Resmikan D’Forest Cafe, Endang Abdullah: Ini Akan Gairahkan Perekonomian Tanjungpinang

Resmikan D’Forest Cafe, Endang Abdullah: Ini Akan Gairahkan Perekonomian Tanjungpinang

Tanjungpinang, jurnalkota.online

Wakil Wali Kota Tanjungpinang Endang Abdullah meresmikan D’Forest Cafe yang berlokasi di Jalan Raya Dompak, Kecamatan Bukit Bestari, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Selasa (22/11/2022).

Peresmian ditandai pemotongan pita oleh Endang Abdullah, didampingi Sekretaris Daerah Zulhidayat, Kepala Kejaksaan Negeri Joko Yuhono, Anggota DPRD Said Indri dan owner D’Forest Cafe.

Endang Abdullah menyebutkan bahwa pihaknya dari pemerintah kota Tanjungpinang sangat mengapresiasi atas dibukanya D’Forest Cafe tersebut.

“Kita sangat mengapresiasi pengusaha-pengusaha lokal yang mengembangkan usaha khususnya kuliner dan pariwisata,” ujar Endang Abdullah.

Pemerintah, kata Endang Abdullah, sangat mendukung setiap pengusaha untuk terus mengembangkan usahanya, ditambah lagi saat ini pemerintah tengah berjuang untuk pemulihan ekonomi pasca pandemi covid-19.

“Kehadiran D’Forest Cafe yang tentunya, akan menggairahkan perekonomian di kota Tanjungpinang yang saat ini sedang pemulihan,” kata Endang Abdullah.

Endang Abdullah menilai konsep alam yang ditawarkan oleh D’Forest Cafe sangat menarik.

“Kita lihat bagaimana D’Forest Cafe ini memanfaatkan hutan yang estetik sehingga menjadi tempat usaha,” ucap Endang Abdullah.

Endang Abdullah berharap usaha cafe ini terus berkembang sehingga dapat terus maju dan dapat membuka lapangan kerja seluas-luasnya buat masyarakat Tanjungpinang.

“Semoga ke depannya cafe ini dapat sukses dan berkembang sehingga akan dijadikan motivasi ataupun acuan bagi pelaku usaha lainnya untuk membuka usaha-usaha serupa sehingga bisa memajukan perekonomian di kota Tanjungpinang dan memberikan banyak lapangan pekerjaan kepada masyarakat,” ujar Endang Abdullah.

Editor: Antoni

Ansar Ahmad Sebut HKTI Mampu Tingkatkan Kesejahteraan Petani di Kepri

Ansar Ahmad Sebut HKTI Mampu Tingkatkan Kesejahteraan Petani di Kepri

Gubernur Provinsi Kepri Ansar Ahmad menghadiri Pelantikan Pengurus DPD HKTI Provinsi Kepri dan DPC HKTI Kabupaten/ Kota se-Kepri Masa Bhakti tahun 2022-2027, di Gedung Nasional, Kabupaten Karimun, Senin (22/11/2022).

Karimun, jurnalkota.online

Gubernur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad menyebut, kehadiran Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) di Provinsi Kepri mampu menghimpun dan meningkatkan pendapatan, kesejahteraan, harkat dan martabat insan tani.

Ansar Ahmad mengatakan, pertanian memiliki peranan penting yang bermuara pada pembangunan perekonomian suatu daerah, bahkan negara.

“HKTI hadir secara mandiri untuk merangkul penduduk pedesaan dan pelaku agribisnis lainnya, melalui pemberdayaan rukun tani komoditas usaha tani dan percepatan pembangunan pertanian serta menjadikan sektor pertanian sebagai basis pembangunan nasional,” ujar Ansar Ahmad.

Hal itu disampaikan Ansar Ahmad, saat menghadiri Pelantikan Pengurus DPD HKTI Provinsi Kepri dan DPC HKTI Kabupaten/Kota se-Kepri Masa Bakti Tahun 2022-2027.

Aunur Rafiq, sebagai Ketua DPD HKTI Provinsi Kepri dilantik langsung oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat HKTI yang juga Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko, di Gedung Nasional, Kabupaten Karimun, Senin (21/11/2022).

Pertanian, sebut Ansar Ahmad, selain sebagai penyedia bahan pangan untuk ketahanan pangan masyarakat, juga sebagai instrument pengentasan kemiskinan, penyedia lapangan kerja, serta pertanian sebagai sumber pendapatan masyarakat.

“Pertanian merupakan sektor yang memiliki keterkaitan terhadap angka yang diperoleh pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Salah satu alasan mengapa sektor pertanian memiliki kaitan dengan sektor lainnya adalah karena sebagian besar bahan baku industri berasal dari sektor pertanian,” kata Ansar Ahmad.

Ansar Ahmad menjabarkan jumlah petani di Provinsi Kepri ada 23.099 orang, dengan 1.784 kelompok tani, dan 217 Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani).

Sedangkan luas kawasan pertanian di Provinsi Kepri, yaitu 221.708 Ha, di mana wilayah pertanian terluas berada di Kabupaten Lingga seluas 92.269 Ha.

Indeks Ketahanan Pangan Provinsi Kepri pada Tahun 2021 menempatkan Kepri berada pada urutan ke-5 terendah setelah Papua, Papua Barat, maluku dan Maluku Utara dengan skor 63,26.

Sedangkan Indeks Ketahanan Pangan tingkat Kota yang diraih oleh Kota Batam di angka 88,60 yang menempatkan Batam sebagai salah satu kota yang berada pada posisi ke-5 teratas Indeks Ketahanan Pangan.

Adapun jumlah produksi pertanian di Provinsi Kepri, untuk produksi padi sebanyak 885,01 ton, jagung sebanyak 125,97 ton, kedelai sebanyak 0,18 ton, kacang tanah sebanyak 57,51 ton, ubi kayu sebanyak 15.701,91 ton, dan ubi jalar sebanyak 1.328,46.

Sedangkan tingkat inflasi tahun kalender/year to date (ytd) Juli 2022 sebesar 4,38 persen, menjadikan Kepri, provinsi dengan tingkat inflasi ytd terendah Se-Sumatera per Juli 2022 ini.

Aunur Rafiq terpilih sebagai Ketua DPD HKTI Provinsi Kepri dalam Musyawarah Provinsi III DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Kepri.

Aunur Rafiq sendiri mengaku siap untuk menahkodai HKTI tingkat Provinsi Kepri. Karena menurut Aunur Rafiq, sebagai ketua harus sejalan dengan keinginannya memajukan sektor pertanian Kepri.

“Memajukan petani adalah fokus saya sebagai penggerak ekonomi daerah. Kita harus bergandengan tangan semuanya. Kami siap bersama petani untuk memajukan pertanian di Kepulauan Riau,” sebut Aunur Rafiq.

Editor: Antoni

Dobrak Mitos, Ansar Ahmad Tanam Padi di Lingga bersama Moeldoko

Dobrak Mitos, Ansar Ahmad Tanam Padi di Lingga bersama Moeldoko

Lingga, jurnalkota.online

Gubernur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad mengatakan, penanaman padi di Kabupaten Lingga merupakan upaya pendobrak mitos yang dulunya dianggap tidak dapat menumbuhkan padi di wilayah yang didominasi oleh lautan. Kultur yang melekat terhadap mata pencaharian masyarakatnya adalah nelayan.

“Namun kini, Kabupaten Lingga dapat mendobrak stigma tersebut dan menjadi daerah penyangga kebutuhan pangan di perbatasan. Hal ini diharapkan ke depannya, Provinsi Kepulauan Riau tidak lagi bergantung pada pasokan pangan impor dan serta menjadikan Kabupaten Lingga sebagai ‘Lumbung Pangan Organik,” ujar Ansar Ahmad, saat menanam padi di Sungai Raye, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, Senin (21/11/2022).

Ansar Ahmad menanam padi di Sungai Raye bersama Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) yang juga Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Ketua DPD HKTI Kepri Alias Wello, Bupati Lingga M. Nizar, dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Lingga.

Dalam sambutannya Ansar Ahmad mengatakan, saat ini Indonesia dalam visi dan misinya menuangkan perihal kemandirian, di mana salah satunya adalah kemandirian dalam hal pangan.

Sejalan dengan ini, kata Ansar Ahmad, maka pemerintah terus mendorong pengembangan ‘Lumbung Pangan (Estate Food)’, yang tersebar di berbagai daerah di tanah air, dari Sumatera hingga Papua.

“Tercatat ada 8 provinsi sebagai lumbung beras di Indonesia, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta. Kemudian, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Lampung, dan Sumatera Selatan. Bayangkan, saat ini Indonesia memiliki 38 provinsi, namun hanya 8 provinsi saja sebagai lumbung beras. Oleh karena itu, saya berharap, Provinsi Kepulauan Riau dapat menjadi salah satu daerah yang mampu mandiri dalam pemenuhan pangan lokal,” ujar Ansar Ahmad.

Menurut Ansar Ahmad, upaya menjadikan Lingga sebagai lumbung pangan organik merupakan program yang dicanangkan oleh Pemerintah Republik Indonesia.

Pemerintah pun membangun monument Argominapolitan di Kabupaten Lingga, di mana tugu ini seakan mempresentasikan lokasi yang digadang menjadi lumbung pangan, kawasan sentra persawahan, sentra mina padi, perikanan air tawar dan air payau.

“Pengembangan kawasan melalui penguatan sentra-sentra produksi pertanian/perikanan yang berbasis potensi lokal. Dengan demikian, Kawasan Agropolitan/Minapolitan mampu memainkan peran sebagai Kawasan pertumbuhan ekonomi yang berdaya kompetensi interregional maupun intraregional,” papar Ansar Ahmad.

Ansar Ahmad pun berharap, kegiatan ini dapat menjadi momentum untuk memotivasi masyarakat Kabupaten Lingga untuk terus meningkatkan produksi pangan, sehingga Lingga dapat menjadi lumbung pangan organik perbatasan dan menjadikan Indonesia daulat pangan.

“Diiringi ucapan ‘terima kasih’ dan apresiasi kepada pihak-pihak yang terlibat dalam proses penanaman padi ini, termasuk kepada Himpunan Kerukunan Tani Indonesia, dengan daya dan upaya yang telah dicurahkan, hingga hari ini kita menanam padi sebagai upaya capaian kemandirian pangan,” tutup Ansar Ahmad.

Usai menanam padi di Lingga, rombongan direncanakan bertolak ke Kabupaten Karimun untuk menghadiri pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Daerah HKTI Kepri, yang akan dilantik langsung oleh Ketua Umum HKTI Moeldoko.

Editor: Antoni

Endang Abdullah Imbau Waspada Inflasi Jelang Nataru

Endang Abdullah Imbau Waspada Inflasi Jelang Nataru

Bersama unsur Forkopimda, Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Endang Abdullah mengikuti rapat secara virtual dari ruang rapat Engku Puti Raja Hamidah, kantor Wali Kota, Jl. Daeng Marewa, Senggarang, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri, Senin (21/11/2022).

Tanjungpinang, jurnalkota.online

Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Endang Abdullah mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) pengendalian inflasi di daerah yang dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri. Bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Tanjungpinang dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).

Endang Abdullah mengikuti jalannya rapat secara virtual dari ruang rapat Engku Puti Raja Hamidah, kantor Wali Kota, Jl. Daeng Marewa, Senggarang, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Senin (21/11/2022).

Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, dalam paparan materinya menyampaikan isu inflasi ini menjadi sangat penting karena banyak Negara yang terdampak.

“Sesuai arahan Presiden RI, bahwa pertumbuhan ekonomi nasional itu ditentukan oleh kerja dari pemerintah pusat dan semua pemerintahan di daerah. Ada 37 provinsi, 95 kota serta 416 kabupaten di Indonesia ini harus bekerja secara paralel,” jelas Tito Karnavian.

Tito Karnavian memaparkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia tetap pada posisi angka positif, untuk data inflasi Indonesia menunjukkan angka 5,71 persen pada Oktober 2022 ini.

“Hal ini menunjukkan sesuatu yang baik, inflasi terbaru turun menjadi 5,71 persen dan merupakan hasil kerja bersama pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. Kita memiliki catatan daerah mana saja yang sudah bekerja keras, seperti yang ditandai dengan operasi pasar, kemudian menggunakan anggaran belanja tidak terduga, bansos, serta inovasi lain termasuk membiayai transportasi antara produsen ke konsumen,” ujar Tito Karnavian.

Selain itu, mendekati natal dan tahun baru (Nataru), agar tetap mewaspadai kenaikan permintaan yang perlu diantisipasi bagi semua daerah termasuk pusat dan daerah.

“Nanti kita akan terus monitor pada daerah-daerah yang dinilai agak rawan yang perlu intervensi dari pusat, dan kita akan dukung tentunya. Kemudian angka-angka Bansos yang belum dimanfaatkan secara optimal harus betul-betul dimanfaatkan,” imbau Tito Karnavian.

Usai rakornas, Endang Abdullah mengatakan Pemko Tanjungpinang akan terus berinovasi membuat terobosan semaksimal mungkin dengan berkolaborasi dengan semua stakeholder dalam menjaga kondisi inflasi di Kota Tanjungpinang saat ini terutama jelang Nataru.

“Sesuai arahan kemendagri, kita akan mengagendakan rapat kembali membahas tekait inflasi daerah dengan waktu yang hanya tersisa satu bulan lagi ini. Meskipun inflasi terbaru mengalami penurunan, kita harus mempertahankan dan waspada mengingat jelang natal dan tahun baru (Nataru) dengan mengantisipasi kenaikan permintaan dan kestabilan harga,” ucap Endang Abdullah.

Editor: Antoni

Ikuti Rakornas, Endang Abdullah: Inflasi Tanjungpinang di bawah Provinsi dan Nasional

Ikuti Rakornas, Endang Abdullah: Inflasi Tanjungpinang di bawah Provinsi dan Nasional

Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Endang Abdullah bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kota Tanjungpinang, mengikuti rapat dari ruang rapat Engku Putri Raja Hamidah, kantor Wali Kota, Jl. Daeng Marewa, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Senin (7/11/2022).

Tanjungpinang, jurnalkota.online

Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Endang Abdullah, mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) dalam rangka Pengendalian Inflasi di daerah secara virtual, yang digelar oleh Kementerian Dalam Negeri.

Endang Abdullah bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Tanjungpinang, mengikuti rapat dari ruang rapat Engku Putri Raja Hamidah, kantor Wali Kota, Jl. Daeng Marewa, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Senin (7/11/2022).

Rapat koordinasi dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian. Tito Karnavian mengatakan bahwa inflasi yang terjadi saat ini adalah permasalahan global yang juga berdampak kepada Indonesia.

“Banyak negara-negara Eropa yang inflasinya terus naik, namun kabar baiknya di Indonesia inflasi kita turun secara nasional, dimana bulan September kemarin 5,95% (yoy) dan di bulan Oktober ini sebesar 5,71% (yoy),” ucap Tito Karnavian.

Tito Karnavian juga menyebutkan, perekonomian Indonesia juga membaik di bulan Oktober ini.

“Indonesia menduduki posisi ketujuh negara ekonomi terbesar di dunia,” jelas Tito Karnavian .

Usai rakornas, Endang Abdullah mengatakan kondisi inflasi Kota Tanjungpinang saat ini cukup baik. Kondisi Inflasi Tanjungpinang dari 6,12% saat ini menjadi 5,59%, karena di bulan Oktober Tanjungpinang deflasi sebesar -0,34%.

“Alhamdulillah inflasi Tanjungpinang berada dibawah inflasi provinsi maupun inflasi nasional, dimana inflasi Tanjungpinang 5,59% (yoy), Provinsi 6,39% (yoy), dan Nasional 5,71% (yoy),” tutur Endang Abdullah.

Meskipun inflasi di Tanjungpinang sudah menurun, Endang Abdullah meminta agar jangan lalai terutama menghadapi Natal dan Tahun Baru (Nataru).

“Kita harus terus mengantisipasi jelang Nataru, jangan sampai harga barang-barang kembali naik. Untuk itu bersama tim pengendalian inflasi akan kembali tingkatkan kolaborasi dan koordinasi agar terus terjaga,” pungkas Endang Abdullah.

Editor: Antoni

Tumbuh 6,03 Persen di Triwulan III 2022, Ekonomi Kepri Tertinggi Diwilayah Sumatera

Tumbuh 6,03 Persen di Triwulan III 2022, Ekonomi Kepri Tertinggi Diwilayah Sumatera

Tanjungpinang, jurnalkota.online

Perekonomian Kepulauan Riau (Kepri) semakin membaik, bahkan di Triwulan III ini telah tumbuh mencapai 6,03 persen (year on year (yoy).

Lebih tinggi dibandingkan Triwulan II 2022 yang tumbuh sebesar 5,01 persen (yoy). Pertumbuhan ekonomi Kepri ini juga lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi di wilayah Sumatera, yakni sebesar 4,71 persen (yoy), bahkan juga leih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,72 persen (yoy).

Jika dibandingkan dengan seluruh provinsi yang ada di wilayah Sumatera, pertumbuhan ekonomi Kepri di Triwulan III ini tercatat sebagai yang tertinggi.

Gubernur Provinsi Kepri Ansar Ahmad mengatakan, percepatan pertumbuhan perekonomian Kepri ini sejalan dengan proyeksi.

Didukung oleh meningkatnya mobilitas masyarakat seiring dengan semakin terkendalinya Covid-19 dan vaksinasi yang terus membaik, peningkatan kunjungan wisatawan dan aktivitas industri pengolahan. Selain itu, ekspor-impor juga masih tumbuh, sejalan permintaan yang masih kuat.

“Kita patut bersyukur, pelan-pelan kita benahi perekonomian Kepri. Hasil kerja keras kita sejak awal, kini terlihat di Triwulan III ini. Yang Penting, kita bekerja dengan penuh komitmen, sabar, serius, bertanggungjawab dan berkelanjutan,” kata Ansar, Senin (7/11/2022).

Kinerja positif ekonomi Kepri pada Triwulan III didorong oleh hampir seluruh Lapangan Usaha (LU) yang ada di Kepri, kecuali LU Pertambangan dan Penggalian yang mengalami kontraksi.

Sedikitnya ada 5 LU yang memberikan andil pertumbuhan ekonomi Kepri, hingga tercatat tertinggi secara berturut.

Kelima LU tersebut meliputi, LU Industri Pengolahan yang tumbuh hingga 4,87 persen (yoy), dengan andil 2,06 persen.

Kemudian  LU Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum (akmamin) tumbuh mencapai 98,36 persen (yoy), dengan andil 1,01 persen.

Selanjutnya, LU Transportasi dan Pergudangan tumbuh hingga 81,05 persen (yoy), dengan andil 0,91 persen.

Adapun LU Perdagangan Besar dan Eceran tumbuh 7,38 persen (yoy) dengan andil 0,58 persen. Terakhir LU Informasi dan Komunikasi tumbuh 16,53 persen (yoy) dengan andil 0,53 persen.

Akselerasi pertumbuhan utamanya didorong oleh LU Industri Pengolahan. Sejalan dengan pertumbuhan ekspor komoditas utama, yaitu produk mesin/peralatan listrik yang terus mengalami akselerasi.

Adapun akselerasi pada sektor pariwisata seperti (LU Akmamin, Transportasi, dan Perdagangan) disebabkan oleh meningkatnya kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara dan juga didorong oleh faktor low base effect akibat out break Covid-19 varian delta pada Triwulan III 2021.

“Semuanya sektor kita dorong, namun lima lapangan usaha tersebutlah yang kita lihat memberikan andil cukup besar terhadap pertumbuhan ekonomi Kepri,” terang Ansar Ahmad lagi.

Sedangkan perlambatan pada LU Pertambangan dan Penggalian yang terjadi di Kepri, kata Ansar Ahmad, disebabkan oleh menurunnya produksi migas dan turut disebabkan oleh tren penurunan harga migas global.

Adapun, jika dilihat dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Kepri pada Triwulan III 2022 didorong pertumbuhan positif pada sebagian besar komponen pengeluaran yang meliputi Komponen konsumsi RT tumbuh 8,69 persen (yoy) dengan andil 3,50 persen, komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh 4,54 persen (yoy) dengan andil 1,85 persen, Komponen net ekspor tumbuh sebesar 3,00 persen (yoy) dengan andil 0,43 persen, serta Komponen Konsumsi Lembaga Non Profit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) tumbuh 5,93 persen (yoy), dengan andil 0,01 persen.

Di sisi lain, konsumsi pemerintah masih mengalami kontraksi sebesar -0,48 (yoy), dengan andil -0,02% didorong oleh realisasi belanja pemerintah yang masih terbatas.

Akselerasi konsumsi RT sejalan dengan peningkatan mobilitas dan konsumsi dipengaruhi oleh tren pemulihan ekonomi serta didorong oleh peningkatan pendapatan masyarakat di tengah membaiknya sektor pariwisata maupun industri pengolahan.

Akselerasi komponen PMTB sejalan dengan peningkatan impor barang modal untuk meningkatkan kapasitas produksi di tengah masih kuatnya permintaan ekspor produk elektronik.

“Apa yang saya sampaikan ini merupakan himpunan informasi dan data yang disampaikan oleh pihak Bank Indonesia perwakilan Kepri kepada saya selaku Gubernur. Dan sebisa mungkin kita akan terus membuat terobosan-terobosan baru agar ekonomi Kepri ini bisa terus tumbuh. Muaranya kita ingin masyarakat sejahtera,” tutup Ansar Ahmad.

Editor: Antoni

Serahkan Bantuan ke Poktan Bintan, Ansar Ahmad Ajak Masyarakat Ikut Kendalikan Inflasi

Serahkan Bantuan ke Poktan Bintan, Ansar Ahmad Ajak Masyarakat Ikut Kendalikan Inflasi

Gubernur Provinsi Kepri Ansar Ahmad menyerahkan bantuan sarana dan prasarana pertanian kepada Kelompok Tani dan Kelompok Wanita Tani Kabupaten Bintan sebagai salah satu upaya pengendalian inflasi di Provinsi Kepri, di Dasawisma Mawar, Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan, Senin (7/11/2022).

Bintan, jurnalkota.online

Gubernur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad mengatakan, masyarakat Indonesia patut bersyukur, sebab sejak dahulu, sejarah mencatat gotong royong sudah menjadi kebiasaan, sehingga ekonomi Indonesia dapat tetap eksis di tengah kondisi yang tak pasti.

“Sebagaimana yang telah berulang kali ditegaskan oleh Presiden Jokowi, bahwa dunia saat ini sedang berada dalam keadaan yang tidak normal, di mana setelah dunia dihadapkan dengan pandemi Covid-19 yang belum berakhir, saat ini dunia juga dihadapkan dengan fluktuasi global perang Rusia dan Ukraina yang juga berdampak pada krisis pangan dan peningkatan inflasi” kata Ansar Ahmad, di Dasawisma Mawar, Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan, Senin (7/11/2022).

Ansar Ahmad pada kesempatan itu, menyerahkan bantuan sarana dan prasarana pertanian kepada Kelompok Tani (Poktan) dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Kabupaten Bintan sebagai salah satu upaya pengendalian inflasi di Provinsi Kepri.

Adapun bantuan yang diserahkan, meliputi 1 paket unit pengolahan hasil ubi kayu, 1 unit motor roda 3 box, 1 unit sarana pengolahan holtikultura mesin pengolahan nanas, program pengembangan bawang merah 10 Ha, 1.454 batang bibit alpukat, 3.000 batang kelapa dalam, 31,5 ton pupuk NPK, 8,55 ton pupuk kompos, 8 unit hand traktor, 1 unit mesin pompa air, 1 unit motor roda 3, serta 2.000 bibit cabai beserta bahan pendukungnya.

Ansar Ahmad menjelaskan, inflasi terjadi dengan kenaikan harga barang-barang tertentu. Termasuk barang kebutuhan, di mana daya beli masyarakat menurun dan dapat pula terjadi kelangkaan.

“Ada barang yang bisa disubstitusi, namun ada pula barang-barang yang tidak. Umpamanya cabai. Maka, mau tidak mau, memang penyebab inflasi ini harus dikendalikan,” ujar Ansar Ahmad.

Tingkat inflasi di Provinsi Kepri saat ini telah mencapai angka 6,39%, termasuk dari dampak kenaikan BBM. Menurut Ansar Ahmad, memang di Sumatera angka tersebut relatif rendah. Tapi tetap harus diwaspadai.

“Penyebab inflasi yang masuk ke dalam kebutuhan sehari-hari antara lain cabai, bawang, telur, dan ikan. Dan memang, yang paling berat adalah cabai. Maka kita dorong juga agar ibu-ibu semangat ikut menanam cabai di pekarangan rumahnya masing-masing,” ungkap Ansar Ahmad.

Sementara itu, Bupati Bintan Roby Kurniawan memaparkan, bahwa saat ini terdapat 232 Poktan dengan 1.689 orang anggota dan 106 KWT dengan jumlah anggota 891 orang. Namun, menurut Roby Kurniawan, dengan jumlah besar tersebut, tetap tidak bisa berjalan sendiri.

“Untuk itu, kita selalu mengupayakan mencari sumber-sumber pembiayaan sah yang lain. Salah satunya bantuan dari Pemerintah Provinsi Kepri ini,” ujar Roby Kurniawan.

Roby Kurniawan menambahkan, saat ini permasalahan pertanian di Kabupaten Bintan adalah kesulitan mendapatkan pupuk. Maka dengan bantuan ini menjadi solusi kesinambungan produksi pertanian Kabupaten Bintan.

“Di mana, saat ini Bintan menjadi daerah terbesar kedua penghasil komoditi pertanian di Kepri yang hasilnya didistribusikan di Bintan sendiri maupun di Tanjungpinang dan Batam,” tutup Roby Kurniawan.

Turu hadir dalam acara tersebut, Ketua TP-PKK Kepri Dewi Kumalasari, Ketua TP-PKK Bintan Hafizah Rahmadani, Anggota DPRD Provinsi Kepri Boby Jayanto, Harlianto, dan Khazalik, Kepala DKP2KH Kepri Rika Azmi, Adidoyo Prakoso mewakili Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepri, serta Kepala BPTP Kepri Muhammad Alwi Mustaha.

Editor: Antoni

Terobosan Baru, Disdagin Gandeng Perhotelan untuk Pasarkan Produk IKM

Terobosan Baru, Disdagin Gandeng Perhotelan untuk Pasarkan Produk IKM

Tanjungpinang, jurnalkota.online

Terobosan baru kembali dilakukan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Tanjungpinang. Kali ini, mengandeng pengusaha perhotelan guna pemasaran produk Industri Kecil Menengah (IKM) pangan di kota Tanjungpinang.

Rencana kerja sama itu, dibahas dalam rapat koordinasi (rakor) dengan pengusaha perhotelan terkait kolaborasi dan pemasaran produk IKM Tanjungpinang, di ruang rapat Engku Putri Raja Hamidah, kantor wali kota, Jl. Daeng Marewa, Senggarang, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Rabu (2/11/2022).

Rakor dipimpin Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kota (pemko) Tanjungpinang, Bambang Hartanto, didampingi Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Tanjungpinang, Riany.

Dan dihadiri pengelola hotel Aston, CK, Laguna (day and night), BBR, Bintan Plaza, Wisata, Pelangi, Sampoerna, Citra, dan beberapa hotel lainnya di kota Tanjungpinang

Bambang Hartanto menyampaikan ucapan terima kasih kepada pengelola hotel yang bersedia menjadi penyambung untuk membantu pemasaran produk IKM di kota Tanjungpinang.

“Bapak ibu pengelola perhotelan adalah penyambung yang membantu para IKM agar bisa memajangkan produk mereka di hotel, dengan harapan produk IKM lebih dikenal dan semakin berkembang,” ucap Bambang Hartanto.

Dalam rapat tersebut, sejumlah pengelola hotel yang hadir menyambut baik upaya yang dilakukan pemko Tanjungpinang untuk kemajuan IKM di kota Tanjungpinang.

Salah satu Pengelola Hotel CK Tanjungpinang, Jun menyatakan sangat mendukung bila produk IKM ditampilkan di hotel nya. Sehingga dapat diketahui para tamu lokal maupun mancanegara bahwa ada oleh-oleh khas Tanjungpinang.

“Prinsipnya kita setuju, yang penting dari sisi produk terjamin dan harga terjangkau. Jadi, ada oleh-oleh Tanjungpinang yang bisa dibawa pulang oleh pengunjung,” ujarnya.

Dukungan yang sama juga disampaikan, Manajemen Hotel Aston Tanjungpinang, Sandika. Menurutnya, produk-produk lokal Tanjungpinang sangat bagus, jika bisa dipajang di hotel kami, bahkan pihaknya siap membantu IKM menampilkan produknya dalam iven-iven yang dilaksanakan hotel Aston.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Tanjungpinang, Riany memastikan bahwa produk IKM yang ditawarkan untuk dipajang di hotel-hotel adalah produk yang berkualitas sesuai standar dan memiliki legalitas.

“Kalau untuk kualitas sudah teruji, baik rasanya, higienisnya, dan sudah memiliki PIRT dan BPOM. Soal harga, langsung dari produsennya,” terang Riany.

Melalui pertemuan ini, Riany berharap, ada hasil yang positif, baik untuk pelaku usaha IKM maupun pengelola hotel.

“Kami, disdagin membantu memfasilitasi pelaku usaha IKM agar produk-produknya memperolehi ruang untuk dipasarkan di industri perhotelan,” ujar Riany.

Pemasaran hasil produk IKM ke hotel-hotel ini juga, sebagai upaya pemko memajukan para palaku usaha IKM di kota Tanjungpinang.

“Kami harap, ke depan semua hotel dapat memajangkan produk-produk lokal dari IKM-IKM Tanjungpinang,” harap Riany.

Editor: Antoni

Temui Menteri KKP, Ansar Ahmad Bahas Implementasi Program Ekonomi Biru di Kepri

Temui Menteri KKP, Ansar Ahmad Bahas Implementasi Program Ekonomi Biru di Kepri

Jakarta, jurnalkota.online

Pasca kunjungan kerja Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono ke Kepulauan Riau (Kepri), Selasa (18/10/2022) yang lalu, Gubernur Provinsi Kepri Ansar Ahmad, yang saat itu tidak sempat mendampingi Trenggono, karena sedang mempromosikan investasi Kepri di Turki bertemu langsung mantan Wakil Menteri Pertahanan tersebut di Kantor KKP, Jakarta, Rabu (2/11/2022).

Ansar Ahmad menemui Trenggono untuk membahas dan menindaklanjuti program-program Kementerian KKP yang terangkum dalam 5 Program Ekonomi Biru di Kepri khususnya.

Memang, saat kunjungan kerja di Kota Tanjungpinang, Ibukota Provinsi Kepri, Trenggono sengaja hadir sempena Gerakan Nasional Bulan Cinta Laut (Gernas BCL) yang dimulai Tahun 2022 ini.

“Gernas BCL ini merupakan implementasi salah satu dari lima desain program ekonomi biru oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan,” ujar Trenggono saat itu.

Selain pengelolaan sampah laut melalui Gernas BCL, program KKP yang masuk dalam ekonomi biru antara lain perluasan kawasan konservasi tertutup, penangkapan ikan terukur, pengembangan budidaya, dan program pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.

Ansar Ahmad dalam pertemuan itu menyebut, seluruh program desain ekonomi biru KKP sangat cocok diterapkan di Kepri yang 96 persen wilayahnya merupakan lautan, demi keberlangsungan kesehatan laut, namun tetap dapat dimanfaatkan aspek ekonominya.

“Sesuai namanya, Ekonomi Biru yang mencerminkan laut yang sehat dan kaya, di mana program-programnya akan menjamin kelestarian laut, dan aspek ekonomi untuk masyarakat dapat dipertahankan,” ujar Ansar Ahmad.

Misal, dua hari sebelumnya, Ansar Ahmad ikut serta dalam panen raya Ikan Bawal Bintang sebanyak 10 ton yang dilanjutkan dengan tebar benih ikan kerapu di Keramba Jaring Apung (KJA) Kampung Budidaya Perikanan, Kampung Keter Tengah, Tembeling, Kecamatan Teluk Bintan, Kabupaten Bintan.

Ini merupakan implementasi nyata program ekonomi biru dalam hal pengembangan budidaya di Kepri.

“Kampung budidaya nelayan ini jadi program ekonomi biru KKP yang menjawab persoalan orientasi sebagian besar nelayan yang ada di Kepri sebagai nelayan tangkap, yang penghasilannya dipengaruhi oleh faktor cuaca dan tidak dapat dipastikan hasilnya,” ungkap Ansar Ahmad.

Trenggono pun menyampaikan dukungan penuhnya terhadap implementasi program ekonomi biru di Kepri. Komitmennya dibuktikan dengan hadirnya dirinya secara langsung dalam Gernas BCL.

Trenggono pun mendorong Pemerintah Provinsi Kepri untuk memprioritaskan pengembangan budidaya perikanan dengan mengembangkan kampung-kampung budidaya nelayan lebih banyak lagi.

“Ini akan mendorong Kepri menjadi lumbung ikan di wilayah barat Indonesia. Dengan prioritas budidaya, nantinya setiap daerah di Kepri berpotensi memiliki komoditi unggulan di bidang kelautan dan perikanan,” harapnya.

Editor: Antoni

Bersama Masyarakat Bintan, Ansar Ahmad Panen 10 Ton Ikan Bawal Bintang

Bersama Masyarakat Bintan, Ansar Ahmad Panen 10 Ton Ikan Bawal Bintang

Bintan, jurnalkota.online

Kemeriahan panen ikan hasil budidaya nelayan setempat, dapat tergambar dari masyarakat yang gembira saat berlomba mengumpulkan ikan dari Keramba Jaring Apung (KJA) di Kampung Budidaya Perikanan, Kampung Keter Tengah, Tembeling, Kecamatan Teluk Bintan, Kabupaten Bintan, Senin (31/10/2022).

Kegembiraan masyarakat Kabupaten Bintan tersebut semakin bertambah saat Gubernur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad ikut serta dalam panen raya Ikan Bawal Bintang sebanyak 10 ton yang dilanjutkan dengan tebar benih ikan kerapu di lokasi tersebut.

Panen raya Ikan Bawal Bintang ini merupakan kali pertama hasil dari budidaya nelayan tempatan, yang merupakan bagian dari program Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP-RI) bersama Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepri, yaitu pendirian Kampung Budidaya Perikanan.

Mengawali sambutannya, Ansar Ahmad menyapa dan menanyakan kabar masyarakat Kampung Keter Tengah dengan sebait pantun yang sontak mengundang tawa dan tepukan tangan dari masyarakat, serta dilanjutkan dengan menyebutkan, bahwa program budidaya ini merupakan fokus pemerintah dalam mendorong peningkatan ekonomi kerakyatan.

“Kita patut bersyukur, perhatian pemerintah yang terus melakukan upaya-upaya dalam pencanangan program-program pengembangan ekonomi kerakyatan. Seperti hal ini, di sektor perikanan yang melibatkan para nelayan di Keter Tengah, yang Alhamdulillah sudah dapat membuahkan hasil perdananya,” ujar Ansar Ahmad.

Program Kampung Budidaya Perikanan di Kampung Keter Tengah, merupakan salah satu dari dua lokasi budidaya yang ada di Kabupaten Bintan, yaitu Kampung Keter Tengah dengan komoditas budidaya Ikan Bawal Bintang dan Desa Pengujan dengan komoditas budidaya ikan Kakap Putih.

Dikatakan Ansar Ahmad, bahwa program ini juga merupakan inovasi pengendalian Inflasi dan peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

“Hampir semua nelayan yang ada di Kepri berorientasi sebagai nelayan tangkap, yang penghasilannya dipengaruhi oleh faktor cuaca dan tidak dapat dipastikan hasilnya. Untuk itu, kita hadirkan program ini, agar bapak/ibu dapat pula berinovasi untuk menambah penghasilan rumah tangga,” kata Ansar Ahmad.

Ansar Ahmad kembali menegaskan, agar masyarakat serius dalam menekuni kegiatan budidaya Ikan Bawal Bintang yang fasilitas pendukungnya hampir sudah terpenuhi seluruhnya.

“Harapan kita, keseriusan bapak/ibu semuanya, dalam menggeluti momentum ini dengan sungguh-sungguh. Agar terwujudnya masyarakat yang semakin sejahtera, apalagi fasilitas dari budidaya ini hampir semuanya terpenuhi, bahkan sudah ada koperasi dan mitra kerja yang siap mendukung program ini,” gagas Ansar Ahmad.

Terakhir Ansar Ahmad menghimbau, agar masyarakat Kabupaten Bintan dapat ikut serta dalam mewujudkan Kepri yang semakin sejahtera melalui budidaya yang bergerak di sektor kelautan dan perikanan, yang juga menjadi prioritas utama dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Provinsi Kepri.

“Kepri memiliki RPJP yang menjadi prioritas utama, yaitu pengembangan dan pemanfaatan sektor kelautan dan perikanan sebagai sektor unggulan dari Provinsi Kepri. Kita harapkan, budidaya ini dapat menjadi awal dalam mewujudkan hal tersebut, dan pastinya membutuhkan dukungan dari banyak pihak dan masyarakat,” pungkas Ansar Ahmad.

Usai sambutan, Ansar Ahmad menyerahkan cinderamata kepada mitra pengelola Program Kampung Budidaya, antara lain kepada Bank Indonesia Wilayah Kepri, Cabang Bank BNI Wilayah Kepri, Cabang Bank Jawa Barat Tanjungpinang, GM Manufacture and Comunication Business Agree Telkom, dan Koperasi Marine Agri Sejahtera.

Editor: Antoni

Portal berita yang menyajikan informasi aktual, fakta dan terpercaya. Lahir dengan moto “Bicara Sesuai Fakta”. Keseimbangan dalam menyajikan realita dengan Cover Both Side. Disajikan dengan cepat untuk memenuhi kebutuhan informasi bagi masyarakat dan referensi untuk para pengambil keputusan.

Media Jurnal Kota terbit dalam bentuk cetak dan media online. Untuk pemasangan iklan cetak dan online dapat menghubungi (021) 54337557

Penerbit : PT. Media Tiga Serangkai 

Jl. Gunung Pangrango Blok D 17 No. 3  Cengkareng Jakarta Barat 11730

Telp. (021) 54337557 Fax. (021) 54337557

  jurnalkota03@gmail.com 

About Jurnal Kota Online

Jurnal Kota Online
(021)54337557

Mobile : 081218881273 –
jurnalkota03@gmail.com