Menu

Mode Gelap
Rakornas Dukcapil 2024, Percepat Transformasi Digital untuk Pelayanan Publik Ansar Ahmad Pimpin Rapat Evaluasi Kegiatan Pembangunan di Lingkungan Pemprov Kepri Hasan Pimpin Rapat Persiapan Jambore PKK ke-8 Tahun 2024 Bangkitkan Ekonomi, Dewi Kumalasari Buka Dekra Fest Kepri 2023

Pendidikan · 22 Jun 2023 06:16 WIB ·

SMAN se-Jakarta Ikuti FGD Polda Metro jaya


					50 Siswa SMAN se-Jakarta pada acara FGD dengan tema Pemahaman Bahayanya Radikalisme dan Prilaku Intoleran Terhadap Generasi Muda yang diadakan Polda Metro Jaya di Ball Room Hotel Millennium, Tanah Abang Jakarat Pusat. Perbesar

50 Siswa SMAN se-Jakarta pada acara FGD dengan tema Pemahaman Bahayanya Radikalisme dan Prilaku Intoleran Terhadap Generasi Muda yang diadakan Polda Metro Jaya di Ball Room Hotel Millennium, Tanah Abang Jakarat Pusat.

Jakarta, jurnalkota.online

Untuk meningkatkan kewaspadaan dini dan memberikan pendidikan pada 50 SMAN sederajat di jakarta, Polda Metro Jaya mengadakan Forum Grup Discussion (FGD) dengan tema ‘Bahaya Radikalisme dan Prilaku Intoleran Terhadap Generasi Muda’ di Ball Room Hotel Millennium, Tanah Abang Jakarat Pusat, Rabu (21/6/2023).

Hadir dalam acara tersebut, Ketua Umum & Pendiri dari Organisasi Jembatan Kemajuan Bangsa (JKB), Eta Wiwid, aktivis (Mantan Konseptor NII dan Cuci Otak NII KW 7), Rahmad Kurina dan Badan Penanggulangan Ektremisme dan Terorisme MUI Pusat, Muh Makmun Rasyid, S. Ud., M.Ag sebagai narasumber.

Dalam sambutannya, AKBP Randi Ariandi, Kasubdit 5/Keamanan Neraga Dit Intelkam PMJ selaku penyelenggara mengatakan, seiring perkembangan yang sangat global maka perlu benteng yang kuat untuk mencegah paham radikalis dan intolern pada generasi muda, kususnya para pelajar di Jakarta.

Tujuan nantinya diharapkan selain membentengi diri siswa, peran orang tua juga sangat menentukan prilaku anaknya terhadap prilaku yang menyimpang dari paham yang negatif.

“Jadi diharapkan selain siswa dapat membentengi dirinya sendiri, peran orang tua sangat sentral terhadap perkembangan prilaku anak,” ujar Randi Ariandi.

Sementara itu, Eta Wiwid dalam kesempatan ini menyampaikan 2 materi penting yang berhubungan dengan generasi muda dan tentang bahayanya paham radikalisme yang melahirkan tindakan intoleran dan silusi untuk menanggulanginya. Diperlukan sinergi yang kuat antara Rakyat dan Pemerintah untuk bisa saling mendukung dalam hal ini.

“Memperbanyak forum seperti ini sampai ketingkat kelurahan disinyalir dapat mengurangi sekaligus menyumbat perkembanga paham tersebut,”  jelas Wiwid.

Eta juga menyarankan, bila ada teman atau keluarga yang terpapar paham radikal dan intoleran jangan dijauhi/diasingkan, sebaliknya kita rangkul dan dekati secara perlahan-lahan dengan memberikan pemahaman yang benar.

“Jika ada kerabat atau teman yang terpapar jangan dijauhi/diasingkan, sebaliknya kita rangkul dengan memberikan pemahan yang benar,” tutupnya. (AN/Rbt/Erwinsyah Lbs)

Artikel ini telah dibaca 28 kali

Baca Lainnya

Ansar Ahmad Serahkan SK untuk 211 PTK Non ASN di Lingga

21 January 2024 - 19:06 WIB

800 PTK Non-ASN se-Kota Batam Terima Perpanjang Kontrak dari Pemprov Kepri

19 January 2024 - 19:26 WIB

Endang Susilawati Resmikan SMP Negeri 17 Tanjungpinang

8 January 2024 - 08:39 WIB

Ansar Ahmad Kukuhkan dan Lantik Pejabat Fungsional Pengawas Sekolah

5 January 2024 - 09:04 WIB

Miris” Sekolah Mathla’ul Anwar Cikareo Berlantai Tanah

4 January 2024 - 03:38 WIB

KIP Aceh Tenggara Gelar Sosialisasi Pendidikan Pemilih Bagi Pemilih Pemula

20 December 2023 - 12:59 WIB

Trending di Pendidikan