A Supandi  Siap Bawa PGRI Kec. Pademangan Lebih Baik

A Supandi Siap Bawa PGRI Kec. Pademangan Lebih Baik

Jakarta, jurnalkota.online

Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Pademangan Adm Jakarta Utara menggelar pelantikan Pengurus  masa bakti XXII TAHUN 2021-2025, di aula SDN Pademangan Timur 03

Diketahui, berdasarkan mekanisme pemilihan terbuka, terpilih A Supandi S.Pd. sebagai Ketua PGRI Kecamatan Pademangan periode 2021 2025.

Ketua PGRI Kota Jakarta Utara  secara resmi melantik seluruh pengurus PGRI   Kecamatan Pademangan dengan terlebih dahulu membacakan surat keputusan  pengurus organisasi  PGRI.
Prosesi pelantikan yang berjalan dalam situasi prokes karena masih dalam masa pandemi. Namun demikian tidak mengurangi khidmatan dalam suasana pelantikan

Dalam sambutanya, Ketua PGRI Kecamatan Pademangan, A Supandi S.Pd mengatakan, ini baru pertama kali mengalami prosesi pelantikan adapun kemaren hanya melanjutkan periode sebelumnya, dan apa yang  telah disumpah tadi, harus betul betul pamrih dalam menjadi pengurus.

“Intinya kita pengurus siap menjalankan tugas untuk empat tahun yang akan datang,”  ungkapnya.

Dilanjutkan, dengan sambutan ketua PGRI Kota  Jakarta Utara, Ruswan  menyampaikan,  jadi pengurus harus dengan hati, Iklas. “Karena  PGRI merupakan organisasi yang besar di Indonesia, untuk itu, baik di tingkat. cabang, tingkat ranting dan tingkat  kota, mari bersama-sama  mengembalikan kembali SDM Para guru.

“Dan kita harapkan PGRI pademangan lebih aktif lagi. Lebih baik lagi,” katanya.

Sementara ketua PGRI  DKI Jakarta Adi Dasmin, dalam arahannya  mengatakan, bahwa organisasi ini  bisa tetap berdiri tegar karena modal utama kesadaran dan semangat yang tinggi.

Selain itu, ia pun mengingatkan bahwa sebagai organisasi, PGRI harus mampu meningkatkan kapasitas dan kapabilitas anggotanya.

“Caranya adalah dengan rutin melakukan kajian-kajian. Guru harus mampu mengembangkan kompetensi. Karena tanpa itu, para guru tidak akan menjadi secercah cahaya yang bersinar, dan tidak juga mampu menjadi setetes embun di tengah kegersangan,” ungkapnya.

Penulis: Deden

Laksanakan PTM, SDN 1 Tanjung Nior  Terapkan Prokes Ketat

Laksanakan PTM, SDN 1 Tanjung Nior Terapkan Prokes Ketat

OKI,  jurnalkota.online

Pembelajaran Tatap  Muka  (PTM) untuk seluruh jenjang sekolah, mulai dari Sekolah Dasar  (SD) hingga Sekolah Menengah  Atas di  Provinsi  Sumatera Selatan  (Sumsel) sudah mulai dilaksanakan sejak beberapa pekan terakhir.

PKM  tersebut berdasarkan surat edaran gubernur Sumatera Selatan nomor : 420/8748/Disdik.ss/2021 tanggal 27 Agustus 2021 tentang  penyelenggaraan pembelajaran tatap muka terbatas pada satuan pendidikan demikian pun halnya penerapan PTM  di SDN 1  Tanjung Nior, Kecamatan Pedamaran Kabupaten Ogan Komering ilir.

Pantauan Jurnal Kota, seluruh siswa antusias mengikuti PTM walaupun dengan mengikuti proses yang sangat ketat. Salah seorang siswa SDN I tanjung Noor kelas 6, Dela mengatakan, ia sangat gembira bisa kembali ke sekolah untuk mengikuti pembelajaran secara langsung, karena bisa bertemu dengan teman-teman dan guru kelas

Kepala Sekolah (Kepsek)
SDN I tanjung Noor, Samiha, S.Pd,  saat  bincang-bincang  di ruang kerjanya mengatakan, pihaknya  sangat bersyukur, PTM ini sudah dapat berjalan sejak beberapa pekan terakhir. Dia berharap PTM ini dapat terus berlanjut.

“Untuk itu saya mengimbau kepada tenaga pengajar, maupun orangtua murid untuk dapat mengikuti dan mematuhi protokol kesehatan dengan ketat. Minimal jangan lupa untuk selalu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak,” katanya Selasa (5/10/2021).

Ditambahkannya, untuk fasilitas sekolah pihaknya sudah menyiapkan masker dan tempat cuci tangan, selain itu para pengajar juga sudah mendapatkan suntikan vaksin sebanyak 2 kali.

“Para siswa wajib mengenakan masker selama mengikuti pembelajaran di sekolah, serta diharuskan untuk mencuci tangan sebelum masuk ke ruang kelas, ujar Kepsek tersebut.

Penulis: Haris Dompas

Mendapat Apresiasi, Serbuan Vaksin di SMPN 173 Jakarta

Mendapat Apresiasi, Serbuan Vaksin di SMPN 173 Jakarta

Jakarta, jurnalkota.online

Sebanyak 1000 warga ditargetkan mendapatkan layanan serbuan vaksinasi di SMPN 173 Kelurahan Rawa Badak Utara, Koja Jakarta Utara, Sabtu (25/09/2021). Bagi warga yang sudah divaksin mendapatkan paket Sembako dan panitia juga menyiapkan door prize bagi peserta vaksin yang beruntung.

Lurah Rawa Badak Utara, Nani mengatakan, layanan serbuan vaksin kolaborasi Kelurahan Rawa Badak Utara dengan FKLU, Dasawisma dan Forum RTRW serta PKB ini dilaksanakan selama dua hari yakni, Sabtu (25/09/2021) dan Minggu (26/09/2021).

“”Kegiatan vaksin ini dilaksanakan dua hari dan hari ini kita targetkan 500 warga,”ujar Nani, saat di temui di SMPN 173 Jakarta, Sabtu (25/09/2021).

Fudy Luckman selaku Ketua Panitia Nasional Vaksin PKB memberikan apresiasi dengan adanya kolaborasi ini. “Kegiatan dilaksanakan untuk mempercepat pencapaian vaksinasi di Kelurahan Rawa Badak Utara,”ujarnya.

Dalam kesempatan itu Danramil Koja, Mayor Inf Jauhari mengucapkan terima kasih atas kerjasama ini. Tiap hari di tempat kami ada kegiatan vaksin dalam satu hari bisa 10 titik dan pada hari ini ada empat titik dilaksanakan vaksin. Untuk kegiatan vaksin pada hari ini mendapatkan dukungan tenaga kesehatan dari Puskesmas Kecamatan Koja.

Untuk vaksin pada hari Sabtu diberikan vaksin Pfizer untuk dosis pertama dan Minggu diberikan vaksin sinova dosis pertama dan kedua

“Untuk pencapaian vaksin di Kecamatan Koja tercatat 70.65 persen. Diharapkan ini dapat mempercepat capaian vaksinasi di wilayah kami,” ungkapnya.

 

Penulis: Deden

 

 

Guru Harus Inovatif, Rahma: PGRI Tetap Kompak Majukan Pendidikan

Guru Harus Inovatif, Rahma: PGRI Tetap Kompak Majukan Pendidikan

Tanjungpinang, jurnalkota.online

Pendidikan dan guru adalah komponen sangat penting dalam mewujudkan kemajuan sebuah bangsa. Dalam upaya membangun kebersamaan serta membangun kualitas dan profesionalsme guru di Kota Tanjungpinang, Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Tanjungpinang melakukan silaturahmi bersama Wali Kota Tanjungpinang, Hj. Rahma, S.IP di Rumah Makan Umi Dompak, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Kamis (23/9/2021).

 

Terkait dengan hal tersebut Wali Kota Tanjungpinang, Hj. Rahma, S.IP mengajak para guru untuk meningkatkan mutu pendidikan. Peran guru sebagai agen perubahan harus diwujudkan.

“Karena itu guru harus profesional, kreatif, inovatif, dan menyenangkan, dalam mendidik jangan monoton, kembangkan metode pendidikan yang baik dan menarik agar proses pendidikan berjalan optimal untuk menghasilkan anak-anak yang cerdas dan berkarakter,” jelasnya.

Rahma menyebutkan peran guru saat ini sangat strategis sehingga guru juga harus meningkatkan kompetensi serta kualitas yang dimilikinya.

“Menjadi guru adalah sebuah ibadah dan saat ini peran guru sangat strategis karena mampu memajukan daerah melalui pendidikan, untuk itu mari bersama-sama meningkatkan kualitas dan kompetensi agar menjadi guru yang mampu berpacu dalam prestasi,” lanjut Rahma.

Selain itu, Rahma juga berharap PGRI mampu menjaga kekompakan antar pengurus dan seluruh guru yang terangkum dalam PGRI. Terlebih lagi dalam kondisi pandemi Covid-19 yang sampai saat ini wacana belajar tatap muka akan dimulai, diharapkan peran PGRI dapat menjadi pelopor untuk mensukseskan persiapan tatap muka tersebut dan meningkatkan mutu pendidikan Kota Tanjungpinang.

“PGRI harus tetap kompak agar pendidikan Kota Tanjungpinang semakin maju, terlebih dalam kondisi pandemi ini sehingga pembelajaran tatap muka ini dapat berjalan dengan lancar dan sukses,” harapnya.

Ketua PGRI Kota Tanjungpinang, H. Iskandar, S.Pd, mengungkapkan bahwa melalui momentum silaturahmi ini diharapkan akan mampu membangun silaturahmi diantara para pengurus dan anggota PGRI yang ada diwilayah Kota Tanjungpinang. Untuk saling mengisi, dan memperkuat organisasi dalam memperjuangkan mutu pendidikan, meningkatkan kesejahtaraan para guru, sehinga guru lebih profesional, dalam menjalankan tugasnya.

“Semoga dengan silaturahmi ini kita bersama bisa menyatukan visi dan misi, agar pendidikan di Kota Tanjungpinang lebih maju lagi dan semakin baik lagi kedepannya, tentunya dengan mutu dan kualitas para pengajarnya, serta akan kita wujudkan Kota Tanjungpinang sebagai motor penggerak majunya Pendidikan di Kepulauan Riau,” harapnya.

Silaturahmi tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, Dra. Hj. Endang Susilawati dan Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, H. Saparillis, S.Ag, M.Si, Kepala Badan Kesbangpol Kota Tanjungpinang yg juga Ketua PB PGRI, Drs. Huzaifa Dadang, AG, M.Si, Plt. Ketua PGRI Provinsi Kepri, Parida, M.Pd dan seluruh pengurus PGRI Kota Tanjungpinang.

Editor : Antoni

Empat Langkah Cegah Narkoba di Lingkup Sekolah

Empat Langkah Cegah Narkoba di Lingkup Sekolah

Jakarta, Jurnalkota.online

Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah 1 Kota Administrasi Jakarta Utara, Sri Rahayu Asih Subekti menyatakan empat langkah dalam upaya Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di lingkup sekolah. Upaya ini diterapkan dalam bentuk kolaborasi baik antar sekolah, orang tua, tokoh masyarakat, maupun pemangku kepentingan liannya (stakeholder).

“Upaya P4GN tentunya kita gaungkan terus agar siswa tidak tergoda terhadap narkoba,” kata Sri Rahayu saat ditemui dalam acara pembekalan materi P4GN kepada perwakilan tenaga pendidik di Hotel All Sedayu, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (13/9).

Sri menjelaskan upaya pertama dengan memberdayakan sekolah kolaborasi antara sekolah negeri dan swasta untuk senantiasa menyampaikan materi P4GN kepada siswa kelas 10 dan 11 tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat. Lantas upaya kedua melalui kegiatan pramuka baik secara dalam jaringan (daring) maupun tatap muka.

“Kegiatan Pramuka tentu sangat intens dalam menyampaikan materi P4GN ini,” jelasnya.

Upaya yang ketiga yakni disebutkannya melalui pembelajaran karakter dengan tujuan membentuk karakter siswa anti narkoba. Sedangkan yang terakhir dengan pelibatan komite sekolah dengan orang tua yang intens menggaungkan P4GN baik secara langsung maupun media sosial.

“Narkoba ini salah satu hal yang tidak baik, untuk itu orang tua wajib memberikan satu role model atau contoh bagi anak sejak usia dini. Yaitu menyontohkan kedisiplinan, kesadaran untuk berbuat baik, gotong royong, dan saling melayani agar hal baik tertanam lebih dalam pada anak dibanding hal yang tidak baik,” jelasnya.

Peranan tokoh agama (toga), tokoh masyarakat (tomas) tokoh kepamongan, Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Dasa Wisma, pengurus RT/RW, hingga aparatur kelurahan dan kecamatan pun dinilainya penting dalam menyukseskan P4GN tersebut.

Termasuk kolaborasi stakeholder untuk senantiasa mendukung dalam penyampaian materi P4GN kepada siswa.

“Tokoh yang ada di lingkungan masyarakat memegang peranan penting terkait dengan P4GN ini. Tokoh ini yang diamanatkan pemerintah untuk memberikan sosialisasi dan senantiasa peduli terhadap P4GN dimana pun berada,” tutupnya.

Penulis: Deden

8 September 2021, 330 Sekolah di Kota Bandung Siap PTM

8 September 2021, 330 Sekolah di Kota Bandung Siap PTM

Bandung, jurnalkota.id

Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pekan kedua akan dilaksanakan pada bulan September. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Dinas Pendidikan (Disdik) menyebut sudah ada 330 sekolah yang terdiri dari kategori PAUD, TK, SD, SMP, hingga SMA dan SMK, yang sudah menyatakan siap.

Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan SD Disdik Kota Bandung, Bambang Ariyanto mengatakan dari 330 sekolah tersebut, sudah ada yang mengikuti tahap uji coba pada beberapa bulan lalu.

Dia mengungkapkan berdasarkan aturan yang ada, sekolah-sekolah yang sudah melakukan tahap uji coba harus menyiapkan fasilitas pendukung protokol kesehatan (Prokes) yang ketat. Selain itu, siswa yang berada di sekolah tersebut tidak diwajibkan harus vaksin terlebih dahulu.

“Jadi hanya menerapkan protokol kesehatan yang ketat, dan itu di perwal ada di Inmendagri juga ada, cuma eksplisitnya harus divaksin, itu gak ada,” ujarnya dalam diskusi Bandung menjawab,

Bambang menyebut bahwa 330 sekolah tersebut sudah terverifikasi. Sedangkan untuk 1.362 lainnya, harus melalui tahapan verifikasi, jika ingin melaksanakan PTM tanggal 8 September.

“Jadi yang 1.362 itu kita akan verifikasi secara ketat, yang lolos akan didorong membuka PTM berikutnya pada tanggal 13 September. Namun dengan kapasitas 25 persen,” ungkapnya.

Terkait hal tersebut, pihaknya akan melakukan pengawasan sejak bulan September hingga awal Desember, dengan melibatkan 532 orang tim monitoring dan evaluasi.

“Jika ditemukan pelanggaran atau abai, maka publik boleh menginformasikan pengaduan. Ada kanal pengaduan dan ada sidak di sekolah, kalau tidak bisa ditolerir maka akan dilaporkan ke ketua satgas kecamatan, dan Pak camat akan menentukan dibina atau ditutup,” pungkasnya.

Penulis: Ratna KS

Disdik Jabar Berikan Perhatian Pendidikan Anak Kembar Siam dari Garut

Disdik Jabar Berikan Perhatian Pendidikan Anak Kembar Siam dari Garut

Bandung, jurnalkota.online

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Jawa Barat (Jabar), Dedi Supandi menyatakan, pihaknya siap memberikan dan mengawal akses pendidikan bagi anak kembar siam asal Wanaraja, Kabupaten Garut, Al Dewi Putri Ningsih dan Al Putri Anugrah.

“Kami bantu di bidang pendidikan, ananda Putri dan Dewi masih sekolah SD. Saya sudah kontak ke MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah), mudah-mudahan ada umur dan rezeki. Akan kita terus dampingi siapa pun kadis-nya nanti, saya titipkan mereka harus masuk sekolah negeri dan penuhi apa yang mereka inginkan,” kata Dedi Supandi di Bandung,

Dedi Supandi menemui Dewi dan Putri pada sebuah rumah makan di Kota Bandung,a dalam pertemuannya itu pihaknya memastikan akan membantu kedua siswi Sekolah Dasar (SD) tersebut terutama dalam mengakses pendidikan.

Dedi Supandi sengaja menemui si kembar setelah keduanya melakukan pengukuran kursi roda di RSHS Bandung.

“Wartawan punya inisiatif melakukan pengukuran kursi roda, Putri dan Dewi diukur berapa kapasitas kaitan kursi roda. Karena kursi roda mereka untuk melanjutkan aktivitas sehingga perlu didesain khusus,” kata Dedi.

Menurut dia, sedikitnya ada tiga barang yang diperlukan oleh anak kembar tersebut yaitu kursi roda, tongkat untuk berjalan dan meja belajar khusus.

“Semoga kita semua bisa, saya juga sudah mencoba menghubungi Kantor Cabang Dinas (KCD) Garut untuk melakukan pendampingan,” katanya.

Dalam menilai si kembar merupakan gadis yang periang yang terbilang cukup cerdas dan memiliki daya ingat tajam.

Dedi Supandi menguji Dewi dan Putri untuk bersolawat seperti yang mereka lakukan dalam sebuah tayangan video, dan si kembar pun langsung bersolawat di hadapan Dedi.

Memiliki kondisi tubuh yang istimewa, tak menyurutkan Putri dan Dewi untuk menambah wawasan.

Keduanya juga memiliki ingatan yang kuat, dan tekun menghafal Al Quran dan hal itu terlihat, setelah keduanya makan siang, di mana Dedi Supandi kemudian menghubungkan Putri dan Dewi kepada Gubernur Jabar, M Ridwan Kamil melalui video call.

Selain menjanjikan hadiah, Gubernur Jabar M Ridwan Kamil pun berjanji untuk menemui Putri dan Dewi jika dirinya berkunjung ke Garut.

Penulis: Ratna SK

 

 

Jelang Sekolah Tatap Muka Terbatas, SMAN 1 Jawilan Gelar Vaksinasi Pastikan Siswa Terproteksi

Jelang Sekolah Tatap Muka Terbatas, SMAN 1 Jawilan Gelar Vaksinasi Pastikan Siswa Terproteksi

Kabupaten Serang, jurnalkota.com

SMAN 1 Jawilan (SMANJA) gelar kegiatan vaksinasi bagi para siswanya dalam upaya penanganan dan percepatan program Vaksinasi Nasional yang dicanangkam oleh pemerintah, Rabu (18/8/2021).

Pelaksanaan berlangsung di ruang Kelas sekolah yang di tata untuk giat vaksinasi. Program Vaksinasi untuk Siswa Sekolah SMAN 1 Jawilan siswa pada hari ini Rabu (18/8/2021), target di hari pertama yang mendapat dosis vaksin yaitu 502 siswa, 434 siswa tervaksin, sisanya tertunda.

Hal ini dikatakan Kepala Puskesmas PKM Jawilan Hj Imas Migiarti SKM disela memimpin pelaksanaan Vaksinasi siswa SMAN 1 Jawilan.

“Benar kami dari Puskesmas Jawilan telah melakukan Kegiatan vaksinasi untuk para siswa SMAN 1 Jawilan, untuk persiapan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas, dimana Sebanyak 502 siswa yang telah terdaftar, 434 siswa sudah disuntik vaksin, dan sisanya tertunda” jelas Imas di sela kegiatan.

Sementara, Kepala Sekolah SMAN 1 Jawilan H Satiri S.Pd., M.Pd saat ditemui ruang kerja nya mengatakan tujuan kegiatan tersebut agar siswa terproteksi serta imun kuat saat pelaksanaan belajar tatap muka terbatas.

“Memang vaksin ini merupakan sebagai syarat supaya siswa melaksanakan tatap muka karena tujuannya supaya siswa kita ini benar benar mereka terproteksi dan imunnya kuat sehingga dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka yang insya Allah kita akan laksanakan minggu depan,” ucap Kepala Sekolah SMAN 1 Jawilan.

Selanjutnya H Satiri mengatakan bahwa sesuai intruksi Gubernur pelaksanaan belajar tatap muka terbatas diperbolehkan hingga target vaksinasi siswanya dapat divaksin.

“Sesuai dengan intruksi gubernur karena wilayah kabupaten serang termasuk wilayah 3 yang diperbolehkan melaksanakan tatap muka secara terbatas, maka kami bekerja sama dengan puskesmas jawilan untuk berupaya siswa SMAN 1 Jawilan secara keseluruhan sudah melaksanakan vaksinasi, dan target dari kami adalah seluruh siswa yang ada di SMAN 1 Jawilan divaksin” sambungnya.

“Untuk vaksin hari ini targetnya adalah 500 siswa karena kita laksanakan dua hari, lurah mudahan 1000 lebih tervaksin,” tutup H Satiri.

Seperti pada pelaksanaan vaksinasi juga dilaksanakan dengan SOP dan prokes yang sudah ditentukan seperti Pendaftaran, Screning , Vaksinasi dan Observasi dan dalam kegiatan vaksinasi berlangsung situasi berjalan aman Kondusif dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

 

Penulis : Bambang Irawan

 

Bawa Wayang Golek, Organisasi Pendidikan Jabar Evaluasi PPDB

Bawa Wayang Golek, Organisasi Pendidikan Jabar Evaluasi PPDB

Bandung, jurnalkota.id

Sejumlah organisasi pemerhati pendidikan Jawa Barat mengunjungi Kantor Dinas Pendidikan Jabar, Kota Bandung, Kamis (5/8/201).

Salah satu dari mereka membawa wayang golek, yang memiliki paras mirip dengan Kepala Dinas Pendidikan Jabar Dedi Supandi.

Padahal, wayang golek biasanya identik dengan tokoh punakawan, seperti Cepot, Dewala atau Gareng. Namun, Ketua Lembaga Bantuan Pemantau Pendidikan (LBP2) Jawa Barat Asep B Kurnia yang membawa cenderamata wayang golek berwajah Dedi Supandi tersebut.

Kehadiran Asep dengan belasan organisasi pemerhati pendidikan lainnya di Kantor Disdik Jabar, hendak melakukan audiensi terkait Pelaksanan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2021.

Menurut Asep, Wayang golek merupakan seni tradisional ataupun kebudayaan yang hadir di Jabar. “Saya aplikasikan bahwa orang Sunda itu tidak lepas dari silaturahmi, silih nyaah, silih asah, silih asih jeng silih asuh. Artinya mudah-mudahan dengan pengingat wajah itu pak Kadisdik Jabar atau pejabat-pejabat yang lain tidak lepas unsur silaturahminya silih asah, silih asuh, silih asih,” ujar Asep.

Mengenai PPDB 2021, Asep menilai selalu memiliki catatan pada setiap tahunnya. Khusus di Jawa Barat, PPDB 2021 ini dinilai sudah jauh kian lancar dan baik.

“Jadi audiensi ini sebagai bentuk dan aspirasi untuk teman-teman. Tapi intinya kami bersepakat, bahwa audiensi saat ini Dinas Pendidikan Jawa Barat berjalan aman dan tentram. Alhamdulillah, ini merupakan suatu peningkatan dari tahun-tahun sebelumnnya,, khususnya kepada Kadisdik Provinsi Jabar,” paparnya.

Asep mengatakan, yang menjadi evaluasi terkait PPDB 2021 di Jabar adalah, pihaknya tidak bisa menutup mata bahwa di sekolah yang berada di kabupaten-kabupaten/kota ini masih banyak zona blank spot (tempat kosong) atau kondisi di mana suatu tempat tidak tersentuh atau tidak terlingkupi oleh sinyal komunikasi. Dimana disitu harus dibangun sekolah-sekolah SMK yang baru.

“Ya, minimal perwilayah kabupaten atau kota 10 sekolah baru harus dibangun, mudah-mudahan terkejar tahun depan,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Dedi Supandi memastikan akan membuka pintu kepada berbagai pihak yang memiliki semangat, untuk memajukan sektor pendidikan di Jabar.

“Termasuk terkait mendengarkan aspirasi dari mereka. Karena untuk memajukan pendidikan di Jawa Barat ini tidak hanya kepala dinas yang harus terlibat melainkan semua unsur,” kata Dedi.

Terkait simbol cenderamata wayang golek yang diterimanya, Dedi menyampaikan terima kasih. Karena hal tersebut menjadi pengingat untuk diri pribadinya, untuk selalu menanamkan budaya silaturahminya silih asah, silih asuh, silih asih.

“Dengan mengedepankan silaturahmi, maka aspirasi dari berbagai pihak mengenai sektor pendidikan akan terjalin. Karena ini juga untuk kemajuan Jawa Barat Juara Lahir Batin termasuk juara di sektor pendidikan,” katanya.

Penulis: Ratna KS

Disdik Jabar Ungkap Strategi Pembelajaran Siswa Pedesaan Terkendala Internet

Disdik Jabar Ungkap Strategi Pembelajaran Siswa Pedesaan Terkendala Internet

Bandung, Jurnalkota.id

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Dedi Supandi menyampaikan penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Jawa Barat, hingga kini belum dapat terselenggara, karena kebijakan aturan PPKM Darurat hingga level yang mengharuskan pembelajaran dilaksanakan secara daring atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Kendati demikian, beberapa daerah di Jabar khusunya kawasan pedesaan masih terkendala soal jaringan internet yang membuat pelaksanaan PJJ para siswa belum maksimal. Hal tersebut menjadi persoalan baru bagi pemerintah.

Lebih jauh Dedi Supandi  menjelaskan, strategi yang dibuat guna mengatasi persoalan tersebut, salah satunya  membuat program bernama Guru Luring.

Jadi guru yang mendatangi ke anak sekolah, nanti 3 sampai 5 orang murid berkumpul di satu titik rumah, atau balai desa,” ujarnya.

Dikatakan, beberapa desa  yang memang statusnya desa hutan, itu internet-nya kurang bagus. “Tapi di kantor desanya itu ada fasilitas. Jadi fasilitas WiFi di desa itu bisa dipergunakan,” jelasnya.

Dedi menambahkan, terdapat program lainnya yaitu guru kunjung. Para guru yang mengajar dibekali dengan tas multifungsi yang dapat berperan sebagai meja belajar, di dalamnya juga terdapat tool kit Protokol kesehatan Covid-19, seperti handsanitizer.

Selain itu, Dedi  menuturkan untuk masalah jaringan internet yang masih minim, ia menyebut bahwa pihak Kominfo telah memasang sambungan WiFi yang disebut sebagai program BAKTI. Namun, Dedi mengakui, belum seratus persen hal tersebut dapat terwujud.

“Kalau saya tidak salah ada sekitar 1.300 desa yang masih memerlukan internet, itu baru sekitar 600 jadi memang masih ada sekitar kurang lebih 700,” pungkasnya.

Penulis: Ratna KS

About Jurnal Kota Online

Portal berita yang menyajikan informasi aktual, fakta dan terpercaya. Lahir dengan moto “Bicara Sesuai Fakta”. Keseimbangan dalam menyajikan realita dengan Cover Both Side. Disajikan dengan cepat untuk memenuhi kebutuhan informasi bagi masyarakat dan referensi untuk para pengambil keputusan.

Media Jurnal Kota terbit dalam bentuk cetak dan media online. Untuk pemasangan iklan cetak dan online dapat menhubungi (021) 54331420

Penerbit : PT. Media Tiga Serangkai
Rukan Gading Kirana Blok D 6 No. 32 Kelapa Gading Jakarta Utara 14240
Telp. (021) 45874085 Fax. (021) 45878796
jurnalkota03@gmail.com / jurnalkota2020@gmail.com

Jurnal Kota Online
(021)45874085

Mobile : 081218881273 –
jurnalkota03@gmail.com – juralkota2020@gmail.com