Menu

Mode Gelap
Ansar Ahmad Pimpin Rapat Evaluasi Kegiatan Pembangunan di Lingkungan Pemprov Kepri Hasan Pimpin Rapat Persiapan Jambore PKK ke-8 Tahun 2024 Bangkitkan Ekonomi, Dewi Kumalasari Buka Dekra Fest Kepri 2023 Technology Awards: 6 Reasons Why They Don’t Work & What You Can Do About It

Hukum dan Kriminal · 1 Jun 2023 02:45 WIB ·

Polisi Tangkap 5 Pelaku Pengedar Obat dan Suplemen Palsu Beromset Miliaran


					Kasubdit Indag AKBP Victor D. H. Inkiriwang, menerangkan penangkapan pada lima orang tersangka yang memperdagangkan obat dan suplemen tanpa izin edar dari BPOM secara online di E-commerce. Perbesar

Kasubdit Indag AKBP Victor D. H. Inkiriwang, menerangkan penangkapan pada lima orang tersangka yang memperdagangkan obat dan suplemen tanpa izin edar dari BPOM secara online di E-commerce.

Jakarta, jurnalkota.online

Subdit Indag Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menangkap 5 pengedar obat tanpa izin edar dan suplemen palsu dengan total barang bukti 77.061 butir/botol, senilai Rp130,4 miliar.

Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Pol Auliansyah Lubis mengatakan 5 tersangka berinisial IB (31), I (32), FS (28), FZ (19) dan S (62).

“Dari total barang bukti 77.061 butir dan botol, terdiri dari 366 suplemen palsu dan inheler tanpa izin edar. Kemudian 74.515 butir obat keras tanpa resep dokter, serta 2.180 obat salep,” terang Aulia di Polda Metro Jaya, Rabu (31/5/2023).

Lanjut Aulia, pengungkapan berdasarkan 4 laporan polisi.

“9 tempat kejadian perkara (TKP) di Mampang Jakarta Selatan, Palka KM 7 Serang, Rawamangun Jakarta Timur, Kemandoran Jakarta Selatan, Tambak Jakarta Pusat, Kesatriaan Jakarta Timur, Pinang Ranti Jakarta Timur, Jatiwaringin Bekasi dan Pasar Senin, Jakarta Pusat,” ujar Aulia.

Kegunaan obat interlac untuk melindungi dan memperbaiki fungsi normal saluran pencernaan ketika mengalami diare, penggunaan antibiotika jangka panjang khusus kepada bayi.

“Efek negatif obat palsu dapat berdampak pada kesehatan ginjal dan hati, serta dapat mengakibatkan meninggal dunia,” paparnya.

Kemudian, Kasubdit Indag AKBP Victor D. H. Inkiriwang menerangkan tersangka memperdagangkan obat dan suplemen tanpa izin edar dari BPOM secara online di E-commerce.

“Tersangka menjual melalui Tokopedia di Geraikita 99 dan Lazada Dominoshop96,” terang Viktor.

Tersangka dijerat Pasal 60 angka 10 Jo angka 4 terkait Pasal 197 jo Pasal 106 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja atas Perubahan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan pidana penjara paling lama 15 tahun. Pasal 62 ayat (1) jo Pasal 8 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen Pidana penjara paling lama 5 tahun. (Noval. V)

Sumber : Humas Polda Metro Jaya

Artikel ini telah dibaca 11 kali

Baca Lainnya

RPM Minta Kapolda Banten Evaluasi Kinerja Polres Lebak

23 February 2024 - 03:14 WIB

Wartawan Diduga Jadi Korban Kekerasan 2 Oknum Penambang Pasir Lumpur

18 February 2024 - 06:57 WIB

Penyaluran Bansos di Cibeber Diduga Tidak Tepat Sasaran.

5 February 2024 - 10:48 WIB

Polisi Amankan 6 Unit Sepeda Motor Tak Bertuan di Pelabuhan ASDP Tanjung Uban

4 February 2024 - 14:44 WIB

LEMI HMI Cabang Lebak Laporkan Aktivitas Galian Tanah ke Aparat Hukum

4 February 2024 - 13:01 WIB

Tak Jera Masuk Penjara, Polisi Tangkap Pelaku Pemerkosaan

30 January 2024 - 14:53 WIB

Trending di Hukum dan Kriminal