng sambung lalu mengambil barang berharga yang ada di dalam laci tersebut,” kata Heru kepada wartawan di Kampung Bali 1, Tanah Abang Jakarta Pusat, Kamis, (13/2/2020).

Para komplotan pelaku mengambil uang milik korban senilai Rp 10 juta dan 2000 Ringgit Malaysia yang berada di dalam kamar korban.

Menurut pengakuannya para pelaku, sudah enam kali melakukan aksi  kejahatannya dengan modus yang sama dibeberapa wilayah, tegas Heru

Kepada warga masyarakat agar selalu berhati-hati dan waspada terhadap tamu yang belum dikenal dan jangan mudah percaya begitu saja walau orang tersebut mengaku dan mengatas namakan PLN maupun Instansi manapun, himbaunya.

Atas perbuatannya, para pelaku terancam 7 (tujuh) tahun kurungan penjara sesuai dengan pasal 363 KUHP. (Nvd)

Ungkap Mafia Tanah Bermodus Sertifikasi dan e-KTP Ilegal Polisi Mengamankan Tujuh Pelaku

Ungkap Mafia Tanah Bermodus Sertifikasi dan e-KTP Ilegal Polisi Mengamankan Tujuh Pelaku

Jurnal kota, Jakarta – Subdit II Harda Ditreskrimum Polda Metro Jaya bersama Kementerian ATR/BPN Republik Indonesia menggelar jumpa pers terkait sindikat mafia tanah bermodus sertifikasi palsu dan e-KTP ilegal di Hotel Mercure, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 12 Februari 2020. Ungkap kasus mafia tanah polisi berhasil mengamankan tujuh pelaku, yakni RH, AY, HP, SD, BM, DOS, dan DE yang satu pelakunya seorang wanita.

Kapolda Metro Jaya Irjen Polisi Nana Sudjana yang di dampingi Dr. Sofyan A Djalil, SH, MA, MALD (Menteri ATR/BPN RI), menuturkan selain tujuh orang tersebut terdapat tiga tersangka lain. Dua diantaranya masih buron yakni N dan D alias Ayu. Sedangkan satu tersangka lainnya, yakni DR merupakan narapidana dengan kasus serupa yang masih mendekam di Lapas Cipinang.

Nana memaparkan kepada awak media kasus tersebut terungkap berawal atas adanya laporan dari salah satu korban bernama Indra Husein. Laporan pada tahun 2019 silam, Indra mengaku menjadi korban penipuan setelah mengetahui sertifikat rumahnya digadai kepada seorang rentenir.

Diketahui korban pernah berniat akan menjual rumahnya yang berada di kawasan Jakarta Selatan seharga Rp. 70 miliar kepada pelaku D alias Ayu yang masih buron. D lantas mengajak Indra untuk mengecek keaslian sertifikat rumahnya itu ke notaris palsu yakni kantor Notaris Idham.

“Di sana ada tersangka RH yang mengaku sebagai notaris Idham. Pada saat di kantor Notaris Idham, korban memberikan fotokopi (sertifikat) untuk dicek di Badan Pertahanan Nasional Jakarta Selatan,” terang Nana, Rabu, (12/2/2020).

Korban yang bernama Indra menyuruh rekannya Luthfi bersama-sama dengan pelaku D mendatangi Kantor BPN Jakarta Selatan untuk mengecek keaslian sertifikat rumah. Namun, tanpa sepengetahuan Luthfi sertifikat rumah milik Indra itu ditukar dengan sertifikat palsu oleh pelaku D. Pelaku D yang diduga pembuat sertifikat palsu itu pun mengaku menerima upah Rp 30 juta.

Berhasil memperoleh sertifikat asli rumah milik korban Indra, pelaku D pun menyerahkannya sertifikat asli milik Indra kepada pelaku Dms dan Dh. Sampai pada akhirnya Dms dan Dh menggadaikan sertifikat rumah milik korban senilai Rp 11 miliar kepada seorang rentenir.

“Untuk memuluskan aksinya, Dms dan A membawa seseorang untuk mengaku sebagai Indra dan istrinya. Uang senilai Rp 11 miliar ditransfer ke rekening bank Danamon dan ditarik tunai untuk diserahkan ke tersangka A dan N,” jelas Nana.

Korban Indra baru sadar ketika ada seseorang yang hendak membeli rumahnya, kalau sertifikat rumah yang dipegangnya itu ternyata palsu lantaran telah ditukar oleh pelaku D. Ketika ada seorang pembeli lalu mengecek keaslian sertifikat di Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Selatan ternyata dokumen tersebut palsu.

Para pelaku dijerat dengan pasal berlapis, yakni Pasal 263 KUHP dan atau Pasal 264 KUHP Juncto Pasal 55 Ayat 1 ke (1) KUHP dan atau Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 tahun 2010 Pasal 3, 4, 5 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang. (Nvd)

Ini Alasan Selebgram LL Konsumsi Narkoba

Ini Alasan Selebgram LL Konsumsi Narkoba

Jurnalkota, Jakarta Barat- Artis Selebgram LL (30) hanya bisa tertunduk lesu ketika dihadirkan di hadapan awak media yang menunggunya sejak pagi tadi.

Dalam press conferense yang digelar di halaman Mapolres Metro Jakarta Barat, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengungkapkan, tersangka LL diamankan di sebuah Apartemen bersama tiga orang berkat adanya informasi masyarakat sering ada penyalahguna narkoba di lokasi tersebut.

“Saat diperiksa, terdapat barang bukti 2 butir obat jenis G. Ada juga barang bukti yang ditemukan di dalam tong sampah yang diduga tiga butir ekstasi,” ungkap Yusri, Rabu, (12/02/2020).

Sementara itu, hasil tes urine LL diketahui positif benzo. Yusri juga mengatakan hasil pemeriksaan urine 3 orang yang diamankan bersamanya negatif.

“(Urine) LL nya positif mengandung benzo. Itu masuk dalam jenis psikotropika. Dia juga mengaku mengkonsumsi obat tersebut sudah 5 bulan untuk menghilangkan depresi,” tambahnya.

Yusri menerangkan, untuk memastikan barang bukti yang ditemukan di dalam tong sampah (ekstasi) pihaknya akan melakukan tes urine melalui darah ataupun rambut tersangka.

Dijelaskan Yusri, berdasarkan keterangan dari tersangka, Polisi juga mengamankan satu orang berinisial IF.

“Baru kita amankan (IF), sekarang masih dalam pemeriksaan petugas,” jelasnya.

Yusri menjelaskan bahwa Artis Selebgram LL menggunakan Narkoba sejak 5 bulan yang lalu dimana artis LL menggunakan narkoba karena Depresi

Bukan hanya kasus narkoba yang menjeratnya, saat Lucinta Luna ditangkap oleh Unit 2 Sat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat Akp Maulana Mukarom karena kasus narkoba, menjadi sebuah tanda tanya. Apakah ia akan ditempatkan di sel perempuan atau laki-laki. Kejelasan jenis kelamin LL pun menarik perhatian.

“Di KTP yang bersangkutan berjenis kelamin Perempuan tapi di paspor berjenis kelamin Laki-laki. Kita masih nunggu kuasa hukum tersangka yang katanya sudah ada penetapan dari Pengadilan terkait hal itu,” jelas Yusri.

Masih dikatakannya, barang bukti sementara yang diamankan antaranya 2 butil pil ekstasi warna biru berlogo lego, 7 butir pil Riklona dan 5 butir pil Tramadol.

“Tersangka kita jerat Pasal 112 ayat (1) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dan pasal 60 ayat (1) Sub 62 Juncto Pasal 71 ayat (1) UU RI Nomor 5 tahun 1997 tentang Psikotropika,” Imbuhnya. (Nvd)

 

Diduga Tidak Profesional Prasarana Pembangunan Kali Sentiong Terbengkalai

Diduga Tidak Profesional Prasarana Pembangunan Kali Sentiong Terbengkalai

Jurnal Kota, Jakarta Pusat – Pembangunan prasarana kali Sentiong dengan tahun kontrak 2019 oleh konsultan pengawas PT. Sadhya Grahacara dengan estimasi 111 (seratus sebelas) hari kalender kerja, hingga saat ini proyek program pengendalian banjir kali Sentiong terbengkalai alias mangkrak.

Petugas UPK Tata Air Achmad saat ditemui di lokasi mengatakan kegiatan proyek turat kali Sentiong dipenuhi gundukan tanah dan belum selesai pengerjaannya. “Kita sering ditegur oleh warga sekitar Bang,” ucapnya kepada Pokja Pusat, Kamis, (6/2/2020).

Pada saat dikonfirmasi ke Sudin SDA Kota Administrasi Jakarta Pusat, petugas SDA Jakpus menerangkan bahwa kewenangan ada di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Dinas Sumber Daya Air. ” Saya baru menjabat disini (Sudin SDA Jakpus/red),” katanya, Rabu, (5/2/2020).

Ditambahkan Achmad mengungkapkan, kami sebagai petugas UPK Tata Air hanya membersihkan sampah dan bukan mengerjakan proyek pembangunan kali Sentiong tersebut, ungkapnya.

“Sering kali saya tegur pihak pengawas dari PT Sadhya Grahacara, tetapi tidak digubris oleh mereka,” kesal Achmad kepada reporter Pokja Pusat.

Namun pada pagi ini, sebut Achmad hanya mengawasi dan membersihkan tumpukan sampah di kali Sentiong hingga kali Galur. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta seharusnya mengawasi dan menegur pihak PT Sadhya Grahacara selaku konsultan pengawas yang diduga tidak profesional dalam Pelaksanaan Program proyek Pengendalian Banjir/Sungai dan Kelengkapan Sistem Aliran Timur yang seyogyanya untuk mengatasi banjir khususnya warga wilayah Johar Baru yang terdampak dalam proses pekerjaan proyek tersebut. (Nvd)

Bangunan Kost-kostan Tanpa IMB di Johar Baru Lolos Pengawasan

Bangunan Kost-kostan Tanpa IMB di Johar Baru Lolos Pengawasan

Jurnal Kota, Jakarta Pusat – Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Pusat diduga melanggar Peraturan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta No. 279 Tahun 2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan. Bahwasanya Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Pusat tidak bekerja secara maksimal.

Dalam rangka mendorong terbentuknya tata kelola pemerintahan yang baik, transparan, dan profesional dengan berorientasi pelaksanaan program pembangunan, pembinanaan, dan pemberdayaan masyarakat yang sesuai dengan amanat peraturan perundang-undangan. Dengan merujuk UU No. 28 Tahun 1999, UU No. 31 Tahun 1999, Peraturan Pemerintah No. 71 Tahun 2000, Pergub Prov Daerah Khusus Ibukota Jakarta No. 279 Tahun 2016.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun tim Pokja Pusat banyak di temukan pelanggaran-pelanggaran Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di wilayah Kota Administrasi Jakarta Pusat. Diantaranya bangunan yang diduga akan dibangun kost-kostan berlantai 3 (tiga) di wilayah Kecamatan Johar Baru tanpa IMB tetapi pekerjaan terus berjalan dan aman tanpa pengawasan juga penindakan dari instansi terkait.

DPP LSM Gagasan Aspirasi Generasi Anti Korupsi (GAGAK) yang berkedudukan di Jalan 20 Desember, Kelurahan Pegadungan, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat dengan SK KEMENHUM Nomor AHU-0015373.AH.01.07. Tahun 2018. Maka dari itu dengan tujuan memberikan klarifikasi terkait dengan laporan warga demi transparansi fungsi kami sebagai lembaga kontrol sosial melayangkan surat somasi yang ditujukan instasi terkait.

Rosa Adang Ibrahim, S. Ikom selaku Ketua Umum DPP LSM GAGAK, mengatakan,” mendorong terbentuknya tata kelola pemerintahan yang baik transparan dan profesional,” katanya, Rabu, (5/2/2020).

Lanjut dikatakannya, bahwa penegakan peraturan perundang-undangan dibidang tata ruang dan bangunan gedung harus terus dilakukan secara konsisten, transparan, dan berintegritas.

“Cq.SKPD terkait dalam hal ini Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Pusat, kiranya tidak membiarkan pelanggaran terus terjadi dan segera melakukan penindakan agar terciptanya Check and Ballances Sistem.” Pungkas Adang. (Nvd)

Polisi Masih Mencari Penadah Handphone Siswi yang Dijambret

Polisi Masih Mencari Penadah Handphone Siswi yang Dijambret

Jurnal Kota, Jakarta Pusat – Unit Reskrim Polsek Metro Kemayoran Polres Metro Jakpus telah menangkap dua orang pelaku penjambretan telepon seluler (handphone/red) milik seorang siswa SMP berinisial ILD di depan SMP 269 Harapan Mulia, Jalan Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat. Penjambretan ini terjadi pada Selasa, 28 Januari 2020.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Heru Novianto, menyatakan kedua pelaku pria berinisial MH (27) dan S (30). Keduanya melancarkan aksinya menggunakan sebuah motor matik bernomor B 3431 PEY dan menjadi barang bukti polisi untuk menjebloskan keduanya ke balik jeruji besi.

Lebih lanjut, Heru menceritakan, kedua pelaku melakukan aksinya baru pertama kali kepada korban yang terlihat lengah dan menggunakan barang berharga seperti ponsel saat berjalan kaki.

“Dalam waktu sekitar empat sampai lima hari, 3 Februari, tim Reskrim dari Polsek Kemayoran berhasil menangkap pelakunya,” kata Heru, saat konferensi pers di kantor Polsek Metro Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (4/2/2020).

Polisi juga telah mengamankan barang bukti berupa kardus ponsel korban, motor pelaku, dan flashdisk yang menunjukkan rekaman CCTV penjambretan.

“Kemudian ponselnya digadai seharga 2,6 juta untuk bayar kontrakan. Sampai sekarang ini kami belum menemukan penadahnya. Kami masih kembangkan soal ini, mudah-mudahan secepatnya dapat ditemukan,” beber Heru.

Akibat perbuatannya, kedua pelaku dikenakan Pasal 363 KUHP tentang pencurian. “Dengan pasal ini, pelaku dapat diancam maksimal tujuh tahun penjara,” pungkas Heru. (Nvd)

Kapolsek Kebon Jeruk Pimpin Apel Cipkon

Kapolsek Kebon Jeruk Pimpin Apel Cipkon

Jurnal Kota, Jakarta Barat Kapolsek Kebon Jeruk Polres Metro Jakarta Barat Kompol R Sigit Kumono memimpin apel Cipta Kondusif (Cipkon) bersama 15 personil Polsek Kebon Jeruk dan 60 personil Jajaran Citra Bhayangkara Sektor Kebon Jeruk, Sabtu, (1/2/2020) malam.

Pada giat apel tersebut, Kapolsek Kebon Jeruk memaparkan, agar selesai Apel untuk jajaran Citra Bhayangkara melaksanakan giat pemantauan di wilayah kelurahan masing-masing menyesuaikan dengan kerawanan wilayahnya.

“Antisipasi tawuran warga, curat, curas dan Geng Motor,” ucap Kompol Sigit.

Ia menambahkan, dalam pelaksanaan pemantauan wilayah, bila menemukan yang mencurigakan agar langsung dilaporkan.

“Citra Bhayangkara adalah garda terdepan Polsek Kebon Jeruk dalam pemantauan giat wilayah, tetap semangat jaga kekompakan, keselamatan dan kesehatan Pribadi,” tandasnya. (Nvd)

Kapolres Metro Jakbar Berikan Penghargaan Ke Warga Saat Kunker di Polsek Kalideres

Kapolres Metro Jakbar Berikan Penghargaan Ke Warga Saat Kunker di Polsek Kalideres

Jurnal Kota, Jakarta Barat- Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Audie S Latuheru didampingi jajaran melakukan kunjungan  kerja ke Mapolsek Kalideres sekaligus silaturahmi bersama tokoh agama dan ulama se Kecamatan Kalideres serta dihadiri juga oleh para anggota DPRD DKI Jakarta, Selasa, (4/2/2020).

Kunjungan kerja ini merupakan salah satu rangkaian dari program kerja Kapolres. Tujuan dari dilaksanakannya kunjungan kerja tersebut untuk mengetahui keadaan serta situasi masing-masing wilayah Polsek.

Pada kesempatan itu, Kombes Audie memberikan arahan-arahan antaranya banyak orang pintar di sana yang ingin di Polres Metro Jakarta Barat khususnya di Polsek Kalideres.

“Sudah masuk di Polsek Kalideres harus jadi Tim yang kuat. Ilustrasi sebagai pelayan restoran, wangi, rapih, cepat, dan sikap ramah pelanggan atau tamu senang,” ucapnya.

Ilustrasi sebagai orang yang tidak jelas di pinggir jalan yang pukul -pukul botol, kemudian ada mobil di ketuk- ketuk jendela dan meminta uang, lalu pengendara mobil memberikan uang dengan terpaksa dan cacian serta hinaan.

Kembali lagi bagaimana untuk memberikan kenyamanan dan kesenangan untuk masyarakat dengan baik walaupun masih ada aja yang tidak suka.

Saya punya nomor HP saya kasih ke semua anggota dan masyarakat. Agar bisa mengetahui apa keluhan dan saran untuk kepolisian. 1×24 jam aktif, bila dihubungi diusahakan harus di angkat.

‘Bagaimana mau melayani masyarakat,  jika di hubungi aja susah. Saya tidak mau anggota saya seperti itu di hubungi masyarakat susah. Perkara kecil jika tidak bisa diselesai oleh anggota akan melambung ke mana-mana,” tambahnya

Minimal kita bisa dihubungi dan di berikan solusi. Kita sebagai polisi adalah pelayan sedangkan masyarakat adalah majikan. Itu harus di pedomani, kerja yang baik, jika baik saya kasih penghargaan dan jika tidak baik saya hukum.

“Jaga kesehatan dan gandeng serta rangkul itu para ulama, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Pemuda,” imbuhnya.

Di penghujung acara, dilanjutkan Kapolres Metro Jakarta Barat didampingi Kapolsek Kalideres Kompol Indra Maulana memberikan Penghargaan kepada empat orang masyarakat antara lain Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Pemuda Kalideres. (Nvd/Red)

Portal berita yang menyajikan informasi aktual, fakta dan terpercaya. Lahir dengan moto “Bicara Sesuai Fakta”. Keseimbangan dalam menyajikan realita dengan Cover Both Side. Disajikan dengan cepat untuk memenuhi kebutuhan informasi bagi masyarakat dan referensi untuk para pengambil keputusan.

Media Jurnal Kota terbit dalam bentuk cetak dan media online. Untuk pemasangan iklan cetak dan online dapat menghubungi (021) 54337557

Penerbit : PT. Media Tiga Serangkai 

Jl. Gunung Pangrango Blok D 17 No. 3  Cengkareng Jakarta Barat 11730

Telp. (021) 54337557 Fax. (021) 54337557

  jurnalkota03@gmail.com 

About Jurnal Kota Online

Jurnal Kota Online
(021)54337557

Mobile : 081218881273 –
jurnalkota03@gmail.com