Menu

Mode Gelap
Ansar Ahmad: Pulau Penyengat Harus Jadi Triger Destinasi Wisata Religi dan Heritage How To Handle Every Movie Challenge With Ease Using These Tips The Most Influential People in the Green House Industry and Their Celebrity Dopplegangers Technology Awards: 6 Reasons Why They Don’t Work & What You Can Do About It

Kesehatan · 1 Jun 2023 12:32 WIB ·

Kejar Target Menuju UHC, Endang Abdullah Gandeng Kelurahan bersama Masyarakat


					Wakil Wali Kota Tanjungpinang Endang Abdullah S.Kp, M.Si, memimpin Rapat Koordinasi, di kantor Kelurahan Senggarang, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri, Kamis (1/6/2023).

Perbesar

Wakil Wali Kota Tanjungpinang Endang Abdullah S.Kp, M.Si, memimpin Rapat Koordinasi, di kantor Kelurahan Senggarang, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri, Kamis (1/6/2023).

Tanjungpinang, jurnalkota.online

Wakil Wali Kota Tanjungpinang Endang Abdullah, memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) bersama perangkat kelurahan dan Dinas Sosial dalam rangka melakukan Validasi Data Kemiskinan dan Pendataan BPJS JAMKESDA.

Rakor dilaksanakan di kantor Kelurahan Senggarang, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Kamis (1/6/2023).

Pada kesempatan itu, Endang Abdullah menyampaikan apresiasi atas semangat lurah beserta RT/RW atas inovasi juga sebagai inisiator agar Universal Health Coverage (UHC) dapat terwujud.

“Dengan capaian kepesertaan jaminan kesehatan di wilayah ini memberikan rasa optimis bahwa 98% akan dicapainya UHC di kelurahan senggarang. inilah yang diharapkan oleh pemerintah bahwa seluruh elemen masyarakat maupun pemerintahan itu mampu berinovasi,” ucap Endang Abdullah.

Lebih lanjut, Endang Abdullah mengatakan agar semangat mewujudkan UHC menjadi motivasi dan semangat untuk ditularkan bagi kelurahan lain.

“Kelurahan Senggarang dapat menjadi contoh dalam melakukan advokasi dan turun langsung mendata sesiapa saja yang belum terdaftar pada BPJS Kesehatan agar tepat sasaran dan UHC segera terwujud,” sambung Endang Abdullah.

Dikatakan Endang Abdullah, saat ini terjadi fenomena kemiskinan tertutup yaitu orang yang tertutup untuk menyatakan bahwa dirinya miskin dengan kondisi rumah yang bagus namun untuk pemenuhan kebutuhan hariannya tidak tercukupi.

“Tentu ini perlu dibantu, maka perlu di data kalau bisa masukan kedalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), jangan sampai warga yang seperti itu menderita tanpa diketahui. Pemerintah dan regulasi institusi pelayanan selalu memberikan kemudahan dan mencari solusi,” harap Endang Abdullah.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Zulhidayat menjelaskan berkaitan dengan kemiskinan ekstrem ini ditargetkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 2024 harus (nol) 0%. Sementara kategori kemiskinan ekstrem dari Badan Pusat Statistik (BPS) adalah warga yang penghasilan perharinya maksimum 11 ribu perkapita.

“Oleh karena itu kami mohon bantuan dari semua pihak untuk memverifikasi dan mengecek kebenaran data, serta perlu adanya identifikasi terhadap kemiskinan ekstrem, baru kemudian kita akan lakukan upaya-upaya untuk membantu mereka mengangkat dari angka kemiskinan,” imbau Zulhidayat.

Edi Susanto, lurah senggarang dalam rapat tersebut memaparkan mengenai senggarang menuju UHC.

“Kelurahan senggarang memiliki data sebanyak 384 jiwa yang belum memiliki BPJS Kesehatan, sehingga kelurahan senggarang akan membuat suatu inovasi yaitu inovasi PESIAR agar masyarakat senggarang memiliki BPJS Kesehatan menuju UHC 98%,” ungkap Edi Susanto.

Dijelaskannya inovasi PESIAR yaitu “PE” berarti melakukan pemetaan terhadap warga senggarang yang belum memiliki BPJS Kesehatan, kemudian “SI” yang berarti melakukan penyisiran terhadap warga senggarang yang belum memiliki BPJS Kesehatan, dan “A” yang berarti Advokasi yaitu melakukan komunikasi persuasif terhadap warga senggarang yang belum memiliki BPJS Kesehatan dalam pengambilan kebijakan, serta “R” yang berarti melakukan registrasi terhadap warga senggarang yang belum memiliki BPJS Kesehatan. Dengan produk layanan JAMKESDA Kota Tanjungpinang, yaitu Inovasi Jaminan Kesehatan Daerah Peduli Melayani Masyarakat (JANDA PEMIKAT).

Menurut pemaparan dari perwakilan BPJS Kesehatan Kota Tanjungpinang terkait peserta BPJS Kesehatan atau peserta JKN, bahwa pada hingga bulan mei 2023, dari 229.553 jiwa jumlah penduduk kota Tanjungpinang berdasarkan data kependudukan dukcapil semester 1 tahun 2022 yang sudah terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan sebanyak 213.559 atau sekitar 93,03%.

“Data ini akan terus bergerak setiap bulannya, mengikuti perkembangan dan kondisi dilapangan,” paparnya.

Terdapat dua kepesertaan yang difokuskan, yang pertama adalah kepesertaan PBI APBN (Penerima Bantuan Iuran melalui APBN) atau lebih dikenal dengan sebutan PB IJK (Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan) atau BPJS gratis yang di bantu oleh pemerintah pusat dalam hal ini Kementrian Sosial (KEMENSOS).

Kedua adalah PBI APBD (Penerima Bantuan Iuran melalui APBD) adalah masyarakat yang BPJS Kartu Indonesia Sehat (KIS) gratis nya dibayarkan oleh pemerintah daerah.

Untuk menuju UHC 95%, diupayakan sekitar 4.516 masyarakat kota Tanjungpinang untuk bisa mendaftar menjadi peserta BPJS Kesehatan, karena tahun 2024 sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) pemerintah pusat, bahwa UHC itu adalah 98% ditargetkan sekitar 11.403 jiwa lagi. (Antoni)

Sumber: Prokompim Tanjungpinang

Artikel ini telah dibaca 119 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Adi Prihantara Pimpin Rapat Evaluasi Terhadap Pelayanan Rumah Singgah

19 September 2023 - 15:21 WIB

Endang Abdullah Perkuat Sinergi untuk Percepatan Penurunan Stunting di Tanjungpinang

7 September 2023 - 02:01 WIB

Rumah Singgah Pemprov Kepri di Batam akan Diresmikan

9 August 2023 - 08:24 WIB

Ansar Ahmad: Rumah Singgah Dibangun untuk Membantu Seluruh Masyarakat Kepri

8 August 2023 - 10:37 WIB

Endang Abdullah Kunjungi Keluarga Beresiko Stunting di Kampung Bugis

7 August 2023 - 12:51 WIB

Sunatan Massal di Pekon Kedamaian Dapat Dukungan Warga

2 August 2023 - 17:50 WIB

Trending di Kesehatan