Ansar Ahmad Optimis Pertumbuhan Ekonomi Kepri Triwulan III dan IV Lebih Positif

Ansar Ahmad Optimis Pertumbuhan Ekonomi Kepri Triwulan III dan IV Lebih Positif

Tanjungpinang, jurnalkota.online

Menyusul rilis resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Kepulauan Riau (Kepri) mengenai Ekonomi Kepri pada triwulan II-2022 (y-on-y) 5 Agustus lalu, Kepala BPS Kepri Darwis Sitorus, beserta jajarannya melaporkan langsung catatan rilis BPS tersebut kepada Gubernur Provinsi Kepri Ansar Ahmad, di Ruang Kerja Gubernur Kepri, Dompak, Kota Tanjungpinang, Senin (8/8/2022).

Mengenai Ekonomi Kepri pada triwulan II-2022 (y-on-y) yang tumbuh sebesar 5,01 persen, jauh di atas capaian triwulan sebelumnya, yaitu pada triwulan I-2022 (y-on-y) yang tumbuh sebesar 2,83 persen.

Ansar Ahmad bersyukur sekaligus optimis ekonomi Kepri pada triwulan III dan IV yang akan datang akan tumbuh lebih positif lagi.

“Sebab pada triwulan tersebut proyek-proyek pemerintah sudah mulai dibayarkan. Uang akan mulai beredar di masyarakat. Akan memiliki pengaruh yang cukup besar. Pariwisata kita juga sudah mulai jalan. Mudah-mudahan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi secara agregat lebih tinggi daripada tahun lalu,” ujar Ansar Ahmad.

Pada kesempatan itu, Ansar Ahmad juga meminta BPS Kepri untuk dapat ikut membahas secara teknis bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dan stakeholder terkait mengenai sektor-sektor yang dapat diintervensi dalam mengatasi inflasi.

“Bantu kita memilah komoditas yang masih tinggi dan mana-mana sektor yang dapat kita intervensi, juga bentuk intervensinya itu seperti apa, selain operasi pasar yang telah kita lakukan, karena inflasi berpengaruh besar terhadap pertumbuhan ekonomi,” kata Ansar Ahmad.

Selain menyampaikan capaian pertumbuhan ekonomi Kepri pada triwulan II Tahun 2022 ini, Kepala BPS Kepri Darwis Sitorus, juga menyampaikan permohonan dukungan Gubernur Provinsi Kepri terhadap pelaksanaan pendataan Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) yang dimulai Tahun 2022 ini sebagai upaya penyempurnaan data kemiskinan ekstrem.

Darwis menjelaskan, berdasarkan Instruksi Presiden No. 4 Tahun 2022 BPS ditugaskan untuk melakukan pendataan penduduk miskin ekstrem dengan menggunakan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sebagai data dasar dan menyelenggarakan survei sebagai sarana evaluasi perkembangan penghapusan kemiskinan ekstrem yang merupakan bagian dari Survei Sosial dan Ekonomi Nasional (Susenas).

“Sedangkan Reformasi Sistem Perlindungan Sosial yang saat ini sedang disusun rancangan Peraturan Presiden-nya, BPS ditugaskan untuk melakukan pendataan Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) mulai Tahun 2022 dan menetapkan standardisasi kualitas pemutakhiran berkelanjutan,” ucap Darwis.

Untuk itu, dengan waktu persiapan dan pelaksanaan yang cukup singkat, yaitu masing-masing 1 bulan, di mana pelaksanaanya pada Bulan Oktober, dan seluruh penduduk di data, dibutuhkan sekitar 3.505 petugas.

Darwis menyampaikan permohonan dukungan dari Gubernur Provinsi Kepri untuk diteruskan kepada Pemerintah Kota (Pemko) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) se-Kepri terhadap pelaksanaannya.

Ansar Ahmad pun dengan tangan terbuka menyatakan akan mendukung penuh pelaksanaan pendataan tersebut.

Ansar Ahmad juga akan membawa pembahasan pendataan Regsosek ini pada rapat rutin Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta akan mengundang Pemko dan Pemkab se-Kepri melalui video conference.

Editor: Antoni

Kepri Masuk dalam 13 Provinsi untuk Peta Peluang Investasi Indonesia

Kepri Masuk dalam 13 Provinsi untuk Peta Peluang Investasi Indonesia

Tanjungpinang, jurnalkota.online

Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) masuk dalam 13 provinsi di Indonesia yang memuat proyek investasi dalam penyusunan Peta Peluang Investasi (PPI) proyek prioritas strategis yang siap ditawarkan pada Tahun 2022. Adapun penyusunan PPI kali ini akan fokus pada 22 profil proyek investasi berkelanjutan.

Hal itu terungkap saat Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, memimpin langsung rapat penyusunan PPI bersama Gubernur dan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dari 13 provinsi secara hybrid di Jakarta, Kamis (4/8/2022).

Adapun 22 profil proyek investasi berkelanjutan ini tersebar di 13 provinsi, yaitu Sumatera Utara, Sumatra Selatan, Kepri, Jawa Barat, Banten, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Selatan, Gorontalo, dan Maluku.

22 profil proyek investasi yang disusun dalam PPI 2022 ini terdiri dari 11 proyek berbasis Sumber Daya Alam (SDA) serta 11 proyek berbasis industri manufaktur.

Klaster yang termasuk dalam proyek SDA, yaitu perkebunan, hortikultura, tanaman pangan, peternakan, perikanan dan energi.

Sedangkan untuk proyek berbasis industri manufaktur, yaitu terdiri dari klaster industri kimia, industri aneka, industri logam, industri mesin, industri alat transportasi, dan industri elektronika.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Provinsi Kepri Ansar Ahmad, melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Hasan mengungkapkan, bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri sangat menyambut baik kepastian Provinsi Kepri yang masuk dalam proyek prioritas strategis PPI Tahun 2022.

“Provinsi Kepri memang sangat strategis dan potensial sebagai kantong penanaman modal investasi, karena dengan luas Provinsi Kepri yang 96 persennya lautan dan ada di chokepoint pelayaran internasional, banyak potensi investasi yang bisa dikembangkan di Kepri,” ungkap Hasan mewakili Ansar Ahmad.

Investasi di Kepri sudah dibuktikan dengan adanya tiga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Kepri, yaitu KEK Galang Batang, KEK Nongsa Digital Park, dan KEK Batam Aerotechnic.

Ditambah ada tiga kawasan perdagangan bebas di Kepri atau Free Trade Zone (FTZ) yang meliputi Kota Batam, Kabupaten Bintan, dan Kabupaten Karimun.

Menurut Hasan, semangat mendorong investasi ke Kepri sudah menjadi prioritas Ansar sejak Ansar memimpin Provinsi Kepri.

Berbagai diskresi telah diberikan Ansar kepada calon investor melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) untuk menarik minat investasi di Kepri.

“Karena itu, kami sangat siap melakukan sinkronisasi antar Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat untuk memuluskan langkah Peta Peluang Investasi di Indonesia,” kata Hasan.

Sementara itu, Kepala DPMPTSP Provinsi Kepri Hasfarizal Hendra, yang hadir dalam Rapat Penyusunan PPI mengatakan, Provinsi Kepri saat ini sudah memiliki beberapa proyek investasi yang siap berjalan, sehingga diharapkan dengan adanya PPI ini bisa membuat investasi di Kepri semakin berkembang.

“Kita sudah mempunyai beberapa kegiatan, beberapa IPRO (Investment Project Ready to Offer), untuk kita tawarkan dan kita berikan untuk investasi yang sudah siap menerima kegiatan tersebut,” ucap Hasfarizal.

Editor: Antoni

Di Tengah Tekanan Inflasi, Ekonomi Kepri Triwulan II 2022 Tumbuh 5,01 Persen

Di Tengah Tekanan Inflasi, Ekonomi Kepri Triwulan II 2022 Tumbuh 5,01 Persen

Tanjungpinang, jurnalkota.online

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada press releasenya, Jum’at (5/8/2022) mencatat pemulihan dan pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepri terus berlanjut dan semakin menguat.

BPS Kepri merilis Ekonomi Kepri pada triwulan II-2022 (y-on-y) tumbuh sebesar 5,01 persen dan Jauh di atas capaian triwulan sebelumnya, yaitu pada triwulan I-2022 (y on-y) yang tumbuh sebesar 2,83 persen.

Capaian ini juga membuat pertumbuhan ekonomi Kepri triwulan II-2022 (y-on-y) mendekati pertumbuhan ekonomi nasional triwulan II 2022 yang mencapai 5,44% (y-o-y) yang dinilai cukup tinggi di tengah risiko pelemahan ekonomi global dan tekanan inflasi yang meningkat.

Perekonomian Kepri harga triwulan II-2022 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar berlaku (ADHB) mencapai Rp75,83 triliun dan atas dasar harga konstan (ADHK) mencapai Rp46,80 triliun.

Rilis BPS Kepri tersebut menjelaskan dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan pada triwulan ini dihargai oleh kategori Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor yang memiliki andil pertumbuhan sebesar 1,67 persen dan kategori Pertambangan dan Penggalian yang memberikan andil pertumbuhan sebesar 1,10 persen.

Dari sisi pengeluaran, Komponen Net Ekspor memiliki andil pertumbuhan sebesar 2,41 persen dan Komponen PK-RT dengan andil sebesar 1,93 persen.

“Ekonomi Kepri triwulan II-2022 dibandingkan dengan triwulan I-2022 (q-to-q) tumbuh sebesar 2,13 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan ekonomi terutama disebabkan oleh kategori Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib dengan andil sebesar 1,15 persen, diikuti kategori Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor yang memiliki andil pertumbuhan sebesar 1,01 persen,” sebut BPS Kepri dalam rilisnya.

Sementara itu, dari sisi pengeluaran, komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah memberikan dan pertumbuhan terbesar, yaitu 2,03 persen, diikuti oleh komponen PK-RT dengan andil sebesar 1,58 persen.

Sampai dengan semester 1-2022, pertumbuhan ekonomi Kepri sebesar 3,92 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Kemudian, dalam lingkup regional, PDRB Kepri triwulan II-2022 memberikan kontribusi sebesar 7,27 persen terhadap PDRB Pulau Sumatera,” tutup rilis tersebut.

Gubernur Provinsi Kepri Ansar Ahmad mengatakan, kabar yang menggembirakan ini sebagai penanda optimisme terhadap pemulihan ekonomi Kepri semakin terjawab.

Menurut Ansar Ahmad, dari awal menjabat pemulihan ekonomi Kepri telah menjadi prioritas dalam program pembangunan yang dimilikinya.

“Dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi ini, Kepri berpotensi kembali ke jalur asal sebagai barometer capaian perekonomian daerah di atas nasional,” kata Ansar Ahmad.

Ansar Ahmad menyebutkan, bahwa pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat ini tidak terlepas dari peran semua pihak yang terus melakukan terobosan serta masyarakat Kepri yang selalu berinovasi guna menciptakan roda pemulihan ekonomi.

“Pertumbuhan ekonomi di Kepri bukan hal yang dapat dilakukan secara mudah dan singkat, banyak stakeholder terkait yang selalu berjuang, melakukan terobosan-terobosan baru, guna memberikan peluang kepada masyarakat untuk menggerakkan roda ekonomi kembali,” tutur Ansar Ahmad.

Editor: Antoni

Tingkat Inflasi YTD Provinsi Kepri Juli 2022 Terendah se-Sumatera

Tingkat Inflasi YTD Provinsi Kepri Juli 2022 Terendah se-Sumatera

Tanjungpinang, jurnalkota.online

Berdasarkan Berita Resmi Statistik dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kepulauan Riau (Kepri) yang dirilis pada Senin (1/8/2022), perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi Kepri pada Bulan Juli 2022, tercatat 111,74 atau mengalami inflasi sebesar 0,61 persen.

Sedangkan tingkat inflasi tahun kalender/year to date (ytd) Juli 2022 sebesar 4,38 persen, menjadikan Kepri provinsi dengan tingkat inflasi ytd terendah se-Sumatera per Juli 2022 ini.

Inflasi month to month (mtm) Kepri sebesar 0,61% pada Juli 2022 didominasi oleh kelompok administered prices.

Inflasi kelompok administered prices didorong oleh kenaikan tarif angkutan udara sejalan dengan kenaikan harga avtur dan permintaan serta kenaikan harga rokok kretek filter.

Sementara itu, inflasi kelompok volatile food relatif mereda, didorong oleh deflasi pada minyak goreng dan perlambatan inflasi cabai merah dan bawang merah.

Inflasi kelompok inti utamanya bersumber dari peningkatan upah Asisten Rumah Tangga (ART), harga kopi bubuk dan sabun detergen.

Menanggapi rilis BPS tersebut, Gubernur Provinsi Kepri Ansar Ahmad, menegaskan komitmennya bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kepri untuk terus melanjutkan upaya-upaya menekan inflasi di Kepri.

“Tentunya dalam ranah yang sesuai kewenangan daerah untuk diintervensi, karena bicara inflasi ada beberapa faktor yang tidak dapat diintervensi oleh daerah. Kita akan kerja maksimal mencari cara dan celah untuk menekan itu,” ujar Ansar Ahmad, Jum’at (5/8/2022).

Mengenai posisi Kepri yang berhasil menekan inflasi year to date (ytd) per Juli 2022 menjadi yang terendah se-Sumatera, Ansar mengaku, hal tersebut tak terlepas dari upaya-upaya yang dilakukan oleh TPID Kepri untuk mengendalikan inflasi.

“Di antaranya operasi pasar murah oleh TPID Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri untuk komoditas buah, sayur dan Sembako serta TPID Kota Batam untuk komoditas aneka cabai dan telur ayam. Kemudian mendorong Kerja sama Antar Daerah (KAD) dalam menjaga kestabilan stok bahan makanan yang memiliki andil terhadap inflasi yang tinggi, serta meningkatkan kapasitas produksi lokal melalui penguatan kelembagaan nelayan/petani, perluasan dan implementasi teknik budidaya seperti Proliga, urban/integrated/digital farming,” papar Ansar Ahmad.

Editor: Antoni

Ansar Ahmad Jadi Keynote Speaker Webinar FESyar Sumatera 2022

Ansar Ahmad Jadi Keynote Speaker Webinar FESyar Sumatera 2022

Tanjungpinang, jurnalkota.online

Gubernur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad mengatakan, saat ini pengembangan ekonomi dan keuangan syariah merupakan mandatori dalam pencapaian visi nasional, yaitu mewujudkan Indonesia sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia.

Di mana isu-isu tersebut antara lain, pertumbuhan usaha syariah yang masih rendah, pangsa pembiayaan syariah masih kecil, dan literasi ekonomi syariah yang masih belum mendorong Syariah lifestyle.

Hal tersebut disampaikan Ansar, saat menjadi keynote speaker pada Webinar FESyar Sumatera 2022 dengan tema ‘Peran dan Kontribusi Ekonomi dan Keuangan Syariah dalam Penguatan Ekonomi Umat’, yang dilaksanakan secara daring, Jum’at (5/8/2022).

Webinar yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Kepri dan KPw BI Lampung sebagai co-host ini selain menghadirkan Gubernur Provinsi Kepri sebagai keynote speaker, hadir juga Kepala KPw BI Kepri Musni Hardi K. Atmaja, yang membuka webinar, serta hadir sebagai narasumber Deputi Direktur Dept. Ekonomi dan Keuangan Syariah BI Ferry Syarifuddin, Islamic Finance Specialist UNDP Greget Kalla Buana, Dirut Bank Riau-Kepri Syariah Andi Buchari, CEO Eatever Indonesia Dian Widayanti dan dimoderatori oleh Muhammad Iqbal Fasa.

Dalam paparannya Ansar Ahmad mengatakan, bahwa pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Kepri melalui pendekatan letak geografis sangat berpotensi, di mana secara geografis Kepri dengan lautan seluas 96 persen dan hanya 4 persen luas daratan.

“Dengan 2.408 pulau dan letak yang sangat strategis, sehingga menempatkan geo ekonomi Kepri yang juga strategis berada di Choke Point Selat Malaka dan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I,” ujar Ansar Ahmad.

Ansar Ahmad menambahkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri telah melakukan beberapa upaya terkait pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, di antaranya penunjukan kawasan industri Bintan Inti Halal Hub di Kabupaten Bintan menjadi perintis pembangunan kawasan industri halal di Indonesia oleh Kementerian Perindustrian dan Revitalisasi Kawasan Pulau Penyengat sebagai destinasi wisata halal yang juga sudah ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) sebagai rekomendasi destinasi wisata halal nasional.

“Selain itu, kita juga memiliki program subsidi bunga margin 0% bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), fasilitasi sertifikasi halal kepada para UMKM, pengembangan koperasi berbasis syariah, dan terus mengoptimalkan peran pendampingan melalui pendekatan kolaborasi antara Pemerintah Pusat, Provinsi, Lembaga/Instansi Vertikal yang salah satunya Bank Indonesia dan Kabupaten/Kota se-Provinsi Kepri,” kata Ansar Ahmad.

Ansar Ahmad berharap, webinar ini dapat menjadi akselerator pertumbuhan ekonomi syariah yang inklusif dan sustainable dan sebagai pemicu peningkatan kepedulian masyarakat terkait potensi ekonomi dan keuangan syariah pada lingkup regional.

“Kemudian sebagai penguatan keuangan syariah yang meliputi integrasi keuangan berbasis komersial dan sosial, serta menjadi titik awal sinergi ekonomi dan keuangan syariah dalam rangka pemulihan ekonomi,” tutup Ansar Ahmad.

Sebagai informasi, webinar ini merupakan rangkaian kegiatan FESyar Sumatera 2022 yang dihelat sejak tanggal 4-6 Agustus 2022 yang dipusatkan di Provinsi Aceh dengan tema ‘Sinergi Ekonomi dan Keuangan Syariah Sumatera untuk Memperkuat Pemulihan Ekonomi Sumatera yang Inklusif’.

Opening ceremony FESyar Sumatera 2022 telah dilaksanakan di Halaman Depan Masjid Raya Baiturrahman, Kota Banda Aceh, Kamis (4/8/2022).

Dan dibuka langsung oleh Anggota Dewan Gubernur BI Dody Budi Waluyo dan dihadiri oleh stakeholder utama.

Opening Ceremony FESyar Sumatera 2022 mengusung Konsep ‘MECCA’ (Memorable, Cultural, Collaboration dan Attractive).

Selain Opening Ceremony yang mengusung konsep Mecca, secara umum FESyar Sumatera 2022 terdiri dari dua kegiatan utama, yaitu ‘SAFA’ (Sharia Fair) dan ‘MARWA’ (Moslem Sharia Forum & Webinar).

Webinar kali ini merupakan bagian dari MARWA yang merupakan economic forum yang menghadirkan ragam talkshow dan webinar terkait Islamic economic & finance.

FESyar Sumatera 2022 merupakan rangkaian event Road to ISEF (Indonesia Sharia Economic Festival) serta bentuk dukungan Bank Indonesia untuk mewujudkan cita-cita Indonesia menjadi pusat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah dunia.

Editor: Antoni

Lebih dari Separuh Koperasi di Kepri Tidak Aktif, Ansar Ahmad Minta Dievaluasi

Lebih dari Separuh Koperasi di Kepri Tidak Aktif, Ansar Ahmad Minta Dievaluasi

Tanjungpinang, jurnalkota.online

Berdasarkan data ODS (Online Data Sistem) per Juni 2022, tercatat sebanyak 2.187 unit koperasi yang tersebar di 7 Kabupaten dan Kota se-Kepulauan Riau (Kepri).

Keberadaan koperasi tersebut dengan status 981 unit atau kurang dari separuh koperasi berstatus aktif dan 1.206 sisanya berstatus tidak aktif.

Hal tersebut dipaparkan oleh Gubernur Provinsi Kepri Ansar Ahmad, pada Kegiatan Sosialisasi Layanan Bantuan Hukum Bagi Koperasi dan UMKM Sempena Peringatan Hari Koperasi Nasional Ke-75 Tahun 2022 di Trans Convention Centre, Kota Tanjungpinang, Selasa (12/7/2022).

Menurut Ansar Ahmad, timpangnya jumlah koperasi aktif dan non aktif di Kepri tersebut harus menjadi perhatian khusus bagi Dinas Koperasi dan UMKM. Sebab, nantinya penyediaan akses pembiayaan maupun penyediaan layanan bantuan hukum pun akan lebih mudah.

“Dengan wewenang pembubaran koperasi yang tidak aktif ada pada Kementerian Koperasi dan UKM, maka tugas dinas adalah mengevaluasi koperasi yang tidak aktif tersebut dan mengusulkannya ke Kementerian. Tidak perlu banyak-banyak tapi aktif, mandiri, dan berkualitas. Yang aktif pun perlu diklasifikasikan, mana-mana yang perlu diberi pembinaan dan pendampingan khusus,” pesan Ansar Ahmad.

Berkaitan dengan sosialisasi layanan bantuan hukum, Ansar Ahmad menambahkan, ini merupakan amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja yang diturunkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Perlindungan dan pemberdayaan Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah.

Menurut Ansar Ahmad, literasi hukum perlu ditingkatkan, dengan harapan bertambahnya pemahaman tentang hukum akan menghindari Koperasi dan UMKM dari permasalahan hukum.

“Melalui kegiatan ini, saya berharap para peserta mampu memahami dan mengetahui layanan hukum yang bisa difasilitasi oleh Pemerintah. Untuk itu saya harapkan, peserta sungguh-sungguh mengikuti acara ini,” pesan Ansar Ahmad lagi.

Peringatan Hari Koperasi Nasional Ke-75 yang bertemakan ‘Transformasi Koperasi untuk Ekonomi Berkelanjutan’ ini juga disejalankan dengan penyerahan bantuan pembuatan akte notaris untuk koperasi, bantuan sertifikat halal bagi UMKM, bantuan permodalan Bank Riau-Kepri, bantuan 1 unit komputer bagi koperasi berprestasi dan penghargaan bagi tenaga pendamping berprestasi.

Acara yang merupakan rangkaian Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Koperasi dan UMKM Tahun 2022 ini diikuti oleh 280 orang peserta yang terdiri atas anggota dan pengurus Koperasi se-Kepri, Kewirausahaan, Pelaku dan Pendamping UMKM, serta Fungsional Pengurus Koperasi pada Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten dan Kota se-Kepri, baik secara langsung maupun secara daring.

Hadir sebagai narasumber Pengembang Teknologi Pembelajaran Ahli Muda Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Koperasi Ametta Diksa, Budayawan sekaligus pemerhati Ekonomi di Kepri Rida K. Liamsi, Pendiri Al-Ahmadi Enterpreneurship Lisya Anggraini, serta Sejarawan yang juga anggota tim penulis buku Cikal Bakal Koperasi Pertama Aswandi Syahrir.

Editor: Antoni

Ansar Ahmad: Bank Syariah Itu Bank Universal dan Lebih Baik dari Bank Konvensional

Ansar Ahmad: Bank Syariah Itu Bank Universal dan Lebih Baik dari Bank Konvensional

Pekanbaru, jurnalkota.online

Gubernur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad, menghadiri Rapat Evaluasi Kinerja Semester I Tahun 2022 yang diselenggarakan oleh Bank Riau-Kepri (BRK) di Ballroom Lantai 4, MDM, BRK Syariah Pekanbaru, Senin (11/7/2022).

Pertemuan tersebut membahas beberapa agenda, salah satunya adalah progres konversi BRK menjadi BRK Syariah.

Konversi BRK menjadi BRK Syariah ini memiliki tagline ‘Berkah untuk Semua’. BRK Syariah direncanakan akan dilaunching langsung oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin, pada akhir Juli mendatang.

Alasan Ansar Ahmad hadir, karena Provinsi Kepri merupakan salah satu pemegang saham BRK, dan konversi BRK menjadi BRK Syariah akan menjadikan BRK menjadi Perbankan yang lebih universal.

“Dengan perkembangan teknologi berbasis digital, sehingga dapat lebih  memudahkan masyarakat mengakses transaksi dan pelayanan perbankan. Selain, tentunya hasilnya menerapkan bagi hasil berkonsep syariah. Dan bank syariah akan lebih baik dari bank konvensional,” ungkap Ansar Ahmad.

Dihadapan para Pimpinan BRK, Pimpinan Cabang, baik cabang pembantu maupun kas, Ansar Ahmad berharap, ke depan BRK Syariah akan lebih menerapkan penguatan pengamanan sistem, pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) perbankan, serta kepercayaan nasabah akan perolehan hasil.

“BRK Syariah ke depan harus dapat menjadi lokomotif dan agen perubahan bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), karena pengembangan sektor rill akan menguatkan pondasi ekonomi di daerah, khususnya di kabupaten/kota, baik di Riau maupun Kepri. Dan harus diketahui, bahwa sistem Bank Syariah ini bukan hal baru. Ini model lama yang sangat bagus dikembangkan di era saat ini,” kata Ansar Ahmad.

Dalam Bussines Meeting, BRK menjadi BRK Syariah ini juga dihadiri oleh Gubernur Provinsi Riau Syamsuar, Direktur Utama BRK Andi Buchari, Perwakilan dari Bank Indonesia, Kepala Kantor Bank Indonesia Perwakilan Riau Muhammad Nur, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Riau Muhammad Lutfi, serta Ulama Riau Mustafa Umar.

Editor: Antoni

81 Pelaku UMKM Sektor Kuliner Kepri Ikuti Diklat Manajemen Ekspor

81 Pelaku UMKM Sektor Kuliner Kepri Ikuti Diklat Manajemen Ekspor

Tanjungpinang, jurnalkota.online

Sebanyak 81 pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Sektor Kuliner mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) peningkatan pemahaman dan pengetahuan UMKM serta kapasitas kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) UMKM yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepri di Hotel Aston, Jl. Adi Sucipto, KM. 11, Kota Tanjungpinang, Senin (20/6/2022).

Diklat yang diadakan oleh Dinas Koperasi dan UMKM Kepri ini merupakan Diklat Seri Pertama yang berfokus kepada manajemen ekspor.

Sebagai narasumber pada kegiatan ini Rudi Fang CEO Central Asia & Southeast Asia Business Chamber, Fred dari Central Asia & Southeast Asia Business Chamber Singapore dan Agung Prijo Nugroho CEO Wakaf Preneur Institute.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kepri Agusnawarman menyampaikan, dalam Diklat ini para peserta tidak hanya dituntut untuk menyerap ilmu yang disampaikan oleh pemateri, tetapi juga terlibat langsung dalam proses kurasi oleh narasumber terhadap produk makanan yang dihasilkan.

“Ini agar produk makanan yang dihasilkan, khususnya makanan khas daerah kita punya potensi untuk dijual di pasar luar negeri,” jelas Agusnawarman.

Agusnawarman berharap, dari kegiatan ini produk makanan yang dihasilkan oleh pelaku UMKM Kuliner di Kepri bisa bersaing di pasar luar negeri. Kegiatan ini, Agusnawarman sebut juga menjadi jalur meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kepri dari UMKM.

Agusnawarman menambahkan, sejumlah langkah strategis telah diupayakan pihaknya dalam pengembangan UMKM di Kepri. Diantaranya bantuan subsidi bunga margin nol persen bagi pelaku usaha yang membutuhkan modal dengan target 1000 pelaku usaha, digitalisasi koperasi dan UMKM, penumbuhan relawan digital, penerbitan sertifikasi halal, pembentukan koperasi dan peningkatan kualitas koperasi, serta pelatihan sebagaimana dilaksanakan hari ini.

Editor: Antoni

Slamet Junaidi Resmikan Kantor Kas Bank Sampang di Pulau Mandangin

Slamet Junaidi Resmikan Kantor Kas Bank Sampang di Pulau Mandangin

Sampang, jurnalkota.online

Bupati H. Slamet Junaidi bersama Wakil Bupati H. Abdullah Hidayat dan Forkopimda meresmikan Kantor Kas Bank Sampang, Pulau Mandangin, Rabu (1/6/2022).

Direktur Utama Bank Sampang Syaifullah Asyik menyampaikan, bahwa Bank Sampang, merupakan Bank pertama yang ada di Pulau Mandangin.

“Hadirnya Bank Sampang, di pulau Mandangin, bisa mendongkrak perekonomian masyarakat Pulau Mandangin,” ungkap Syaifullah Asyik.

Pihaknya menegaskan jika berani mengambil resiko, untuk suatu inovasi yang dilakukan dengan mendirikan Kantor Kas di Pulau Mandangin.

“Pesawat terbang tinggi karena melawan angin, begitupun dengan Bank Sampang bertekad melawan arus untuk terbang ke arah yang lebih tinggi,” tegasnya.

Jarak yang jauh, dengan menyebrangi lautan menurutnya tidak akan menghalangi semangat Bank Sampang untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat di Pulau Mandangin.

“Hadirmya Kantor Kas Pulau Mandangin, akan mempermudah masyarakat mandangin ketika hendak bertransaksi, melakukan transfer dari luar negeri, termasuk gadai syariah,” imbuhnya.

Bupati Sampang H. Slamet Junaidi dalam sambutannya, mengapresiasi penuh dengan dibukanya Kantor Kas Bank Sampang di Pulau Mandangin.

“Keberadaan kantor kas Bank Sampang di pulau Mandangin sangat Kita Apresiasi, terhadap direktur dan seluruh pengurus Bank Sampang,” ungkap Bupati.

Aba Idi menyampaikan, bahwa dari awal dilantik, pihaknya ingin melakukan perbaikan di tubuh management Bank Sampang, sehingga saat itu bertemulah dengan sosok Syaifullah Asyik yang merupakan putra daerah yang malang melintang di dunia perbankan.

“Di tangan beliau, Bank Sampang yang dulunya mengalami kerugian saat ini, tumbuh pesat dengan berbagai terobosan yang dilakukan. Sehingga besar harapan kami ke depan akan terus maju dan berkembang,” ucapnya.

Bank Sampang dengan konsep Syariah, hadir di Pulau Mandangin sebagai jawaban kehadiran Pemerintah Daerah kepada masyarakat, untuk memberikan kemudahan dalam hal perbankan.

Banyak manfaat yang akan diberikan dengan hadirnya Bank Sampang di Mandangin mulai dari peningkatan perekonomian, efisiensi pelayanan sehingga masyarakat tak perlu ke Sampang dalam hal keperluan perbankan.

“Berbagai akselerasi peningkatan perekonomian yang dilakukan Pemerintah Daerah semata-mata untuk masyarakat Sampang,” tutupnya.

Peresmian Kantor Kas Pulau Mandangin Bank Sampang ditutup dengan pengguntingan pita dan pembukaan tabungan nasabah pertama.

Hadir dalam kesempatan tersebut diantaranya Kapolres Sampang. AKBP Arman S.IK, M.Si, Dandim 0828/Sampang Letkol Czi Suprobo Harjo, Kajari Sampang Imang Job Marsudi, Ketua PN Sampang, Sekretaris Daerah Kabupaten Sampang H. Yuliadi Setiyawan, Ketua TP PKK Sampang Hj. Mimin Slamet Junaidi, Wakil Ketua TP PKK Hj. Vanny Abdullah Hidayat, Dirut Bank Sampang H. Syaifullah Asyik, Komisaris Bank Sampang Ir. Hj. Umi Hanik Laila, Kepala OPD, Camat Sampang dan Kepala Desa Mandangin.

Penulis: Mat Jusi

 

Sandiaga Uno Tinjau Nongsa Digital Park, Kemenparekraf Dukung Industri Ekonomi Kreatif dengan Semangat 3G

Sandiaga Uno Tinjau Nongsa Digital Park, Kemenparekraf Dukung Industri Ekonomi Kreatif dengan Semangat 3G

Batam, jurnalkota.online

Setelah melakukan kunjungan ke Desa Wisata Kampung Tua Bakau Serip, Nongsa, Kota Batam, dalam rangka Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, meninjau proses shooting film terbaru produksi Nongsa Digital Park di Gedung Kinema Studio, Selasa (31/5/2022).

Dalam konferensi pers setelah peninjauan, Sandiaga menyampaikan, bahwa Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa ini menjadi 1 dari 8 KEK yang ada dibawah Kementerian Pariwisata dan ekonomi Kreatif, dan setiap 2 minggu terus di pantau akselerasi, kemajuan, dan progress-nya.

“Kali ini, kami melihat secara langsung dan diberitahu baru saja produksi film dari Singapura dan juga film yang berjudul Losmen Melati, yang lagi dalam proses shooting karya Pak Mike. Kami melihat langsung kegiatan ekonomi kreatif yang berdampak langsung kepada kebutuhan masyarakat kita, yaitu lapangan kerja dan geliat ekonomi,” jelas Sandiaga Uno.

Kemenparekraf menurut Sandiaga Uno, siap all out dalam mendukung tumbuh dan kembangnya industri ekonomi kreatif di tanah air, karena, dilihat sumbangsih dari sektor ini telah mencapai lebih dari Rp100 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

Saat ini pun, Indonesia merupakan negara dengan kontribusi ekonomi kreatif terbesar ketiga di dunia, nomor satu Amerika dengan Hollywood, nomor dua Korea dengan Drama Korea dan ketiga Indonesia.

Dan di KEK Nongsa ini terdapat beberapa sub sektor ekonomi kreatif, yaitu Animasi film, Aplikasi Digital dan Game Development.

“Kami dorong inovasi, adaptasi dan kolaborasi dengan semangat 3G, yaitu Gercep (Gerak Cepat), Geber (Gerak Bersama) dan Gaspol (Garap Semua Potensi Online), untuk menghadirkan kebangkitan ekonomi digital, sehingga terbukanya peluang usaha dan lapangan kerja,” ucap Sandiaga Uno.

Sementara itu, Gubernur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad, kembali menegaskan, bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri terus mendukung perkembangan KEK di wilayah Provinsi Kepri, dan berharap, Nongsa Digital Park ini semakin terkenal di dunia Internasional, sehingga dapat menjadi salah satu motor penggerak ekonomi di daerah.

“Pemprov Kepri dukung Nongsa Digital semakin mendunia, Nongsa Digital Park menjadi kebanggaan kita, Nongsa berhasil ekonomi bangkit,” ujar Ansar Ahmad.

Kunjungan Kerja Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno ini, juga dimanfaatkan oleh Gubernur Provinsi Kepri untuk menyampaikan beberapa hambatan di daerah terkait dibukanya akses transportasi laut dengan negara tetangga Singapura dan Malaysia.

“Mengenai dua point yang disampaikan Bapak Gubernur tadi, akan kami bawa sebagai bekal dalam pertemuan bilateral besok di Singapura, yaitu dari segi penambahan jadwal ferry dan lebih banyak terminal yang dibuka, sehingga akan meningkatkan jumlah kunjungan. Kalau jumlah kunjungan bertambah, maka harga tiket bisa kita diturunkan. Juga terkait asuransi, akan kita koordinasikan dengan kementerian dan lembaga terkait, mudah-mudahan kita fina kan dalam beberapa waktu ke depan,” pungkas Sandiaga Uno.

Editor: Antoni

Portal berita yang menyajikan informasi aktual, fakta dan terpercaya. Lahir dengan moto “Bicara Sesuai Fakta”. Keseimbangan dalam menyajikan realita dengan Cover Both Side. Disajikan dengan cepat untuk memenuhi kebutuhan informasi bagi masyarakat dan referensi untuk para pengambil keputusan.

Media Jurnal Kota terbit dalam bentuk cetak dan media online. Untuk pemasangan iklan cetak dan online dapat menghubungi (021) 54337557

Penerbit : PT. Media Tiga Serangkai 

Jl. Gunung Pangrango Blok D 17 No. 3  Cengkareng Jakarta Barat 11730

Telp. (021) 54337557 Fax. (021) 54337557

  jurnalkota03@gmail.com 

About Jurnal Kota Online

Jurnal Kota Online
(021)54337557

Mobile : 081218881273 –
jurnalkota03@gmail.com