Menu

Mode Gelap
Ansar Ahmad Pimpin Rapat Evaluasi Kegiatan Pembangunan di Lingkungan Pemprov Kepri Hasan Pimpin Rapat Persiapan Jambore PKK ke-8 Tahun 2024 Bangkitkan Ekonomi, Dewi Kumalasari Buka Dekra Fest Kepri 2023 Technology Awards: 6 Reasons Why They Don’t Work & What You Can Do About It

Pemerintahan · 23 Oct 2023 15:15 WIB ·

Pemkot Tangerang Diduga Ada Pembiaran Terhadap Bangunan Tanpa PBG


					Foto : bangunan diduga tanpa PBG di Kecamatan Pinang. Kota Tangerang. Perbesar

Foto : bangunan diduga tanpa PBG di Kecamatan Pinang. Kota Tangerang.

Tangerang, Jurnalkota.online

Pembangunan Ruko dua lantai yang sedang berlangsung di lokasi pinggir Jalan Raya Pinang-Kunciran, RT.003/RW.005. Kelurahan Kunciran Indah, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Provinsi Banten. Diduga banyak pelanggaran, dimana terlihat dinding tembok bangunan tersebut langsung menyatu dengan bibir sungai tanpa ada batas Garis Sempadan Sungai (GSS).

Selain itu, Garis Sempadan Bangunan (GSB) dengan Jalan Raya diduga tidak mematuhi standar prosedur aturan Izin Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Dimana bangunan tersebut tarlihat sangat dengan bahu Jalan.

Saat temuan dugaan pelanggaran tersebut dikonfirmasikan kepada Camat Pinang, Syafrudin, atau juga dikenal dengan nama Camat Logot, selaku perwakilan Pemerintah Daerah (Pemda) untuk mengkoordinasikan penerapan dan penegakan Peraturan Perundang-Undangan di wilayahnya, dia mengatakan tidak mengatahui persoalan tersebut.

“Saya tidak tau persoalan itu, coba tanya ke Kasie Trantib saja, soalnya dia yang di lapangan,” kata Camat Logot, Senin (23/10/2023).

Logot juga menambahkan, Kecamatan hanya menerima laporan masyarakat terkait pelanggaran, untuk penindakan pelanggaran awak media bisa konfirmasi ke Dinas Perizinan dan Satuan Polisi Pamong Praja (POL PP) Kota Tangerang, agar bangunan tersebut segera ditindak atau ditertibkan.

“Coba laporkan bangunan itu ke Dinas Perizinan dan Pol PP Kota Tangerang, biar ada tindakan penertiban atau pembongkaran dan nanti Trantib Kecamatan akan dilibatkan, kita ikut turun pasti ke lokasi,” imbuhnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Seksi (Kasie) Trantib Kecamatan Pinang, Hendy, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp menjawab bahwa ia tidak tau soal bangunan tersebut. Padahal, letak posisi bangunan tersebut sangat jelas terpampang pinggir jalan dimana jalan tersebut juga menjadi akses utama untuk menuju Kantor Kecamatan Pinang.

“Waduh, terkait bangunan itu saya tidak tau bang, saya ditempat kebakaran, coba tanyakan ke anggota saya yang dilapangan Gunawan, karena saya tidak tahu masalah itu coba langsung tanyakan ke Marcel aja bang,” jawab PLT Kasi Trantib Kecamatan Pinang, Hendy.

Untuk diketahui, Garis Sepadan Bangunan adalah salah satu syarat mutlak yang harus terpenuhi ketika kita mau mengajukan izin dari Persetujuan Bangunan Gedung, atau disingkat dengan PBG.

Sebagai pemilik bangunan, perlu mematuhi GSB untuk keamanan dan meminimalkan risiko bahaya yang terjadi. Menurut Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 06/PRT/M/2007 tentang Pedoman Umum Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan bagian III huruf C, GSB merupakan aturan yang harus dikeluarkan oleh penguasa wilayah (gubernur, bupati, atau walikota) dan wajib dipatuhi oleh masyarakat sesuai dengan visi pembangunan di wilayah tersebut.

Penulis : Pandji

Artikel ini telah dibaca 24 kali

Baca Lainnya

Ansar Ahmad Pimpin Rapat Evaluasi Kegiatan Pembangunan di Lingkungan Pemprov Kepri

26 February 2024 - 07:34 WIB

Hasan Minta OPD Memahami Program dan Kegiatan Sesuai dengan DPA

19 February 2024 - 11:34 WIB

Forkopimcam Cibeber Gelar Musrenbang RKPD Tahun Anggaran 2025

12 February 2024 - 07:39 WIB

Dua Legislator Diganti, DPRD Kepri Gelar Paripurna PAW

7 February 2024 - 07:05 WIB

Adi Prihantara Pimpin Rakor Teknis LPPD Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Kepri

5 February 2024 - 18:48 WIB

Pemkab Lebak Sigap Tangani Penanggulangan Bencana

31 January 2024 - 08:18 WIB

Trending di Pemerintahan