Menu

Mode Gelap
Ansar Ahmad Pimpin Rapat Evaluasi Kegiatan Pembangunan di Lingkungan Pemprov Kepri Hasan Pimpin Rapat Persiapan Jambore PKK ke-8 Tahun 2024 Bangkitkan Ekonomi, Dewi Kumalasari Buka Dekra Fest Kepri 2023 Technology Awards: 6 Reasons Why They Don’t Work & What You Can Do About It

Ekonomi · 13 Aug 2023 16:38 WIB ·

Didampingi Ansar Ahmad, Bahlil Lahadalia Tinjau Kawasan Rempang Batam


					Gubernur Provinsi Kepri Ansar Ahmad menghadiri Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Investasi Kawasan Pulau Rempang, bertempat di Hotel Marriot, Harbour Bay, Kota Batam, Minggu (13/8/2023). Perbesar

Gubernur Provinsi Kepri Ansar Ahmad menghadiri Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Investasi Kawasan Pulau Rempang, bertempat di Hotel Marriot, Harbour Bay, Kota Batam, Minggu (13/8/2023).

Batam, Jurnalkota.online

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Pembangunan Investasi Kawasan Pulau Rempang, bertempat di Hotel Marriot, Harbour Bay, Kota Batam, Minggu (13/8/2023).

Didampingi Gubernur Provinsi Kepri Ansar Ahmad, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Bahlil Lahadalia berkeliling meninjau Pulau Rempang.

Rakor tersebut digelar, usai Bahlil Lahadalia yang didampingi oleh Gubernur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad, berkeliling meninjau langsung Rempang, yang akan dikembangkan menjadi kawasan industri, pariwisata, perdagangan dan jasa, tranportasi, perumahan, hingga energi baru terbarukan.

“Kita tadi membahas pemantapan percepatan masuknya investasi industri kaca dan solar panel asal Negara China Xinyi Group, yang akan membangun fasilitas hilirisasi pasir kuarsa atau pasir silika di Kawasan Rempang Eco City di Batam,” ungkap Bahlil Lahadalia, dalam konferensi persnya.

Terkait rencana investasi perusahaan asal China tersebut, Bahlil Lahadalia belum lama ini juga telah berkunjung langsung ke fasilitas produksi Xinyi Group di Wuhu, China. Di mana, Xinyi adalah perusahaan dan pemain besar dunia di bidang pembuatan kaca dan solar panel.

“Dan bila ini segera terwujud, maka kehadiran perusahaan asal China ini menjadi yang terbesar di Indonesia,” kata Bahlil Lahadalia, yang didampingi Ansar Ahmad dan juga Kepala BP Batam Muhammad Rudi.

Menurut Bahlil Lahadalia, hadirnya investasi baru inipun, bagian dari komitmen Pemerintah Indonesia untuk terus mendorong hilirisasi dalam berbagai sektor industri. Apalagi, Indonesia memiliki komoditas pasir kuarsa dan silika. Sudah saatnya potensi itu dioptimalkan dengan baik, dengan langsung diproses di dalam negeri.

Investasi inipun, diakui Bahlil Lahadalia, akan meningkatkan daya saing kawasan strategis ekonomi Indonesia di Kawasan Asia Tenggara, sekaligus wujud nyata implementasi masuknya investasi di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam.

“Konsep pengembangan Rempang nantinya adalah green zone, yang secara langsung juga langkah mendukung pengembangan Batam menjadi green city. Karenanya, semua pembangunan di Rempang, semuanya harus mengoptimalkan kepada ruang terbuka hijau,” ujar Bahlil Lahadalia.

Kedatangan Bahlil Lahadalia sendiri, diawali dengan mengunjungi Rempang Barelang, yang memang akan disulap menjadi kawasan investasi baru, guna mendukung KPBPB Batam.

Kehadiran Bahlil Lahadalia dan rombongan, juga dimanfaatkan oleh masyarakat, yang meminta adanya keberpihakan kepada masyarakat setempat. Salah satunya, mengakomodir keinginan masyarakat terkait tempat tinggal pengganti, bila pengembangan Rempang nanti jadi dilaksanakan.

“Kita tentu akan memberikan solusi terbaik bagi bapak ibu semua. Yang penting, bapak ibu mendukung rencana kami, mengembangkan Pulau Rempang,” tegas Bahlil Lahadalia, seraya meminta masyarakat di situ untuk direlokasi.

Apalagi nantinya, ungkap Bahlil Lahadalia, masyarakat akan mendapatkan rumah pengganti yang layak dan memadai. Begitu investasi ini berjalan, masyarakat di situ pula yang nanti akan ikut terdampak geliat ekonomi.

“Seperti menyuplai kebutuhan pokok. Mereka juga bisa mendapatkan pelatihan, agar bisa ikut bekerja di perusahaan tersebut,” ujar Bahlil Lahadalia.

Sebagai informasi, pengembangan Kawasan Investasi Rempang sendiri telah resmi diluncurkan pada tanggal 12 April 2023 lalu. Di mana, PT Makmur Elok Graha (MEG) menjadi pengembang Kawasan Rempang, dengan total investasi mencapai Rp381 triliun, dan bisa menyerap tenaga kerja hingga 308 ribu orang.

Ansar Ahmad sendiri, terus mendampingi kehadiran Bahlil Lahadalia dalam kunjungannya ke Kota Batam. Dari mulai penjemputan di bandara, kunjungan lapangan ke Rempang, makan siang, pelaksanaan Rakor, hingga pengantaran kembali dari Bandara Hang Nadim, yang selanjutnya bertolak kembali ke Jakarta. (Antoni)

Sumber: Diskominfo Kepri

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Ketersediaan Beras di Kepri Selama Ramadhan dan Idul Fitri Cukup

28 February 2024 - 02:16 WIB

Pemprov Kepri akan Gelar Festival Halal Fair 2024 di Bulan Ramadhan

22 February 2024 - 13:41 WIB

Dewi Kumalasari Serahkan Bantuan CBP kepada KPM

6 February 2024 - 17:13 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Kepri Tahun 2023 Tumbuh 5,20 Persen, Tertinggi se-Sumatera

5 February 2024 - 10:06 WIB

DP3 Tanjungpinang Gelar Gerakan Pangan Murah

25 January 2024 - 07:09 WIB

Ansar Ahmad Dorong UMKM Kepri Manfaatkan Program Pinjaman Bunga Nol Persen

11 January 2024 - 18:32 WIB

Trending di Ekonomi