Menu

Mode Gelap
Ansar Ahmad Pimpin Rapat Evaluasi Kegiatan Pembangunan di Lingkungan Pemprov Kepri Hasan Pimpin Rapat Persiapan Jambore PKK ke-8 Tahun 2024 Bangkitkan Ekonomi, Dewi Kumalasari Buka Dekra Fest Kepri 2023 Technology Awards: 6 Reasons Why They Don’t Work & What You Can Do About It

Kolom · 21 Oct 2023 17:16 WIB ·

Two State Solution, Solusi Ala Penguasa Jahil


					Israel sangat terobsesi dengan wilayah Al -Aqso yang menurut mereka sebagai tanah yang dijanjikan Tuhan untuk mereka, padahal, tidak ada satu Nash pun dari Alquran maupun hadis yang menyebutkan kebenaran pernyataan itu kecuali dari lisan dusta  pendiri negara Yahudi, Theodor Herzl sendiri. Foto; Istw. Perbesar

Israel sangat terobsesi dengan wilayah Al -Aqso yang menurut mereka sebagai tanah yang dijanjikan Tuhan untuk mereka, padahal, tidak ada satu Nash pun dari Alquran maupun hadis yang menyebutkan kebenaran pernyataan itu kecuali dari lisan dusta pendiri negara Yahudi, Theodor Herzl sendiri. Foto; Istw.

www.jurnalkota.online

Oleh: Rut Sri Wahyuningsih
Institut Literasi dan Peradaban

Kelompok Hamas meluncurkan serangan mengejutkan pada Sabtu (7/10) terhadap Israel dengan meluncurkan roket dan menyusupkan puluhan petempur ke kota-kota Israel di dekat Jalur Gaza. Dunia seketika meluncurkan berita hoax, Hamas lah sang teroris, media membanjiri kanal-kanal berita dengan rengekan Israel ke dunia bahwa mereka yang seharusnya patut dikasihani dan didukung. Tak luput para penguasa Arab penjilat yang tak malu-malu lagi merapat ke arah the real penjajah, Israel.

Akibatnya, makin banyak yang tak sadar mereka telah dibelokkan dari fakta yang sebenarnya terkait konflik Palestina-Israel ini, tak luput penguasa kita, Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin menyerukan agar perang Palestina-Israel yang kini berkecamuk segera dihentikan. Wapres mendorong pengembalian proses perdamaian pada pembahasan solusi bagi dua negara (two state solution).

“Kita berusaha juga untuk kedua belah pihak (Palestina-Israel) menghentikan pertempurannya dan kembali pada penyelesaian damai dan kembali pada penyelesaian two state solution,” kata Ma’ruf Amin dalam konferensi pers kunjungan kerja di Kantor Gubernur Papua, Jayapura, Selasa. Ma’ruf menambahkan Indonesia melalui Kemenlu sudah mengambil sikap sebagai penengah untuk mendamaikan kedua negara. “Kemenlu sudah mendamaikan dan menghentikan pertempuran, selain kita mengevakuasi warga kita yang ada di sana,” katanya (Republika.co.id, 10/10/2023).

Posisi Kaum Muslim Bukan Juru Damai

Apa yang disebutkan oleh Wapres kita menunjukkan betapa tidak pahamnya pemimpin di negeri dengan muslim terbesar kedua di dunia ini terkait fakta yang sebenarnya. Perang Palestina-Israel bukan sekadar konflik perebutan wilayah kekuasaan, tapi sudah sangat krusial menyangkut agama dan politik. Atau lebih lugasnya penjajahan. Israel selalu menyebutkan tindakannya mencaplok sedikit demi sedikit tanah Palestina sebagai ’self defense’ (membela diri) adalah kebohongan. Nyatanya setiap hari mereka melakukan penggusuran, pengusiran dan pembunuhan terhadap rakyat Palestina. Termasuk membunuhi wanita, lansia dan anak-anak.

Israel sangat terobsesi dengan wilayah Al -Aqso yang menurut mereka sebagai tanah yang dijanjikan Tuhan untuk mereka, padahal, tidak ada satu Nash pun dari Alquran maupun hadis yang menyebutkan kebenaran pernyataan itu kecuali dari lisan dusta pendiri negara Yahudi, Theodor Herzl sendiri.

Justru, Kaum Zionis Yahudi mendapatkan tanah Palestina lewat bantuan Inggris dan Prancis melalui Perjanjian Sykes-Picot. Kedua negara tersebut mendukung pembentukan negara Yahudi di tanah Palestina. Kedua negara ini bersekongkol untuk menyembelih Khilafah Utsmaniyah. Mereka lalu menjadikan tanah air kaum Muslim, termasuk tanah Palestina, sebagai harta rampasan mereka.

Solusi dua negara justru semakin menjadikan Palestina menderita berkepanjangan, sebab sejak resolusi dua negara ini dicanangkan 1974, Israel tak pernah menggubris, bahkan dengan arogan terus merangsek masuk lebih dalam lagi ke wilayah Palestina hingga hampir 80 persen wilayah Palestina telah dikuasai Israel. Lantas, masihkah bisa dipercaya masih bisa menjadi solusi, kecuali ini adalah solusi dari penguasa jahil atau bodoh yang tak paham syariat agamanya.

Hanya Jihad dan Khilafah Solusi Hakiki Konflik

Hanya satu hal yang pasti untuk solusi konflik ini, yaitu jihad. Sebab sudah sangat jelas, Israel tak sekadar membenci kaum Muslim tapi membunuh dan menghabisi siapa saja yang mereka temui, mereka memuntahkan senjata, roket bahkan yang berbahan sulfur yang jelas-jelas dilarang dalam konvensi perang internasional untuk menghadapi perempuan, orangtua dan anak-anak.

Bagaimana mungkin masih bisa keluar dari lisan pemimpin muslim agar Palestina hidup berdampingan dengan musuh berdarah dingin yang siap mematikannya kapan saja? Allah SWT berfirman yang artinya,” Sungguh Allah telah melarang kalian menjadikan sebagai kawan kalian orang-orang yang memerangi kalian karena agama, mengusir kalian dari negeri kalian, dan membantu (orang lain) untuk mengusir kalian. Siapa saja yang menjadikan mereka sebagai kawan, mereka itulah kaum yang zalim” (TQS al-Mumtahanah 60: 9). Apakah mereka tidak membacanya, atau mereka tidak memahaminya?

Qadhi Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani rahimahulLâh dalam kitab Asy-Syakhsiyyah al-Islâmiyyah Jilid 2 menyatakan bahwa jihad adalah fardhu ’ain jika kaum Muslim diserang oleh musuh. Fardhu ain ini bukan hanya berlaku untuk Muslim Palestina, tetapi juga bisa meluas bagi kaum Muslim di sekitar wilayah Palestina jika agresi musuh tidak bisa dihadang warga setempat. Maka, semakin jelas, bukan solusi dua negara, bukan resolusi PBB, bukan pula anjuran untuk duduk bersanding apalagi datang sebagai juru damai melainkan harus ada persatuan kaum muslimin untuk berjihad.

Umat harus paham bahwa kewajiban jihad tidak mungkin terwujud jika institusinya belum ditegakkan yaitu khilafah. Kekuatan militer negeri-negeri Muslim seperti Mesir, Suriah dan Yordania secara perhitungan jauh di atas kekuatan militer kaum Yahudi. Sebagai perbandingan, Pasukan Pertahanan Yahudi (IDF) hanya berjumlah 169.500 orang, 1.300 tank. Adapun kekuatan militer Mesir adalah 450.000 personel militer aktif, dengan tank perang 2,16 ribu dan 5,7 ribu kendaraan perang. Apalagi jika negeri-negeri Muslim lainnya bersatu. Dengan izin Allah, kekuatan entitas Yahudi akan hancur-lebur.

Sayangnya para tentara yang kuat itu hanya bergerak ditempat sebab ada batasan nation state, barat memang sangat detil mengupayakan hancurnya ukhuwah Islamiyyah kaum muslim, jika kaum muslim tercerai berai, terkoyak dalam imaginasi negara ala penjajah maka Islam tak akan bangkit dan mereka tetap bisa bebas menghegomoni negeri-negeri muslim tanpa ada penghalang. Disinilah kekuatan militer kaum Yahudi, yaitu adanya bantuan militer saat ini dari Amerika yang secara rutin setiap tahun menggelontorkan USD3,8 miliar (lebih dari Rp 54 triliun). Jelas , Khilafahlah yang mampu menghimpun kekuatan kaum Muslim yang hari ini masih tercerai berai.

Sebagaimana Rasulullah Saw bersabda, “Sungguh Imam (Khalifah) itu laksana perisai; orang-orang akan berperang di belakang dia dan menjadikan dia sebagai pelindung (mereka)”. (HR Muslim). Wallahu a’lam bish showab.**

Artikel ini telah dibaca 11 kali

Baca Lainnya

Desa Wisata, Strategi Handal Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi?

25 February 2024 - 17:53 WIB

Program Indonesia Pintar, Siapa Yang Jadi Semakin Pintar ?

15 February 2024 - 07:42 WIB

Potret Buram Generasi, Membunuh Jadi Solusi

13 February 2024 - 07:33 WIB

Ilusi Orientasi Mahasiswa Entrepreuner dengan Mall UMKM USU

6 February 2024 - 17:22 WIB

UU PDP, Perlindungan Data Masih Ada Masalah, Mengapa?

4 February 2024 - 04:43 WIB

Peringatan Hari Gizi Nasional, Bukan Hanya Masalah Stunting

28 January 2024 - 09:05 WIB

Trending di Kolom