Menu

Mode Gelap
Ansar Ahmad Pimpin Rapat Evaluasi Kegiatan Pembangunan di Lingkungan Pemprov Kepri Hasan Pimpin Rapat Persiapan Jambore PKK ke-8 Tahun 2024 Bangkitkan Ekonomi, Dewi Kumalasari Buka Dekra Fest Kepri 2023 Technology Awards: 6 Reasons Why They Don’t Work & What You Can Do About It

Pemerintahan · 29 Sep 2023 08:51 WIB ·

DPRK Agara Sesalkan Aksi Demo Aliansi Masyarakat Agara


					Supian Sekedang selaku Ketua Komisi A didampingi Musyadi dan Zaini Selian selaku anggota. dalam Konferensi Persnya kepada wartawan mengatakan merasa heran dengan aksi yang dilakukan oleh Aliansi Masyarakat Aceh Tenggara (AMAT). Perbesar

Supian Sekedang selaku Ketua Komisi A didampingi Musyadi dan Zaini Selian selaku anggota. dalam Konferensi Persnya kepada wartawan mengatakan merasa heran dengan aksi yang dilakukan oleh Aliansi Masyarakat Aceh Tenggara (AMAT).

Kutacane, Jurnalkota.online

Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Aceh Tenggara (DPRK) Agara mempertanyakan Lembaga Aliansi Masyarakat Aceh Tenggara (AMAT) yang melakukan aksi pada Jum’at, 29 September 2023.

Hal itu disampaikan Supian Sekedang, selaku Ketua Komisi A didampingi Musyadi dan Zaini Selian selaku anggota. dalam Konferensi Persnya di gedung rapat Dewan. Kepada kalangan wartawan mengatakan bahwa kami merasa heran aksi yang dilakukan oleh Aliansi Masyarakat Aceh Tenggara (AMAT). Jumat, (29/09/2023).

“Pasalnya kami menduga bahwa aksi Demo ini ada yang memotori dan bermain dibalik layar. Karena ketika kami hendak menghampiri mereka, mereka langsung meninggalkan gedung DPRK? ini ada apa,” tanya Supian.

Supian juga menerangkan, “Seharusnya mekanisme pengajuan Pj Bupati mempunyai aturan bukan asal asal usulkan saja. sedangkan Drs. Syakir. M.Si dia tidak pernah meminta rekomendasi dari DPRK untuk diajukan sebagai Pj Bupati kembali, namun pihak Aliansi Masyarakat Aceh Tenggara (AMAT) yang dulunya mereka Aliansi sepuluh Pemuda ngotot untuk supaya Drs. Syakir. M.Si diajukan kembali menjadi Pj Bupati kedua kalinya. ini tidak bisa, ini artinya diusulkan tengah jalan,” tegas Supian.

Lanjut Supian menjelaskan, karena sesuai surat Mendagri ususlan hanya 3 nama dari pihak DPRK Agara yang sudah kami usulkan beberapa waktu yang ke Mendagri yaitu saudara Mhd. Ridwan. SE. M.Si, Ir. Sunawardi. M.Si, dan Aliman. S.Pi. M.Si. meraka yang tiga ini sebelum keluarnya rekomendasi usulan berkomunikasi ke pihak DPRK Agara.

“Kami berharap terkait usulan Pj Bupati jangan lagi menjadi Polemik sebab usulan resmi rekomendasi dari DPRK Agara sudah Final dan sudah disampaikan ke Mendagri melalui Pimpinan DPRK Agara. Selanjutnya terkait kinerja Pj Bupati Drs. Syakir. M.Si, kami menilai tidak layak diusulkan menjadi Pj Bupati selanjutnya. Karena berdasarkan pertimbangan-pertimbangan bagi kami bahwa kinerja beliau tidak sejalan dengan pihak DPRK Agara,” jelas Supian.

Selama bertugas, Drs. Syakir, M.Si., tugas dan fungsinya selaku Pj Kepala Daerah seharusnya dia bisa bekerjasama untuk meningkatkan perekonomian masyarakat luas dan menjalin komunikasi politik dan penerapan kinerja ASN melalui evaluasi kinerja. Karena saat ini ada beberapa OPD yang sudah menjabat lebih 5 tahun dan bahkan ada yang 12 tahun serta ada yang rangkap jabatan.

“Kami pihak DPRK sudah beberapa kali menyarankan kepada saudara Drs. Syakir. M.Si. untuk melalukan penyegaran melalui mutasi atau rotasi jabatan. akan tetapi Pj Bupati Aceh Tenggara Drs. Syakir. M.Si tidak mengindahkan apa yang kami sarankan, padahal kami mitra beliau khususnya Komisi A.” Ungkap Supian.

Pantauan Jurnalkota Online di lokasi, aksi demo yang difasilitasi dengan satu unit mobil angkutan (Mopen) termasuk dengan pengeras suara, menyuarakan tuntutan kepada DPRK setempat, agar kembali merekomendasikan Pj Bupati, Drs. Syakir, M. Si, melanjutkan jabatannya.

Aksi demo AMAT, yang menyuarakan tuntutan kepada DPRK setempat, agar kembali merekomendasikan Pj Bupati, Drs. Syakir, M. Si, melanjutkan jabatannya.

Dalam orasinya, mereka menilai Syakir masih layak, sehingga mengecam DPRK, yang tidak menerbitkan rekomendasi pejabat tersebut.

Dari keterangan yang diperoleh di lapangan, emak-emak yang ikut dalam demo mengaku berasal dari warga Desa Kumbang Jaya, Kecamatan Badar, Aceh Tenggara dan akan diberikan imbalan dari orang-orang tertentu.

Inang, yang mengaku dari warga desa tersebut, menyebutkan dirinya akan diberikan imbalan setelah melakukan aksi demo. Pernyataan itu, sesuai informasi yang disebut-sebut oleh narasumber sebelumnya.

“Kami akan diberi imbalan setelah aksi demo. Aksi ini, ditengarai oleh beberapa mahasiswa dari Universitas Gunung Leuser. Kami tidak memandang salah atau benarnya. Kami hanya percaya dengan gerakan mahasiswa” Sebutnya. (Yuda)

Artikel ini telah dibaca 25 kali

Baca Lainnya

Ansar Ahmad Pimpin Rapat Evaluasi Kegiatan Pembangunan di Lingkungan Pemprov Kepri

26 February 2024 - 07:34 WIB

Hasan Minta OPD Memahami Program dan Kegiatan Sesuai dengan DPA

19 February 2024 - 11:34 WIB

Forkopimcam Cibeber Gelar Musrenbang RKPD Tahun Anggaran 2025

12 February 2024 - 07:39 WIB

Dua Legislator Diganti, DPRD Kepri Gelar Paripurna PAW

7 February 2024 - 07:05 WIB

Adi Prihantara Pimpin Rakor Teknis LPPD Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Kepri

5 February 2024 - 18:48 WIB

Pemkab Lebak Sigap Tangani Penanggulangan Bencana

31 January 2024 - 08:18 WIB

Trending di Pemerintahan