Diharapkan Kembali Ramai, Tempat Wisata  Little Green Canyon Semakin  Sepi

Diharapkan Kembali Ramai, Tempat Wisata Little Green Canyon Semakin Sepi

Bogor, jurnalkota.id

Little Green Canyon merupakan sebuah ngarai yang terbentuk karena erosi air sungai, yang melintasi selama ratusan tahun yang menembus gua dengan stalaknit-stalaknit yang diapit oleh bukit bebatuan dengan rimbunan pohon yang hijau.

Little Green Canyon ini berada di Kampung Tonjong Roke, Desa Medal Sari, Kecamatan Pangkalan – Loji, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.  Sebuah lokasi paling ujung selatan Kabupaten Karawang yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Bogor.

Awalnya tempat ini hanya sebagai tempat wisata warga sekitar saja. Namun seiring informasi yang berkembang pesat, wisatawan mulai berdatangan untuk menyambangi tempat tersebut.

Namun di tengah pandemi saat ini, tempat wisata Little Green Canyon semakin sepi, dari terus berlangsung dari hari ke hari.

Ditemui di lokasi, Danu dari Perhutani sebagai penanggung jawab tempat wisata tersebut, mengungkapkan, kalau lokasi tersebut, sudah sangat sepi.

“Walaupun di hari libur, tempat ini sepi. Bahkan, banyak warga menyangka kalau Green Canyon sudah tutup,” katanya, Rabu (23/6/2021).

Lebih lanjut diungkapkan, tempat wisata Little Green Canyon sudah menerapkan Prokes dan berkoordinasi dengan satgas Covd-19 setempat.

Senada dengan Danu, Tokoh masyarakat setempat, Miki juga mengungkapkan tentang sepinya tempat wisata tersebut, Ia berharap agar pandemi segera berlalu dan tempat wisata Little Green canyon kembali ramai terutama di saat liburan tiba.

Penulis : Mario

 

Singgah di Tanjungpinang, Rahma Beri Tanjak dan Batik ke Sandiaga Uno

Singgah di Tanjungpinang, Rahma Beri Tanjak dan Batik ke Sandiaga Uno

Tanjungpinang, jurnalkota.id

Kunjungan kerja Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno di Kepulauan Riau membawa kesan tersendiri untuk Kota Tanjungpinang. Meskipun terbilang singkat, ada pesan yang ingin disampaikan olehnya kepada Wali Kota Tanjungpinang, Hj. Rahma, S.IP dalam upaya menumbuhkan perekonomian di masa pandemi Covid-19 di Kota Tanjungpinang.

Hal itu disampaikannya sesaat ia kembali ke Jakarta di Bandara RHF Tanjungpinang, saat ingin kembai ke Jakarta, Sabtu (23/1/2021).

Ketibaan Sandiaga Uno disambut Wali Kota Tanjungpinang, Hj. Rahma, S.IP sekaligus memasangkan tanjak dan juga memberikan cinderamata Batik Gurindam Pusaka khas Kota Tanjungpinang yang merupakan hasil produksi UMKM di Kota Tanjungpinang.

Sandi mengatakan kedatangannya ke Kepulauan Riau (Kepri) ini bertujuan untuk memastikan kesiapan Kepri, khususnya Batam dan Bintan untuk membuka kembali dunia pariwisata sebagai langkah upaya pemulihan ekonomi nasional, dengan tidak mengabaikan protokol kesehatan dan aturan yang diatur oleh Gugus Tugas Covid-19 nasional maupun daerah.

“Kunjungan kerja ini nantinya akan mendorong untuk perencanaan Travel Bubble, dengan membuka Kabupaten Bintan dan Kota Batam dalam skala terbatas tanpa mengabaikan protokol kesehatan yang berlaku, itulah yang kami harapkan agar pemulihan ekonomi di Indonesia dapat dilakukan dengan membuka jalur pariwisata,” jelas Sandi.

Selain itu, Kunker Menparekraf ini memiliki program yakni merencanakan beberapa kegiatan wisata berbasis olahraga (sport tourism), mempercepat pendistribusian vaksin Covid-19 di Kepri khususnya Batam dan Bintan serta melaksanakan pagelaran seni atau event yang memilki standar protokol kesehatan yang ketat dan tepat.

Sandi juga memprogramkan agar Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang dikelola Pemko Tanjungpinang yang bergerak di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif untuk terus dikembangkan, agar para pemilik UMKM tetap memiliki mata pencarian dan lapangan pekerjaan di tengah pandemi Covid-19 saat ini berkaitan.

“Jika UMKM tetap eksis, pariwisata juga sudah berjalan, itu tandanya ekonomi sudah mulai bangkit dan pulih, meskipun di tengah pandemi Covid-19 masih melanda kita, jangan pernah menyerah untuk terus berinovasi,” tutupnya.

Terkait hal itu, Rahma menyambut baik agar dunia pariwisata dan perekonomian masyarakat dapat bangkit kembali, namun tidak mengabaikan protokol kesehatan.

“Kita tidak menutup diri untuk memajukan sektor pariwisata dan memberdayakan UMKM, karena yang paling berdampak oleh Covid-19 adalah sektor pariwisata, untuk itulah kedatangan Bapak Menteri ini sangat kami sambut positif dan membawa semangat baru untuk kita semua dalam pemulihan ekonomi,” ungkap Rahma.

Tampak Sandiaga Uno memakai tanjak dan menerima batik yang diberikan Wali Kota, yang merupakan produk ekonomi kreatif yang diproduksi oleh UMKM di Kota Tanjungpinang. Adapun Tanjak yang merupakan hiasan kepala bagi kaum lelaki Melayu yang terbuat dari bahan kain. Di Kota Tanjungpinang, untuk pengrajin tanjak cukup menjamur dan hasilnya sangat diminati oleh wisatawan dan masyarakat.

Tanjak yang dikenakan oleh Sandi adalah tanjak dendam tak sudah yang diproduksi oleh Galery Tanjak Gayong Bertuah. Sedangkan batik yang diberikan juga merupakan produk UMKM dan menjadi batik khas Kota Tanjungpinang, yakni Batik Gurindam Pusaka dari Melajoe Batik dengan motif Gurindam Raya.
Sumber Prokompim.

Editor : Antoni

Satgas Kesti TTKDH Pandeglang, Siap Kembangkan Potensi Seni Budaya

Satgas Kesti TTKDH Pandeglang, Siap Kembangkan Potensi Seni Budaya

Pandeglang, JurnalKota.id

Ketua DPC Ormas Banten Satgas Kesti TTKDH Kabupaten Pandeglang, M.Dasa Hambali mengatakan, dilantikya pengurus Satgas Kesti TTKDH Kabupaten Pandeglang, merupakan langkah majunya Ormas ini untuk pengembangan potensi seni budaya yang ada di Pandeglang. Selain itu tidak kalah penting bagai mana caranya menghidupkan seni tradisi masyarakat.

“Saya berjanji berjuang sekuat tenaga untuk menghidupkan dan menumbuh kembangkan seni tradisi dan budaya Pandeglang, kendati demikian saya perlu dukungan dari seluruh anggota dan pengurus Satgas Banten Kesti TTKDH yang ada di Pandeglang,” ujarnya saat memberi sambutan di acara pelantikan pengurus Satgas Banten Kesti TTKDH Kabupaten Pandeglang, Minggu (28/6/2020) di vila Cikole Pandeglang.

Dikatakan, semua harus bersinegi untuk bisa menjalankan roda organisasi ini. “Selain itu, kita juga meminta kepada pemerintah daerah memberikan pembinaan kepada Ormas ini, sehingga ke depannya antara pemerintah daerah dengan kita sama-sama saling mendorong,” tambahya.

Menurut seorang anggota Satgas, ia berharap dilantiknya pengurus Satgas Banten Kesti TTKDH, lebih mengedepankan pengembangan seni budaya yang ada di Pandeglang. “Karena tidak sedikit kesenian tradisi pandeglang kurang pendapat perhatian, sehingga para pelaku seni budaya nyaris tidak terdengar,” ujarnya.

Hadir dalam acara pelantikan tersebut, pengurus DPC Satgas Banten Kesti Kabupaten Pandeglang, Buya Muhtadi Cidahu, selaku Ketua Umum DPP Satgas Banten TTKDH dan dihadiri tokoh masyarakat.

Penulis: Haerudin/Ajad
Editor : Pang

Grebek Syawalan Keraton Kaprabonan Kesultanan Cirebon

Grebek Syawalan Keraton Kaprabonan Kesultanan Cirebon

Cirebon, jurnalkota.id

Moment Idul Fitri 1 Syawal merupakan moment spesial bagi umat islam,
Halal Bihalal merupakan acara yang sering dilakukan di saat lebaran, saling maaf memaafkan sudah menjadi tradisi tahunan.

Di Cirebon ada sebuah tradisi khusus yang menjadi kegiatan rutin setiap tahunnya  keraton – keraton cirebon.
Antara lain Keraton Kaprabonan, yang setiap tahunnya mengadakan acara halal bihalal dan ziarah bersama ke makam Sunan Gunung Jati,  dengan nama acara “Ziarah Syawalan Keraton Kaprabonan ” bersama para seluruh Santana wargi kesultanan Cirebon. Acara tersebut dihadiri lebih banyak Wargi atau turunan dari Kanjeng Sunan Gunung Jati.

Raja Kaprabonan, DR. Ir. Pangeran Hempi Raja Kaprabonan, MP

Pada tahun ini, acara Ziarah Syawalan  jatuh pada tanggal 28 Syawal 1441H/Sabtu 20 Juni 2020, dikarenakan pandemi Covid-19 jadwal kegiatan  mundur, sehingga baru bisa dilaksanakan akhir syawal.

Rundown Ziarah Syawalan ini, selain Halal Bihalal juga dilanjutkan dengan ziarah bersama ke Astana Gunung Jati  (makam Kanjeng Sunan Gunung Jati), Kanjeng Sultan beserta seluruh wargi berangkat bersama.

Para Santana Kesultanan Cirebon

Acara tahuh ini dihadiri:
Syekh Rohimuddin Nawawi Al Bantani,
Pangeran Kuda Putih KPT.RD.Heru Rusyamsi Arianatareja (ketua Santana Kesultanan Cirebon), Pangeran Elang Putih Rtb.H.Moch Hassanudin (Sesepuh Djuriah kesultanan Banten),
KH Achmad Chasan Al Bandawi (Keluarga Ponpes Banda),
serta dihadiri  dua ulama Syekh dari Arab,  Syekh Ammar Palestine dan Syekh Muhiddin Syiria.

Berziarah di makam Raja Adipati Kaprabonan

Dalam Sambutannya, Raja Kaprabonan DR.Ir.Pangeran Hempi Raja Kaprabon, MP di Keraton Kaprabonan, berharap dengan adanya acara rutin tahunan ini, menjadi acara silaturahmi akbar bagi seluruh para putra turunan dari Sunan Gunung Jati. “Sehingga para turunan dapat bersatu dan guyub, sehingga keluarga besar Kesultanan Cirebon terlihat lebih baik rasa persaudaraannya, ” katanya.

Lanjutnya Raja Kaprabonan menjelaskan, aturan berziarah, aturan atau papakem dalam berziarah, yang pertama harus mengenakan baju beskap keraton warna putih atau gamis berwarna putih, di luar warna putih dilarang masuk.

Dihadiri Syekh Rohimuddin, Syekh Ammar Palestine Syekh Muhidin Syiria, Pangeran Kuda Putih

Di waktu bersamaan dalam sambutannya, Syekh Rohimuddin Nawawi Al Bantani juga mengatakan,  dengan moment acara ini  menjadi kenal saudara-saudara  dari berbagai daerah. “Oleh karenanya, kita harus pertahankan dan mensyukuri kebersamaan ini,” katanya.

Sambungnya, ia pun melakukan kegiatan rutin guna menyatukan seluruh para wargi  yaitu melalui Pengajian dan Dakwah.­

Ziarah syawalan keraton Kaprabonan bersama  para Santana Kesultanan Cirebon tahun ini, terbilang sangat sukses, karena dihadiri para wargi kurang lebih 500 orang wargi para turunan kanjeng Sunan Gunung Jati.
Kesuksesan Acara ini tak lepas dari sentuhan Sang Pangeran Kuda Putih beserta timnya.

Oleh Raden Heru

Wakil Wali Kota Tangsel Kunjungi Kampung Tangguh “Jawara Tangsel”

Wakil Wali Kota Tangsel Kunjungi Kampung Tangguh “Jawara Tangsel”

Tangsel, Jurnalkota.id

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengunjungi Kampung Marga Jaya Pakulonan RT 002/004 Serpong Utara, yang akan menjadi percontohan kampung tangguh “Jawara Tangsel”.

Dalam kunjungannya Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, awal rencana pembentukan Kampung Tangguh karena dipicu adanya Covid-19 yang terus bertambah, ia juga menjelaskan dalam Kampung Tangguh itu nantinya ada keterlibatan masyarakat dalam suatu wilayah tertentu.

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menyampaikan sambutanya saat melakukab kunjungan ke Kampung Tangguh di Kampung Marga Jaya Pakulonan RT 002/004 Serpong Utara.

“Kampung Tangguh diharapkan bisa menjaga lingkungan agar tetap aman dari bahaya Covid-19, tapi di luar itu tentunya kampung tangguh ini juga kita harapkan bisa menjadi contoh dalam soal keamaan, ketertiban dan lainnya,” ungkapnya selepas meninjau persiapan Kampung Tangguh, Rabu (17/6/2020).

Benyamin menyampaikan alasan Kampung Margajaya dipilih sebagai percontohan, dikarenakan ideal kampung tangguh itu ada posko atau ada ruangan di mana bisa dijadikan tempat untuk membahas berbagai hal oleh tokoh masyarakat dan masyarakat sekitar. Rencananya paling lambat launching Kampung Tangguh pada 1 Juli 2020.

“Jadi ini mau uji coba dulu. Mudah mudahan dari unsur pimpinan polri bisa meresmikan kampung tangguh ini. Nanti namanya Kampung Tangguh Jawara Tangsel,” jelasnya.

Benyamin menambahkan, selain karena adanya Covid-19 pembentukan kampung tangguh juga untuk pemberdayaan produk ekonomi masyarakat. Tak hanya itu, di dalam kampung tangguh juga mencakup bidang keamanan, sosial dan kesehatan.

Penulis : Rifqi DRS
Editor : Ryan

Ibrahim Mulud: Kembangkan Tradisi Palang Pintu

Ibrahim Mulud: Kembangkan Tradisi Palang Pintu

­Tangsel, jurnalkota.id

Sejak dahulu, Betawi mempunyai banyak jenis kesenian atau tradisi yang dapat diangkat ke masyarakat. Salah satunya adalah tradisi Palang Pintu.

Palang pintu mempunyai arti sebagai tradisi, untuk membuka penghalang yang diwakili seseorang atau lebih, agar dapat masuk ke suatu daerah.

Palang Pintu merupakan tradisi yang menjadi bagian dari upacara pernikahan masyarakat Betawi. Palang pintu menggabungkan seni beladiri dengan seni sastra pantun. Dalam tradisi ini, jawara yang bertindak sebagai perwakilan mempelai laki-laki dan perempuan akan saling menunjukan kemampuan, memperagakan gerakan silat dan melontarkan pantun satu sama lain.

Ditemui di Rumah Seni dan Budaya Lengkong Kecamatan Serpong Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Banten, Ibrahim Mulud yang lebih dikenal dengan nama Baim memaparkan, Palang Pintu merupakan tradisi yang menjadi bagian dari upacara pernikahan masyarakat Betawi.

“Dan sekarang ini menjadi upacara penyambutan tamu-tamu kehormatan. Palang Pintu ini juga bagian dari dakwah melalui budaya, karena di Palang Pintu ini ada bagian-bagian dari pembacaan sholawat dan juga menyambung tali silaturahmi,” katanya, Jumat (12/6/2029).

Sambung Baim, Palang Pintu ini juga menyimbolkan ujian yang harus dilalui dari pihak laki-laki atau tamu kehormatan untuk meminang pihak perempuan, atau pihak tuan rumah.

Lebih jauh disampaikan, dia berharap, para pelaku seni budaya, terutama Palang Pintu terus berkembang, baik di kancah nasional atau go internasional. “Kita berharap juga, setiap ada kunjungan-kunjungan tamu kehormatan, pelaku seni dilibatkan, karena Palang Pintu ini juga menunjukan pakain-pakaian adat Betawi, seni musik Betawi juga ada, ondel-ondel pun juga ada. Dan banyak yang dilibatkan di Palang Pintu, terutama budaya Betawi, ” tutur Baim.

Sebagai informasi, selain pengurus di Yayasan Karung Al Mulud Rumah Seni dan Budaya Lengkong, Baim juga salah satu pengurus di Perguruan Silat Cingkrik Rawa Nelong Lengkong Wetan. Kiprahnya mulai tahun 2012 sudah tidak diragukan lagi sebagai seorang putra Betawi asli yang aktif di berbagai kegiatan budaya Berawal, di Tangerang Selatan khususnya. Baim cukup dikenal, baik di kalangan pencinta seni, maupun di kalangan pemerintahan Kota Tangsel.

Penulis: PKP
Editor : Pang

Opan Safari: Dukung Apa yang Dilakukan Rd.Heru Rusyamsi Aryanatareja

Opan Safari: Dukung Apa yang Dilakukan Rd.Heru Rusyamsi Aryanatareja

Jakarta, jurnalkota.id

Salah seorang putra turunan dan juga ahli sejarah Cirebon DR R Achmad Opan Safari Hasyim MHum, yang juga seorang Filolog lulusan Unpad, sekilas menceritakan Profil sejarah asal usul sosok Pangeran Kuda Putih ini.
Raden Heru Rusyamsi Arianatareja berasal dari Desa Nusaherang Kec. Nusaherang Kuningan Jawa Barat, yang terlahir dari kedua orangtua Asli dari Nusaherang Kuningan.

Desa Nusaherang adalah kawasan kecil yg berdiri di tepi aliran hilir sungai Cisanggarung, Desa ini dipilih oleh Pangeran Gagak Lumayung (Pangeran Cakrabuana) dalam pengembaraan Spiritualnya. Kemudian lama sekali nama itu tenggelam oleh zaman. Baru pada masa pelarian putra Sultan Sepuh lll Tajul Arifin Muhamad Zaenuddin, nama Desa itu muncul lagi, Adalah Pangeran Arya Natareja Muhammad Satariyah yang eksodus dari Krraton Kasepuhan membangun kembali Desa tersebut.

Bersama Sultan Kecirebinan Keraton Kecirebonan

­

P.Arya Natareja membangun fondasi akidah, semangat nativisme dan Patriotis. Pemerintah kolonial sempat memburu keberadaan P.Arya Natareja, tapi selalu gagal menangkapnya. Sejarah itu kemudian hilang ditelan masa. Baru pada sekitar tahun 2016, seorang keturunan asli dari P.Arya Natareja, bernama Rd.Heru Rusyamsi Aryanatareja menggali dan mengumpulkan kembali artefak-artefak sejarah itu.

“Keabsahan Silsilahnya sudah saya konfirmasi dengan silsilah keturunan yang di kanoman, kaprabonan, kasepuhan dan dengan Silsilah Rancang, bahkan Pangeran Patih Raja Kanoman moch Qodiran, Pangeran Hempi Raja Kaprabonan, para sepuh Martasinga, serta beberapa kerabat Keraton Kasepuhan, Keraton Kacirebonan, Departemen Agama bidang Digitalisasi Naskah Tua, para ahli sejarah sudah mengunjungi Nusaherang,” ujar Opan.

Museum Keraton Kasepuhan

Menurutnya, apa yang sudah dilakukan Rd.Heru Rusyamsi Aryanatareja, merupakan upaya yang luar biasa dan harus didukung oleh seluruh wargi Keturunan Sunan Gunung jati,” tuturnya.

DR R Achmad Opan Safari Hasyim M Hum adalah seorang Filolog lulusan Unpad. Dia mengikuti Joint Reaserch dengan Hebrew University tahun 2019. Pernah Study banding dengan National University of Singapore di tahun yang sama. Saat ini Opan bekerja di Kementrian Agama Kabupaten. Menjadi Ketua Tim Peneliti Ahli Cagar Budaya Kabupaten Cirebon, juga masih tercatat sebagai dosen IAIN Syeikh NurjatiCirebon.

 

Penulis : RG/AR/RD

Editor   : Pang

 

 

Santana Kesultanan Cirebon, Wadah Silaturahmi Para Turunan Sunan Gunung Jati

Santana Kesultanan Cirebon, Wadah Silaturahmi Para Turunan Sunan Gunung Jati

Kuningan, Jurnal Kota

Santana Kesultanan Cirebon atau lebih dikenal dengan SKC, merupakan sebuah wadah para putra turunan dari keluarga besar kesultanan cirebon, yang saat ini terdiri dari beberapa keraton peninggalan sejarah, ada Keraton Kanoman, Keraton Kasepuhan, Keraton Kaprabonan dan Keraton Kacirebonan.

Wadah ini berlegalitas Foundation atau YAYASAN SANTANA KESULTANAN CIREBON, dilegalkan secara resmi pada tanggal 16 Desember 2017, dengan keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia nomor : AHU-0018426.AH.01.04 tahun 2017, Diketuai oleh RD.HERU RUSYAMSI ARYANATAREJA yang dikenal dengan julukan PANGERAN KUDA PUTIH.

Menurut Pangeran Heru, SKC ini dia bentuk dengan tujuan ingin menyatukan seluruh para putra turunan dari Kesultanan Cirebon yang berada di luar keraton, baik yang ada di Cirebon maupun di luar Cirebon, bahkan yang berada di luar negri, dikarenakan selama ini para putra turunan yang berada di luar tidak dapat terangkul secara maksimal oleh keraton.

Bersama Sultan Kanoman

“Pentingnya wadah ini dibentuk, agar para putra turunan dapat terangkul serta tertampung segala aspirasinya, sesungguhnya mereka-mereka ini banyak yang perduli akan peninggalan sejarah leluhur,” tuturnya, Jumat (5/6/2020).

Bersama Raja Kaprabonan Keraton Kaprabonan

Lanjutnya, dalam perjalanannya misi menyatukan tersebut, bukanlah hal mudah, tantangan menghadang di depan, bahkan banyak fitnahan serta pemikiran yang negatif dari pihak lain, baik dari dalam keraton maupun di luar keraton.

“Tapi hal demikian tidak membuat saya mundur, karena niat saya bukan untuk sebuah Tahta atau Warisan leluhur, hanya ingin mempersatukan dan mengajak bersama kepada seluruh para putra turunan, untuk menjaga marwah leluhur serta mengawasi bersama aset leluhur agar tetap lestari, tidak hilang dan rusak,” ungkapnya.

Sampai saat ini keanggotaan wargi SKC yang terangkul, sudah berjumlah ribuan di seluruh indonesia. Dengan tim SKC yang solid. “Ha l ini bisa tercapai dengan slogan satu jiwa, dengan gaya sederhana, jiwa yang ramah, santun dan berakhlak yang baik,” ungkap sosok Pangeran Kuda Putih (PKP) ini dapat membuktikan bahwa seluruh anggota SKC dapat terlihat harmonis.

 

Penulis: AR/DS

Editor  : Pang

 

 

 

 

Kembangkan Jamur Tiram, Kapolres Tanjungpinang Apresiasi Bhabinkamtibmas Tanjung Unggat

Kembangkan Jamur Tiram, Kapolres Tanjungpinang Apresiasi Bhabinkamtibmas Tanjung Unggat

Tanjungpinang, jurnalkota.id

Aipda Razmudi Personil Polres Tanjungpinang yang bertugas sebagai Bhabinkamtibmas Kelurahan Tanjung Unggat berhasil mengembangkan budidaya jamur tiram rumahan (home cultivation). Dengan memanfaatkan pekarangan rumah seluas 15 meter x 5 meter persegi yang berlokasi di Jl. RH. Fisabilillah Km.8 Tanjungpinang, Aipda Razmudi telah memiliki sedikitnya 45 bag log pertumbuhan jamur tiram mulai dari pembenihan hingga siap panen.

Ide tersebut diperoleh Aipda Razmudi pada saat dirinya rutin menyambangi Arnal, salah seorang warga binaanya di Kelurahan Tanjung Unggat, yang membudidayakan jamur tiram pada bulan April lalu.

Aipda Razmudi menjelaskan, bahwa ketertarikannya akan jamur tiram ini karena melihat perawatan dan pemeliharaanya. “Mengembangkan jamur tiram menuntut kita berinovasi dan mandiri demi menguatkan ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi di masa pandemi ini,” ungkap Razmudi di lokasi budidaya jamur jalan RH. Fisabilillah Km.8 Tanjungpinang, Senin (8/6/2020).

Aipda Razmudi juga menjelaskan, bahwa sedikitnya telah melakukan 5 kali panen jamur tiram namun sebatas untuk konsumsi keluarga. Ia juga bertekad untuk lebih mengembangkan budidaya jamur tiram tersebut sehingga dapat bermanfaat tidak hanya untuk keluarga namun juga masyarakat.

Menanggapi hal tersebut Kapolres Tanjungpinang AKBP Muhammad Iqbal, SH, SIK, M.Si memberikan apresiasi dan mendukung kegiatan positif yang dilakukan oleh personilnya.

“Mengisi waktu senggang dengan kegiatan bermanfaat di sela-sela rutinitas pekerjaan khususnya dalam meningkatkan ketahanan pangan merupakan suatu bentuk inovasi dan kreativitas yang patut dicontoh dan diaplikasikan, serta terus dikembangkan sehingga manfaatnya dapat menyentuh sampai ke masyarakat,” ujar Kapolres di kantornya.

Penulis : Antoni
Editor : Ryan Wijaya

Tabir Sejarah Desa Nusaherang Kuningan Jawa Barat Turunan Keraton Cirebon

Tabir Sejarah Desa Nusaherang Kuningan Jawa Barat Turunan Keraton Cirebon

Cirebon, Jurnal Kota

Cirebon merupakan daerah di Kawasan Pantura Jawa Barat yang masih kental dengan sejarah dan budaya serta kuliner. Selain keraton dan situs, naskah kuno juga menjadi salah satu bukti kuat bagaimana perjalanan dan perkembangan Cirebon beberapa abad silam.

Salah satunya, naskah kuno yang berada di Desa Nusaherang Kecamatan Nusaherang, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Naskah itu adalah Naskah Kembang Cangkok Wijaya kusuma(Silsilah), Rancang Bangun Keraton Cirebon dan Tarekoh Bima Suci (Ajaran Tasawuf yang disimbolkan dalam lakon pewayangan).

Bukan hanya Naskah Kuno saja yang ada di sana, ada juga tertinggal sebuah pusaka Patilasan serta makam-makam Leluhur yang berdarah Bangsawan Cirebon.

“Naskah-naskah kuno ini membuktikan bahwa warga Desa Nusaherang masih memiliki kekerabatan keturunan dengan Keraton Kanoman dan Keraton Kasepuhan. Saya sudah verifikasi silsilahnya dan memang ada dan tercatat,” kata Sejarawan Cirebon Opan Safari, Kamis (29/05/2020).

Ia menyebutkan, dalam naskah tersebut ditulis menggunakan Arab Pegon (tulisan arab berbahasa Cirebon dan Carakan (aksara Jawa). Isi dalam naskah tersebut, terdapat ajaran Tarekat hingga silsilah murni keturunan Sunan Gunung Jati serta Rancang Bangun Keraton Pakung Wati.

Sementara, ajaran tarekat dikembangkan dari Keraton Kanoman Cirebon dan sampai saat ini masih dipertahankan. Ia menceritakan, ada hubungan silaturahmi yang sempat terputus, yakni pada tahun 1786 atau setelah Sultan Matangaji (Sultan V Keraton Kasepuhan Cirebon) terbunuh.

Naskah kuno tersebut, lanjut Opan, merupakan bukti sejarah terjalinnya kembali hubungan silaturahmi antara para Putra Turunan Desa Nusaherang dan Keraton Cirebon. Bukti tersebut, berdasarkan verifikasi data yang dimilikinya selama mengamati sejarah perkembangan Cirebon.

“Di saya pribadi punya naskah dan silsilah asli turunan Sunan Gunung Jati, termasuk tiga keraton yang ada di Cirebon. Dan itu asli tidak mengada-ada, kalau mereka (Nusaherang) betul keturunan keraton,” tuturnya.

Dari temuan tersebut, ia sudah berkoordinasi dengan pihak Keraton Kanoman Cirebon untuk mengagendakan pembedahan naskah kuno tersebut. Ia menyarankan agar pihak yang dipercaya memegang naskah untuk menjaga dengan baik keutuhannya, hingga saat pembedahan digelar.

“Kertasnya masih asli dari Belanda, berikut juga cover depannya. Meski sedikit mulai rapuh, kalau dijaga baik dan dirawat, Insya Allah tidak akan rusak,” sebutnya.

Untuk menjaga keutuhan naskah, ia meminta agar ditaruh dalam suhu dan kelembapan yang cukup. Selain itu, posisi penyimpanan naskah juga harus tepat serta sering dibuka dan dibersihkan perlahan.

“Diberi silica gell untuk menstabilkan suhu. Posisi naskah jangan ditidurkan atau ditumpuk biar tidak lengket,” kata Opan.

Penulis : Png.Aria Natareja (PKP)
Editor : Pang

About Jurnal Kota Online

Portal berita yang menyajikan informasi aktual, fakta dan terpercaya. Lahir dengan moto “Bicara Sesuai Fakta”. Keseimbangan dalam menyajikan realita dengan Cover Both Side. Disajikan dengan cepat untuk memenuhi kebutuhan informasi bagi masyarakat dan referensi untuk para pengambil keputusan.

Media Jurnal Kota terbit dalam bentuk cetak dan media online. Untuk pemasangan iklan cetak dan online dapat menhubungi (021) 54331420

Penerbit : PT. Media Tiga Serangkai
Rukan Gading Kirana Blok D 6 No. 32 Kelapa Gading Jakarta Utara 14240
Telp. (021) 45874085 Fax. (021) 45878796
jurnalkota03@gmail.com / jurnalkota2020@gmail.com

Jurnal Kota Online
(021)45874085

Mobile : 081218881273 –
jurnalkota03@gmail.com – juralkota2020@gmail.com