Warga Harapan Indah Mengeluh Air PAM Keruh dan Kecil

Warga Harapan Indah Mengeluh Air PAM Keruh dan Kecil

Kota Bekasi, jurnalkota.online

Warga di Perumahan Pejuang RW 015 dan Perumahan Permata Harapan Baru Kota Bekasi mengeluh, karena air dari Perusahaan Air Minum (PAM) keruh dan kecil.

Johan, warga Perumahan Permata Harapan Baru mengatakan, Rabu (20/10/2021), dia merasa sangat dirugikan dengan kondisi air bersih tersebut.

Menurutnya, masalah air bersih tersebut sudah dilaporkan ke petugas PAM, dan petugas sudah datang beberapa waktu lalu. “Namun air yang keluar dari kran tetap keruh dan kecil,” katanya di Perumahan Permata Harapan Baru didampingi Budi warga lainnya.

Diakuinya  kondisi tersebut, berulang sekitar 5 tahun di wilayah Pejuang RT. 001 RW. 014, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi Jabar, Rabu (20/10/2021).

“Saya selaku penghuni Perumahan Permata Harapan Baru berharap air PAM lebih diperhatikan lagi,” ungkapnya. Untuk informasi lanjut terus diupayakan konfirmasi ke instansi terkait.

Penulis: Rinto S

 

 

PPKM Level 2, Polsek Kep Seribu Selatan Pandu 29 Warga Scan Barcode Peduli Lindungi

PPKM Level 2, Polsek Kep Seribu Selatan Pandu 29 Warga Scan Barcode Peduli Lindungi

Jakarta, jurnalkota.online

Penerapan PPKM Level2, Polsek Kepulauan Seribu Selatan bersama Tiga Pilar dan Tim Satgas Covid-19 menerapkan wajib scan barcode aplikasi Peduli Lindungi di Dermaga Kedatangan di 4 pulau pemukiman, Rabu (20/10/2021).

Kapolsek Kepulauan Seribu Selatan Polres Kepulauan Seribu AKP Wisnu Wardono mengatakan, bahwa personelnya yang ditempatkan di Dermaga Kedatangan untuk melakukan pengamanan, pengawasan protokol kesehatan dan memandu warga yang baru tiba untuk melakukan scan barcode aplikasi Peduli Lindungi.

“Warga yang baru tiba kita berikan himbauan agar tetap menerapkan Prokes selama di pulau, setelah turun dari kapal langsung kita pandu agar langsung melakukan scan barcode aplikasi Peduli Lindungi ditempat yang sudah disiapkan salah satunya di Dermaga Kedatangan Pulau Pari,” jelasnya.

Diketahui, sejumlah 29 warga tiba di Pulau Pari dan setelah diberikan himbauan Prokes serta melakukan scan barcode aplikasi Peduli Lindungi kemudian warga diminta untuk langsung ke rumah masing-masing atau ke tempat tujuan.

“Setelah melakukan scan barcode aplikasi peduli lindungi kemudian kita himbau agar langsung ke rumah masing-masing atau tujuannya dan tidak berkerumun,” ujar Wisnu.

Penulis: Amin

Terkait PKL Kuta Baru, Pemilik Ruko: Sudah Jelas Ada Dugaan Pelanggaran Hukum, Kok Sepertinya Tutup Mata

Terkait PKL Kuta Baru, Pemilik Ruko: Sudah Jelas Ada Dugaan Pelanggaran Hukum, Kok Sepertinya Tutup Mata

Kab. Tangerang, jurnalkota.online

Adanya dugaan pelanggaran terhadap Peraturan Bupati Kabupaten Tangerang No.60 Tahun 2016 Tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Peraturan Daerah No. 8 Tahun 2015, Tentang Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima (PKL), yang  berpotensi terjadi konflik di tingkat masyarakat bawah, Satpol PP belum berani mengambil tindakan.

Terkait adanya pedagang kaki lima yang berdiri di lahan Fasos-Fasum di Kelurahan Kuta Baru, Kapala Bidang Trantibum Satpol.PP Kabupaten Tangerang, Widodo mengatakan, belum dilaksanakannya penertiban terhadap PKL di depan Ruko Blok CA 1 s/d 4 di Pondok Permai Kuta Baru Kecamatan Pasar Kemis Kabupaten Tangerang, karena belum ada laporan dari lurah dan camat setempat.

“Bagi Satpol PP, clear, kalau sudah jelas melanggar Perda, pasti kami tertibkan, kami tinggal menunggu laporan dari lurah dan camat, tetapi sampai hari ini kami belum menerima laporan, dan kami tertibkan, dari dinas lain termasuk kelurahan dan kecamatan harus menyiapkan lahan baru untuk PKL,” terang Widodo, di kantornya, Senin (18/10/2021).

Widodo juga berharap kepada lurah dan camat sebagai bagian dari pemerintah Kabupaten Tangerang, supaya segera bekerja untuk menyelesaikan sengeketa PKL dengan pemilik Ruko yang ada di wilayahnya, khususnya yang ada di Blok C1-C4 Ruko Pondok Permai Kuta Baru Kecamatan Pasar Kemis, yang sudah menjadi perhatian masyarakat.

Sementara, ketika media menanyakan terkait pengakuan PKL yang sudah membayar uang sewa lapak PKL sebesar 6,5 juta rupiah per tahun, dirinya mengaku tidak mengetahuinya.

“Kalau soal pungutan 6,5 juta rupiah untuk sewa lahan, kami tidak mengetahuinya, silahkan saja konfirmasi ke kelurahan, dan bagi masyarakat yang merasa dirugikan silahkan laporkan ke aparat berwajib, ini negara hukum,” ucapnya.

Di tempat terpisah kepada wartawan, salah satu PKL yang tidak bersedia namanya dipublikasikan, mengaku bersedia kalau memang mau digusur, tapi Dirinya meminta uang sewa sebesar 6,5 juta rupiah supaya dikembalikan.

“Saya disini tidak gratis, saya bayar 6,5 juta rupiah, belum uang listrik tiap hari bayar, kalau mau digusur, silahkan, tapi kembalikan dulu uang saya,” cetusnya.

Di tempat terpisah, perwakilan pemilik Ruko Blok C1-C4 Ruko Pondok Permai Kuta Baru Kecamatan Pasar Kemis, tetap pada pendiriannya bahwa mereka merasa yang berhak secara hukum untuk memiliki dan menggunakan halaman Rukonya, yang tiap tahun membayar pajaknya.

“Seharusnya pihak pemerintah melihat dan bertindak sesuai aturan yang ada, jangan pilih kasih, kami warga duduk di tanah dan Ruko itu tercatat secara hukum milik kami, dan kami mempunyai surat-surat yang syah secara hukum yang kami tanda tangani di notaris, bahkan kami punya bukti bayar PBB setiap tahunnya,” tegas Chaniago.

Ditegaskan, para pemilik Ruko butuh keadilan dan minta perlindungan dari negara. “Kenapa sudah jelas ada dugaan pelanggaran hukum di depan mata kok sepertinya tutup mata,” pungkasnya.

Dirinya juga menambahkan kalau hal ini dibiarkan, dan tidak ada tindakan hukum, ini akan menjadi preseden buruk bagi masyarakat, karena semua orang bisa seenaknya menguasai lahan orang tanpa izin, dan semua orang bisa menyambung listrik sesukanya,” pungkasnya.

Penulis : Dede/ Firly

 

Wali Kota Tangsel Dukung Penuh Pelayanan Bahasa Isyarat

Wali Kota Tangsel Dukung Penuh Pelayanan Bahasa Isyarat

Tangsel, jurnalkota.online

Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie memberikan dukungan terhadap kegiatan Gerakan Untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia ( Gerkatin ), Salah satu program yang sedang direncanakan adalah pelayanan bahasa isyarat di pusat pelayanan umum.

Dukungan tersebut disampaikan Benyamin saat hadir dalam Muscab Gerkatin Tangerang Selatan yang digelar di Aula Blandongan Puspemkot Tangsel, Minggu (17/10).

“Kami mendukung kesetaraan pelayanan dengan menyiapkan pelayanan dengan bahasa isyarat,” ujar Benyamin yang menambahkan bahwa pelayanan ini dibutuhkan terutama untuk kaum disabilitas di Tangsel.

Dia menambahkan bahwa dalam proses perwujudan program itu butuh sinergitas antara pihaknya dan juga pihak Gerkatin. Terutama dalam menciptakan kebijakan untuk kaum disabilitas.

Karena itu Benyamin mewakili Pemerintah Kota Tangerang Selatan, mendukung setiap rapat atau musyawarah yang bisa diselenggarakan oleh Gerkatin. Sebab dengan begitu akan lahir kebijakan yang bisa dibuat oleh Pemerintah.

“Saya berharap dengan adanya musyawarah akan terjadi sinergitas atau komunikasi dengan pemerintah,” ujar Benyamin.

Selain itu, Benyamin juga berharap bahwa dengan diselenggarakannya Muscab ini, Gerkatin terus berkembang dan terlibat dalam kemajuan Kota Tangerang Selatan.

“Saya berharap melalui Muscab, organisasi Gerkatin ini akan terus melebarkan sayap dan semakin sukses juga maju untuk berperan serta secara aktif dalam setiap proses pembangunan di Tangerang Selatan,” tutupnya.

Perlu diketahui Gerkatin adalah organisasi penyandang cacat tunarungu satu-satunya di Indonesia yang seluruhnya dikelola oleh penyandang cacat tunarungu yang saat ini tersebar di seluruh daerah, salah satunya Kota Tangsel.

Penulis : Djoko/Rifqi DRS

Pemulung Tua Tak Punya Identitas Ingin  Divaksin, Waktu Singkat  Impiannya  Terwujud

Pemulung Tua Tak Punya Identitas Ingin Divaksin, Waktu Singkat Impiannya Terwujud

Kota Bekasi, jurnalkota.online

Keinginan Sabar Silalahi, pria tua (67) tak memiliki identitas, yang sehari-harinya mencari barang bekas untuk divaksin, akhirnya terkabul berkat gerak cepat para petugas vaksinasi Pemkot  Bekasi, yakni dari Kecamatan/Koramil   Rawa Lumbu, dibantu petugas dari Kelurahan  Sepanjang Jaya dan unsur RT/RW, Minggu (17/10/2021).

Pada kesempatan yang sangat diharapkan Sabar tersebut, dirinya
bersyukur kepada petugas dan aparat Kelurahan Sepanjang Jaya yang  telah mendatangi tempat tinggalnya untuk menyuntik vaksin kepadanya.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada
bapak Babinsa, bapak Pamor dan bapak Ketua RT, saya sudah divaksin sinovac dosis pertama, dan nanti akan dibantu proses pembuatan identitas,” katanya setelah usai vaksinasi.

Bahkan Sabar mengulang rasa Terima kasihnya, kepada para aparatur kelurahan tersebut.

Peran media dan Humas

Vaksinasi tersebut  terlaksana berkat respon cepat Humas/Pengelola Media Center Pemkot Bekasi pada Minggu (17/10/2021), di mana setelah mendapat informasi dari media jurnalkota.online, ada seorang pria tua yang sangat antusias untuk disuntik vaksin, pihak Humas  langsung menghubungi pihak Kecamatan Rawa Lumbu.

Menurut pihak Humas, setelah mendapat informasi tersebut, pihak Kecamatan langsung menghubungi aparatur di Kelurahan Sepanjang Jaya, dibantu Ketua RT 03 dan petugas Pamor RW 01, sehingga  vaksinasi  terlaksana hari ini juga, Minggu (17/10/2021).

Penulis: Rinto S/Red

Ingin Vaksin, Kakek Pemulung  67 Tahun Berharap Dipermudah Miliki Identitas

Ingin Vaksin, Kakek Pemulung 67 Tahun Berharap Dipermudah Miliki Identitas

Kota Bekasi, jurnalkota.online

Dengan semangat tinggi, kakek usia 67 tahun setiap hari menyisir sepanjang jalan wilayah   Pekayon dan Pramuka Kota Bekasi, untuk mencari barang bekas yang bisa dijual.

Kakek  Sabar Silalahi, pria tua yang tak pernah menyerah, bekerja keras untuk memenuhi kebutuhannya. Jika sudah merasa lelah, dia beristirahat  di gubuk yang dikontraknya sendirian.

Diakuinya  sudah  memulung sejak 2016 lalu. “Mulai pagi sampai malam saya mulung, kalau badan sehat,” katanya di kontrakannya, Jl. Teuku Umar RT 01 RW 03 Kelurahan Sepanjang Jaya, Kecamatan Rawa Lumbu, Kota Bekasi, Jumat (15/10/20).

Namun ada satu hal yang paling dikeluhkannya, dia belum Vaksin, karena terkendala identitas/Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Pria tua tersebut, ingin sekali ikut vaksinasi, supaya tetap sehat. Dan tak ada kendala saat memulung.
“Saya berharap pemerintah mempermudah mengurus identitas, supaya saya bisa vaksin dan dapat bantuan di masa pandemi  Covid-19 ini,” ungkapnya, dikutip dari bicarajakarta.com.

Dikatakan Sabar, dengan mencari barang bekas setiap hari, penghasilan yang dia dapatkan sebesar Rp 600.000 selama 3 minggu. Dengan penghasilan itu, dirinya  bertahan hidup. Untuk informasi lebih lanjut akan dikonfirmasi ke pihak tetkait.

Penulis: Rinto S/Red

Pemilik Ruko Protes Penyambungan  Listrik  oleh Oknum PKL, Khawatir Terjadi Kebakaran

Pemilik Ruko Protes Penyambungan Listrik oleh Oknum PKL, Khawatir Terjadi Kebakaran

Kab.Tangerang, jurnalkota.online

Penyambungan listrik ilegal oleh para oknum Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berlokasi di depan Ruko Pondok Permai Kelurahan Kuta Baru, Kecamatan Pasar Kemis Kabupaten Tangerang marak, namun dinilai tidak ada tindakan dari PLN setempat.

Asril Chaniago Koordinator pemilik Ruko Pondok Permai Kota Baru mengatakan, hal tersebut berada di depan tempat usaha Ruko miliknya.

Menurutnya, penyambungan listrik ini bisa dikategorikan pencurian listrik, dan sudah bisa jadi perbuatan pidana. Apabila dibiarkan terus – menerus, kata dia, akan berpotensi menimbulkan hubungan arus pendek listrik, yang bisa menimbulkan kebakaran.

“Saya sangat kecewa dengan sikap PLN yang membiarkan penyambungan listrik secara ilegal oleh oknum PKL. Kami saja yang secara resmi memasang listrik, kalau ada keterlambatan langsung dikasih surat teguran, bahkan jika sudah dua bulan belum bisa membayar, siap-siap saja menerima sanksi lebih berat dari PLN, hingga memutus MCB, sampai membongkar KWH meter,” katanya.

Namun ini, sambung dia, para oknum PKL bertahun-tahun  menyambung listrik ilegal dan di tempat yang ilegal pula, tapi para pejabat terkait khususnya PLN tidak melakukan tindakan. “Kok diam saja, ada apa ini,'” tandasnya., Jumat (15/10/2021).

Dia juga berharap adanya keadilan untuknya, dan dalam waktu dekat para pemilik Ruko Pondok Permai Kuta Baru, terpaksa akan mengadukan PLN dan para Oknum PKL kepada pihak Kepolisian.

“Ya kami sedang menyusun materi dengan penasihat hukum untuk pelaporan ke pihak berwajib, dalam hal ini kepolisian, dan yang sudah siap kami laporkan, yaitu PLN dan para oknum PKL yang telah melakukan penyerobotan lahan miliknya tanpa izin para pemilik ruko,” tegas Chaniago.

Oji Koordinator Tusbung PLN Sepatan, ketika dikonfirmasi terkait penyambungan listrik ilegal oleh para oknum PKL di Ruko Pondok Permai Kuta Baru Kecamatan Pasar Kemis tersebut, dirinya mengatakan, bahwa kebijakan pemutusan ada di Direktur PLN.

“Sebenarnya kita sudah lama mengetahui dugaan penyambungan listrik ilegal tersebut, tapi saya menunggu instruksi dari Direktur,” ucap Oji. Jumat ( 15/10/21) di kantornya.

Di tempat terpisah Lurah Kuta Baru Makmun, Kecamatan Pasar Kemis, ketika diminta tanggapannya terkait adanya dugaan penyambungan listrik ilegal di wilayahnya, Dirinya tidak bisa memberikan keterangan yang pasti.

“Saya juga bingung,” ucap Lurah Kuta Baru di Kantornya. Jum’at (15/10/2021).
Saya Ingin berpikir dengan tenang dulu,
untuk mencari solusi terbaik, agar kedua belah pihak tidak ada yang dirugikan.

Terkait Pembongkaran

Salah satu PKL yang enggan menyebutkan namanya kepada wartawan di lapangan menyampaikan, terkait usaha PKL-nya, dia tidak masalah jika dibongkar.

“Saya sih, silakan saja kalo mau dibongkar, asalkan semua dibongkar, dan dikembalikan duit sewa saya yang Rp. 6 juta lima ratus, dan untuk masalah listrik setiap hari saya dipintai uang listrik oleh pengelola. Saya ini cuman pedagang, kalau harus dibongkar iya silahkan, asal duit saya dikembalikan semua,” ungkapnya di lapangan, Jumat (15/10/21).

 

Penulis: Dede/Firly

 

 

Banjir Genangi Depan Gerbang SMPN 1 Panongon, Aktivitas  Sekolah Terganggu

Banjir Genangi Depan Gerbang SMPN 1 Panongon, Aktivitas Sekolah Terganggu

Tangerang, jurnalkota.online

Setiap hujan turun aktivitas keluar Masuk murid dan guru di SMPN 1 Panongon Kabupaten Tangerang, Banten jadi terganggu, akibat genangan air yg cukup dalam pas depan gerbang sekolahan.

Penjaga sekolah, WN menjelaskan saat dijumpai awak media di lokasi, karena lahan persis di titik tersebut rendah. “Ya Pak ini karena pas depan gerbang jalannya rendah, tapi kiri-kanannya tinggi, jadi air kalo hujan banjir. Keluar masuknya guru dan siswa ya, mau gak mau harus lewati genangan air pak,” ungkapnya.

Pihak sekolah sangat mengharapkan perhatian pemerintah untuk perbaikan jalan depan sekolah, agar tidak banjir setiap datang hujan.

Pantauan awak media di lokasi, beberapa murid yang keluar dari sekolahan terpaksa lintasi area banjir, karena satu-satunya akses jalan keluar masuk sekolah, hanya jalan tersebut.

Penulis: Dawiri

 

Warga Perumahan Dasanah Indah Keluhkan Galian Pemasangan Pipa PDAM

Warga Perumahan Dasanah Indah Keluhkan Galian Pemasangan Pipa PDAM

Tangerang, jurnalkota.online

Pelaksanaan galian pipa PDAM Tirta Kerta Raharja di wilayah Perumahan Dasanah Indah, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang dikeluhkan warga. Pasalnya, galian yang dilakukan di sisi kiri dan kanan jalan di perumahan itu sangat mengganggu aktivitas warga setempat.

Salah satu warga Blok UB, Sella (32) mengeluhkan, galian itu dapat mencelakakan anak-anak yang sedang bermain sepeda di jalan, lantaran tidak adanya batas penghalang atau rambu-rambu, ditambah bekas tanah galiannya berceceran.

“Seharusnya galian seperti ini dilengkapi safety untuk lingkungan, agar tak mencelakakan warga setempat, terutama anak-anak,” tandas Sella kepada awak media, Kamis 14 Oktober 2021.

Sementara, keluhan lainnya datang dari Mangunsong di Blok DD8. Kata dia, kalau galian PDAM itu membatasi aktivitas warga setempat, karena kendaraan roda empat milik warga tak bisa melintas ke jalan, karena sisi kiri dan kanannya digali lubang.

“Saya sudah nyari pelaksana maupun pengawas tapi ga ketemu, rasanya pingin ngomelin aja, masa galian kaya gini dibiarin aja ama pengawas atau pelaksana, mereka enggak mikirin warga keluar atau masuk ke gang rumah masing-masing, ini galian katanya dari PDAM, tapi plang maupun Pelaksana atau Pengawas dicari tidak ada, ini kerjaan punya Pemda asal aja,” ungkap Mangunsong.

Warga meminta Pemda maupun aparatur setempat, agar galian-galian di sepanjang jalan kawasan Dasana Indah menegur pelaksana dan melaknasakan pekerjaan galian, harus melihat kepentingan warga setempat. “Bukan seenaknya aja gali sana gali sini tanpa memikirkan anak anak maupun pengguna jalan,” ujar warga lainnya.

Penulis: Dawiri

Bentuk Kepedulian, Dinsos  Kab. Tangerang  Salurkan Bansos  ke  Warga  Kurang  Mampu

Bentuk Kepedulian, Dinsos Kab. Tangerang Salurkan Bansos ke Warga Kurang Mampu

Tangerang, jurnalkota.online

Sebanyak 150 paket Sembako dari Dinas Sosial Kabupaten Tangerang disalurkan kepada warga Desa Cikuya Kecamatan Solear Kabupaten Tangerang pada Rabu 13 Oktober 2021.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Cikuya Ade Sape’i menyampaikan terima kasih terhadap pemerintah daerah Kabupaten Kepada Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar, Kepala Dinas Sosial Ujat Sudrajat dan H.Karsan selaku Camat Solear.

“Sampai saat ini pemerintah selalu peduli terhadap masyarakat Kabupaten Tangerang, dan hari ini kami telah menerima bantuan sosial berupa paket Sembako untuk warga kami,” ucapnya.

Bantuan tersebut langsung disalurkan dan secara simbolis 150 paket tersebut, disalurkan di kantor desa Cikuya, untuk selebihnya kami akan tugaskan dari masing-masing RT untuk membagikan paket tersebut.

“Di hari ini bertepatan hari jadi Kabupaten Tangerang yang ke 389, semoga Kab.Tangerang semakin jaya, sejahtera semakin Sehat, Bangkit dan Gemilang,” tutupnya.

 

Penulis: A. Muanar/Mulyadi

 

About Jurnal Kota Online

Portal berita yang menyajikan informasi aktual, fakta dan terpercaya. Lahir dengan moto “Bicara Sesuai Fakta”. Keseimbangan dalam menyajikan realita dengan Cover Both Side. Disajikan dengan cepat untuk memenuhi kebutuhan informasi bagi masyarakat dan referensi untuk para pengambil keputusan.

Media Jurnal Kota terbit dalam bentuk cetak dan media online. Untuk pemasangan iklan cetak dan online dapat menhubungi (021) 54331420

Penerbit : PT. Media Tiga Serangkai
Rukan Gading Kirana Blok D 6 No. 32 Kelapa Gading Jakarta Utara 14240
Telp. (021) 45874085 Fax. (021) 45878796
jurnalkota03@gmail.com / jurnalkota2020@gmail.com

Jurnal Kota Online
(021)45874085

Mobile : 081218881273 –
jurnalkota03@gmail.com – juralkota2020@gmail.com