Menu

Mode Gelap
Bangkitkan Ekonomi, Dewi Kumalasari Buka Dekra Fest Kepri 2023 How To Handle Every Movie Challenge With Ease Using These Tips The Most Influential People in the Green House Industry and Their Celebrity Dopplegangers Technology Awards: 6 Reasons Why They Don’t Work & What You Can Do About It

Pemerintahan · 6 Sep 2023 13:53 WIB ·

Soal Calon PJ Bupati Agara, DPRK Diminta Jangan Jilat Ludah Sendiri


					Foto ; Gedung DPRK Aceh Tenggara Perbesar

Foto ; Gedung DPRK Aceh Tenggara

Aceh Tenggara, Jurnalkota.online

Berbagai kalangan di Aceh Tenggara mendesak anggota DPRK setempat harus konsisten dan komit serta jangan menjilat ludah sendiri, terkait pengusulan nama calon Pj Bupati ke depan.

Permintaan tersebut, muncul ditengah kekhawatiran tidak konsistennya dan bakal mencuatnya sikap plin-plan beberapa anggota DPRK Aceh Tenggara, terhadap keputusan yang telah diambil secara kelembagaan.

Sebelumnya, lewat surat nomor : 103/DPRK-AGR/VI/2023, 20 Juni lalu, lebih dari 22 orang dari 30 orang total anggota DPRK Agara, menandatangani surat dan selanjutnya disampaikan pada Mendagri yang isinya mengusulkan pemberhentian Drs. Syakir. M. Si dari jabatannya sebagai Pj Bupati Agara.

Nawi Sekedang, salah seorang pegiat di Agara mengatakan kepada Jurnalkota Online Rabu (06/09/2023), saat ini pihak DPRK, terutama dari Fraksi yang ada sedang membahas rencana usul pengajuan nama calon Pj Bupati Agara menyusul bakal berakhirnya jabatan Syakir pada 11 Oktober akan datang.

“Kita percaya, jika dewan akan menyeleksi kandidat terbaik untuk diusulkan namanya menjadi calon Pj Bupati Aceh Tenggara ke depan, namun perlu diingat, dalam membahas, menggodok dan mengusulkan nama orang yang layak memimpin bumi Sepakat Segenep ke depan, DPRK harus konsisten dan jangan plin plan, apalagi jika mencoba menjilat ludah sendiri,” kata Nawi.

Selanjutnya, jauh sebelum masa jabatan Drs. Syakir, M.Si berakhir 11 Oktober akan datang, lebih dari setengah anggota DPRK telah mengajukan surat mosi tak percaya terhadap kepemimpinan Syakir sebagai Pj Bupati Aceh Tenggara, dewan kehormatan harus konsisten dan jangan plin-plan dan jangan bermain atas prinsip lembaga DPRK, pastinya rakyat akan melihat konsistensi DPRK yang pada akhirnya untuk tidak mengajukan nama Syakir sebagai calon Pj Bupati Agara ke depan.

Sebelumnya, dewan beralasan mengusulkan pemberhentian Syakir sebagai Pj Bupati Agara diantaranya karena Syakir berkinerja rendah, tidak menghargai kerja lembaga DPRK sesuai tupoksi, tidak mendalami secara lebih utuh lembaga DPRK, kebijakan Pj Bupati tidak mencerminkan untuk kepentingan umum.

Selanjutnya, Syakir dinilai belum mampu melaksanakan konsolidasi organisasi pemerintahan pada semua level dan tingkatan, masih maraknya isu pungli penunjukan Pj Pengulu Kute, pungli pengelolaan dana desa ditambah politik anggaran keuangan daerah yang amat rumit, fasilitasi yang minim terhadap fasilitasi politik pemilu dan pilkada 2024 dan masalah pengisian jabatan tinggi pratama yang lowong.

Dasar 22 orang anggota DPRK menandatangani mosi tak percaya terhadap Syakir sebagai Pj Bupati Aceh Tenggara, ujar Nawi diamini pegiat lainnya, sudah cukup bagi dewan agar tidak mengajukan lagi nama Syakir sebagai salah seorang kandidat calon Pj Bupati ke depan.

Kata nawi, tak ada satu alasan pun bagi Fraksi yang ada di DPRK, untuk mengajukan nama Syakir sebagai salah satu calon Pj Bupati Agara setelah 11 Oktober 2023 ini, apalagi itu sudah menjadi keputusan lembaga secara sah, apalagi merupakan keputusan mayoritas anggota DPRK, karena bila masih ada anggota dewan yang mengajukan nama Syakir, apalagi sebelumnya ikut menandatangi mosi tak percaya, itu berarti telah menjilat ludahnya sendiri.

jika selama ini Syakir hanya piawai mimpin rapat di lingkungan Pemkab Agara saja, namun disisi lain masih lemah dan belum berdampak pada kemajuan daerah, apalagi soal besarnya defisit APBK 2022, lemahnya daya beli masyarakat serta keterlambatan lelang proyek di Aceh Tenggara, merupakan gambaran kegagalan Syakir.

Disamping itu, Syakir juga dinilai tidak peduli terhadap perbaikan jembatan putus di ruas jalan Kabupaten di kute Srimuda dan Makmur Jaya kecamatan Darul Hasanah yang sampai saat ini belum ada tanda-tanda akan diperbaiki dan masih terputus total, padahal bencana alam tersebut terjadi tahun 2022 lalu.

“Kondisi jembatan Pantei Dona kecamatan Semadam juga semakin tak menentu dan masih sangat tak layak, padahal sebelumnya ada dialokasikan perawatan jembatan penghubung 3 kecamatan tersebut, namun akhirnya dialihkan atau ditiadakan,” lanjut Nawi.

“Atas dasar alasan tersebut, Jupriadi dan aktivis serta tokoh masyarakat lainnya mendesak dewan jangan mengajukan nama Syakir sebagai salah satu calon Pj Bupati Agara ke depan, karena masih ada nama lain ya g lebih layak lagi seperti Sunawardi Desky, Aliman Selian dan Muhammad Ridwan serta beberapa putra bumi Sepakat Segenep lainnya, Tutupnya. (Yuda)

Artikel ini telah dibaca 16 kali

Baca Lainnya

Hasan Minta OPD Memahami Program dan Kegiatan Sesuai dengan DPA

19 February 2024 - 11:34 WIB

Forkopimcam Cibeber Gelar Musrenbang RKPD Tahun Anggaran 2025

12 February 2024 - 07:39 WIB

Dua Legislator Diganti, DPRD Kepri Gelar Paripurna PAW

7 February 2024 - 07:05 WIB

Adi Prihantara Pimpin Rakor Teknis LPPD Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Kepri

5 February 2024 - 18:48 WIB

Pemkab Lebak Sigap Tangani Penanggulangan Bencana

31 January 2024 - 08:18 WIB

810 PTT di Pemko Tanjungpinang Tandatangani Perpanjangan Kontrak Kerja

29 January 2024 - 12:08 WIB

Trending di Pemerintahan