Strawberry Generation, Terlalu Banyak Tekanan Nihil Arahan

Strawberry Generation, Terlalu Banyak Tekanan Nihil Arahan

Oleh: Rut Sri Wahyuningsih
Institut Literasi dan Peradaban

Seorang siswi SMP Surabaya terjun dari lantai 2 sekolah dengan motif masalah keluarga. Siswi itu berusia 13 tahun, teman-temannya menyebut sering dimarahi orangtuanya. Pada hari dia loncat, wajahnya murung dan lebih diam dari biasanya. Tak ada seorang pun yang bisa tahu dengan pasti persoalan keluarga seperti apa yang dia hadapi, berikut apa alasan orangtuanya terus menerus memarahinya.

Namun perbuatan nekad anak “bau kencur” ini tak hanya menggelikan namun juga membuat kita mengelus dada, apakah benar karena ini usia pencarian jati diri sehingga sah-sah saja mereka labil? namun bisakah dikatakan labil jika tingkat kenekatannya hingga melukai bahkan menghilangkan nyawa? tentu masih hangat di benak kita tentang anak SD yang dikeroyok kakak kelasnya hingga koma hanya karena tak diberi uang jajan? atau seorang anak SD yang nekad berkirim surat dengan kalimat yang tak pantas dituliskan untuk anak seusianya? lebih jauh lagi, dulu sebelum tempat hiburan malam di “gang Dolly” Surabaya ditutup oleh mantan walikota Surabaya Tri Risma, ada PSK berusia 60 tahun yang pelanggannya kebanyakan anak SD dengan upah Rp5000-Rp20.000.

Kejadian perkarapun tak hanya di rumah, tapi di sekolah, tempat umum dan pesatren. Pelakunya bisa keroyokan atau sendiri. Peristiwa demi peristiwa seolah menggambarkan betapa persoalan anak lebih berat dan komplek dari orang dewasa. Padahal banyak pakar mengatakan usia itu adalah golden age. Dimana simpul-simpul otak masih fresh menyerap segala informasi. Fase belajar terbuka lebar bagi usia ini karena kondisi fisik pun prima. Banyak pihak yang kemudian mengajukan cara atau metode untuk menghilangkan masalah genting ini, namun belum ada hasil. Mengapa? karena mereka hanya melihat yang tampak luar saja belum sampai pada akar persoalannya.

Dan memang, faktanya perkemabangan anak usia dini hingga ia akil balig sangat rentan gangguan baik fisik maupun non fisik. fisik artinya membutuhkan asupan makanan yang tak hanya sehat namun juga bergizi, kenyataannya, meskipun ini dianjurkan tapi tak banyak keluarga yang bisa memenuhinya. Mungkin yang paling terlihat sempurna hanya ada di tayangan iklan produk susu dan makanan di media sosial maupun televisi. Banyak anak usia sekolah dasar hari ini yang masih bergelut dengan biaya hidup, jangankan untuk hidup sehat, makan hari ini pun belum tentu ada. Bansos yang dijanjikan oleh pemerintah datangnya tidak setiap bulan, nominalnya juga terbatas terlebih jika ditambah dengan data yang kacau, seringkali tidak tepat sasaran.

Pada masa pandemi Covid-19, dimana belajar mengajar difokuskan online juga tak banyak siswa yang bisa mengakses, bantuan pemerintah pun sangat minim, tidak menyasar semua penduduk miskin. Para orangtua banyak yang tak peduli, bukan karena tak tahu kebutuhan anaknya, namun ekonomi keluarga jauh lebih besar perjuangannya. Dengan banyaknya PHK, perusahaan banyak yang mengalami kebangkrutan, perhatian orangtua benar-benar terforsir untuk bertahan hidup. Sedangkan non fisik berhubungan dengan kebutuhan pendidikan dan kasih sayangnya.

Lebih parah lagi, gaya hidup yang banyak dipengaruhi budaya asing, entah itu barat atau K-pop telah menjadikan angan-angan dan harapan anak-anak tak masuk akal. Mereka lebih cepat menghapal koreo dan lagu dari band-band anak-anak muda bermata sipit, dan meskipun mereka laki-laki namun berpenampilan cantik. Kiblat mereka, arah perjuangan mereka, tujuan hidup mereka tak sesenti pun bergeser pada idola-idola manusia itu. Secara akidah Islam, keyakinan mereka telah bergeser. wajarlah jika kemudian lebih banyak stres, depresi dan frustasi. Sebab tak sedikit apa yang mereka perjuangkan sesuai dengan yang mereka dapat. Seolah minum air garam, semakin diteguk semakin haus. Bukannya berhenti pada kenyataan, sebaliknya malah semakin menjadi. Jauh dari kepribadian Islam.

Wajarlah jika kemudian datang masalah, mereka tidak bisa memanaj sebesar dan sepenting apa persoalannya sudah sumbu pendek terlebih dahulu. Sebab apa yang selama ini mereka yakini tidak mampu memberi mereka solusi terbaik, sementara pemahaman agama, bahwa Allah Maha Kuasa, Maha Pengasih dan Penyayang tidak nampak nyata. Hal ini bukan terjadi begitu saja, dimana agama tidak lagi menjadi pedoman hidup bagi muslim terutama. Karena kurikulum pendidikan kita hari ini disusun dari pemahaman manusia di luar akidah Islam yang terpancar darinya peraturan.

Adanya kurikulum merdeka, Islam moderasi , toleransi dan yang lainnya samasekali tidak bisa dijadkan rujukan metode mencetak generasi bertakwa dan berkepribadian Islam. Kurikulum disusun berdasarkan kepentingan segelintir manusia yang anti tuhan. Para pembenci Islam ini memaksakan kaum Muslim memakai cara pandang mereka, sementara yang bertentangan tinggal buang. Yang ada adalah memberi masalah baru.

Islam adalah agama sempurna, tak hanya berisi akidah namun juga syariah atau sejumlah aturan hidup bagi manusia. Islam adalah manual instruction dari Sang Khalik untuk hambaNya. Sebagaimana firman Allah swt yang artinya,” Bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan Alquran sebagai petunjuk, bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda antara yang hak dengan yang batil.” (Qs Al- Baqarah:185). kelabilan selama masa remaja jika dipenuhi dengan upaya memahami Alquran dan didorong untuk menerapkannya dalam hidup tidak akan ada kenestapaan sebagaimana hari ini.

muda mereka semestinya menjadi pondasi peletakan batu pertama keyakinan kepada Allah swt sehingga ketakwaan mereka bisa terbangun sejak dini. Mereka akan lebih takut kepada allah baik dalam keadaan beramai-ramai atau sendiri. Mereka sangat paham dengan tujuan penciptaan mereka, yaitu menghamba kepada Allah swt, bukan sesama manusia, apalagi pemikiran-pemikiran diluar Islam. Dibutuhkan suasana yang mendukung, dimana di dalamnya hidup budaya amar makruf nahi mungkar, saling menasehati dan peduli. Ada negara yang menyediakan fasilitas yang berhubungan dengan pemenuhan pokok masyarakat ini mulai dari sekolah, rumah sakit, masjid, jalan, jembatan, dan lainnya.

keadaan ideal ini tak akan terwujud jika sistem aturan hari ini adalah basisnya sekuler. Agama diletakkan di ranah pribadi, pilihan individu. Sementara di ranah sosial malah menggunakan hukum buatan manusia. Jelas salah besar! dengan dirinya sendiri saja manusia jarang ada yang bisa berdamai apalagi untuk mengatur kehidupan manusia lain, jelas akan sarat kepentingan. Pasti akan ada yang merasa lebih berkuasa ingin menguasai manusia lainnya untuk kepentingannya. inilah kapitalisme, yang lahir dari sikap memisahkan agama.

Islam, telah mampu membuktikan deretan anak muda yang tangguh, mashyur hingga hari ini. Siapa yang tak mengenal Ali bin abi Thalib, Zaid bin Tsabit, Thalhah bin Ubaidillah, Zubair bin Awwam, Sa’ad bin Abi Waqqash, Usamah bin Zaid, Mohammad al- Fatih dan lainnya? deretan nama ini berjaya dalam sejarah karen usia muda mereka dipergunakan untuk berjuang untuk Islam. Mereka generasi pertama Islam dan dijamin masuk surga, masa muda mereka digunakan untuk memahami Islam sekaligus bersama Rasulullah bergerak, berdakwah dan menunjukkan kepribadian Islam dimanapun berada.

Islam tak memandang suku, bahasa, budaya ,warna kulit , pangkat dan derajat. Sebab siapapun yang sudah memegang Islam, menggenggam dan memperjuangkan maka ia mendapatkan kemuliaan dunia akhirat. Tak ada generasi strawberri yang tampak lezat di luar namun asam dan mudah hancur di dalam. Peradaban bagiamana yang bisa diharapkan dari keadaan yang demikian? padahal setiap orang, setiap zaman mempunyai tantangan tersendiri, jika dengan dirinya saja belum tuntas, belum paham apa yang menjadi visi dan misi hidupnya apalagi memimpin dunia. Wallahu a’lam bish showab.**

Indonesia Negosiator Global, Kepercayaan atau Sindiran?

Indonesia Negosiator Global, Kepercayaan atau Sindiran?

Oleh: Rut Sri Wahyuningsih
Institut Literasi dan Peradaban

Ketua Komisi 1 DPR RI, Meutya Hafid, mengatakan Leaders Declaration (Deklarasi Pimpinan) atau Komunike yang disepakati dalam Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT G20 Bali merupakan bentuk kepercayaan dunia atas kiprah Indonesia sebagai negosiator global yang dapat dilihat dari rekam jejak panjang kebijakan luar negeri termasuk posisi pemerintah Indonesia yang diambil dalam perang Ukraina-Rusia.

Leader’s Declaration menurut Mutya lagi, merupakan keberhasilan pemerintah Indonesia dalam menavigasi berbagai polarisasi diantara negara G20. “Serangkaian diplomasi pemerintah Indonesia mampu meyakinkan negara-negara G20 lain bahwa Indonesia adalah mitra yang dapat dipercaya, yang ingin menjembatani perbedaan. Dan kita sama-sama melihat bahwa 52 poin Leader’s Declaration berhasil dicapai melalui konsensus.”

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Dody Budi Waluyo, dalam kegiatan Diseminasi Laporan Nusantara dan Launching Buku Manufaktur dan Pariwisata juga tidak menyangka bahwa dari dinamika yang sangat tinggi kita bisa keluar dengan satu hasil deklarasi atau satu konsensus, ”(cnbcindonesia.com18/11/2022). Kami dari jalur keuangan mengawali di tahun lalu Desember 2021 hanya bisa menghasilkan satu konsensus yaitu sebelum perang, sebelum geopolitik yaitu di bulan Februari. Setelah Februari tidak ada forum G20 kita yang keluar dengan yang disebut deklarasi, konsensus, komunike, hanya sebatas dalam bentuk summary, notes, remarks maupun rekomendasi,”ungkap Dody.

Ini artinya, lahirnya Bali Leaders’ Declaration ini merupakan keberhasilan kepemimpinan Indonesia yang mengedepankan netralitas sehingga mampu mendapatkan kepercayaan (trust) global di tengah ketegangan politik saat ini.” Tambah Dody.

Seperti kita ketahui, KTT G20 telah diselenggarakan di Bali tanggal 15-16 November 2022 dan menghasilkan dokumen Leaders Declaration yang berisi 52 poin utama dari sikap pemimpin G20. Salah satu poin pentingnya yaitu para pemimpin G20 sepakat akan pentingnya penegakan hukum internasional dan sistem multilateral yang menjaga perdamaian dan stabilitas.

Menurut Meutya Hafid, kesepakatan untuk menegakkan multilateralisme tidak lepas dari keberhasilan multilateralisme selama lebih dari 7 dekade yang telah menyelamatkan dunia dari tragedi perang dunia, dan telah membuat masyarakat dunia dapat bangkit dari pandemi Covid-19 yang tidak pernah terjadi sebelumnya.

Politisi senior Partai Golkar dari daerah pemilihan (dapil) Sumatera Utara juga menganggap keberhasilan Indonesia sebagai Presidensi G20, Indonesia akan disegani di mata internasional. “Para negara anggota G20 dan dunia memperhitungkan Indonesia karena memiliki potensi sebagai kekuatan penengah.

Benarkah demikian? Ini pujian atau sindiran? Perhelatan G20 nyatanya mendudukkan Indonesia hanya sebagai Even Organizer (EO) bagi para pemimpin dunia lainnya, terutama dalam menyediakan pasar bagi produk dan proyek mereka. Lebih jelas lagi, posisi utang Indonesia malah meningkat dan bukannya berkurang.

Posisi pemerintah Indonesia yang diambil dalam perang Ukraina-Rusia, sejatinya juga bukan jadi berita baik, sebab, di balik dua negara yang berperang itu ada Amerika dan negara-negara besar lainnya yang mengambil keuntungan. Tak bisa dipungkiri, begitulah cara kerja negara maju yang notabene mereka adalah pengemban kapitalis sejati dalam mendapatkan cuan bagi kas negaranya, yaitu dengan menciptakan perang dan krisis. Kita berbicara tentang perang berebut pengaruh antar negara pengemban kapitalisme, dan Indonesia hanyalah pengikut tanpa punya kedaulatan riil menghentikan perang. Indonesia juga hanya pion dalam percaturan perekonomian mereka.

Dalam Islam, hubungan antar negara tidak boleh netral, sebaliknya sebagai negara berdaulat, dengan politik luar negeri jihad dan dakwah, negara wajib menggunakan identitasnya sebagai muslim, sebagaimana wajibnya ia melaksanakan syariat yang lain. Hal ini karena agar syiar Islam tersampaikan sebagai rahmatan Lil Aalamin ke seluruh penjuru dunia. Dalam tatanan konstelasi politik hal ini sebagai bentuk ibross (branding). Kenetralan hanyalah ditunjukkan oleh mereka yang tidak memiliki Mabda atau idiologi. Politik bebas aktif sebagai politik luar negeri Indonesia, hanyalah lips servis. Mengenyahkan penjajahan gaya baru di negeri sendiri saja tak mampu.

Selama sistem kapitalisme bercokol maka selama itu setiap kesepakatan penegakan hukum internasional dan sistem multilateral yang menjaga perdamaian dan stabilitas hanyalah pepesan kosong para pemimpin dunia ini yang entah sadar atau tidak mereka telah masuk dalam strategi negara yang lebih kuat lagi yaitu Amerika. Tidak akan ada hukum yang lebih tinggi dari hukum negeri paman Sam, malah,yang ironi, bersatunya negara-negara di dunia ini adalah cara keji untuk mengendalikan dalam satu komando

Kesepakatan untuk menegakkan multilateralisme sekali lagi adalah alat yang digunakan bangsa barat dan eropa sebagai alat bantu mempertahankan hegemoni mereka di tanah-tanah jajahan mereka, sejak perang dunia ke-2 dimana kemudian Amerika memegang kendali perpolitikan dunia, sesungguhnya perang tak pernah usai. Konflik-konflik internal maupun antara rakyat dengan penguasanya terus dimunculkan oleh barat melalui agen-agennya.

Itulah mengapa kawasan timur tengah tak pernah damai, bukan karena Islam sebagaimana yang dituduhkan sebagai penyebabnya, namun karena semangat menentang penjajahan rakyat yang ditunggangi kepentingan penjajah. Memang bukan perang dunia, namun tetap saja menimbulkan keresahan, ketidakamanan dan zalim yang sangat zalim karena merenggut hak hidup banyak manusia, sebut saja Palestina karena Israel yang sengaja dipelihara oleh barat. Selamanya multilaterisme yang dibentuk jika landasannya masih sekuler kapitalisme selamanya tak akan tercipta perdamaian hakiki.

PBB sebagai badan keamanan dunia pun gagu, tak bergigi menghilangkan konflik demi konflik. Urusan pengungsi saja tak beres bertahun-tahun padahal sudah meminta dana dunia untuk pengadaannya. Alasan hakikinya organisasi dunia sejatinya hanyalah alat pengendali bagi negara terkuat hari ini.

Tak ada cara lain kecuali mencabut sistem kapitalis yang berasas sekuler dan menggantinya dengan syariat Islam. Bukan isapan jempol, sejarah telah mencatat bahwa Islam telah berjaya memimpin dunia dalam keadaan sejahtera, aman dan sentosa selama berabad-abad lamanya. Dengan kedaulatannya perang dihapuskan, jihad sebagai politik luar negeri negara khilafah, bukan upaya untuk eksploitasi, melainkan untuk menghilangkan halangan fisik bagi mereka yang ingin tunduk dengan Islam dan diatur oleh syariat Islam. Karena luasnya wilayah khilafah saat itu, hingga mencapai 2/3 bumi telah berhasil melayani manusia dari berbagai agama, ras,budaya dan bahasa.

Terlebih lagi, berkumpulnya semua pemimpin negara dalam satu perhelatan adalah tidak mungkin dalam Islam, sebab tak ada yang harus dibicarakan antara negara Islam dengan negara yang jelas-jelas memusuhi, menyerang dan membantai kaum muslimin. Mereka disebut kafir harbi fi’lan, yang memang harus diperangi agar kezaliman yang mereka lakukan berhenti. Bukankah ironi, ketika mereka duduk semeja dan menikmati hidangan dan pertunjukan, sementara di balik punggung mereka pisau mereka masih berlumuran darah kaum Muslim?

Hukum ditegakkan dengan keadilan, baik bagi muslim maupun non muslim. Kemakmuran tercipta karena sumber daya alam yang ada di setiap wilayah itu diatur oleh negara, dan dikembalikan kepada rakyat berupa fasilitas umum seperti pendidikan, kesehatan, keamanan dan lainnya. Tidak ada krisis, bahkan Baitul Mal yang menjadi kas negara seringkali tumpah ruah atau surplus. Hal ini karena konsep kepemimpinan dalam Islam adalah riayah atau pengurusan urusan rakyat. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw, “Imam (Khalifah) adalah raa’in (pengurus rakyat) dan ia bertanggung jawab atas pengurusan rakyatnya.” (HR al-Bukhari). Wallahu a’lam bish showab.**

Monopoli Perusahaan Integrator, peternak Ayam Makin Tekor

Monopoli Perusahaan Integrator, peternak Ayam Makin Tekor

Oleh: Rut Sri Wahyuningsih
Institut Literasi dan Peradaban

Pasca kenaikan harga BBM subsidi, ternyata harga ayam justru turun. Fakta ini tidak biasa, sebab para pedagang tentu harus memperhitungkan biaya produksi mereka yang mengandalkan BBM. Semakin naik harga BBM, maka akan dibebankan pada biaya transportasi.

Ternyata usut punya usut, para peternak ayam mengaku malah menghadapi situasi sulit. Pasalnya di tengah kenaikan berbagai harga barang, harga jual ayam justru rendah, jelas tidak sebanding dengan modal produksi mereka yang tinggi. Inilah yang memicu para peternak ayam terdiri dari sekumpulan peternak ayam mandiri dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan terhimpun dalam Komunitas Peternak Unggas Nasional (KPUN) berdemo di kawasan silang Monas, Jakarta pada September lalu.

Mereka hanya ingin stabilkan harga ayam hidup di atas HPP (harga pokok produksi) mengingat bahwa harga pangan sudah terlalu tinggi. Pada bulan Oktober, kembali KPUN di Jawa Timur berdemo di depan kantor gubernur. Mereka menyuarakan isu yang sama.

Sekaligus meminta operasi pasar dengan harga di luar acuan Kementerian Perdagangan (Kemendag) dihentikan. Hasilnya, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menghentikan operasi pasar untuk komoditas ayam broiler dan telur. Namun, kebijakan ini tak bisa menghentikan harga ayam membaik, bahkan tak menyentuh kesejahteraan peternak sedikitpun. Mengapa?

Persoalan pertama, di Indonesia ada dua jenis peternak ayam. Yang pertama adalah peternak mitra, yaitu peternak yang mendapatkan bahan produksi dan menjual hasil produksinya ke perusahaan-perusahaan besar di Industri peternakan, melalui skema kemitraan. Kedua adalah peternak ayam mandiri (peternak rakyat) yang mengelola keuangan sendiri dan menjual hasil produksinya langsung ke pasar. Peternak jenis kedua ini meski mandiri ternyata untuk sarana produksi ternak atau sapronak (yang terdiri dari bibit ayam, pakan, dan obat-obatan) mereka hanya bisa membelinya dari perusahaan-perusahaan besar, atau yang disebut perusahaan integrator. Artinya kemandirian mereka masih dibawah kendali perusahaan integrator.

Ketua KPUN, Alvino Antonio, mengatakan kondisi merugi memang sedang dialami para peternak mandiri atau peternak rakyat saat ini dikarenakan harga jual ayam yang rendah. Harga bibit ayam untuk memproduksi satu ekor anak ayam, menurut perhitungan mereka, biayanya Rp5.500. sementara perusahaan-perusahaan integrator menjual bibit ayam ke peternak mandiri dengan harga Rp6.000-Rp7.000. Belum ditambah dengan bahan pakan mereka sudah mengambil untung minimal 13%. Disinilah awal kerugian itu, karena harga DOC (day old chicks/bibit ayam) sama pakannya, mereka mengambil untung. Bagaimana peternak mandiri atau rakyat bisa berkutik?

Maka yang terjadi, peternak mandiri ini tak hanya bergantung pada perusahaan integrator untuk pasokan bibit ayam, pakan, obat-obatan namun hingga menjual ayam hasil budi daya mereka sendiri pun dalam kuasa perusahaan besar ini. Bahkan boleh dikata, peruhaaan besar ini pesaing ketat para peternak mandiri. Usaha kecil dan menengah, seperti milik Alvino dan anggota komunitasnya jelas kalah saing.

Persoalan kedua, adanya tindakan pemerintah yang mematok harga, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, mengatakan, ia akan berkoordinasi dengan kembaga terkait, seperti Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk mengatur harga ayam agar tidak terlalu murah dan merugikan peternak, dengan menciptakan ekosistem yang kondusif. Salah satunya, dengan menyediakan akses bibit ayam dengan harga yang terjangkau.

Perusahaan integrator di lapangan nyata telah menguasai bisnis ayam dari hulu sampai ke hilir dan secara terselubung bisa “mendikte harga”. Kalaulah petani ingin mengunggulinya jelas kalah di stok barangnya, perusahaan jelas sudah memiliki lebih banyak lagi. Maka, jika dikembalikan kepada mekanisme pasar, namun negara sudah mematok, jelas kerugian yang lebih fatal yang akan dialami para peternak tersebut.

Menurut Parjuni, Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Jawa Tengah, perusahaan integrator saat ini menguasai budi daya sekitar 80% dari total populasi ayam nasional. Sementara peternak ayam mandiri, hanya kebagian sisanya. Sehingga peternak mandiri tidak bisa berkembang. Kebijakan negara, perusahaan integrator diberi tempat sekaligus pasar di Indonesia. Kemudian difasilitasi dengan diberi hak untuk memelihara indukan (GPS /grand parent stock). Kembali peternak mandiri akan kalah, sebab modal mereka kecil.

Persoalan ketiga, diresmikannya Undang-undang Nomor 18 Tahun 2009 mengatur tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, yang di dalamnya juga mencakup soal budi daya. Undang-undang itu diubah oleh Undang-undang Nomor 41 Tahun 2014, yang kemudian beberapa pasalnya diubah lagi dalam Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja.

Nyatanya kebijakan ini tidak pro peternak mandiri. Dijelaskan dalam undang-undang tersebut perusahaan boleh berbudi daya, namun yang lepas dari pengawasan, perusahaan boleh budidaya apa saja dan tidak ada ketentuan besaran populasi yang dibudidaya. Berikut juga tidak ada aturan perusahaan itulah yang kelak menguasai harga pakan dan lain sebagainya.

Sementara itu, Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU), Achmad Dawami, menampik kalau para pengusaha mengendalikan harga karena “mekanisme pasar” yang menentukan. Perusahaan-perusahaan juga tidak bisa menaikkan harga ayam begitu saja karena harga ayam yang rendah saat ini disebabkan oleh kelebihan pasokan (oversupply) dan kurangnya permintaan. Inilah mengapa pemerintah menetapkan kebijakan peternak ayam berbasis mitra, sebab dengan adanya kontrak kerja dengan perusahaan, ketika harga sudah ditetapkan dalam kontrak dengan perusahaan, sementara harga ayam di luar turun, peternak tidak merugi. Jelas ini frame berpikir yang salah, sebab ada banyak peternak ayam yang tidak memiliki modal besar, apalagi peternak rakyat.

Persoalan keempat, Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2021, yang mengatakan bahwa budi daya ayam broiler adalah ranahnya kemitraan telah menjadikan urusan bisnis peternakan ayam ini ditangani banyak badan. Dengan alasan memproteksi peternak kecil, urusan produksi ranah Kementerian Pertanian, untuk urusan harga dan perdagangan termasuk ranah Kementerian Perdagangan, sementara untuk pasokan menjadi ranah Badan Pangan Nasional (Bapanas).

Inilah kebijakan ala kapitalisme, ada bagi-bagi job padahal persoalan yang hendak diselesaikan masih satu aspek. Akibatnya, masing-masing lembaga memiliki tujuan dan cara tersendiri untuk mewujudkan misa lembaganya. Bukan rakyat. Sebab akhirnya yang berjalan adalah mindset profit atau keuntungan bagi lembaganya.

Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi mengatakan sedang bekerja sama dengan kementerian dan lembaga, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan pihak swasta untuk mendorong penyerapan live bird atau ayam hidup ke perusahaan integrator, menurutnya ini adalah pembangunan ekosistem. Dengan melibatkan BUMN, mulai dari pengadaan DOC (day old chick/bibit ayam) dan grand parent-nya (bibit induk ayam), penyediaan pakan ternak, RPU (rumah potong ungags), penyerapan live bird, penyimpanan dalam bentuk karkas frozen.

Islam Adalah Aturan Sempurna Mengatasi Derita Peternak

Dari keempat persoalan yang melingkupi peternak ayam kita hari ini menunjukkan betapa minimnya peran negara. Sebab, secara alamiah kemampuan peternak tidak sama, padahal negaralah yang wajib menjamin seluruh rakyatnya, terutama para kepala keluarga untuk bisa menyediakan lapangan pekerjaan untuk mereka sehingga bisa menunaikan kewajiban yaitu memberi nafkah untuk keluarganya.

Bukannya terus menerus mempermudah perusahaan integrator menguasai bisnis ayam dari hulu hingga hilir bahkan bisa mendikte harga. Petani kita yang butuh dibantu dan diurus. Jika tak punya modal maka negara yang memberi, baik modal bergerak maupun tidak bergerak. Bila perlu diadakan pelatihan secara gratis. Negara pun tak boleh mematok harga, bahkan jika ada kelebihan pasokan sebagaimana disebutkan di atas di suatu daerah, maka harus dibagi untuk seluruh wilayah negara, hingga merata.

Praktik monopoli akan menjatuhkan bisnis rakyat kecil, sehingga mereka hidupnya susah. Dan yang diadopsi negeri ini adalah sistem ekonomi kapitalisme. Dimana praktik monopoli sah-sah saja bahkan didukung oleh negara. Sementara dalam Islam Monopoli haram. Monopoli menimbulkan kezaliman yang nyata, Dimana seharusnya sebuah usaha atau bisnis bisa mudah diakses oleh banyak orang, dengan monopoli menjadi terbatas, bahkan tidak bisa samasekali berbisnis dalam bidang yang sama.

Monopoli juga menciptakan ketidakadilan, perusahaan integrator bisa memiliki modal besar sehingga bisa menguasai beberapa akses ekonomi karena modal mereka besar, bukan hanya yang dimiliki perorangan,namun juga modal dari pinjam bank. Jantung kapitalisme adalah Bank, sebab, selain bank adalah lembaga untuk penyimpanan uang bak juga sebagai lembaga kreditur atau pemberi utang, utang berbunga inilah yang terus menerus memasok darah segar kepada perusahaan besar.

Maka, satu-satunya solusi agar rakyat bisa berbisnis tenang dan berkah hanyalah dengan mencabut kapitalisme dan mencampakkan sistem politiknya , demokrasi. Sebab, dari demokrasilah lahir pemimpin berwatak kapitalis, hanya menguntungkan dirinya sendiri. Hanya fokus pada peraihan kursi kekuasaan, ketika sudah di tangan, justru rakyat yang mereka serang hingga benar-benar sengsara. Islam, dengan aturan yang berasal dari Allah SWT, jelas akan mendatangkan maslahat dan menjauhkan mudarat. “Sesungguhnya kepemimpinan merupakan sebuah amanah, di mana kelak di hari kiamat akan mengakibatkan kerugian dan penyesalan. Kecuali mereka yang melaksanakannya dengan cara baik, serta dapat menjalankan amanahnya sebagai pemimpin.” (Riwayat Muslim). Wallahu a’lam bish showab.

Narkoba dan Judi Marak, Harapan Bebas Kian Rusak

Narkoba dan Judi Marak, Harapan Bebas Kian Rusak

 

Oleh ; Rut Sri Wahyuningsih

Institut Literasi dan Peradaban

Kapolda Sumatera Barat Irjen Teddy Minahasa diciduk oleh Polri atas dugaan kasus penjual barang bukti narkoba. Kasus ini bak senjata makan tuan, karena tidak sesuai dengan pidatonya kepada jajaran anggotanya dimana ia memerintahkan agar tidak ada yang bermain-main dengan menyalahgunakan kewenangan sebagai anggota polisi demi materi. Bahkan menegaskan kalau ingin kaya jangan jadi polisi,

“Sebagai pimpinan, saya berpesan sekaligus meneruskan pesan pak Kapolri. Berhati-hatilah saudara dalam melakukan tugas, jangan gegabah, jangan pamrih, kalau ingin kaya jangan jadi polisi,” kata Teddy (Liputan6.com, Minggu (16/10/2022).

Menurut Teddy lagi, polisi adalah pengabdian dan rezeki akan mengikuti. Dia pun meminta jangan ada yang berpikir untuk memperkaya diri sendiri dengan cara yang salah. Juga jangan ada seorang pun yang menjadi tameng terhadap pelaku kejahatan dengan menggadaikan jabatan sebagai Polri.

Malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih, Teddy saat ini sudah berstatus tersangka, Kapolri Jenderal Listyo Sigit pun sudah membatalkan penugasan barunya sebagai Kapolda Jawa Timur. Irjen Teddy Minahasa menjual 5 kilogram sabu-sabu tersebut kepada seorang bernama Mami Linda dengan harga Rp300 Juta. Yang ternyata si ‘Mami’ tertangkap oleh Polisi dan setelah dilakukan pemeriksaan, hasilnya berujung kepada Irjen Pol Teddy Minahasa.

Sebagai reaksi, Presiden Joko Widodo kemudian mengumpulkan seluruh pejabat utama Polri serta jajaran Kapolda dan Kapolres di Istana Negara (CNN Indonesia,14/10/2022). Jokowi membeberkan 7 daftar persoalan yang harus dibenahi oleh Polri. Diantaranya gaya hidup dan tindakan sewenang-wenang.

Narkoba dan Judi Sulit Diberantas, Selama Menjadi Komoditas

Narkoba dan judi merajalela di tengah masyarakat, dan sudah memberikan dampak buruk kepada masyarakat termasuk generasi. Banyak orang tergiur dengan muamalah benda haram ini, sebab bernilai tinggi dan permintaan selalu tinggi. Sebab, narkoba dan Judi hari ini tak sekadar komoditas namun juga gaya hidup.

Lagi-lagi yang menjadi korban adalah rakyat, depresi karenan tekanan hidup dan pergaulan sosial yang bebas telah sukses mendorong mereka menikmati, hingga mengedarkan, tak luput aparat pun terikut. Dan sudah bisa dilihat hasilnya, upaya pemberantasan sepertinya akan jauh dari harapan karena ternyata banyak aparat yang juga terlibat di dalamnya. Yang seharusnya memberikan keamanan nyatanya polisi yang membunuh baik antar polisi maupun yang terakhir dan tragis adalah peristiwa di Kanjuruhan, yang seharusnya menangkap koruptor, polisi lagi lebih besar korupsinya dan yang seharusnya memberantas narkoba, lagi-lagi polisi yang menjadi pelaku jual belinya.

Jangan salahkan rakyat jika kepercayaan terhadap salah satu lembaga negara yang dekat dengan militer dan kedisiplinan. Pengayom dan pelindung masyarakat akhirnya menurut. Sebelumnya pun kepolisian sudah negatif seperti terkenal dengan istilah tukang palak jalanan dengan modus tilang, masuk pendidikan taruna kepolisian pun meski ditegaskan bersih, namun di lapangan, banyak orangtua yang harus menyediakan ratusan juta untuk bisa lolos.

Mengapa kasus berulang, bahkan makin merajalela? Jawabnya karena hukum di Indonesia ini sendiri tidak tegas, cenderung tebang pilih, terlebih jika para pejabat itu masih aktif memiliki kekuasaan. Hukum bisa di pesan bahkan dipermainkan. Produk hukum yang berasal dari KUHP ini memang sudah usang tak sesuai zaman.

Kemudian, gaya hidup hedonis yang massif ditunjukkan mereka yang memiliki harta berlebih, dan ini sah, demokrasi sebagai sistem politik yang diadopsi negeri ini membolehkan adanya kebebasan berperilaku, berpendapat, memiliki hingga beragama. Disambung dengan sistem ekonomi kapitalistik, yang hanya menghargai keberadaan seseorang dari manfaat materi yang dimiliki dipublikasikan atau istilahnya di flexing. Dipamerkan. Irjen Teddy disebut-sebut sebagai Kapolda terkaya di Indonesia karena memiliki harta kekayaan lebih dari Rp 29 miliar, luar biasa!

Wajar jika terjadi kegoncangan, pun di internal kepolisian. Sebab secara fitrah manusia memang diciptakan menyukai kekayaan dan harta benda. Sebagaimana firman Allah SWT yang artinya,”Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik.” ( QS Ali Imran :14).

Yang tak terbaca adalah kalimat terakhir bahwa Allah-lah tempat Kembali terbaik. Sebab, akibat demokrasi yang cenderung pragmatis, dan sekuler, maka tergeruslah cara berpikir benar. Terlebih gambaran Islam sebagai pedoman terutama bagi Kaum Muslim telah hilang, dihapus oleh kafir penjajah.

Agar apa? Agar kaum kapitalis yang memproduksi narkoba tetap bisa mendapatkan keuntungan. Yah, sistem kapitalis tak peduli apakah produksi barangnya halal atau haram. Bahkan dijual dengan cara halal atau harampun tak peduli, yang penting adalah keuntungan. Pun dampaknya, kepada generasi mereka masa bodoh, pasar Asia adalah pasar potensial, dengan bonus demografi penduduknya tentulah menciptakan keuntungan yang luar biasa.

Dampak buruk yang menanti generasi tak lagi jadi empati. Apakah kita tak menginginkan perubahan?

Islam Tegas dan Adil Menuntaskan Pejabat Zalim

Pemberantasan tuntas hanya dapat diwujudkan apabila aparat juga taat , dan menegakkan hukum dengan adil. Harapan ini hanya dapat terwujud dalam naungan penerapan hukum Allah dalam naungan khilafah. Syariat menjadi hukum positif yang diterapkan, di hadapan rakyat, penguasa tak kebal hukum. Sebagaimana Rasulullah pun berani menjamin keadilan hukum kepada siapapun termasuk kafir yang menjadi rakyat Daulah. “Demi jiwa Muhammad yang berada di tangan-Nya, seandainya Fatimah puteri Muhammad mencuri, aku akan memotong tangannya.” (HR. Bukhari no. 4304 dan Muslim no. 1688). Jelas pemimpin dengan konsistensi seperti ini tak akan terbentuk dari kondisi yang sekuler.

Pun, bisa pula dijamin, pemilihan pemimpin yang tahun depan digelar tak akan memunculkan pemimpin dengan tipe bertakwa yang sebenar-benarnya takwa, yaitu hanya bersedia menerapkan syariat Islam bukan yang lain. Bahkan jika diminta taruhkan nyawa sekalipun, Islam tetap paten diterapkan tanpa tapi dan nanti.

Dalam Islam, hukum keharaman zat-zat adiktif semisal narkoba, shabu, ekstasi, ganja, dan lainnya diqiyaskan kepada hukum keharaman khamr. Dosa bagi peminum khamr/miras sama juga dengan pelaku yang mengkonsumsi zat adiktif (Nafza). Ibnu Taimiyah Rahimahullah berkata; “Narkoba sama halnya dengan zat yang memabukan, diharamkan berdasarkan kesepakatan para ulama. Bahkan setiap zat yang dapat menghilangkan akal haram untuk dikonsumsi.”

Maka, podusen, pengedar, pemakai narkoba dan praktik Judi, termasuk tindak kriminal yang layak diberlakukan sanksi ta’zir atasnya. Bentuk dan jenis, sanksinya pun ditetapkan sesuai dengan kadar kejahatan yang dilakukan. Sanksi bagi pelakunya bisa berupa diekspos di depan umum, dipenjara, dikenakan denda, dijilid, bahkan sampai dihukum mati dengan melihat tingkat kejahatan dan bahaya bagi masyarakat.

Negara juga memberikan edukasi dan penguatan akidah terhadap masyarakat agar memiliki standar, penilaian dan rasa qanaah yang sama terhadap sesuatu. Negara juga wajib menjamin kesejahteraan rakyat tanpa membedakan status, sebab maraknya narkoba dan praktik juga salah satu imbas karena tidak ada kesejahteraan.

Ketakwaan setiap individu masyarakat menjadi salah satu pilar kuatnya negara. Dan ini hanya tercapai dengan satu jalan saja, mencabut demokrasi dan menggantinya dengan syariat Islam. Wallahu a’lam bish showab.

Rahasia Memilih Sabun Cuci Wajah Untuk Kulit Berminyak

Rahasia Memilih Sabun Cuci Wajah Untuk Kulit Berminyak

Tipe kulit berminyak mengeluarkan dan memproduksi sebum terlalu banyak, sehingga berefek wajah akan terlihat mengkilap, berminyak dan sedikit kusam. Sebum yang dikeluarkan terlalu banyak ini, mengakibatkan kotoran dari luar lebih mudah untuk menempel pada kulit wajah. Selain itu, sisa-sisa sel kulit mati yang seharusnya luruh dan terangkat, malah menyumbat pori-pori. Nah penyumbatan inilah yang akhirnya memicu timbulnya komedo dan jerawat.

TIPS MERAWAT KULIT BERMINYAK?

Berikut beberapa tips perawatan untuk kamu yang memiliki kulit berminyak, simak baik-baik ya

  • Pastikan kamu mencuci wajah secara teratur

Menjaga kebersihan wajah merupakan langkah penting untuk menjaga kulit tetap sehat. Kotoran dan minyak yang menumpuk merupakan salah satu penyebab timbulnya permasalahan kulit seperti jerawat. Usai beraktivitas, pastikan lakukan pembersihan kulit wajah secara maksimal, bila perlu lakukan double cleansing agar wajah bersih maksimal dan terhindar dari kuman dan bakteri.

Kamu juga perlu memilih produk face wash yang tepat untuk kulitmu, terutama untuk kulit berminyak, karena tahapan mencuci wajah merupakan tahapan yang penting untuk menjaga kebersihan dan kesehatan kulit wajah, sudah seharusnya step ini juga dimaksimalkan menggunakan produk perawatan yang tepat. Kamu bisa melakukan tahapan ini 2x sehri, setiap pagi dan setiap malam selesai beraktivitas.

  • Gunakan produk perawatan kulit yang tepat yang difokuskan untuk kulit berminyak

Beberapa produk perawatan kulit seperti face wash, moisturizer, sunscreen (tabir surya) serum, dll, pastikan memilih produk yang dikhususkan untuk kulit berminyak. Kamu bisa memilih produk dengan label “Oil-Free”, “Non-Comedogenic” atau “Non-Acnegenic” karena dipastikan produk dengan label tersebut merupakan produk yang tidak menyumbat pori dan memiliki tekstur yang lebih ringan sehingga tidak terasa berat di kulit.

Pilih juga produk kosmetik berlabel oil free (bebas minyak) atau water based (berbahan air) serta hindari produk yang berbahan keras, alkohol, atau fragrance bila kulit kamu juga sensitif.

  • Pastikan tetap menggunakan pelembab/ Moisturizer

Menggunakan pelembab, tidak hanya diperlukan untuk tipe kulit kering atau normal saja bahkan tipe kulit yang berminyak sebenarnya juga membutuhkan pelembab atau moisturizer untuk menjaga kulit agar tetap terhidrasi dan sehat. Kulit berminyak tetap membutuhkan pelembab wajah agar tetap terhidrasi dan  terhindar dari tanda-tanda penuaan.

Sebagai tips, kamu bisa memilih pelembab dengan label Oil-Free, karena produk dengan label tersebut, tidak menyumbat pori-pori terlalu banyak atau bahkan tidak menyumbat pori-pori sama sekali, sehingga bisa menghindarkan kulit wajah dari timbulnya komedo dan jerawat.

  • Step paling penting, tetap gunakan sunscreen/tabir surya ya

Sunscreen merupakan tahapan terpenting dalam menjaga kecantikan dan kesehatan kulit. Bahkan sunscreen termasuk kedalam basic skincare setelah pelembab dan facial wash. Sebagai tips untuk menghindari kulit semakin berminyak, kamu bisa pilih tabir surya berbentuk gel, dan berlabel oil free, serta mengandung zinc oxide atau titanium oxide.

TIPS MEMILIH SABUN CUCI WAJAH UNTUK KULIT BERMINYAK?

Seperti yang telah kita ketahui, mencuci wajah  merupakan salah satu basic skincare yang wajib untuk dan rutin dilakukan, Dari berbagai jenis facial wash, kamu bisa memilih facial wash yang dikhususkan atau baik untuk kulit wajah yang berminyak. Selain membersihkan kulit dari kotoran yang menempel, pastikan sabun wajah kamu juga mengandung bahan aktif yang baik untuk eksfoliasi kulit, karena sel kulit mati yang menumpuk tidak dapat dibersihkan dengan hanya menggunakan sabun wajah biasa.

Berikut tips yang dapat kamu gunakan ketika memilih sabun wajah untuk kulit berminyak:

  1. Pilih sabun wajah yang juga mengandung bahan aktif untuk eksfoliasi

Penyebab kulit berjerawat selain dari penumpukan kotoran, juga disebabkan oleh sel kulit mati yang menempel dan menumpuk di kulit. Biasanya kulit akan meregenerasi secara alami, namun pada kondisi tertentu, sisa sel kulit mati yang telah berganti tidak dapat luruh dan terbuang dengan sendirinya, malah menumpuk di pori-pori kulit, hal inilah yang menjadi salah satu pemicu timbulnya jerawat.

Sel kulit mati yang menumpuk selain menyumbat pori, juga menyebabkan tampilan kulit wajah menjadi kusam. Sehingga eksfoliasi kulit juga diperlukan untuk mendapatkan tampilan kulit wajah yang lebih cerah

  1. Perhatikan kandungannya

Dalam memilih sabun wajah yang tepat, Ada beberapa kandungan yang perlu kamu hindari, seperti minyak mineral, petroleum, dan petrolatum yang berpotensi mengiritasi kulit, selain itu kandungan-kandungan tersebut juga berpotensi menyumbat pori-pori.

Kamu juga perlu menghindari bahan-bahan yang memicu kulit menjadi kering dan terasa ketarik, karena sabun jenis ini menyerap terlalu banyak minyak. Sebaiknya kamu memilih sabun wajah yang tidak mengandung bahan kimia yang keras. Misalkan, tambahan pewangi atau pelembut untuk sabun cuci muka. Bahan kimia tersebut dapat mengiritasi dan membuat kulit kering.

Salah penggunaan sabun cuci muka, atau sabun muka dengan kandungan bahan yang menyerap minyak terlalu banyak, justru dapat menimbulkan masalah pada kulit wajah karena setelah kulit mengering, tubuh akan merespons dengan memproduksi lebih banyak minyak, sehingga kulit wajahmu akan lebih berminyak. Sabun cuci muka untuk kulit berminyak yang  mengandung alkohol bisa membuat kulit kering dan iritasi.

  1. Jenis sabun yang lembut dan berbusa

Saat dipompa ke telapak tangan, sabun jenis foaming akan menghasilkan busa melimpah. Dengan busa tersebut, kotoran dan minyak yang tersembunyi di pori-pori dapat ikut terangkat. Ada beberapa jenis sabun cuci muka, yaitu gel, milky, dan foam. Sabun cuci muka untuk kulit berminyak sebaiknya yang memiliki tekstur foamy atau berbusa. Buih-buih sabun akan mengangkat minyak secara lebih maksimal, apalagi jika menggunakan air hangat.

MENGAPA TIDAK DISARANKAN UNTUK MENGGUNAKAN SABUN CUCI WAJAH SELAIN YANG DIFOKUSKAN UNTUK KULIT BERMINYAK?

Kamu yang memiliki tipe kulit berminyak, perlu memfokuskan perawatan kulitnya untuk kulit berminyak, tujuannya, supaya kandungan yang ada pada produk perawatan kulit tersebut dapat mengurangi minyak diwajah sehingga membantu menyerap dan membersihkan wajah secara maksimal sehingga wajah dapat terhindarkan dari permasalahan kulit seperti jerawat.

Menggunakan facial wash yang tidak di fokuskan untuk kulit berminyak, dapat berisiko mengiritasi kulit atau bahkan kurang bekerja secara maksimal menyerap kotoran dan menyerap minyak.

REKOMENDASI PRODUK ?

Salah satu step penting dalam rangkaian perawatan wajah adalah mencuci wajah, tentunya step ini perlu dimaksimalkan dengan pemilihan produk yang tepat. Kandungan bahan aktif yang tepat dapat membantu kulit untuk bersih dan sehat maksimal, serta menjadi cerah.

Untuk rekomendasi produk, kamu bisa gunakan Alfacid Face Wash

https://unitedfarmaticindonesia.com/product/alfacid-face-wash-100-ml/

Alfacid Face Wash merupakan cleanser dengan jenis sabun wajah, dengan kandungan AHA yang mampu mengangkat sel kulit mati dengan maksimal, menyerap minyak, namun kulit tidak terasa kering karena adanya kandungan pelembab didalam produk.

Kandungan AHA, berguna untuk mengurangi kelebihan minyak, mencegah penyumbatan pori-pori, dan menjaga kelembutan kulit. Selain itu kandungan AHA ini dapat mengangkat sel kulit mati, sehingga terhindar dari sumbatan dan tentunya membuat wajah tampak lebih cerah

Kandungan Sodium PCA, merupakan moisturizer yang menjaga kulit agar tetap lembab dan terhindar dari kulit kering. Kulit yang kering dapat memicu kulit untuk memproduksi sebum lebih banyak lagi dan menjadikan kulit semakin berminyak. Kelembaban kulit perlu terjaga bahkan setelah mencuci muka

Alfacid Face Wash, diformulasikan dengan kandungan AHA dan Sodium PCA tidak hanya mengangkat kotoran, menyerap minyak, dan menghindarkan kulit dari sumbatan, namun juga menjadikan kulit lebih lembab, sehingga minim menimbulkan iritasi juga. Wajah tetap lembab, bersih, dan juga pastinya cerah.

Seru dan Menegangkan Final Turnamen Forkopimko Cup 2022

Seru dan Menegangkan Final Turnamen Forkopimko Cup 2022

Jakarta, jurnalkota.online.

Pertandingan laga Final Forum Koordinasi Pimpinan Kota (Forkopimko) Cup 2022 Jakarta Barat penuh dengan ketegangan dan seru antara Kesebelasan Cengkareng Tambora (Cetar FC) vs Kesebelasan Wali Kota FC.

Kesebelasan Cetar FC langsung menekan kesebelasan Wali Kota FC. Dengan tekanan dan serangan bertubi- tubi ke pertahanan Kesebelasan Wali Kota FC namun selalu gagal kerna penyelesainnya terburu-buru dan tidak tenang berapa tendangan ke gawang selalu melenceng.

Dengan terus menekan pertahanan Wali Kota FC akhirnya di menit 26 Cetar FC berhasil membobol gawang Wali Kota FC melalui Ardie yang tidak terkawal oleh pemain Wali Kota FC sehingga merubah Kedudukan menjadi 1-0 untuk Cetar FC.

Dengan keunggulan 1-0 Cetar FC tidak mengendorkan serangannya, terus menekan pertahanan Wali Kota FC memanfaatkan lebar lapangan dengan serangan- serangan melalui sayap kanan dan kiri, ke pertahanan Wali Kota FC hingga pemain bertahan panik dan melakukan pelanggaran di kotak pinalti pada menit ke 28.

Namun kesempatan untuk menambah gol melalui pinalti yang di lakukan oleh Rendi tidak berhasil karena bisa di tepis kiper Wali Kota FC Edward.

Para pemain Wali Kota FC menyadari bila bertahan akan mengakibatkan fatal bagi Tim nya, sehingga merubah polah permainan, dengan keluar menyerang.

Serangan demi serangan dilancarkan Wali Kota FC berbuah manis Pada menit ke 32 berhasil membobol gawang Cetar FC melalui sepakan keras terarah ke gawang Cetar FC sehingga mengubah kedudukan 1-1.

Pertandingan semakin menarik kedua kesebelasan silih berganti menyerang namun kelengahan pemain belakang Cetar FC,menit ke 36 Wali Kota FC berhasil menambah golnya berkat kerja sama para Pemain yang berhasil menerobos wilayah Cetar FC, hasilnya Gerry berhasil mencetak gol ke pojok kiri gawang Cetar FC sehingga kedudukan berbalik 2–1 untuk ke unggulan kesebelasan Wali Kota FC.

Pada memasuki pertandingan babak ke dua official Cetar FC meminta pergantian wasit Marzuki, karena tim Cengkareng-Tambora merasa kepemimpinan wasit tidak adil

Sehingga dengan hasil keputusan panitia menerima protes dari official Cetar FC sehingga wasit Marzuki di gantikan Al- Aziz pada babak kedua.

Dibabak kedua Cetar FC melancarkan serangan- serangan ke kubu Wali Kota FC pertandingan semakin menarik dan seru serta menghibur Sehingga penonton yang memadati tribun stadion gemuruh sorak sorai kedua suporter pun bersemangat memberikan dukungan dangan tabuh alat musik drumband.

Pada babak kedua wasit Al Azis yang pimpin pertandingan, mengeluarkan kartu merah untuk pemain Wali Kota FC, yakni Hassane Toure yang mendapat kartu kuning kedua di menit 22, kemudian dia kembali melakukan pelanggaran keras di menit 50, wasit Al Azis berikan kartu kuning kedua dan langsung kartu merah.

Kemudian disusul Abdul Azis diberikan kartu merah menit ke 70 karena di anggap melakukan diving, sebelumnya Abdul Azis juga telah menerima kartu kuning dimenit 28.

kesebelasan Cetar FC menggepur kesebelasan Wali kota FC dengan Sembilan pemain akibat kartu merah, namun serangan demi serangan Cetar FC tidak menghasilkan gol, sehingga wasit meniup peluit akhir kedudukan tetap 2-1 untuk Wali Kota FC.

Penulis: Awal

Subsidi Bunga Pinjaman UMKM Solusi Cerdas di Tengah Pandemi

Subsidi Bunga Pinjaman UMKM Solusi Cerdas di Tengah Pandemi

Oleh : Suyono Saeran
Staf Khusus Gubernur Provinsi Kepri

Kebijakan publik, seperti yang ditulis oleh William Dunn, merupakan serangkaian pilihan-pilihan kegiatan yang dibuat oleh suatu lembaga atau pejabat pemerintah pada bidang-bidang yang merupakan bagian dari tugas pemerintah itu sendiri.

Sementara Clander dan Plano, menggarisbawahi kebijakan publik tidak terlepas dari bagian intervensi pemerintah terhadap sebuah persoalan publik.

Dari berbagai teori yang berkembang, dapat ditarik sebuah simpulan bahwa kebijakan publik adalah upaya pemerintah dalam mendayagunakan segala potensi yang dimilikinya untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang berkembang dalam ranah publik.

Dalam implementasinya, kebijakan publik sering kali dihadapkan pada kompleksitas persoalan karena berkaitan dengan pihak-pihak yang berkepentingan.

Dan persoalan ini akan bertambah kian rumit mana kala sebuah kebijakan tidak dirumuskan secara jelas akibat kompromi-kompromi politik selama perumusan dan penyusunan kebijakan publik.

Akibatnya, sebuah kebijakan tidak jarang menimbulkan deviasi atau pembiasan tujuan bahkan kecenderungan gagal dalam proses implementasi sebuah kebijakan atau pun program.

Karenanya, salah satu faktor penting yang sangat perlu diperhatikan dalam perumusan dan penyusunan sebuah kebijakan adalah peran aktor di semua tingkatan.

Aktor-aktor yang terlibat, baik dalam proses penetapan agenda setting, perumusan, penyusunan, legitimasi, implementasi dan evaluasi, harus mempunyai kapasitas terukur dan professional sehingga sebuah kebijakan mempunyai dampak positif ketika diimplementasikan.

Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) para aktor yang baik serta tidak terpengaruh pada intervensi politik kelompok kepentingan, seringkali melahirkan kebijakan yang baik dengan outcome seperti yang diharapkan oleh semua pihak.

Secara umum, aktor dalam formulasi kebijakan adalah pihak-pihak (bisa orang-orang atau kelompok-kelompok tertentu) yang terlibat dalam suatu proses sebuah kebijakan publik dan mempunyai pengaruh terhadap kebijakan tersebut.

Karena itu peran aktor sangat penting, baik dalam tatanan perumusan dan penyusunan maupun pada level implementasi serta evaluasi.

Secara keseluruhan peran aktor memegang sebuah kunci berhasil atau tidaknya sebuah kebijakan publik.

Dalam contoh kasus, bisa dilihat bagaimana sebuah kebijakan disusun yang melibatkan aktor-aktor dengan kapasitas SDM yang baik dan tidak terpengaruh pada intervensi kepentingan politik dan memberikan outcome serta dampak yang baik kepada pihak-pihak yang berkepentingan.

Hal ini bisa dilihat di Lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau (Kepri) ketika Gubernur Provinsi Kepri Ansar Ahmad, mengeluarkan kebijakan mengenai pemberian pinjaman modal tanpa bunga terhadap pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di wilayah Provinsi Kepri.

Pinjaman yang besarannya maksimal Rp20.000.000,00 dan bekerja sama dengan Bank Riau-Kepri tersebut menggunakan mekanisme sistem kerja sama antara Pemprov Kepri dengan Bank Riau-Kepri.

Dalam proses perumusan kebijakan mengenai pinjaman modal tanpa bunga bagi pelaku UMKM di Kepri tersebut, setidaknya ada tiga aktor yang terlibat yakni state (Pemprov Kepri), private (Perusahaan) dan civil society (Masyarakat).

Ketiga aktor tersebut menjalankan perannya sesuai kapasitas yang dimiliki untuk melahirkan sebuah kebijakan yang diharapkan mempunyai pengaruh yang sangat positif bagi UMKM dan berbagai pihak yang berkepentingan.

Aktor State

Pemerintah merupakan sebuah organisasi yang mempunyai kewenangan untuk membuat dan melaksanakan sebuah peraturan, hukum dan undang-undang dalam sebuah wilayah tertentu.

Dalam konteks ini, Pemprov Kepri merupakan bagian dari state dalam perumusan kebijakan pinjaman modal tanpa bunga bagi pelaku UMKM tersebut.

Sebagai bagian dari state, ada beberapa pihak yang ditunjuk sebagai tim penyusun perumusan kebijakan oleh Pemprov Kepri.

Tim tersebut selain terdiri dari Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Kepri, juga terdiri dari Sekretaris Daerah, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Badan Pendapatan Daerah, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Asisten Administrasi Ekonomi, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat dan Dinas Komunikasi dan Informasi.

Unsur Private Sebagai Aktor Kebijakan

Dalam penyusunan kebijakan pinjaman modal tanpa bunga atau kebijakan subsidi bunga terhadap pinjaman modal bagi UMKM di Provinsi Kepri juga terlibat adanya aktor private yang dalam hal ini adalah Bank Riau-Kepri.

Peran Bank Riau-Kepri sebagai pihak penyedia modal pinjaman dalam perumusan kebijakan menyertakan syarat dan ketentuan bagi UMKM yang mengajukan modal pinjaman yang bunga pinjamannya ditanggung oleh Pemprov Kepri.

Karena sifat kebijakan ini bagaimana membantu UMKM bangkit paska pandemi Covid-19, Bank Riau-Kepri memberikan syarat dan ketentuan yang tidak terlalu membebani dan memberatkan bagi pelaku UMKM.

Syarat serta ketentuan dibuat standar normatif, mudah dan sangat mudah diakses bagi pelaku UMKM untuk mendapatkan modal pinjaman dari Bank Riau-Kepri yang bunganya dijamin oleh Pemprov Kepri tersebut.

Unsur Civil Society Sebagai Aktor Kebijakan

Dalam pembuatan sebuah kebijakan keterlibatan unsure civil society tidak bisa dielakkan. Unsur ini mencakup masyarakat luas yang terdiri dari kalangan akademisi, pers, UMKM dan kelompok-kelompok masyarakat yang berkepentingan.

Dalam system Negara Demokrasi, keterlibatan masyarakat dalam sebuah kebijakan yang dibuat oleh pemerintah biasanya juga terwakili oleh lembaga legislatif karena itu dalam kebijakan subsidi bunga pinjaman modal bagi UMKM tersebut juga dilakukan koordinasi dengan DPRD Kepri.

Subsidi bunga pinjaman modal UMKM ke Bank Riau-Kepri sebelum ditetapkan sebagai sebuah kebijakan oleh Ansar Ahmad, juga dilakukan sosialisasi baik melalui media masa maupun di berbagai pertemuan dengan masyarakat yang dilakukan oleh Pemprov Kepri.

Tentu sosialisasi dilakukan untuk memperoleh masukan dan analisis yang tepat agar kebijakan yang dikeluarkan nantinya betul-betul tepat dan mempunyai dampak yang positif bagi UMKM serta masyarakat secara luas.

Karena itu model kebijakan subsidi bunga pinjaman UMKM yang dikeluarkan oleh Gubernur Provinsi Kepri tersebut lebih mengarah pada Model Elit-Massa yang sinergitas hubungan antara keinginan elit (Pemprov Kepri) dengan kepentingan kelompok sasaran (pelaku UMKM) terjalin hubungan yang searah.

Implementasi Kebijakan

Di Tahun 2021 lalu, lebih dari 2000 UMKM yang memanfaatkan kebijakan pinjaman modal tanpa bunga dari Pemprov Kepri ini.

Dan untuk Tahun 2022 ini masih banyak UMKM yang mengajukan hal yang sama ke Bank Riau-Kepri untuk mendapatkan pinjaman modal tanpa bunga.

Evaluasi dari kebijakan Pemprov Kepri tentang pinjaman modal tanpa bunga tersebut dari tahap penyusunan agenda sampai implementasi kebijakan ternyata berjalan dengan baik, efektif dan efisien.

Dalam penyusunan agenda, ketika pada Tahun 2021 lalu banyak UMKM yang tidak bisa bertahan bahkan menutup usahanya akibat hantaman pandemi Covid 19.

Melihat kenyataan tersebut, Gubernur Provinsi Kepri mengumpulkan seluruh stakeholder untuk merumuskan sebuah kebijakan dalam rangka penyelematan UMKM di Kepri.

Setelah mendapatkan berbagai masukan dan melalui pertimbangan hukum yang kuat, mulai disusun Peraturan Gubernur Provinsi Kepri mengenai pinjaman modal tanpa bunga dalam rangka membantu UMKM untuk bisa bangkit dan eksis kembali.

Dalam perumusan dan penyusunan kebijakan tentang pinjaman tanpa modal yang dilakukan oleh Pemprov Kepri selain berdasarkan fakta dan data di lapangan juga mengadopsi kebijakan dari daerah lain tentang hal yang sama.

Setelah melalui serangkaian mekanisme perumusan kebijakan tentang pinjaman modal tanpa bunga maka secara legitimit kebijakan pinjaman modal tanpa bunga dibuat melalui Peraturan Gubernur (Pergub) Kepulauan Riau Nomor 34 Tahun 2021 tentang Petunjuk Teknis Bantuan Subsidi Bunga Pinjaman Bagi Usaha Mikro dan Industri Kecil di Wilayah Provinsi Kepulauan Riau.

Dari penetapan agenda sampai proses legitimasi kebijakan tersebut dari evaluasi yang dilakukan berjalan dengan baik dan melibatkan semua unsur-unsur yang berkepentingan.

Kemudian setelah Pergub tentang kebijakan subsidi bunga bagi usaha mikro dan industri kecil tersebut dibuat dan disahkan secara hukum kemudian diimplementasikan dan dijalankan.

Hasilnya, respon positif dari masyarakat terutama pelaku UMKM di Kepri terhadap kebijakan tersebut sangat luar biasa.

Dari data yang diperoleh di Bank Riau-Kepri dari bulan Juli Tahun 2021 ketika kebijakan tersebut dikeluarkan, hanya dalam waktu tiga bulan (Oktober 2021) sudah ada 1.575 UMKM yang mengajukan pinjaman modal ke Bank Riau-Kepri.

Dan pada Desember Tahun 2021 sebanyak 2032 UMKM yang terealisasi mendapat pinjaman modal tanpa bunga dari Bank Riau-Kepri dengan total nilai pinjaman secara keseluruhan yang diterima oleh UMKM yang mengajukan sebesar Rp 6 milyar.

Dari evaluasi waktu pelaksanaan baik menyangkut pada tahap perencanaan, pelaksanaan dan pasca pelaksanaan ternyata berjalan dengan baik.

Dalam tahap perencanaan, penentuan skala prioritas agenda sudah tepat karena saat pandemi Covid-19 dengan banyaknya UMKM yang mengalami kebangkrutan, kebijakan suntikan modal tanpa bunga bagi UMKM merupakan langkah tepat yang diambil oleh pemerintah.

Kebijakan tersebut juga dinilai tidak terlalu sulit untuk direalisasikan karena secara teknis dan hukum tidak terlalu banyak hambatan.

Kemudian dalam evaluasi pelaksanaan juga pelaku UMKM ternyata tidak mendapatkan kesulitan dalam pengajuan subsidi bunga dari Pemprov Kepri atas pinjaman modal yang diajukan ke Bank-Riau Kepri.

Persyaratan untuk mendapatkan pinjaman modal yang bunganya disubsidi oleh Pemprov Kepri ternyata juga tidak memberatkan bagi pelaku UMKM. Hanya saja yang perlu diperhatikan adalah dalam implementasi kebijakan soal subsidi bunga oleh Pemprov Kepri terhadap pinjaman modal UMKM ke Bank Riau-Kepri ini tidak tersosialisasi dengan masiv sehingga banyak UMKM yang tidak mendapatkan informasi yang detail, utuh dan jelas.

Salah satunya adalah kesulitan UMKM untuk mengakses informasi tentang tata cara mendapatkan subsidi bunga dari pinjaman yang diajukan.

UMKM harus datang sendiri ke Bank Riau-Kepri yang cabangnya juga dibuka di berbagai Kabupaten dan Kota di wilayah Provinsi Kepri.

Dalam era teknologi digital mestinya UMKM tidak perlu datang ke Bank Riau-Kepri untuk mengakses informasi tentang tata cara memperoleh pinjaman modal tanpa bunga tersebut.

Pemprov Kepri dan Bank Riau-Kepri seharusnya menyediakan akses khusus secara digital sehingga pelaku UMKM mudah untuk memperoleh segala macam informasi tentang kebijakan tersebut.

Kemudian dalam evaluasi pasca pelaksanaan, ternyata kebijakan tersebut memberikan outcome yang baik.

Target pinjaman yang dikeluarkan oleh Bank-Riau Kepri terpenuhi. Begitu juga realisasi pengembalian pinjaman oleh UMKM ke Bank Riau-Kepri juga terpenuhi dengan baik.

Dan kebijakan subsidi bunga pinjaman modal bagi pelaku usaha mikro dan industri kecil yang dilaksanakan oleh Pemprov Kepri tersebut juga ternyata mampu membangun eksistensi UMKM bahkan menjadikan UMKM di Kepri makin berkembang.

Karena respon positif, outcome dan manfaat dari kebijakan tersebut sangat baik maka sudah selayaknya kebijakan Pemprov Kepri mengenai subsidi bunga pinjaman bagi pelaku usaha mikro dan insdustri kecil layak diteruskan dan ditingkatkan kapasitasnya.

Peran Aktor Kebijakan

Jika melihat struktur aktor yang terlibat dalam penyusunan kebijakan subsidi bunga pinjaman UMKM ke Bank Riau-Kepri tersebut, sudah mencakup berbagai pihak dengan posisi tawar yang saling menguntungkan.

Aktor elit menawarkan permintaan ke swasta (Bank Riau-Kepri) dengan jaminan keuntungan sementara kelompok sasaran (UMKM dan Masyarakat) secara positif memperoleh asupan modal dengan mudah dan murah untuk kepentingan kelanjutan usaha.

Karena itu secara umum, apa yang dilakukan oleh para aktor dalam kebijakan tersebut diterima dengan baik oleh masyarakat dan dianggap sebagai sebuah kebijakan yang cerdas dalam rangka membantu UMKM untuk bangkit setelah terpuruk akibat hantaman pandemi Covid-19.

Hal ini terlihat dari respon masyarakat yang disampaikan melalui media masa yang menilai kebijakan tersebut sangat positif.

Dalam kebijakan subsidi bunga pinjaman UMKM ke Bank Riau-Kepri tersebut, secara umum peran masing-masing aktor sudah memainkan fungsi dan tugasnya dengan baik.

Kedudukan Pemprov Kepri sebagai aktor utama, sementara pihak perusahaan dan masyarakat dalam kedudukannya hanya sebagai aktor sekunder kebijakan.

Sebagai aktor utama, Pemprov Kepri mempunyai kewenangan menentukan pihak swasta dan masyarakat sebagai partner pemerintah melalui kerja sama yang baik dan memberikan kontribusi keuntungan bagi semua pihak.

Karena itu dalam implementasi kebijakan ini ada simbiosis mutualisme yang saling menguntungkan baik di tingkat elit, perusahaan dan masyarakat.

Elit dianggap mampu memberikan solusi terbaik di tengah kekalutan UMKM yang banyak gulung tikar akibat pandemi dan sekaligus memperoleh citra yang positif di mata masyarakat, perusahaan memperoleh margin keuntungan dari perputaran modal yang dimilikinya dan masyarakat UMKM merasa sangat terbantu dengan suntikan dana segar untuk modal bagi kelangsungan usaha.

Karena itu dalam kebijakan subsidi bunga bagi pinjaman modal UMKM ke Bank Riau-Kepri ini baik dari sisi peran aktor, substansi kebijakan dan formulasi yang diterapkan, memberikan dampak yang sangat positif bagi masyarakat luas.

Kebijakan-kebijakan seperti ini perlu diperluas agar persoalan-persoalan yang berkembang di masyarakat selalu mendapatkan solusi yang terbaik dari pemerintah selaku pemegang kekuasaan.**

Pengabdian Masyarakat Mahasiswa UTM Lakukan Inovasi Kembangkan Pariwisata Desa

Pengabdian Masyarakat Mahasiswa UTM Lakukan Inovasi Kembangkan Pariwisata Desa

Lamongan, jurnalkota.online

Pengembangan Desa Wisata kian gencar dilakukan sejumlah daerah di Indonesia. Selain Jawa Barat, Kabupaten Lamongan di Jawa Timur pun saat ini tengah mengembangkan desa wisata.

Suasana asri nan sejuk pun bisa didapatkan di desa yang memang agak jauh dari pusat Kota Lamongan ini. Wisata Bumi Ganjaran Desa Pajangan berada di tengah-tengah persawahan desa nan asri yang sebelumnya tidak banyak yang menyangka akan ada tempat wisata didalamnya.

Dahulu, Wisata Bumi Ganjaran Desa Pajangan merupakan hasil cipta dan karsa manusia Pajangan untuk membangun pembangunan ekonomi satu Langkah kedepan.

Namun kini Eksplorasi WBG sudah mulai sirna, tidak seperti sebelum dilanda COVID-19 dimana banyak orang ber bondong-bondong datang untuk menikmati suasana asri nan sejuk. Padahal pada waktu itu lokasi wisata belum sepenuhnya jadi, sedangkan selama dilanda COVID-19 pengurus WBG terus memutar otak dan menambahkan banyak fasilitas demi keberlanjutan Wisata Bumi Ganjaran agar tetap bertahan.

Dalam rangka membantu memulihkan dan memperkenalkan WBG yang mulai sirna para mahasiswa KKN ini mendukung penuh dan memberikan inovasi baru untuk membantu pengembangan Wisata Bumi Ganjaran diantaranya Melakukan Penghijauan dengan Menanam 100 bibit pohon, Dekorasi Gazebo bernuansa Bali, Pembuatan peta wisata, dan Penambahan Wahana baru Gantungan Cinta yang Terinspirasi dari ‘Pont des Arts Bridge, Paris’ dimana disana para pasangan memasangkan gembok bertulisan nama mereka untuk melambangkan rasa cinta mereka. (5/7/22).

Meskipun kontribusi Mahasiswa KKN untuk membantu memulihkan lagi Wisata Bumi Ganjaran yang mulai redup tidak seberapa, Setidaknya harapan Mahasiswa, Wisata Bumi Ganjaran semakin dikenal oleh publik demi keberlangsungan Wisata dan pembangunan ekonomi satu Langkah

Penulis : fathulnizar

Sosialisasi Media Pembelajaran Yang Menarik Minat Anak SDN Tambegan Oleh Mahasiswa KKN 114 UTM

Sosialisasi Media Pembelajaran Yang Menarik Minat Anak SDN Tambegan Oleh Mahasiswa KKN 114 UTM

Bangkalan, jurnalkota.online

Mahasiswa KKN 114 dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM) telah melaksanakan sosialisasi media pembelajaran disebuah Sekolah Dasar yang terletak di Kabupaten bangkalan, kecamatan Arosbaya Desa Tambegan. (3/6/2022).

Sosialisasi ini dilaksanakan susuai dengan tema yang yang diangkat yaitu Kebangkitan sosial dan Ekonomi, mengingat anak-anak adalah penerus masa depan bangsa menjadikan kita harus memberikan yang terbaik dalam berbagai aspek, Memfasilitasinya dengan memberikan media pembelajaran yang efektif dan dapat menarik minat anak dalam belajar dan memberikan penyampaian yang menarik.

Sosialisasi ini dilaksanakan tepat pada pukul 08.00 WIB, Anggota kelompok KKN Dwi Sabrina sebagai pemateri dalam menyampaikan cara kerja dari Media Pembelajaran yang telah disediakan, Media pembelajaran itu sendiri memiliki 2 tipe dalam pembagiannya.

Media Pembelajaran yang pertama ini diberikan nama “Rumah Bentuk bangun Ruang” dimana alat ini berbentuk sebuah rumah mini, dalam rumah tersebut tersedia 7 bangun ruang yang meliputi Tabung, Kubus, Balok, Segitigas besar, Segitiga kecil, Prisma segilima, Prisma Trapesium, Pada sisi Rumah mini tersebut dibuat lubang sesuai dengan bangun ruang yang ada pada Rumah mini tersebut. Dibuatnya alat tersebut bertujuan agar anak dapat dengan mudah mengenali bentuk bangun ruang dan mengenali nama dari bangun ruang.

Mahasiswa KKN 114 dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM) telah melaksanakan sosialisasi media pembelajaran disebuah Sekolah Dasar yang terletak di Kabupaten bangkalan, kecamatan Arosbaya Desa Tambegan. 3 juni 2022.

Sosialisasi ini dilaksanakan susuai dengan tema yang yang diangkat yaitu Kebangkitan sosial dan Ekonomi, mengingat anak-anak adalah penerus masa depan bangsa menjadikan kita harus memberikan yang terbaik dalam berbagai aspek, Memfasilitasinya dengan memberikan media pembelajaran yang efektif dan dapat menarik minat anak dalam belajar dan memberikan penyampaian yang menarik.

Sosialisasi ini dilaksanakan tepat pada pukul 08.00 WIB, Anggota kelompok KKN Dwi Sabrina sebagai pemateri dalam menyampaikan cara kerja dari Media Pembelajaran yang telah disediakan, Media pembelajaran itu sendiri memiliki 2 tipe dalam pembagiannya.

Media Pembelajaran yang pertama ini diberikan nama “Rumah Bentuk bangun Ruang” dimana alat ini berbentuk sebuah rumah mini, dalam rumah tersebut tersedia 7 bangun ruang yang meliputi Tabung, Kubus, Balok, Segitigas besar, Segitiga kecil, Prisma segilima, Prisma Trapesium, Pada sisi Rumah mini tersebut dibuat lubang sesuai dengan bangun ruang yang ada pada Rumah mini tersebut. Dibuatnya alat tersebut bertujuan agar anak dapat dengan mudah mengenali bentuk bangun ruang dan mengenali nama dari bangun ruang.

Media Pembelajaran yang kedua diberi nama ‘Cerita bersambung’. Media Pembelajaran ini terbuat dari Triplek berukuran sedang yang berisa 4 gambar tersusun secara Horizontal, Anak diminta merangkai cerita sesuai dengan 4 gambar yang tertera pada alat tersebut. Dibuatnya alat tersebut bertujuan agar anak dapat dengan mudah dalam merangkai cerita se-kreatuif mungkin.

Selanjutnya, Tepat pukul 09.30 Sosialisasi pembelajaran ini telah selesai, Media pembelajaran yang diperuntukkan untuk kelas 1 Sekolah Dasar Tambegan ini diserahkan pada pihak sekolah yang diharapkan berguna dan bermanfaat dalam pembelajaran yang dilakukan kedepannya.

Penulis : Dwi Sabrina

 

Menggali Potensi Kekayaan Lokal Desa Glagga

Menggali Potensi Kekayaan Lokal Desa Glagga

Bangkalan, jurnalkota.online

Pengabdian Masyarakat Kelompok 120 Universitas Trunojoyo Madura (UTM) dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. Wartiningsih, SH., MHUM melakukan penyuluhan desa yang bertempatan di Desa Glagga, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan, Jum’at (24/6/2022).

Desa ‘Glagga’ berasal dari kata galak dan gah yang berarti gagah dan berani menghadapi rintangan dan musuh. Desa ini memiliki luas 6.153 km2 dan merupakan desa paling luas di Kecamatan Arosbaya. Dengan jumlah penduduk sebanyak 4.873 jiwa dengan rincian jumlah penduduk berjenis kelamin laki-laki sebanyak 2.424 jiwa dan perempuan sebanyak 2.449 jiwa.

Desa ini memiliki dusun terbanyak dari beberapa desa yang ada di Kecamatan Arosbaya. Memiliki 10 dusun yaitu Karang Malaka, Kroje, Kebun Larangan, Gunung Malang, Laok Gunung, Besambih, Morsabe, Mongmong Timur, Mongmong Barat, dan Karang Candih.

Sebagian besar penduduk memiliki mata pencaharian sebagai petani dan pedagang. Beberapa kegiatan yang menghasilkan pendapatan desa adalah berwirausaha dan pengiriman tenaga kerja luar negeri. Pembangunan desa merupakan suatu hal yang perlu dilaksanakan agar tercipta desa yang tenteram, aman, dan sejahtera.

Hal Tersebut tentu tidak terlepas dari pengolahan aliran dana desa yang bijak oleh apratur desa. Anggaran dana pembangunan yang diterima masing-masing desa berdasarkan kepadatan jumlah penduduk desa. Semakin banyak populasi, maka dana dari desa pun semakin banyak. Hal ini dimaksudkan sebagai upaya pemerataan tingkat kesejahteraan penduduk. Adapun mata pencaharian dari penduduk desa Glagga antara lain petani, kerajinan meuble dan pedagang.

Kesadaran akan pentingnya pendidikan bagi masyarakat desa Glagga terbilang masih sangat minim. Keadaan ekonomi yang rendah dan tingginya minat masyarakat dalam merantau untuk mencari rezeki termasuk salah satu faktor minimnya kesadaran yang dimiliki masyarakat akan pentingnya Pendidikan.

Kondisi ini didukung dengan minimnya fasilitas Pendidikan yaitu 3 Taman kanak-kanak, 4 Sekolah Dasar, 2 Sekolah Menengah Pertama (SMP), 2 Sekolah Mengengah Atas (SMA), serta terdapat 4 Madrasah dan 1 Pondok Pesantren .

Berbeda dengan kondisi Pendidikan, kondisi kesehatan di desa Glagga sudah tertata dengan rapi, tersebarnya pos-pos Kesehatan yang terletak di tengah-tengah masyarakat dan 1 PUSTU (Puskesmas pembantu) sangat membantu dan mendukung terciptanya budaya sehat masyarakat Glagga.

Kebudayaan sosial yang menjadikan ciri khas di desa Glagga salah satunya adalah kerapan kelinci. Kerapan kelinci adalah sebuah acara yang melibatkan kelinci yang dipaksa untuk berlari dengan cara di jepit menggunakan alat penjepit agar kelinci tersebut berlari sekencang mungkin.

Terdapat beberapa komoditas yang ada di desa Glagga yaitu kacang tanah, padi, singkong, kacang Panjang dan jagung. Tetapi diantara komoditas tersebut, kacang tanah lah yang menjadi komoditas unggulan dari desa Glagga.

Dengan adanya profil desa ini, Tim Pengabdian Masyarakat Kelompok 120 Universitas Trunojoyo Madura (UTM) berharap supaya Pemerintah desa dan masyarakat bisa memahami seluruh aspek data yang berkenaan dengan desa, masyarakat juga bisa mengkontrol sehingga pembangunan desa yang lebih baik tidak hanya berdasarkan keinginan kepala desa saja serta berharap bahwa desa Glagga dikenal tidak hanya di sekitar desa saja, melainkan juga pada masyarakat luar desa Glagga.

Penulis: Eva Sabrina

Portal berita yang menyajikan informasi aktual, fakta dan terpercaya. Lahir dengan moto “Bicara Sesuai Fakta”. Keseimbangan dalam menyajikan realita dengan Cover Both Side. Disajikan dengan cepat untuk memenuhi kebutuhan informasi bagi masyarakat dan referensi untuk para pengambil keputusan.

Media Jurnal Kota terbit dalam bentuk cetak dan media online. Untuk pemasangan iklan cetak dan online dapat menghubungi (021) 54337557

Penerbit : PT. Media Tiga Serangkai 

Jl. Gunung Pangrango Blok D 17 No. 3  Cengkareng Jakarta Barat 11730

Telp. (021) 54337557 Fax. (021) 54337557

  jurnalkota03@gmail.com 

About Jurnal Kota Online

Jurnal Kota Online
(021)54337557

Mobile : 081218881273 –
jurnalkota03@gmail.com