Bintan Berkarya, Apresiasi Roby Kurniawan untuk KBRI Singapura

Bintan Berkarya, Apresiasi Roby Kurniawan untuk KBRI Singapura

Bintan, jurnalkota.online

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura bersama puluhan personil mengadakan perjalanan wisata di Kawasan Wisata Lagoi, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Sabtu (30/7/2022).

Dengan bersepeda sejauh 45 Km, seluruh rombongan melakukan start dari Cassia Hotel dan finish di sekitaran Danau Lagoi Bay.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bintan Roby Kurniawan pun turut ambil bagian dalam gowes bertemakan amal ini.

Dikatakan amal, sebab kedatangan Dubes Republik Indonesia untuk Singapura Suryo Pratomo, membawa Charity Ride (asosiasi sepeda Singapura-Indonesia) yang nantinya akan memberikan bantuan bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang ada di Wilayah Lagoi dan sekitarnya.

Roby Kurniawan mengatakan, dirinya memberikan apresiasi setinggi-tinggi atas perhatian KBRI untuk Kabupaten Bintan yang menurutnya sangat luar biasa.

Bahkan, saat krisis di tengah pandemi pun, KBRI yang juga turut berjuang secara maksimal dibukanya kembali gerbang pariwisata internasional dengan skema Travel Bubble.

“Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya. Kami yakin, bahwa kegiatan semacam ini akan memberi dampak positif bagi pemulihan ekonomi, terkhusus sektor UMKM yang berafiliasi pada pariwisata,” ujar Roby Kurniawan.

Roby Kurniawan juga optimis, kegiatan ini akan menjadi salah satu ajang promosi wisata untuk semakin memperkenalkan Kabupaten Bintan dengan pesonanya yang eksotis.

“Kami yakin, ini juga akan menjadi sebuah promosi wisata yang cukup masif. Kami juga sampaikan, bahwa Bintan telah benar-benar siap menyambut siapa pun yang ingin datang berkunjung,” tutur Roby Kurniawan.

Kegiatan yang dinamakan ‘Bintan Berkarya’ ini diikuti oleh peserta yang didominasi oleh warga Indonesia yang ada di Singapura.

“Secara tidak langsung mereka juga lah yang akan menjadi corong promosi pariwisata di Kabupaten Bintan untuk lebih dikenal dunia,” kata Roby Kurniawan.

Editor: Antoni

Flying Adventures Kepri, Tonggak Awal Pariwisata Kedirgantaraan di Kepri

Flying Adventures Kepri, Tonggak Awal Pariwisata Kedirgantaraan di Kepri

Tanjungpinang, jurnalkota.online

Pariwisata Kepulauan Riau (Kepri), selain menjual keindahan alam, sport tourism juga menjadi sektor yang selalu didorong untuk dikembangkan.

Flying Adventure Tourism atau Pariwisata Kedirgantaraan menjadi sektor pariwisata terbaru yang diperkenalkan di Kepri.

Gubernur Provinsi Kepri Ansar Ahmad secara simbolis menekan sirine peluncuran Program ‘Flying Adventures Kepri’, yang diselenggarakan oleh Flybest Aviation di Plaza Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF), Kota Tanjungpinang, Sabtu (23/7/2022), yang digadang-gadang sebagai tonggak awal pariwisata kedirgantaraan di Kepri.

Pada kesempatan tersebut, juga dilaksanakan pengenalan dan deklarasi Asosiasi General Aviasi Indonesia (AGAI) oleh Ketua AGAI yang juga kepala Basarnas Henri Alfiandi.

AGAI merupakan organisasi non profit, non pemerintahan, non partai dan non sara yang didirikan pada 7 Juli 2022 di Jakarta.

AGAI memiliki misi memajukan perkembangan general aviation di Indonesia dengan dilindungi perundang-undangan, sehingga menunjang perkembangan industri penerbangan Indonesia.

Acara tersebut, diawali dengan pertunjukan aerobatik oleh pilot aerobatik senior Indonesia yang juga Purnawirawan TNI Eris Herryanto.

Pria berusia 69 tahun tersebut berhasil memukau pengunjung dengan beberapa atraksi dan trik aerobatik-nya.

Untuk Informasi, Eris merupakan salah satu Pilot TNI-AU yang dipercaya menerbangkan pesawat tempur pabrikan Amerika Serikat F-16 dari ‘rumah’-nya di Dallas Fort Worth menuju Pangkalan Udara (Lanud) Iswahjudi, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur, di Tahun 1990. Kini Eris dipercaya sebagai Dewan Penasehat AGAI.

Ansar Ahmad dalam sambutannya mengaku bangga Flybest Flying Adventures dihelat di Kepri. Dengan letak strategis serta berada di antara 4 choke points, Ansar Ahmad concern bersama Pemerintah Pusat mengoptimalkan potensi-potensi di Kepri.

“Dalam membangun Kepri, menggunakan 2 strategi pembangunan. Yang pertama sektor advantage pembangunan dan yang kedua regional advantage pembangunan. Keduanya dipadukan agar semua dapat dikembangkan. Termasuk potensi kedirgantaraan dengan spektrumnya yang sangat luas. Tidak hanya olahraga Dirgantara, tapi juga Pariwisata Dirgantara,” ujar Ansar Ahmad.

Untuk itu, dalam berbagai kesempatan Ansar Ahmad selalu mendorong pengayaan berbagai event nasional dan internasional. Pihaknya terus mengembangkan linkage tourism, karena tiap Kabupaten dan Kota di Kepri memiliki panorama dan objek wisata unik tersendiri.

“Kita juga terus mendiversifikasi berbagai alternatif kepariwisataan. Juga akan mengeksplor peluang-peluang untuk mengembangkannya, termasuk apa yang baru saja kita luncurkan hari ini,” kata Ansar Ahmad.

Ansar Ahmad juga mengapresiasi hadirnya AGAI di Indonesia dan Kepri khususnya. Ansar Ahmad yakin, kehadiran AGAI akan mampu memfasilitasi semua asosiasi aviasi dalam rangka menyemarakkan berbagai kegiatan kedirgantaraan.

“Juga kepada Pak Eris yang menunjukkan pada kita semua, bahwa umur bukan sebuah penghalang terhadap sesuatu yang kita cintai, rasa salut dan bangga saya kepada Pak Eris. Mudah-mudahan akan lahir Pak Eris baru dari Kepri yamg dapat melanjutkan visi dan misi kedirgantaraannya,” tutup Ansar Ahmad.

Kegiatan diakhiri dengan penyerahan bantuan sosial dari Lanud RHF dalam rangka Hari Bakti TNI-AU Ke-75 yang disejalankan dengan donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis kepada masyarakat.

Editor: Antoni

Ansar Ahmad Welcome Dinner bersama Peserta Flying Adventure

Ansar Ahmad Welcome Dinner bersama Peserta Flying Adventure

Tanjungpinang, jurnalkota.online

Wisata Kepulauan Riau (Kepri) kembali menjadi perhatian publik mancanegara dan wisatawan lokal.

Pasca terjadinya penyebaran wabah virus Covid-19 pada Tahun 2020 menyebabkan penurunan secara drastis pada sektor pariwisata Kepri.

Atas kerja keras Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri dengan inovasi-inovasi mutakhir, kini pariwisata Kepri kembali bangkit, dan mendatangkan peminat pariwisata baru bahkan dari sektor dunia penerbangan.

Kegiatan Flying Adventure Kepri yang akan di helat pada tangga 23-24 Juli 2022 di Plaza Bandara Raja Ali Haji Fisabilillah (RHF), Kota Tanjungpinang dengan Flybest Aviation sebagai promotor kegiatan dengan tema ‘Take Your Flying Journey start from Tanjungpinang-Bintan’, mendapatkan dukungan dari Pemprov Kepri sebagai kegiatan memperkenalkan pariwisata Kepri.

Antusias Pemprov Kepri dalam mendukung program-program masyarakat dalam rangka pembangunan daerah dengan mendatangkan Gubernur Provinsi Kepri Ansar Ahmad, mengundang langsung pihak penyelenggara bersama perserta Fly Adventure Kepri untuk Wellcome Dinner di Aula Wan Seri Beni, Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Kota Tanjungpinang, Jum’at (22/7/2022).

“Ini adalah momentum yang sangat baik bagi Pemerintah Kepri, membuka jendela baru bagi pariwisata Kepri, bahkan di ranah dunia aviasi. Tentunya kami sangat mendukung kegiatan program Fly Adventure Kepri, melalui kegiatan ini kita juga berharap dapat menjual pariwisata Kepri hingga ke kancah mancanegara dan Internasional,” ujar Ansar Ahmad.

Ansar Ahmad juga mengharapkan, setelah kegiatan Wellcome Dinner bersama pihak Flybest Aviation dapat terjalin ikatan kekeluargaan dan menjadi mitra Pemprov Kepri yang bersinergi secara soliditas dalam membangun Kepri dari sektor pariwisata.

“Wellcome Dinner malam ini bukan semata-mata acara makan bersama, tetapi menjadi momentum bagi kita untuk menjalin tali silaturahmi dan pihak Flybest Aviation menjadi mitra Pemprov Kepri, bersinergi secara bersama-sama dan soliditas yang kuat dalam membangun sektor pariwisata Kepri,” kata Ansar Ahmad.

Terakhir, Ansar Ahmad juga mengharapkan, kegiatan Flying Adventure Kepri dapat menjadi agenda yang diselenggarakan setiap tahunnya di Kepri dan menjadi agenda kegiatan yang besar, seperti Tour de Bintan.

“Tentunya kita juga berharap, kegiatan Flying Adventure ini tidak hanya tahun ini saja, tetapi dapat diselenggarakan di tahun-tahun berikutnya dan menjadi agenda tahunan di Kepri, yang juga dapat menjadi acara yang besar seperti Tour de Bintan,” tutup Ansar Ahmad.

Sementara itu, Direktur Flying Aviation selaku Ketua Panitia Penyelenggara Karin Ingkan Item menyebutkan, bahwa kegiatan Flying Adventure Kepri ini merupakan kegiatan untuk memperkenalkan dunia penerbangan kepada masyarakat, yang juga menjual pariwisata Kepri dari atas.

“Kegiatan Flying Adventure Kepri ini dimaksudkan bagi para pecinta dunia aviasi, sekaligus memperkenalkan kepada masyarakat apa itu aviation, sekaligus niat kami ingin menjual pariwisata Kepri dari udara kepada dunia,” ungkap Karin.

Lalu, lanjut Karin, rencana rute penerbangan Flying Adventure Kepri akan disejalankan sesuai dengan temanya Take Your Flying Journey start from Tanjungpinang Bintan.

“Yang berarti kita akan take off dari Tanjungpinang-Bintan lalu mengitari pulau-pulau yang ada di Provinsi Kepri. Kita akan Explore Kepri dari atas,” tukas Karin.

Editor: Antoni

Bertemu Dirjen Imigrasi, Ansar Ahmad Minta Kebijakan Bebas VoA Diberlakukan Lagi

Bertemu Dirjen Imigrasi, Ansar Ahmad Minta Kebijakan Bebas VoA Diberlakukan Lagi

Jakarta, jurnalkota.online

Gubernur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad, tidak berhenti untuk mengupayakan kebangkitan pariwisata di Kepri dalam rangka pemulihan perekonomian pasca pandemi Covid-19.

Penghentian sementara bebas visa kunjungan dan visa kunjungan saat kedatangan (Visa on Arrival) yang diberlakukan sejak 18 Maret 2020 masih dirasakan oleh Ansar Ahmad sebagai sesuatu yang menghambat kebangkitan pariwisata, seperti sebelum pandemi.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang masuk ke Provinsi Kepri selama Bulan Mei 2022 tercatat sebanyak 23.842 kunjungan atau mengalami peningkatan hingga 101,93 persen dibanding bulan sebelumnya.

Sementara itu, jika dibandingkan dengan Mei 2021, terjadi peningkatan sebesar 8.896,98 persen. Namun, menurut Ansar Ahmad, untuk mencapai jumlah wisatawan seperti sebelum pandemi, masih banyak upaya yang harus dilakukan.

Seperti diketahui, berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 21 Tahun 2016 tentang Bebas Visa Kunjungan, terdapat 169 negara, pemerintah wilayah administratif khusus suatu negara, dan entitas tertentu yang diberikan fasilitas pembebasan dari kewajiban memiliki visa kunjungan, termasuk Negara Singapura dan Malaysia yang merupakan penyumbang jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Kepri.

Namun dengan mempertimbangkan pencegahan peningkatan penyebaran virus corona di Wilayah Indonesia, maka pemerintah melalui Kementerian Hukum dan HAM mengeluarkan Peraturan Menteri (Permen) Hukum dan HAM Nomor 8 Tahun 2020 tentang Penghentian Sementara Bebas Visa Kunjungan dan Visa Kunjungan Saat Kedatangan serta Pemberian Izin Tinggal Keadaan Terpaksa yang ditetapkan tanggal 18 Maret 2020.

Dengan dikeluarkannya Permen tersebut, maka Perpres 26 Tahun 2016 sementara tidak berlaku dan secara tidak langsung berpengaruh pada minat wisatawan untuk berkunjung ke Kepri walau pintu pariwisata telah dibuka.

Ansar Ahmad, dengan mempertimbangkan penanganan pandemi Covid-19 di Kepri yang terbilang cukup sukses, di mana status yang mulai membaik, rendahnya jumlah kasus, serta capaian vaksinasi yang baik, bertemu langsung dengan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Imigrasi Widodo Ekatjahjana, di Jakarta, Rabu (20/7/2022).

Ansar Ahmad, di hadapan Dirjen Imigrasi dan Direktur Lalu Lintas Keimigrasian Amran Aris, serta Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Kepri Morina Harahap, meminta agar bebas visa kunjungan dan visa kunjungan saat kedatangan (Visa on Arrival) sesuai Perpres 21/2016 diberlakukan kembali seperti sebelum pandemi.

“Ini saya juga meneruskan aspirasi dari para pelaku pariwisata di Kepri, di mana merekalah yang paling terdampak saat pandemi. Dengan diberlakukannya kembali Perpres 21/2016 itu nantinya akan makin mendongkrak minat wisman yang semakin menunjukkan tren positif belakangan ini,” ujar Ansar Ahmad.

Namun, dengan memperhatikan kondisi pandemi secara nasional, jika diberlakukannya kembali Perpres 21/2016 belum disetujui, maka Ansar Ahmad memohon diskresi khusus bagi Provinsi Kepri.

“Minimal, ekspatriat yang ada di Singapura mendapatkan bebas visa untuk berwisata ke Kepri,” kata eks Legislator Senayan periode 2019-2020 ini.

Plt Dirjen Imigrasi Widodo Ekatjahjana, dalam kesempatan itu menyampaikan, pada dasarnya dirinya mendukung penuh kemajuan serta kebangkitan kembali pariwisata di Kepri.

“Kita dukung untuk pulihnya ekonomi nasional. Kita terima usulan Pak Gubernur dan akan kita bahas,” kata Widodo Ekatjahjana.

Namun, Widodo Ekatjahjana memberikan catatan, bahwasanya pemberlakuan kembali bebas visa kunjungan nantinya harus memperhatikan aspek keamanan dan kemanfaatan.

“Jangan nanti dengan diberlakukannya kebijakan tersebut kita lalai pada aspek keamanan dan kemanfaatan atas fasilitas yang diberikan, karena kita tahu sampai saat ini pandemi belum usai,” tutup Widodo Ekatjahjana.

Editor: Antoni

Kunjungan Wisman ke Kepri Naik Hingga 101.93 Persen

Kunjungan Wisman ke Kepri Naik Hingga 101.93 Persen

Tanjungpinang, jurnalkota.online

Kerja keras dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau (Kepri) di bawah kepemimpinan Gubernur Provinsi Kepri Ansar Ahmad dan Wakil Gubernur Provinsi Kepri Marlin Agustina, dalam upaya menggenjot pemulihan ekonomi di Kepri pasca pandemi Covid-19, kini mulai memperlihatkan hasil yang signifikan.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang masuk ke Provinsi Kepri selama bulan Mei 2022 tercatat sebanyak 23.842 kunjungan atau mengalami peningkatan hingga 101,93 persen dibanding bulan sebelumnya. Sementara itu, jika dibandingkan dengan Mei 2021, terjadi peningkatan sebesar 8.896,98 persen.

Wisman yang berkunjung ke Provinsi Kepri pada bulan Januari-Mei 2022 didominasi oleh wisman berkebangsaan Singapura mencapai 46,47 persen dari jumlah wisman selama Januari sampai dengan Mei 2022.

Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Provinsi Kepri pada bulan Mei 2022 rata-rata 37,11 persen atau naik 9,90 poin dibanding TPK April 2022 yang tercatat sebesar 27,21 persen.

Rata-rata lama menginap tamu asing dan tamu Indonesia pada hotel berbintang di Provinsi Kepri pada bulan Mei 2022 tercatat sebesar 1,96 hari atau naik 0,46 poin dibanding dengan bulan April 2022.

Ansar Ahmad mengaku senang atas capaian peningkatan kunjungan wisman yang sangat signifikan di Kepri ini. Memang sejak awal Ansar menegaskan, jika prioritas utama dalam kepemimpinannya adalah berupaya memulihkan ekonomi di Kepri. Terutama sektor pariwisata, sebagai sektor yang paling terdampak atas serangan badai pandemi Covid-19.

“Sejak awal kita semua mengetahui, pandemi Covid-19 telah memporak-porandakan perekonomian di Kepri hingga minus 3,5 persen. Dan sektor yang paling terdampak adalah sektor pariwisata. Banyak hotel, resort dan restoran tutup. Mengakibatkan pengangguran bertambah, karena banyak karyawan yang dirumahkan. Melihat kondisi itulah kemudian kita dituntut untuk berpikir guna memperbaiki keadaan,” ujar Ansar Ahmad, Sabtu (2/7/2022).

Diakui Ansar Ahmad, kondisi saat itu tidak akan mungkin selesai jika dilakukan sendiri. Melainkan harus ada kerja sama dengan banyak pihak, baik Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), Organisasi Masyarakat (Ormas), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), instansi pemerintah lannya, vertikal maupun horizontal. Dan tentunya dengan komunikasi, koordinasi dan konsolidasi yang intens, hingga ke tingkat pusat.

“Semua stakeholder kita libatkan, dan memang harus terlibat. Karena pandemi Covid-19 merupakan bencana nasional, bahkan internasional, merupakan musuh bersama yang harus dilawan bersama-sama,” tegas Ansar Ahmad.

Ansar Ahmad menjelaskan, terkait jurus atau strategi yang telah dialakukan untuk mengembalikan geliat ekonomi di Kepri yang terpukul akibat dari pandemi Covid-19 hingga bisa tumbuh lagi secara perlahan saat ini.

Sejak awal pandemi Covid-19 dari Tahun 2020 yang lalu, perekenomian di Kepri telah jatuh terkontraksi sebesar -7,55 persen di triwulan kedua Tahun 2020, sementara di triwulan ketiga Tahun 2020 masih terkontraksi hingga sebesar -5,81 persen.

Pertama-tama, kata Ansar Ahmad, pentingnya setiap daerah untuk memberikan kemudahan kepada para investor yang ingin menanamkan modal di daerah.

Kemudahan itu tidak hanya dalam bentuk fiskal, tetapi bisa juga dalam hal keringkasan birokrasi dan perizinan. Hal ini berkaitan juga dengan kemudahan wisman masuk ke Kepri.

Sejumlah cara di antaranya dengan cara penerapan skema travel bubble, kemudian meningkat dengan skema kunjungan Vaccinated Travel Lane (VTL).

Tidak hanya itu, sektor-sektor pembangunan lainnya juga dijalankan. Termasuk yang terakhir adalah kebijakan penyesuaian tarif tiket feri.

Sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) tidak ketinggalan menjadi sektor andalan Ansar Ahmad untuk menggenjot perekenomian di Kepri.

Pemprov Kepri yang berkerja sama dengan Bank Riau-Kepri telah meluncurkan bantuan pinjaman modal tanpa bunga kepada pelaku UMKM.

Dalam skema pinjaman modal tersebut, para peminjam hanya perlu menyicil pinjaman pokok yang mereka ajukan, sementara untuk bunganya telah ditanggung oleh Pemprov Kepri.

Ansar Ahmad juga mengingatkan, bahwa hal yang terpenting dalam usaha menumbuhkan perekonomian di masa pandemi seperti ini adalah memaksimalkan pelaksanaan vaksinasi, baik dosis I, dosis II maupun dosis III (booster), serta  penerapan protokol kesehatan yang ketat, dan percepatan vaksinasi.

Ketiga hal tersebut apabila dilakukan secara beriringan dan penuh kehati-hatian akan mampu mengeluarkan Kepri dari jurang resesi ekonomi.

“Hasil yang kita rasakan ini adalah hasil kolaborasi kita semua, siapapun itu tanpa terkecuali, semuanya punya andil. Terbukti jumlah wisman di Kepri sudah meningkat, otomatis secara ekonomi juga mengalami peningkatan. Ini artinya, seberat apapun permasalahan, jika kita hadapi bersama-sama, pasti bisa kita selesaikan. In Shaa Allah, kolaborasi yang sudah baik ini bisa terjaga dengan baik, agar kita lebih mudah membangun Kepri ke depan,” tutup Ansar Ahmad.

Editor: Antoni

Strategi Pemko Tanjungpinang Bangkitkan Sektor Pariwisata Pasca Pandemi

Strategi Pemko Tanjungpinang Bangkitkan Sektor Pariwisata Pasca Pandemi

Tanjungpinang, jurnalkota.online

Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di ruang rapat Engku Putri Raja Hamidah, kantor wali kota, Jl. Daeng Marewa, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Kamis (23/6/2022).

Rakor yang dipimpin Wali Kota Tanjungpinang, Rahma dan dihadiri pimpinan Forkopimda dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait pemko Tanjungpinang membahas agenda terkait evaluasi pelaksanaan petugas HUT ke-77 Kemerdekaan RI, kesiapan destinasi wisata, dan kesiapan hewan kurban serta antisipasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Terkait kesiapan destinasi wisata kota Tanjungpinang dalam rangka menyambut kunjungan wisatawan pasca pandemi covid-19, Wali Kota Rahma mengatakan ada beberapa strategi untuk mendorong pemulihan pariwisata pasca pandemi.

Pertama melihat peluang dengan dibukanya kembali pintu kedatangan wisatawan dari luar negeri ke kota Tanjungpinang. Apalagi, jalur transportasi baik dari Malaysia dan Singapura sudah mulai bergerak.

“Sebagai daerah yang berdekatan dengan negara tersebut, tentu menjadi harapan besar turis Malaysia dan Singapura bisa kembali kunjungi Tanjungpinang,” ucapnya.

Selanjutnya, untuk mendongkrak kunjungan wisatawan harus dibarengi dengan even-even pariwisata. Sebab, wisatawan senang menyaksikan langsung festival-festival yang tidak ada di daerah mereka.

Misalnya festival minum kopi, di sini nanti akan disajikan beragam jenis kopi yang bisa dipilih dan dinikmati langsung oleh pencinta kopi.

Bisa juga, festival panjat pinang, mengingat nama kota Tanjungpinang itu identik ada pohon pinangnya. Ini bisa dilaksanakan pada momen perayaan Agustusan. Di samping itu juga sarana dan prasarana penunjang destinasi wisata.

“Insya Allah festival minum kopi dan festival panjat pinang ini bisa dimasukan ke dalam agenda pariwisata di tahuh depan,” pungkasnya.

Namun yang tak kalah penting dalam pariwisata itu adalah penguatan promosinya, sehingga banyak orang mengetahui spot-spot, even-even, dan destinasi pariwisata yang menarik untuk dikunjungi.

“Kuatkan promosi pariwisatanya melalui berbagai platform digital agar kegiatan yang sudah direncanakan dengan luar biasa ini bisa diketahui masyarakat luas. Barengi juga dengan kolaborasi banyak pihak,” pintanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang, Meitya Yulianty memaparkan pihaknya telah menyusun kalender even sebagai salah satu upaya penguat sektor pariwisata di kota Tanjungpinang.

Beberapa even yang akan dilaksanakan seperti seminar hasil kasjian koleksi di museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah (SSBA) pada Juni ini, pentas seni iduladha pada Juli mendatang.

“Pada 1-5 Agustus akan digelar semarak museum dihatiku, pada September kegiatan belajar bersama di museum SSBA, dan di 28 Oktober akan dilaksanakan Kala Musika Suara Pemuda dan pameran temporer II Jalur Rempah,” terangnya.

Meitya menyebutkan, kunjungan wisatawan mancanegara pasca pandemi ini, tercatat pada bulan April 2022 sebanyak 526 orang dan pada Mei tercatat 1.047 orang.

Jika melihat jumlah tersebut, dalam empat bulan terdapat peningkatan wisatawan mancanegara cukup pesat dibandingkan periode Januari s.d Desember 2021 yang hanya berjumlah 362 orang.

“Tingkat hunian hotel juga mengalami peningkatan 10,47% pada periode Maret-Mei 2022 berbanding periode Maret-Mei 2021,” pungkasnya.

Editor: Antoni

Gunung Tabur Gelar Pesta Rakyat dengan Tema ‘Abut Bassar Banua’

Gunung Tabur Gelar Pesta Rakyat dengan Tema ‘Abut Bassar Banua’

Berau, jurnalkota.online

Setelah sekitar 2 tahun tidak diperbolehkan akibat corona virus disease 2019 (covid-19), akhirnya mulai Senin (6/6/2022) Gunung Tabur akan gelar pesta rakyat bertema ‘Abut Bassar Banua’ yang diselenggarakan di Keraton Kesultanan Gunung Tabur Kecamatan Gunung Tabur, Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur.

Menurut Pangeran Hadiningrat, bahwa nama tersebut diambil dari bahasa Berau, artinya Pertunjukan Besar Banua atau bisa dikatakan pesta rakyat. Menurut kami masyarakat Gunung Tabur, bahwa kesultanan Gunung Tabur dulu itu punya hamba rakyat. Jadi yang sekarang ini Sultan itu digantikan Bupati Berau di pemerintahannya.

“Kami dari kesultanan hanya membantu pemerintah untuk menjaga dan melestarikan aset-aset budaya yang ada. Yang bergerak maupun tidak bergerak, yang hidup maupun yang mati. Itu sudah jadi komitmen kami,” kata Pangeran Hadiningrat kepada Swara Kaltim di Halaman Keraton, Senin (6/6/2022).

Senada dengan Camat Gunung Tabur Mardiatul Idalisah menyampaikan, sebenarnya acara ini beberapa tahun lalu sudah dilaksanakan, untuk kali ini setelah pandemi Covid-19 baru kembali terlaksana, dan ini yang pertama kali.

“Jadi Abut Bassar Banua ini, lebih mengangkat adat, budaya, dan istiadatnya orang Banua. Disaat inilah Sultan juga akan memberikan beberapa gelar kepada Bupati, Wakil Bupati, dan Ketua DPRD Berau. Sedangkan dewan adat juga ada beberapa yang diberi gelar,” paparnya.

Dalam acara tersebut berbagai kesenian daerah yang akan ditampilkan, diantaranya, dindang mangumbang lakanak, lomba ketinting, lomba perahu panjang, lomba menari tingkat Taman Kanak-kanak (TK), dan lomba pantun, serta lainnya. Selama enam (6) malam berturut-turut.

“Oleh karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat Bumi Batiwakkal pada khususnya untuk meramaikan dan memeriahkan acara ini,” ujar Camat Gunung Tabur.

Hadirnya acara tersebut, tampak wilayah sekitar lokasi acara sudah dipadati para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Sepanjang tepian sungai. Mardiatul mengatakan, hal tersebut sekaligus membuka kembali Pasar Barambang, yang dulu pernah digelar. Kami membuka dan langsung launching Pasar Barambang, yang dibuka setiap malam Sabtu, Minggu dan seterusnya. Namun dikhususkan untuk makanan olahan tradisional.

“Insyaallah, mereka akan lebih ke sana dan tidak seperti biasa. Tujuannya untuk menumbuhkan kembangkan pemberdayaan masyarakat, serta meningkatkan pendapatan ekonomi,” pungkas Camat.

Penulis: Erwin M

Bersama Ansar Ahmad, Sandiaga Uno Tinjau Kampung Tua Bakau Serip yang Masuk 50 Besar ADWI 2022

Bersama Ansar Ahmad, Sandiaga Uno Tinjau Kampung Tua Bakau Serip yang Masuk 50 Besar ADWI 2022

Batam, jurnalkota.online

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, meninjau secara langsung Desa Wisata Kampung Tua Bakau Serip, yang berada di Wilayah Nongsa, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Selasa (31/5/2022).

Kehadiran Sandiaga Uno sendiri kali ini dalam rangka gelaran Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) Tahun 2022.

Desa Wisata Kampung Tua Bakau Serip, merupakan sebuah pengembangan desa wisata yang  pengelolaannya dilakukan dengan menerapkan prinsip-prinsip yang ramah lingkungan dan bermuara pada pelestarian lingkungan.

“Karenanya, ini menjadi konsep pengembangan wisata masa yang berkualitas berwawasan lingkungan dan berkelanjutan,” ujar Sandiaga Uno.

Menurut Sandiaga Uno, konsep desa wisata ini akan mampu mewujudkan Visi Indonesia sebagai negara tujuan pariwisata berkelas dunia, berdaya saing, berkelanjutan dan mampu mendorong pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

“Tujuan dari digelarnya ADWI Tahun 2022 sendiri adalah, agar desa-desa wisata yang tersebar di seluruh Indonesia memiliki daya tarik wisata. Pada akhirnya, akan mampu menjadi penggerak ekonomi tingkat desa melalui desa wisata,” kata Sandiaga Uno.

ADWI merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Kemenparekraf, di mana pada tahun ini, diikuti lebih dari 3.419 peserta dari seluruh Indonesia. Pada perjalanannya, telah dilakukan serangkaian penilaian yang ketat, menyisakan 50 desa.

Sementara itu, Gubernur Provinsi Kepri Ansar Ahmad, berkomitmen untuk mendukung penuh pengembangan desa wisata, seperti yang dilakukan pada Desa Wisata Kampung Tua Bakau Serip ini, agar terus bangkit dan berkembang.

“Karena, dengan adanya destinasi yang terus bermunculan, seperti desa wisata ini, bisa memberikan pilihan lebih banyak lagi tempat berwisata yang bisa dikunjungi wisatawan. Dengan demikian, mereka bisa lebih lama lagi berada di Kepri,” ungkap Ansar Ahmad.

Terlebih, lanjut Ansar Ahmad, saat ini konsep green tourism yang dikembangkan melalui  konsep ekowisata seperti ini, dikelola dengan menekankan pada aspek penyelamatan lingkungan yang bisa menjamin kebutuhan masa depan akan sumber daya lingkungan, ekonomi, sosial dan budaya yang memadai.

Kemudian, Guna mendukung pariwisata Kepri makin berkembang lagi, Ansar Ahmad berharap, kepada Sandiaga, untuk melobi kesediaan Pemerintah Singapura untuk membuka Pelabuhan Harbour Front guna membuka kembali jalur pelayaran ke Kepri. Karena saat ini, baru Pelabuhan Tanah Merah Singapura saja yang dibuka.

“Padahal, Singapura juga telah kembali membuka jalur penerbangan Internasional untuk semua penerbangannya. Kita ingin, Kepri kembali menerima kunjungan wisatawan mancanegara (wisman), melalui skema international charter flight Singapura-Bintan, termasuk Malayasia-Batam,” ujar Ansar Ahmad.

Ansar Ahmad menuturkan, juga akan segera bertemu para agen penjualan tiket, untuk membicarakan penurunan harga tiket pelayaran yang banyak dikeluhkan oleh penumpang, karena masih terlalu tinggi.

Ada pun Pengelola Desa Wisata Gery mengatakan, sebelum desa wisata ini dikembangkan, lokasi ini adalah tempat pembuangan sampah. Tapi, dengan niat bersama, akhirnya lokasi seluas kurang lebih 10 hektar ini, berhasil disulap menjadi desa wisata.

“Dan alhamdulillah, lokasi kita masuk menjadi 50 besar,” ungkap Gery.

Dijelaskan Gery, kalau Desa Wisata Kampung Tua Bakau Serip, telah memenuhi sejumlah persyaratan untuk bisa dipilih dan ditetapkan sebagai desa wisata. Mulai dari ketersediaan akses kebersihan, kesehatan, keamanan dan kelestarian lingkungan.

“Kemudian, di sini juga tersedia arena kesenian Budaya Melayu, tempat untuk berswafoto, keberadaan toko yang menjual cenderamata, tempat untuk sewa area, hingga keberadaan tempat kuliner termasuk pusat oleh-oleh, seperti fashion dan kerajinan kriya,” tutup Gery.

Sebelum melakukan peninjauan, Ansar Ahmad terlebih dahulu menyambut langsung ketibaan Sandiaga di VIP Bandara International Hang Nadim, Kota Batam.

Usai bercengkarama hangat, Ansar Ahmad-Sandiaga Uno, selanjutnya langsung menuju ke lokasi desa wisata di Nongsa.

Sebelum masuk ke lokasi desa wisata, Sandiaga Uno juga menyempatkan main sepak takraw bersama Ansar Ahmad.

Selanjutnya, Sandiaga Uno tak lupa menyempatkan diri melakukan scan barkode Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) untuk akses masuk ke lokasi wisata, guna memastikan aktifitas mereka terkontrol selama berada di kampung wisata. Kegiatan diakhiri dengan penandatanganan prasasti desa wisata oleh Sandiaga Uno.

Editor: Antoni

Pancing Minat Investor, Aba Idi Ajak JK One Owners Club Jelajahi Wisata Sampang

Pancing Minat Investor, Aba Idi Ajak JK One Owners Club Jelajahi Wisata Sampang

Sampang, jurnalkota.online

Setelah sebelumnya menonton event Karapan Sapi, Bupati Sampang H. Slamet Junaidi mengajak rombongan Komunitas JK One Owners Club melakukan jelajah wisata ke Pantai Lon Malang, Jum’at (27/05/2022).

Sesampainya di pantai yang menjadi rujukan wisata masyarakat Madura, rombongan Komunitas JK One disambut dengan tarian Tanduk Majeng.

Disana, anggota JK One Owners Club yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia menikmati suasana keindahan Pantai yang berada di Desa Bira Tengah Kecamatan Sokobanah tersebut.

Pantai yang mempunyai pasir putih dan pohon cemara udang ini, membuat betah rombongan, mereka juga ikut mengabadikan momen di sembari menikmati ikan bakar.

Sebelum meninggalkan lokasi wisata, rombongan JK One Owners Club mengelilingi stand UMKM, hasil olahan dan oleh-oleh khas Kabupaten Sampang.

Bupati Sampang H. Slamet Junaidi yang juga turut serta mendampingi rombongan JK One Owners Club berharap, dengan kedatangan mereka membawa angin segar terhadap wisata dan kebudayaan Sampang.

“Kehadiran wisatawan non lokal sangat diperlukan, untuk mendorong tumbuhnya ekosistem wisata yang telah dibangun,” ungkap Bupati

Aba Idi juga berpesan kepada komunitas Rubicon Indonesia tersebut, untuk memposting berbagai keindangan objek wisata Sampang ke media sosial (medsos).

“Kedatangan mereka menjadi bukti bahwa Kabupaten Sampang memiliki pesona yang luar biasa dan sangat menarik untuk dikunjungi, ” ujarnya.

Aba Idi juga berharap, Sampang akan terus dikenal positif oleh khalayak luar. Sehingga hal tersebut juga akan berdampak terhadap datangnya investor.

“Dengan banyaknya wisata yang datang berkunjung ke Kabupaten Sampang, ada nilai positif terhadap Investor, sehingga para investor tidak ragu untuk menanam modal mereka,” harapnya.

Penulis: Mat Jusi

Aluan: Kajian untuk Revitalisasi Pulau Penyengat Makan Waktu dan Rumit

Aluan: Kajian untuk Revitalisasi Pulau Penyengat Makan Waktu dan Rumit

Didampingi Staf Khusus Gubernur Kepri Sarafuddin Aluan, Gubernur Provinsi Kepri Ansar Ahmad, mengajak Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa ke Pulau Penyengat untuk melihat Masjid Penyengat dan kemakam para Raja dan tempat-tempat lainnya.

Tanjungpinang, jurnalkota.online

Staf Khusus Gubernur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Sarafuddin Aluan, angkat bicara terkait kenapa akhirnya Pulau Penyengat perlu di revitalisasi atau di percantik.

Karena menurut Aluan, rencana pembangunan revitalisasi Pulau Penyengat ini sudah dipikirkan sejak Gubernur Provinsi Kepri Pertama Ismeth Abdullah, dan bahkan ketika itu Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri telah membentuk Badan Khusus (Bansus) untuk kegiatan revitalisasi Pulau Penyengat.

Hanya saja, lanjut Aluan, Bansus yang dibentuk tersebut, sampai tiga gubernur berlalu, penanganan  pembangunan revitalisasi Pulau Penyengat tidak sempat diwujudkan.

“Kemudian ide untuk merevitalisasi Pulau Penyengat ini muncul lagi pada saat kedatangan Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa tahun lalu di Lagoi, Kabupaten Bintan. Malam itu, dalam diskusi kami, gubernur menyampaikan niat itu kepada Menteri Suharso Monoarfa. Kemudian gubernur mengajak Pak Suharso ke Penyengat sebelum kembali ke Jakarta. Gubernur membawa Pak Suharso keliling Masjid Penyengat, lalu ke makam para Raja dan tempat-tempat lainnya,” ungkap Aluan, Selasa (10/5/2022).

Dua hari kemudian, Aluan menghubungi ajudan Menteri Bappenas (Suharso Monoarfa), menyampaikan niat untuk berjumpa bersama Ansar Ahmad.

“Alhamdulillah direspon baik oleh beliau, dan diagendakan rapat resmi di Kantor Bappenas dengan menghadirkan semua Deputi. Rapat ini untuk mencari anggaran atas usulan gubernur atas dana sekitar Rp100 miliar lebih untuk revitalisasi Pulau Penyengat,” terang Aluan.

Untuk menindaklanjuti usulan gubernur, cerita Aluan, gubernur sampai beberapa kali mendatangi rumah Suharso Monoarfa di Widiya Candra, Nomor 21, Jakarta.

Akhirnya, lanjut Aluan, Suharso Monoarfa menyampaikan, bahwa ada dana bantuan dari Islamic Development Bank sebesar Rp15 miliar dan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp10 miliar.

“Dan kita akui, atas usaha gubernur, kita tindaklanjuti lagi rapat dengan Satker Kementerian PUPR sampai beberapa kali. Pada akhirnya gubernur meminta kepada Menteri PUPR agar dianggarkan juga dana sekitar Rp5 miliar,” tutur Aluan.

Menurut Aluan, letak kesulitan kegiatan merevitalisasi Pulau Penyengat tidak sebatas mencari dananya. Namun kesulitan dirasakan tidak mudah ketika harus mengurus persyaratan pembangunan dan revitalisasi Pulau Penyengat yang sudah terdaftar sebagai Cagar Budaya Warisan Dunia.

“Bagaimana mempersiapkan DED-nya, kemudian proses izin dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan dan sebagainya,” kata Aluan.

Syarat yang diminta oleh Kementerian PUPR dan kemudian harus izin dari Situs Cagar Budaya di Batu Sangkar, Sumatera Barat.

Aluan menjelaskan, bahwa memerlukan kajian yang rumit. Dan semuanya harus selesai jika revitalisasi ini akan dilakukan. Rapat dilakukan berulangkali, bahkan lebih 10 kali untuk mengkoreksi dan perbaikan semua dokumen baru.

“Saya rasa perjuangan untuk merevitalisasi Pulau Penyengat tidak semudah yang dipikirkan oleh kita. Namun semua itu berkat kerja keras kawan-kawan di PU dan Satker PUPR. Yang saya sampaikan ini adalah niat baik gubernur untuk membangun, semoga ini dapat dipahami,” pungkas Aluan.

Editor: Antoni

 

 

Portal berita yang menyajikan informasi aktual, fakta dan terpercaya. Lahir dengan moto “Bicara Sesuai Fakta”. Keseimbangan dalam menyajikan realita dengan Cover Both Side. Disajikan dengan cepat untuk memenuhi kebutuhan informasi bagi masyarakat dan referensi untuk para pengambil keputusan.

Media Jurnal Kota terbit dalam bentuk cetak dan media online. Untuk pemasangan iklan cetak dan online dapat menghubungi (021) 54337557

Penerbit : PT. Media Tiga Serangkai 

Jl. Gunung Pangrango Blok D 17 No. 3  Cengkareng Jakarta Barat 11730

Telp. (021) 54337557 Fax. (021) 54337557

  jurnalkota03@gmail.com 

About Jurnal Kota Online

Jurnal Kota Online
(021)54337557

Mobile : 081218881273 –
jurnalkota03@gmail.com